BLOG TULISAN Jayadiningrat


Kenapa cewek seringkali menolak cowok yang menurut dia itu adalah sosok pria idamannya? Kita ambil contoh ya misal wanita pingin pria yang setia, yang mau menunjukkan keseriusannya, laki2 yang sabar, yang mapan dan kerja keras, yah A B C sampai Z. Jadi ketika pria melakukan A sampai Z yang sudah dibilang wanita itu kenapa seringkali wanita itu menolak, mengabaikan bahkan bilang "kamu terlalu baik buat aku".

Itu pertanyaan besar yang selalu ada disepanjang zaman dan saya ingin coba menjawab atau penjelasan akan hal itu, yah sebagai salah satu penjelasan. Karena seringkali kita pria berpikir bahwa kalau kita berusaha keras memenuhi standar kriteria2 pasangan idaman seseorang maka seseorang itu akan jatuh hati. Misal nih dia bilang pingin pria mapan punya rumah dan mobil, maka karena rasa cintanya kita pria maka kita bekerja keras bahkan bertahun2 berjuang agar mapan, karena kita pria suka pikir bahwa itu kunci untuk membuka hatinya dengan memenuhi kriteria dia yaitu mapan, namun setelah mapan kenapa ditolak juga?.

Ingat bahwa dalam relasi cinta itu ada 3 fase:
- Fase Pertama: Pre-Relationship
- Fase Kedua: In-Relationship
- Fase Ketiga: Post- Relationship

Nah ketika seorang wanita menceritakan sosok pria idaman maka wanita tersebut sedang membayangkan pria yang di FASE KEDUA In-Relationship. Misal ingin pria yang sholeh, yang mapan, yang bertanggung jawab, yang dewasa, yang sabar, yang mengalah, yang romantis dan segala macamnya. Jadi memang benar dia sedang menceritakan sosok idaman dia. Tapi ada fase utama yang terlewat yang tidak disebutkan dia, bahkan seringkali dia tidak sadar. Jadi ada FASE SATU Pre-Relationship yang harus membuat di TERTARIK dulu sebelum masuk kedalam Fase Kedua NYAMAN. Jadi jika dia belum merasa tertarik dulu maka hampir percumah kita pria mengisi Fase Kedua In-Relationship. Berusaha menjadi baik, terlihat mapan, menjadi hangat, mau memberikan solusi, memotivasi, ini agak percumah kalau wanitanya belum tertarik.

Jadi ada dua hal yang kurang dipahami pria, yaitu hal2 yang membuat NYAMAN (Fase2) dan hal2 yang membuat wanita TERTARIK (Fase1). Kita pria suka terfokus untuk membuat wanita nyaman, nyaman, nyaman. Berusaha membuktikan diri kita bahwa kitalah yang terbaik buat dia. Tapi kita lupa membuat dia tertarik.

Nah, hal2 ketertarikan itu bertumpah tindih dengan hal2 yang membuat dia nyaman. Tapi ada hal2 yang spesifik yang membuat dia tertarik misalkan bikin dia PENASARAN. Penasaran ini bertentangan dengan nyaman. Contoh, kalau kita pengen berusaha membuat seorang wanita nyaman atau membuat dia kayak kagum sama kita maka apapun pertanyaan dia akan kita jawab. Tapi sebaliknya kalau penasaran, misal ditanya 10 hal maka yang kita jawab cuman 6 sedang 4 lainnya tidak kita jawab. Bisa kita pria becandain, bisa kita puter2, bisa kita suruh dia ngelakuin sesuatu dulu buat kita. Jadi rasa penasaran ini ada di Fase Pertama: pre-relationship. Membuat dia tertarik dulu, membuat dia terpikat dulu. Kalo dia sudah terpikat. Baru menunjukan hal2 yang membuat merasa nyaman.

Tapi kalau dia belum tertarik, dia belum merasa kayaknya penasaran sama kita, dia belum banyak berpikir tentang kita, dia belum mau diajak ngobrol langsung cuman mau chat doang, dia belum mau diajak video call atau keluar sama kita maka percuma jika kita terlalu banyak memberikan INVESTASI dalam hidupnya. Kenapa? Ok, saya kasih tahu, kalau dia cewek muda cantik semampai mapan berpendidikan maka ada banyak pria diluar sana yang langsung memberikan yang nomer 2 itu. Ada banyak pria yang menumpahkan segala perhatian, kasih sayang, Uang, hadiah, waktu, tenaga untuk yang nomer 2 ini kepada wanita tersebut. Jadi apapun yang anda pria berikan itu tidak spesial. Apapun yang anda serahkan pada dia dengan ketulusan hati dengan keseriusan pun, itu tidak spesial. Karena semua pria yang mendekati wanita yang anda sukai itu kemungkinan besar melakukan hal yang sama. Masuk akal ya.

Jadi ketika si wanita ini melihat, ah si pria A memberikan ketulusan, si pria B memberikan ketulusan, pria C sama, terus sampe pria kesekian, semuanya memberikan ketulusan maka apa bedanya. Tidak ada rasa , tidak ada hal yang spesial, anda pria jadi seperti sama saja. Tapi bandingkan misal ada pria 1 sampai 10, yang 1 sampai 9 memberikan ketulusan, kebaikan dll yang memang semua itu positif. Tapi itu boring banget. Sementara anda pria ke 10, ketika dia ketika dia minta tolong, anda sibuk ngeledekin dia, anda bercandain dia, anda mainin dia, anda buat dia merasa kesel, gregetan sama Anda. Saya jamin, eh saya agak jamin.....pasti dia akan lebih memikirkan anda, dia akan berusaha ngeledekin dia balik, dia akan kesel, geregetan sama anda, jadi chatting dengan anda itu akan lebih diladenin. Nah setelah dia Tertarik sama anda, maka anda bisa tunjukan ke dia bahwa ternyata anda sopan, baik, berkharisma, mapan, bertanggung jawab dll. Jadi itu bisa ditunjukan belakangan, namun hal2 yang membuat ketertarikan itu harus ditunjukan didepan. Hal2 yang menciptakan kenyamanan itu boleh datang belakangan.

Inilah yang terjadi dengan badboy, atau PLAYBOY, laki2 yang istilahnya brengsek. Karena laki2 brengsek ini terkenal dengan keresehannya, tapi note ya Playboy bukan berarti orang2 penjahat. Minimal bandel. Jadi laki2 ini terkenal dengan kebandelannya, kenakalannya. Susah diduga, suka2 aja, egois tapi setelah kelihatan semua hal2 negatifnya yang membuat wanita tertarik, ternyata laki2 bandel itu punya sisi yang baik, mau mendengarkan, ramah, suka mengalah, bahkan mahir untuk romantis. Jadi sisi2 pria idaman di nomer 2 tadi itu munculnya belakangan. Itu yang membuat perempuan akhirnya jadi kayak "Ahhhh, aku mau yang kayak gitu". Selesai tertantang penasaran akhirnya tertarik eee ternyata endingnya masuk kriteria idaman, ahhhhh nyesss, takluk deh.

Walau saya akui cowok Playboy yang famous karena ke-playboy-annya itu punya keuntungan yaitu dia diingini banyak wanita karena terbukti berkualitas memacari banyak wanita, jadi ketika ada wanita yang dideketi dia maka si wanita bilang "Masa sih, dia kok suka sama aku, kan aku gak cantik, padahal banyak yang ngantri bahkan lebih cantik2" ini artinya dia mau bilang aku lho yang paling cantik dari lainnya, ini membangkitkan sisi ketertarikannya untuk langsung menerima si Playboy. Walau si wanita sadar 100% bakal dicampakkan, tapi sensasi jadi Ratu sejagat tuh membanggakan dan sulit ditolak. Makanya kita cowok jangan terlihat culun2 banget didepan cewek, pas dia tanya "Pernah pacaran?" Dijawab "Belum", "Siapa temen2mu cewek?" Dijawab "Gak ada", haha berat bro segera perbanyak jam terbang kita, setidaknya perbanyak temen2 cewek yang kita kenal agar cewek yang kita taksir merasa seakan berkompetisi mendapatkan kita, itu nilai plus agar si dia cepat tertarik.

Beda ama cowok melihat cewek Playgirl malah cenderung dijauhi, apalagi jika ingin cari wanita yang diseriusi misal buat dijadikan istri, di pikiran kita cowok kebayang gak sih bekas lebih dari lima cowok lebih ha ha, apalagi sepuluh cowok, tinggal ampasnya doang, maaf beribu maaf bukan merendahkan wanita tapi itu kenyataannya dibenak cowok. Cowok playboy pun akan berusaha mencari wanita cantik namun masih lugu yah yang pertama atau jam terbangnya masih rendah he he. Itu naluriah.

Balik lagi. Jadi wanita tertarik pada pria di fase pertama, bukan karena sisi romantisnya. Bukan karena sisi bertanggung jawabnya, bukan karena sisi baiknya. Yah kayak di film drakor sisi perjuangannya seperti menunggu di luar rumah si wanita sambil hujan2an membawa bunga ha ha, maka wanita langsung menerima dia sebagai pacarnya, tapi realnya ha ha yang ada wanita itu stres gimana menolak anda la wong dia belum tertarik, yah namanya juga film, co cwet. Ya off couse hal2 itu penting agar wanita nyaman, tapi itu di fase 2 misal saat dia marah ke anda maka untuk meredam kemarahannya dengan hal2 romantis, dengan syarat dia udah tertarik dulu. Walau ada wanita yang akhirnya menyerah yang penting dia nyaman karena cuman anda yang ngede ketin dia, namun hati2 jika ada pria lain yang bikin dia tertarik (timbul chemistry) bisa2 anda pria dicampakkan/putusin.

Jadi tetap ada satu fase yang tidak bisa dilompati, Fase 1 Pre-Relationship yang harus buat hatinya tertarik dulu, harus buat hatinya terpesona dulu, terpikat dulu dengan sesuatu yang sifatnya berbeda, intrik, sesuatu yang sifatnya menyenangkan, sehingga memunculkan chemistry nya, nah chemistry itu ada di Fase pertama.

Chemistry itu tidak ada di Fase Kedua (Kenyamanan), chemistry itu bicara soal masalah asik, seru, greget, penasaran, sensasional. Jadi sebagai pria itu yang harus kita lakukan ketika ingin mendekati wanita. Jangan fokus pada apa yang dia bilang, apa yang dia mau. Jangan fokus pada kriteria2 pria yang menurut dia sexy. Fokus aja yang membuat dia ketawa, kesel, bikin dia geregetan sama anda.

Pada Fase pertama alias pedekate, jangan fokus pada kenyamanan, jangan fokus pada mengisi kebutuhan dan kriteria idaman dia. Karena semua pria yang deketin dia melakukan hal yang sama, jadi otomatis anda tidak akan dilihat oleh dia. Buat dia tertarik dulu, buat anda beda dari yang lain. Sekian. Udah panjang bener ternyata, biarin deh, bingung nge-cutnya.

Love better, Life better.

Kang jay


Kamu cewek sebaiknya harus bikin saat kopdar atau kencan pertama seramah mungkin, se-fun mungkin, senyaman mungkin, kenapa coba? Biar ada second date? tapi jika anda wanita tidak demen2 banget atau bahkan merasa dibohongi tidak seperti di foto misal ternyata pendek atau kelihatan tua, tapi tetep ya harus dibikin fun juga, kenapa? Menurut saya alasan paling benar adalah menghargai DIRI SENDIRI.


Karena saat kopdar sama dia kan kamu wanita sudah buang waktu. So why do your time dengan garing ring? Why? Ketika kamu sudah NGABISIN WAKTU mau pergi sama orang artinya bisa 3-5 jam kebuang dijalan dan ditempat ketemuan. Kalau kamu diem, garing, main hape gara2 ngerasa dipandangan kamu ternyata dia bukan tipe kamu, atau kamu coba jaim dulu ah, itu wasting time, ngapain keluar, gak usah keluar dirumah aja nonton drakor liat cowok2 cute lihat kisah romantis mereka.

Tapi kalau udah mau keluar ama cowok, please have fun. Bukan buat dia tapi buat diri sendiri karena diri kamu berharga, waktu kamu berharga, jangan disia2in dong. Enjoy aja ketawa ketiwi ngobrol bercanda segala macem abis itu ternyata ga ada feel atau gak mau pergi sama dia lagi ya udah. No problem, tapi jangan disia2in waktu kamu, apalagi kamu ditraktir si cowok tersebut maka hargai uang dia. Jangan sampai udah jaim jutek eee ngebungkus ha ha.

Lain cerita jika kamu tertarik dengan dia, kamu pingin jadian, maka bukan hanya have fun tapi kasih moment yang enak buat dia, yang pasti dia juga memorable. Habis pulang dari kopdar, jangan lupa bilang "Terima kasih ya, I had a good time, thank you". Dijamin dia bakal kontek lagi.

Pun bukan yang kamu sukai, setidaknya kamu memberi kesan kamu wanita ramah dan fun, walau jawaban klasik berikutnya kamu maunya temenan aja hehe. Menjadi ramah fun itu juga akan melatih kamu dalam pergaulan sehari-hari, dan siapa tahu kesan kamu yang ramah dan fun menyebar ke seantero penjuru dunia AN (misalnya) sehingga menarik cowok2 kece badai dan mapan. "Eh si A ramah, fun, rame, bakal asyik dijadiin istri gak ngebosenin, tapi sayang dia gak tertarik sama gua." Laki-laki juga punya otak bakal sadar diri alias mau undur diri, tapi di memori dia tuh kamu ramah fun rame, suatu saat jika kamu mentok dan dirasa dia adalah pilihan yang tersisa ha ha, maka gampang aja kamu hubungi dia lagi, pasti dia welcome kok.

Ingat wanita ramah, fun dan baik itu banyak temennya. Kebaikan kamu juga bakal dihargai sebagai tabungan kebaikan yang bisa dicairkan untuk membantu kamu disaat susah dalam relationship nantinya. Banyak manfaatnya deh, selain kamu berusaha menghargai diri kamu sendiri.

Begitupun juga buat pria, jadilah pribadi yang ramah dan fun. Jangan karena lihat dia ternyata tidak sama dengan difoto atau saat vcall doi pake hape jadul jd ga keliatan jelas, atau saat ketemu pertama itu kamu gak nemu feel ke dia lalu cuek selama kopdar bahkan pura2 diem atau ketoilet saat pelayan mau kasih bill. Janganlah, kita pria harus lebih menghargai wanita siapapun dia, itu sudah kodrat kita pria.

Kang Jay

Lumayan agak bergairah AN, kita lanjut ya blognya, menjadi kompor itu asyik.

Well, coba kita telaah kok bisa banyak orang yang jomblo sampai bertahun-tahun bahkan banyak yang lebih dari 8th 10th, menurut saya itu terutama sebabnya karena mereka diam dalam zona nyaman hehe, yah tidak mau keluar dari zona nyaman.

Contoh sederhana zona nyaman adalah penampilan, biasanya cowok tuh paling males merubah penampilan, mungkin rambutnya awut2an gonjes haha saya jamin yang jomblo 8th 10th itu penampilannya gak oke, jujur aja. Males rapiin rambut apalagi pakai wax. Yah pinginnya tuh diterima apa adanya, males keluar dari zona nyaman. Misal lain disuruh pake baju keren agak body fit dikit atau pakai kemeja yang rapi pasti bilang "ah gak nyaman karena itu bukan gue, gue sukanya baju yang nyaman". Nah ini, berlaku buat cewek juga nih, cewek juga sama misal disuruh dandan gak mau "itu bukan gue, gak nyaman". Nah lagi-lagi muncul kata2 "GAK NYAMAN" itu yang bikin kita terus jomblo.

Atau mungkin dalam pergaulan, misal di majelis taklim ada kumpul cowok cewek, kemudian disuruh ayo itu ngobrol duluan ajak kenalan duluan. Dijawab "gak nyaman" itu bukan aku gak mau. Apa2 selalu gak nyaman, jadi yang nyaman itu adalah cuman duduk diam dipojokan ngeliatin orang lain mendapatkan cintanya. Itu nyaman.

Jadi yang bikin nyaman adalah jadi diri kamu apa adanya saat ini tanpa berubah. Iya itu nyaman, tapi apa yang didapat dari kenyamanan kamu? Nothing. Misal lagi nih, cowok nyamannya main video game atau nonton bola terus dirumah aja gak kemana-mana. Disuruh nongkrong sama temen, ya sekarang lagi Covid sih, tapi dalam konteks luas sebelum Covid dan nanti setelah Covid, kan bisa bergaul keluar nongkrong dan segala macem. Kamu lakuin gak? Enggak, Covid kan baru ada sekitar 1,5th doang awal tahun 2020 tapi sebelum ada Covid kamu ngapain? Nongkrong gak bergaul gak. Enggak kan, karena kamu nyamannya dirumah, nyamannya bengong doang, nyamannya main game, nyamannya nonton bokep (astaghfirullah jangan ya).

Kalau masalah cewek nih yang saya perhatikan adalah suka susah dapat pacar, tapi bukan tidak ada yang ngedeketin, ada yang ngedeketin tapi gak ada yang sesuai dengan tipe yang diharapkan mereka. Yah ada cowok2 yang coba ngedeketin tapi si cewek gak aktif mencari cowok2 yang tipe mereka. Suruh aktif alasannya lagi2 gak nyaman itu bukan aku. Terus apa nunggu ada yang langsung lamar? Cowok jg mikir mempertaruhkan masa depannya bersama cewek yang belum dikenal, walau hasrat pingin menafkahinya eh mantap2nya diubun2.


Kemudian beberapa dari mereka cewek ditanya, kalau weekend kemana? Jawabannya dirumah. Kenapa gak keluar? Karena capek seminggu udah kerja jadi sabtu minggu istirahat aja, capek lah. Trus kalau nongkrong sama siapa? Yah sama temen2 deket aja. Temen deket cewek atau cowok? Cewek. Jadi coba kita pikir secara logika, gak pernah bergaul kalau sabtu minggu dirumah doang leyeh2 atau tidur ataupun pergi sama temen2nya tapi cewek doang ditambah yang sama2 jomblonya juga. Ya kapan dapet pacarnya. Ini nih zona nyaman. Gak mau kenalan sama orang baru. Gak nyaman kenalan sama orang baru. Gak mau masuk dalam komunitas baru. Gak nyaman ini gak nyaman itu ini itu. Ya nyamannya jomblo terus. Kejombloan kamu, kesendirian kamu, kesetresan kamu, kegalauan kamu ya itulah arti nyamannya kamu. Jadi nikmati aja. Oke lah.

Kang Jay


Pertanyaan pertama, "Kang gebetan aku kok org nya agak cuek, gmn kang menghadapi nya biar gebetan jg ga illfeel pas ketika aku chat? Apakah hanya seminggu 2 kali? Thanks.


Well, prinsipnya gini, pedekate jangan dibikin ribet karena saat pedekate aja udah ribet ntar pas pacaran bakal 10x lebih ribet. Pedekate itu harus fun, seru, asyik. Jadi kalau udah mulai seperti diatas ni, "gimana sih caranya pedekate ama orang yang cuek" pegimana sih caranya begini begini..... maka STOP karena itu tandanya dia tidak tertarik sama kamu. Karena orang tertarik maka dia akan merespon. Okelah mungkin meresponnya tidak terlalu wow banget. Misal "Hai kamu lagi ngapain" (Walau sebenernya ga boleh nanya gini pas awal pedekate berkesan membosankan), kalau dia suka pasti dia akan bales, trus bales lagi yah tik tokan gitu, mungkin juga dia balesnya lama karena masih kerja atau apa, tapi pasti ada timbal balik. Kalau misal tidak terjadi timbal balik tersebut, maka gampangnya anggap aja "Dia TIDAK suka ama kita" udah ya, ga perlu dilanjutin.

Nah ini dia pentingnya Multi gebetan, agar jika ada gebetan yang cuek, yang gak begitu nanggepin kita maka kita ga usah terlalu pusing tinggal kita pindah ke gebetan2 yang lain yang lebih seru. Kenapa sih orang masih terus aja pengen ngeladenin gebetan2 yang cuek, dingin, sok sibuk. Ga usah diadepin yang model gitu langsung cari yang lain atau pindah ke gebetan lain, itu artinya dia ga begitu tertarik ama loe.

Saya kasih contoh, misal Andi gebetannya cewek yang cuek dan susah banget dideketin. Misal nih si cewek punya favorit Reza Rahadian, so menurut kita kalau Reza chating sama dia bakal cuek gak? Ya nggak bakal. Kalau Reza ngajak dia pergi bakal dicuekin atau banyak alesan gak? Gak bakal. Karena dia suka demen dan ngefans. Jadi kalau cewek nya gak nanggepin Andi, ya gak tertarik alias gak doyan. Banyak alasan sih kenapa gak doyan, mungkin karena ingin lihat dulu penampilan Andi apakah misal sama dengan Reza Rahadian ahaha, atau selama pedekate terlalu menonjolkan Andi yang spesial bukan dia yang spesial, atau mungkin Andi kurang fun seru chat sama dia, ada banyak alasan. Tapi yang jelas dia tidak tertarik sama Andi.



Pertanyaan kedua, "Kang saya punya gebetan. Kondisinya itu, dia tahu saya deketin dan saya tahu dia belum punya pacar, tapi dia bilang belum pengen punya pacar, dia anggap saya itu temen baik. Langkah saya selanjutnya gimana kang?".

Well, ini sama lagi jawabannya, misal dia nge fans sama Marcel Chandrawinata, terus si Marcel pedekate, apakah dia akan bilang aku anggap Marcel temen doang. Gak mungkin kan. Jadi dari pertanyaan kedua diatas, udah kelihatan dia ga suka pacaran sama kamu, ga suka dekat secara romantic, yah dianggap temen doang mungkin karena udah lama deket sama kamu tapi ga muncul2 feel suka, atau di saat bersamaan ada yang ngegebet dia dan dia hanya pingin jadian ama dia doang, tapi disatu sisi dia ingin menghargai perjuangan kamu atau dia gak mau kehilangan kamu sebagai ban serep. So bagaimana langkah selanjutnya jika dianggap temen doang? Ya cari gebetan baru bro. Makanya kita harus punya Multi gebetan.

90% kunci masalah pedekate bisa diselesaikan dengan Multi gebetan. 90% masalah pedekate karena tidak punya Multi gebetan. Jadi masalah dipertanyaan pertama kenapa dia pusing ngadepin gebetan yang cuek, ya karena tidak punya Multi gebetan jd gebetannya itu diulik terus. Trus pertanyaan kedua, udah tau dianggap temen doang, tapi masih aja pengen ngulik ya karena gak ada gebetan yang lain. Semua gara2 gak ada gebetan yang lain. Kenapa gak ada gebetan yang lain?, mungkin karena loe gak gaul, gak niat nyari, atau bahkan karena loe pake pola pikir lama yang diajarkan di buku-buku romantis tentang the only one, cinta itu cuman satu-satunya. Hello saat pedekate ga usah ngomong cinta dulu, kita bukan lagi pacaran apalagi sedang merencanakan pernikahan ha ha ha ha. Lagi mau pedekate aja udah bawa2 cinta misal karena eia cinta pada pandangan pertama, ya kalau dia cinta juga, kalau kagak bakal merana hidup loe, cinta bertepuk sebelah tangan. Ini yang sering saya temuin pada abg2, tapi ya wajar mereka masih muda belia, toh pada akhirnya mereka belajar dari pengalaman. Diusia dewasa akhirnya mereka sadar bahwa cinta adalah hubungan timbal balik. Ya kita udah bangkotan seperti saya di 45 lebih masih bicara cinta pada pandangan pertama, bisa2 ampe jompo ga punya pasangan ha ha ha.

Jadi nanti kalau udah pacaran yah udah cocok menjalin hubungan beneran, atau udah mau Married baru deh bisa dianggap the only one, cinta pada satu orang saja. Tapi kalau masih pedekate, masih sama2 single ya jangan cuman satu, rugi dikitanya. Misal pertanyaan kedua, mungkin banyak cowok2 ngejar dia, tapi kamu cuman ngejar dia doang. Ya pasti kalah posisi. Makanya harus punya multi gebetan, terutama buat cowok2. Kalau cewek karena posisinya menerima, naluriahnya cenderung saat ada cowok yang pedekate bisa lebih welcome sama cowok siapa aja, tinggal disaring mana yang paling dia sukai. La cowok cenderung fokus pada satu terus ngejer ampe dapat he he ya jelas kalah POSISI. Jadi saran saya cobalah Multi gebetan terutama yang ngebet pingin kawin, karena dari banyak gebetan itu bisa cari yang cocok, yang asyik, yang fun, yang connect baru deh munculkan benih2 Cinta eaaa.

Kang Jay


Jaman udah berubah, kalau jaman saya muda dulu sebelum krismon tahun 1998 cari kenalan (gebetan) untuk dijadiin pacar atau calon pasangan halal itu tidak mudah, perlu perjuangan dari pergaulan; temennya temen punya temen lagi; saudara temen; nongkrong disana sini; kenalan disana sini dsb pusing deh nyarinya, bahkan saya dulu sampai nyobain nongkrong di kampus keperawatan ee barangkali pas bubaran kampus ada yang nyantol satu. Saya dulu mikir, asyik punya istri perawat, orang lain aja dirawat apalagi suaminya eaaaa. Saking susahnya, pas dapet peluang kita dikenalin nih eeeee suka kagak match dengan harapan, walau temennya temen sudah berbusa2 promosinya sampai ayu ashari kalah. Saking pusingnya tapi udah ngebet pengen kewong, pas ngekos digang kok ada cewek yang hilir mudik digang tapi putih2, udah deh disikat aja, dilamar, nah itulah istri saya dulu.



Namun saat ini bertebaran website atau aplikasi online dating, yang memudahkan kenalan bahkan tidak perlu keluar rumah, bagi cewek nih yang masih pake daster atau cowok pake kolor singlet doang cukup swift2 dapet deh teman ngobrol.

Ya udah saya bahas pros-cons online datinge. Keuntungannya nih, bisa ketemu orang2 cakep cantik keren mapan yah yang wow dimana mungkin tidak bisa kita temui dilingkungan kita ya dikantor dikampus. Dionline bisa langsung kenalan, kemudian ketemu, dating bahkan bisa lanjut ke pelaminan. Ya ada, ada lah, ada lo kemungkinan ke sana.

Keuntungan lainnya bisa masiv, chatting banyak, ketemu banyak orang, pdkt banyak, gebetan banyak. Jadi punya pilihan ga cuman satu, gak baperan. Jg ga butuh waktu terlalu banyak, pas lagi makan, pas mau tidur, terbangun tengah malam, bahkan pas ditoilet. Ribuan kesempatan. Sambil nyante aja kita bisa dapetin gebetan. Enaknya itu.

Tapi minusnya nih, karena smua orang bisa ikutan asal punya smartphone, maka dari yang keren sampai yang aneh2 ada semua. Dan tentu saja seperti didunia nyata yang keren lebih sedikit, yah bayangin segitiga yang pucuk tuh yang keren, baik, pengertian yah pokoknya cocok dijadikan gebetan bahkan jadi suami/istri. Sedang yang paling banyak yang bawah itu orang-orang yang aneh2, creepy, penipu dll. Jadi tetap ada resiko.

Minus lainnya, bisa jadi kita cuman jadi salah satu dari banyak yang di chat ama gebetan kita. Makanya online dating bener2 butuh sesuatu yang menonjol, misal fotonya harus keren dan bagus, chatnya harus seru. Karena kita bersaing langsung sekaligus sama banyak orang. Makanya kita juga harus chat sama banyak orang. Pun sama satu orang saja, ya jangan sampai kita baper he he.

Tapi namanya plus minus ya sama aja, gak online pun (offline) yang ketemuan langsung namanya resiko ada aja, ketemu orang aneh mau nipu dll, yah resikonya selalu ada.

Menurut saya, online dating bukan hal yang buruk karena kapan lagi. Kita nih hidup dijaman yang lumayan canggih, karena jaman saya dulu bahkan sebelum ada sosmed tuh nyari gebetan susaaaah banget,, harus lewat pergaulan nyata.

Bahkan lagi2 menurut saya, online dating ini sangat powerfull buat Cewek. Karena kalau didunia nyata kan cewek cenderung gak berani kenalan duluan. Malu, takut dan segala macam. Tapi kalau online dating, cewek swap2, chat2, negor2, dm2 duluan juga berani. Jadi ini powerfull. Makanya khususnya buat cewek yahhh coba misal 1th dimanfaatin semaksimal mungkin, sampai nyerah. Jadi online dating menurut saya lebih berguna buat Cewek dibanding cowok, ya cowok dari dulu ya wajar maju duluan. Kalau buat cewek online dating bisa membuat jadi proaktif, maju, aktif dalam mencari pasangan.

Ada yang pertanyaan dsri cewek, " Kang, baiknya pajang foto di dating apps yang bagus banget dulu atau yg lbh kelihatan real? (tktnya jomplang antara asli & foto) tp kalau pasang foto maksimal kan bisa dapat match lbh banyak.. perbnyk ksmpatan".
Well, masukan dari saya nih, foto bagus itu ga harus menipu, yang menipu bukan foto bagus tapi FILTER hehe. Yang kulitnya gelap jadi putih, mukanya sebenarnya gak mulus jadi mulus, yang gemuk jadi kurus, nah itu yang menipu. Tapi kalau kualitas fotonya bagus mungkin diambilnya pake kamera profesional, menurut saya itu ga masalah malah goooood. Ataupun pakai Filter, jangan kebanyakan haha, jangan sampai mengubah muka kita. Apalagi cewek suka ada yang TIGA lapis, lapis biasa, lapis makeup, makeup aja udah mengubah seperti pake bulu mata pakai lipstik pake bedak pake softlens terus apa tega ditambah lapis Filter. Hasilnya adalah Raisa. Buahahaha. Waduh itu udah berkali lipat berubah dari aslinya. Sebaiknya jangan. Kalau udah makeup ya udah, pun pake Filter jangan kenceng2 jangan sampai misal warna kulit berubah yah agak terang dikit oke lah. Tapi tetap ya Foto harus bagus karena foto adalah hal pertama yang dilihat di online dating. Kalau cewek lebih bagus mukanya yang tersenyum, karena sepertinya ramah open mau diajak ngobrol. Kalau pasang muka jutek kemungkinan lebih sedikit yang dapat match. Apalagi cowok jangan aneh2 fotonya, lagi nongkrong di genteng pamer bodi cungkring, background toilet umum, jongkok cuman pake kolor plus pegang rokok, bahkan pernah saya lihat ada yang lagi berdoa diatas makam hiiiii ha ha kadang saya sendiri sebagai cowok kagak paham juga, ga tau apa yang dipikirannya. Tp its oke lah mungkin tujuannya cari cewek yang bisa menghargai hasil karya posenya yang unik.

Kang Jay


Anda tertarik judul diatas? Makasih sudah mampir dan mulai membaca.



Yuk kita mulai. Pada kenyataannya, cowok itu sangat sangat sangat sensitif terhadap sentuhan. Kalau cewek tuh biasa kita lihat banyak yang masih gandengan dengan best friend sesama cewek, sun pipi, masih rangkulan masih pelukan cipika cipiki. Sedang sesama cowok mana ada haha kecuali maho, bahkan cowok sejak lulus SD udah juaraaang ada yang elus2 lagi, mamanya aja udah gak pernah elus gak pernah peluk, jadilah cowok haus belaian, cowok itu jablay. Jadi cowok sekalinya dibelai langsung berasa banget, apalagi yang jomblo lama. Setelah disentuh, lihat gelagaknya, kalau dia ngejar2 kagak kenal waktu dari wa telepon pingin ketemuan, jangan salahin saya ya.

Saya ingat dulu setelah menjadi single kembali dan sudah menghabiskan kesedihan murung dirumah. Saya coba kenalan dengan salah satu wanita member AN, janda usia 26th anak satu. Kita kopdar, kemudian saat mau nonton bareng dijalan dia pegang lengan aku, bahkan kemudian rangkul lengan saya, itu berasa sampai keubun2 kagak konsen nonton film 2 jam, oh selama ini ternyata saya jablay. Itu terngiang2 terus berasa kemana-mana merasakan badan dia yang lembut agak menempel, ora karu2an kalau orang pesisir bilang, akhirnya saya kejar dia sampai dapat ha ha ha ha. Sampai dikira dia, aku ngebeeetttt banget pagi siang malam kontak dia, bahkan sempet dia berucap "langsung ke KUA yuk", baru saya tersentak sadar, ehhhh. Setelah kenal akrab dengan doi, saya sempetkan tanya kedia dulu pas kopdar pertama kenapa pegang lengan saya? kata dia itu reflek karena lihat badan saya tinggi besar kekar jd pingin pegang aja. Its ok, fine. Tapi ya saya akui kalau langsung pegang mgkn ga biasa diadat ketimuran, yah mulailah dari tepukan, pukul ringan di pertemuan awal. Bahkan sentuhan istripun bisa bikin luluh, dulu saya ingat sepulang tour guide di eropa, istri saya elus2 kepala saya sambil bilang "kasihan ayah disana gak ada yang ngurus sampai kurus gini", itu sampai sekarang elusan itu membekas.

Selama ini cewek banyak yang berpikir bahwa kalau megang cowok maka cewek yang rugi, "ih gue kan cewek, no ya", padahal gak masalah karena yang lebih butuh sentuhan adalah cowok. Jadi kalau suka ama cowok, tertarik ama cowok "wih cowok ini lucu nih" jangan lupa dipakai jurus sentuhan hehe. Sentuhan biasa aja ya jangan diuwel2, tap pundak misal, dipukul ringan saat dia ngomong lucu, dicubit. "Eh kamu kemana aja, kamu ngapain" sambil ditepuk. Tapi intinya ada sentuhan. Selama ini saya melihat cewek suka salah mainnya, kalau sama yang GAK suka lu pegang2 (bener gak), lu cubit, lu pukul, lu rangkul2, lu uwel2 jambak (eh gak kan) akhirnya cowok yang kagak disuka itu ngejer2, bener gak coba diinget2 deh. Jadi jangan, kalau gak suka justru jangan dipegang-pegang. Justru sama yang suka. Oke ya.

Kang Jay


Kita bahas topik yang ringan aja ya bro.

Apa itu. Yang biasa dikeluhkan oleh jomblo-jomblo kronis, jomblo menahun yang bisanya hanya mengeluh dan menyalahkan.


Kalau cowok jomblo2 kronis yang mengeluh dan menyalahkan, ayo tebak apa? Yang pertama "ah dasar cewek maunya sama yang tajir doang", "ah dasar cewek maunya sama yang ganteng", "ah dasar cewek emang gak bisa ngeliat hati gua yang apa adanya, gak liat ketulusan gua" ha ha nyalahin cewek jadinya, "lu enak tajir, lu enak ganteng" akhirnya nyalahin cowok juga. Bisanya ngeluh doang, kenapa nasib gua gini2 aja bla2.

Cewek juga sama, terutama yang dikeluhin cewek apa ayo tebak? "Huh dasar cowok maunya sama cewek cantik doang, gak bisa melihat hati", jadinya sebel deh sama cewek2 yang cantik, "ih apaan sih lu cuman modal cantik doang", jadi menyalahkan orang juga ha ha, trus mengeluh "kenapa gua kurang cantik, kenapa gua item, kenapa gua pendek, kenapa gua gemuk".

Jadi cowok dan cewek diatas bukannya memperbaiki diri tapi malah nyalahin orang yang tidak mau nerima dia yang jelek. Padahal dia jelek salah siapa. Jadi gini, emang kita tidak bisa ubah muka kita dan bentuk badan kita tp kan kita bisa upgrade yah diperbaiki. Kalau misal lihat saya bangun tidur, baju belel awut2an, tapi kalau lihat saya didandani pake wax terus baju keren jas jam sepatu necis ya jadi keren kan. Kita bisa memperbaiki penampilan. Kalau ada yang ngerasa gak cantik, ya diupgrade dong biar terlihat cantik, bisa kok, belajar dandan, baju modis, kalau kegemukan ya olahraga diet dan segala macem. Semua bisa dilakukan. TAPI DILAKUKAN GAK ??????.

Kalau cowok malah unik, cowok itu suka delusi, hampir semua cowok pikir dia ganteng hahahaha, jadi kalau kita lihat cowok yang awut2an jenggot jarang2 bajunya kegedean, mereka pikir mereka ganteng lho. Kalau cewek bedanya adalah selalu merasa dirinya tidak cantik kalau cowok selalu merasa dirinya ganteng ha ha. Jadi kalau ngeliat cewek gebetannya jadian sama cowok lain, maka dia akan bilang "kok mau ama cowok itu padahal gantengan gua" padahal jelas2 dia yang lebih jelek. Jadi kalau cowok harus dipatahin dulu delusinya "eh bro lu tuh gak ganteng, kalau awut2an gitu lu harus rombak, lu harus sadar dulu deh bahwa lu gak ganteng" potong rambut obati jerawat pakai baju yang ok biar jadi menarik gih.

Terutama cowok nih yang suka mengeluh cewek gak ngelihat hati ketulusan pria, yang hanya ngelihat harta. Ya cewek gak ngelihat hati lah karena kitanya gak menarik. Bukan karena cewek itu matre, justru pengalaman saya bahwa cewe PALING ngeliat hati 'kalau' tapi kalau kitanya MENARIK, kalau kitanya seru, kalau kitanya fun, bisa bikin ketawa, connect nyambung obrolannya, maka cewek gak peduli sama harta kita, serius bro, serius 2x nih. Saya sudah ngebuktiin banget, juga pengalaman temen2 gue. Bahkan malah akhirnya cewek yang traktir kita, yang jemput kita, cewek yang beliin kado yang mahal. Sementara kita cowok eh saya ga pernah beliin kado yang mahal. Itu bisa.

Jadi kalau cuman ngeluh doang ya akibatnya ya jomblo terus, misal nih kita ngeluh "cewek maunya sama yang tajir doang" sementara kita untuk jadi tajir kan susah, perjuangannya berat bro dari miskin jadi tajir, bisa tujuh turunan ha ha. Jadi kemudian merasa tidak berdaya, setahun dua tahun puluhan tahun mikirin tajir doang tapi action kagak ha ha. Trus untuk cewek nih "cowok maunya sama yang cantik doang" jadinya ngerasa gak berdaya juga. Hopeless. Putus asa. Ngerasa dunia tidak adil. Ayooo siapa di AN yang ngerasa dunia tidak adil.

Saya mau kasih tahu ya, dunia memang tidak adil. Tapi disitu justru keuntungan buat kita bro. Kalau dunia adil, yang adil adalah yang ganteng ama yang cantik, yang tajir ama yang tajir, itu ADIL. Sepadan sekufu cocoknya gitu. Tapi karena dunia gak adil makanya yang cantik mau sama kita yang pas2an asal kita mau merubah diri kita sedikit agar menarik. Makanya yang tajir bisa mau sama lu cewek pas2an kalau merubah diri sedikit. Oke ya.


Makanya karena dunia tidak adil maka kita bisa pake keuntungan itu buat kita yang pas2an. Kita bisa dapetin pasangan yang sebenarnya jauh lebih tinggi dari kita. Itu bro kuncinya, pahami itu. Dan nanti orang lain yang ngiri kekita, ada yang bilang dikejauhan "Dunia gak adil masa dia bisa dapetin suami ganteng tajir begitu tapi gua kagak" haha asyik kan kalau diiriin begitu. Makanya ayo berubah, perbaiki diri, sudahi jadi jomblo kronis. MAU LAKUKAN ITU GAK ?????.

Kang Jay


Saya ingin membahas suatu topik yang semoga bisa mengubah suatu hubungan menjadi menggairahkan lagi dan pasangan anda jadi lebih termotivasi.


Siapa yang pengen punya pasangan yang lebih baik.

Pasangan yang lebih termotivasi.

Pasangan yang lebih hangat, lebih perhatian, lebih jujur, lebih romantis, siapa yang pengen punya seperti itu? Semua pasti pengen.

Pertanyaannya, apakah bisa mengubah pasangan jadi seperti itu? Apakah bisa mengubah pasangan kita yang pemalas jadi rajin? Gak perhatian jadi super perhatian? Kalau saya jawab,sebenarnya bisa-bisa aja. Cuman kemungkinan berubahnya kecil. Kenapa? Karena kita tidak bisa mengubah pasangan. Ya boleh saya bilang, kita tidak pernah bisa mengubah pasangan, yang bisa kita lakukan hanyalah MEMOTIVASI dia, MENDORONG dia kearah yang lebih baik. Kita bisa membuat dia jadi lebih TERGIUR dan dia mau DENGER ucapan kita.


Gimana caranya? Caranya dengan berfokus pada hal-hal POSITIF.


Sebelum bahas pada hal2 positif. Saya akan membahas apa yang biasa orang lakukan untuk mengoreksi pasangannya. Yang biasa dilakukan orang kagak gini nih, misalnya pasangannya cuek pengen pasangannya lebih hangat, maka bilang "Kamu tuh orangnya cuek yah, bisa gak sih gak cuek layak gitu". Hayo berapa banyak anda yang melakukannya seperti itu. Atau misal pasangan anda lebih mementingkan karirnya hobbynya dibandingkan hubungan dengan anda, lalu anda pingin agar dia lebih peduli sama anda sehingga bilang "Kamu kayaknya lebih mentingin kerjaan kamu daripada aku, kok kayaknya kamu lebih mentingin hobby kamu ya dibandingin anak kita, rubah dong kamu jangan kayak gitu, kamu tuh kepala keluarga". Yeee kok bawa2 kepala keluarga sih, itu penghinaan, ego pria bisa runtuh berkeping2. Berapa banyak dari anda yang melakukan seperti itu, ketika kita pengen mengoreksi sesuatu, kita ingin memotivasi pasangan tapi yang kita kerjain adalah NGELEDEKIN, kita nyebutin kesalahan dia, kita menuding dia, menuduh dia, kita mengeluarkan penilaian2 negatif atas perilakunya dia. Saya tidak bilang kita tidak boleh bilang kesalahan dia apa, bukan itu, boleh2 aja. Kita boleh ngasih tau dia orangnya sembrono, tidak menghargai orang, tidak berpikir panjang...boleh2 aja namun kita musti tahu bahwa memberikan penilaian2 negatif seperti itu TIDAK MEMOTIVASI ORANG JADI BERUBAH LEBIH BAIK.


Gampangnya kita ingat aja saat kita diusia remaja. Orang tua kita mengajari yang baik2. Lalu agar memotivasi kita maka orang tua bilang, jay kamu orangnya pemalas, jay kamu orangnya gak teratur, jay kamu orangnya gak suka belajar. Jadi orang tua pingin mengarahkan ke tempat yang lebih baik, lebih rajin, lebih teratur, lebih pintar. Tapi yang ditembak adalah hal-hal negatifnya. Dan apa akibatnya, pikir sendiri dan ingat2 apa yang terjadi dimana dulu. Semakin orang tua nuduh atau kasih tahu kesalahan2 kita, kita semakin mau denger gak yg dibilang ortu kita ?????. Coba inget2 deh. Kalau saya sih inget, semakin orang tua menekan, maka saya semakin TIDAK mau denger. Walaupun maksudnya orang tua baik, supaya saya rangking di sekolah, supaya saya dapat sekolah terbaik.

Lanjut dari contoh diatas, misal orang tua anda ketika menasehati anda yang dibicarakan adalah kejelekan2 anda, teruuuusss berulang2, kesannya anda itu jelek sekali. Jarang sekali dipuji. Maka ketika orang tua anda ingin mengarahkan ke sebuah nasehat atau kasih gambaran yang lebih baik maka anda bakal GAK mau denger kan. Kenapa? Karena anda sudah terbiasa dengan ucapan yang nyalah2in anda. Jadi cara2 seperti itu tidak efektif. Biasanya baru akan terasa saat anda rugi atau merasa terpukul atau merasa malu baru deh dititik itu anda MAU denger. Anda tau kenapa gitu? Karena kita cenderung DEFENSIVE dan menutup kuping sama orang yang omongannya sering menuding dan menyakiti kita.


Nah kembali ke awal, kita akan bahas tentang APRESIASI, ini adalah kemampuan untuk mengangkat seseorang dan mendorong dia ketempat yang lebih baik. Jadi misal kalau pasangan kita sekarang males, dia mungkin malesnya tidak 100% yah dia di level 1-10 mungkin dia skornya di 5. Kalau kita ingin mengangkat dia dan mendorong ke arah lebih baik maka kita mesti berfokus pada apa yang dia bisa, apa yang dia sudah lakukan. Jadi kita entah memuji, mengapresiasi, atau mengakui.

Jadi kita akan belajar gimana caranya membangun mindset untuk mendorong dan mengapresiasi orang. Midsetnya adalah berfokus pada apa yang SUDAH dia lakukan. Bukan berfokus pada KESALAHAN nya. Jadi mari kita evaluasi ke hubungan percintaan kita yang sudah2, mungkin beberapa kali gagal dlm perkenalan awal, gagal dalam pacaran, gagal dalam pernikahan, atau bahkan hubungan yang sedang dijalani sekarang terancam gagal. Coba check. Misal saat ini hubungan anda lebih banyak nyalah-nyalahin dia atau mungkin anda lebih banyak mengapresiasi dia. Jawab jujur dalam hati. Anda merasa dia selalu kurang dan mengeluh tentang dia, atau anda lebih banyak untuk mengagumi membanggakan dia, kalau anda lebih banyak menyerang mengeluh menyayangkan dan berfokus pada hal2 negatif dia maka gak heran dia MALES denger omongan anda. Kalau sudah berumahtangga maka dia males pulang karena kalau dia pulang berasa terancam, yah kalau sama temen2nya dipuji dikagumi, dikantor disukai banyak orang, tapi dirumah dia merasa banyak salah akhirnya dia tidak mau ngerjain apa2, gak mau berusaha jadi lebih baik lagi karena dia merasa selalu dinilai buruk.


Coba kita evaluasi diri dulu deh, coba ingat2 apa yang anda rasakan kalau pasangan lagi memuji? Coba kita ingat, memuji hal yang baik dari kita misal kita rajin atau misal kita sukses. Terus apa yang kita rasakan ketika teman bilang "wah keren banget jay, gue pingin belajar dari lu jay". Apa yang kita rasakan pada titik ini. Jawab jujur guys.......kalau belum terjawab coba direnungkan lagi.......apa yang muncul dari diri kita? Perasaan PUAS. Perasaan HAPPY. Perasaan TERPACU. Perasaan DIANGGAP. Perasaan2 positif macem2. Sehingga jika pasangan kita memuji kita, maka kita terdorong ingin melakukan lagi, mengulanginya lagi, atau bahkan melakukan lebih. Betul gak kita merasakan gitu. Itu sih yang saya rasakan. Nah inilah rahasianya untuk mengubah pasangan dalam tanda kutip, memotivasi pasangan dalam artian jadi lebih baik dengan berfokus pada hal2 yang BAIK jangan berfokus pada hal2 yang salah kurang ataupun buruk.


Lalu apa aja pilihan2 untuk mengapresiasi pasangan? Ya pilihan2 verbal (kata2) yang bisa kita sampaikan untuk mengapresiasi/memotivasi pasangan?. Yang pertama terpikir sama kita pasti pingin memuji, betuk gak. Kayak "wah ternyata kamu jago masak, wah ternyata orangnya disiplin", ya itu bentuknya pujian. Namun bukan cuman itu untuk mengapresiasi seseorang, ada banyak cara lain. Yang paling sederhana adalah MENGAKUI, ya pengakuan, contoh pasangan anda janji mau jemput anda jam 18 pulang kantor dihari selasa, terus dia datang di jam yang dijanjikan, salah satu cara bentuk pengakuan adalah bilang "Wah kamu tepat waktu", "Wah kamu lakuin apa yang kamu janjiin" itu bentuk pengakuan yang memang tidak ada pujiannya cuman mengakui. Contoh lain kalau sudah berumah tangga, misalkan kalau pakaian kotor kan biasanya ditaruh dikeranjang jangan dilantai atau kasur yah laki2 biasa begitu yah saya juga kadang2 juga gitu, maka contoh pengakuan adalah pada saat saya lagi naroh baju di keranjang maka dia bilang "em kamu tadi naroh baju kotor langsung di keranjang" padahal ngomong gitu doang gak harus dipuji gak harus bilang "good job keren aku bangga sama kamu" ya itu boleh, tapi hanya bilang gitu aja udah enak karena kita berasa diperhatikan ya kita berasa dipedulikan ya kita berasa dilihat. Itu perasannya enak banget, apalagi kalau sampai dipuji, cuman kan kita gak bisa memuja muji muja muji dan kalimat puji2an juga jumlahnya terbatas. Sehingga dengan hanya sekedar ngasih tahu doang, coba deh lihat perubahannya, dia akan mencoba melakukan lagi dihari berikutnya memasukkan baju kotor ke keranjang. Nah saya tanya sama anda, anda pernah gak memberikan pengakuan seperti itu, sering gak anda mengakui seperti itu, atau anda biarin aja saat pasangan anda berbuat baik berlalu begitu aja. Anda tidak kasih tahu kalau anda lihat, mencatat yg dia lakukan. Padahal cara ini adalah cara yang guampang banget, cuman sekedar nyebut aja apa yang dia lakukan. Tapi efeknya luar biasa, its feel good. Semoga berguna ya.............. yah buat instrospeksi aja....


Kang Jay


Menurut statistik perceraian itu banyak terjadi pada pernikahan antara 1-5 tahun. Nikahnya baru 1-2 tahun lalu cerai. Kenapa Cepet Nikah, Cepet Cerai?. Kalau saya sih jawaban pendeknya adalah: karena KAGET aja, tidak sesuai ekpektasi. Hehe.


Dibandingkan orang jaman dulu yah kakek nenek kita dimana mereka menikah dengan ekspektasi utama yaitu punya anak, banyak dari mereka menikah dalam keadaan ‘sedikit’ terpaksa malah, bahkan sebenarnya gak mau atau gak siap. Jadi mereka tidak berekspektasi bahwa Menikah = Bahagia. Jadi awal nikahnya aja sudah gak happy, sehingga saat ternyata hubungan yang terjadi tidak se-harmonis atau seenak itu maka mereka tidak terkejut, mereka gak NORAK. Ya udah lah, punya anak dan sama-sama membesarkannya aja.


Sedang dijaman kita yah di era modern ini menikah itu diasumsikan menikah untuk bahagia, seperti bisa ngobrol, bertukar cerita, bercanda, ketawa sepanjang hari yah kebayangnya seperti di film-film lah, kemudian menikahlah mereka, ditahun pertama mereka ketemu realitanya : Ternyata kagak bisa NGOBROL ha ha ha. Beda dengan dijaman dulu ayah ibu kita atau nenek kakek kita, kagak berharap bisa ngobrol, ibu saya tidak berharap bisa ngobrol dengan ayah saya. Sehingga dipernikahan modern di tahun pertama, kedua, bahkan berikutnya kebukalah realita bahwa “saya tidak dapetin apa yang saya harapkan” sehingga meraka gak siap dan akhirnya goyang. Nah kalau yang sudah melewati 5 tahun berarti itu orang-orang yang pasrah ya, bisa jadi, yo wes lah kadung ha ha. Atau mungkin yang lebih dari lima tahun ini ekspektasinya hanya ingin membangun keluarga, punya anak, yah seperti keluarga pada umumnya sang ibu jagain anak dan masak, ayahnya di luar kerja. Gitu aja. Pulang kerumah juga gak banyak ngobrol, ya tujuan utamanya partnership membangun keluarga dan membesarkan anak.


TAPI eh tapi untuk jaman sekarang mungkin beda karena pengennya happy, menggebu-gebu terus, pinginnya hubungan badannya enak terus, horny terus, juga jalan-jalan terus, bahagia terus, TAPI eh tapi ternyata sulit sekali dilakukan. Intinya ekspektasinya ketinggian. Itu tuh yang bikin orang-orang sekarang jadi akhirnya ngerasa dikecewakan sama pasangan, muncul keluhan “Pasangan gue gak membahagiain gue”, “ Pasangan gue gak memenuhi keinginan gue”, padahal sebenarnya itu karena “GUE DIKECEWAIN SAMA EKSPEKTASI GUE SENDIRI”, pasangan kita ya dari dulu gitu-gitu aja bukan Farah Quinn yang jago masak, Dian Sastro yang percaya diri, Ardi Bakrie yang kaya raya apalagi Bradpit hehe.


Ya memang kadang-kadang ekspektasi dipicu oleh pasangan kita sendiri seperti waktu pacaran janji A B C D tapi kan setelah menikah mosok most of time pasangan kita harus mendengarkan tiap malam atau berlaku romantis tiap malam, tapi kitanya dulu ngayal sebelum nikah bahwa si dia akan melakukan tiap DETIK ha ha. Padahal, wajar lah saat menggebu-gebu saat pacaran, pasangan kita bilang “aku akan selalu nemenin kamu, aku akan selalu sabar, aku akan menerima kamu apa adanya…” istilah saya itu semua adalah DUSTA TERBESAR ha ha ha makanya buat anggota AN terutama cowok tuh jangan suka janji-janji begitu karena gak realistis. Misalnya “aku akan selalu sabar sama kamu” menurut saya itu bullshit karena kita bisa ngomong gitu karena lagi menggebu-gebu, lagi dibutakan oleh hormon cinta, bahkan jeleknya sidiapun kayak seolah-olah cute. Tapi setelah kemudian nikah agak lama, ternyata si dia ngambek maka kita bawaannya pengen noyor, kesel, pingin marah balik. Dan janji kita tidak bisa kita pegang sendiri, intinya kalau kebanyakan janji = tidak realistis. Apa yang terjadi selanjutnya??? si dia merasa dibohongi, dikianati, “kok lu kagak seperti janji lu dulu”. Akhirnya masing-masing menyalahkan pasangannya, kemudian menyebabkan collapse dan ujungnya Cerai. Yah, ini yang penyebab terbesar cepat cerai lebih sering terjadi di pernikahan modern.


Walau saya akui bahwa faktor penyebab cepat cerai bukan hanya karena faktor Ekspektasi yang berlebih, tapi multi faktor. Di jaman dulu, perceraian sedikit padahal niat cerai ya ada aja tapi sulit terjadi karena istri-istri (ibu-ibu kita) tidak punya penghasilan jadi tidak ada backup untuk hidup mandiri. Sehingga kelihatannya dijaman dulu itu langgeng tapi sebenarnya mereka juga kurang happy. Namun jaman sekarang karena perempuan sudah berdaya dan punya kekuatan finansial serta iklim politik dan budayanya agak berbeda maka perempuan punya kekuatan untuk mengajukan cerai. Statistik juga bilang gitu, sekitar 75% yang mengajukan cerai wanita.

Ya kalau saya sendiri disatu sisi mendukung perempuan yang kalau dipernikahan tidak happy, kdrt, atau dalam hubungan toxic untuk keluar dari situ, kadang perceraian adalah jalan terbaik. Cuman yang jadi concern saya adalah “Kok lu bisa MARRIED sama cowok itu ???????. Itu kan artinya saat awalnya ada something wrong tapi diabaikan, mungkin dipaksakan, mungkin udah tahu toxic tapi diterjang. Makanya kita harus hati-hati menikahnya. Noted ya…..


Ada cerita seorang wanita ke saya, “aku dulu udah cerai resmi dpt akte cerai jg lalu berpikir demi anak lalu balik lg nikah resmi akad ke penghulu. Akhirnya 1,5th ada kdrt aku gugat untuk cerai – capeeekkk… dituduh2 selingkuh”. Ini salah satu contoh : Mudah Nikah, Mudah Cerai. Cerita ini disatu sisi sedih, disisi lain yang membuat saya marah dan kesel ada orang-orang yang terburu-buru nikah. Yah kita tahu realita seperti itu banyak, itu menyedihkan dan menyakitkan sekali. Jadi sebagai pelajaran bahwa pernikahan itu bukan sesuatu yang sepele. Istilahnya jangan asal aja. Sehingga saya sangat mengagungkan pernikahan adalah hal yang mulia, ikrar sehidup semati jadi tidak sembarangan seperti beli mobil ha ha ha.


Kembali ke mengapa orang jaman sekarang berekspektasi terlalu tinggi, juga karena SOSIAL MEDIA. Setiap hari kita melihat di instagram, Fb, Twitter, Tiktok segala macam tentang indahnya Couple2, Selebgram2 yang relationship goals, yang unyu2 uwu2, yang romantis segala macem. Sehingga kita jadi berfantasi dan berekspektasi “ oh gue maunya yang kayak gitu”, “oh itu to yang benernya”, “oh yang begitu yang ideal”. Makanya orang pada kaget saat tau selebriti cerai, “kok bisa ya padahal di sosmed kayaknya mesra banget” hello emang lu pikir mereka kagak pernah berantem, yah yang namanya foto/video ya pasti bagus. “Padahal kan kelihatan cocok banget ya”, itu karena kita gak liat realita ‘dapurnya’ seperti apa. Jadi menurut saya Medsos itu mengipas gairah kita yang pengen nikah cepet-cepet bakal makin dikipas lagi. Kemudian, bukan tentang selebriti saja tapi juga temen-temen kita juga, sering kita liat publikasi temen2 kita yang lagi happy jadi kita ngerasa terdesak oleh lingkungan sekitar. Kalau seleb paling cuman membuat kita terinspirasi menikah cepet, tapi yang membuat kita terdesak untuk segera menikah karena temen ada taroh foto begini begitu bersama pasangannya, abis prewed, abis jalan2, atau temen lain udah punya anak, anak kedua, hamil lagi sedang kita masih disini-sini alias mantengan AN aja haha. Jadi ueforia yang difasilitasi medsos itu bukan hanya merasa nafsu pingin cepat nikah namun juga KETAKUTAN fomo (fear of missing out) tidak seperti mereka yang ‘sudah bahagia’ versi kita.


Yah intinya kalau mau menikah, cobalah untuk mengenal si dia lebih dekat, bukan karena terdesak atau ketakutan ketinggalan kereta. Namun coba selami apakah pribadi dia cocok dengan kita, apakah dia baik, obrolan nyambung gak, jangan hanya terbius oleh ketampanan/kecantikan atau janji-janji si dia. Juga lihat realita, dianya makan aja masih minta orang tua, kemudian si dia janji2 bilang nanti setelah menikah akan bekerja keras dan jadi kaya, saran saya lihat realita saat ini dulu aja deh. Di jaman covid, saran saya untuk wanita pertimbangkan sisi finansial si dia karena bekerja atau usaha di jaman ini tidak mudah, siap gak menerima kondisi finansial terburuk, jika siap ya go ahead. Kalau saya sendiri yang saya cari adalah calon istri yang baik dan tepat, karena istri yang baik, apapun keadaan yang tidak baik bisa bersama-sama diubah menjadi baik eaaaa……


Kang Jay


"Kang, saya join AN bukan karena saya sudah bercerai, namun saya pada posisi dilematis, ingin bercerai namun ada ketakutan apakah saya masih laku dan saya sudah benar dengan keputusan itu. Saya ingin menceritakan kondisi saya, kami menikah muda, awalnya sebenarnya ditentang orang tua namun darah muda saya ngotot. Setelah menikah suami saya merasa minder karena keluarga saya iebih kaya. Suami saya kesulitan memenuhi kebutuhan ekonomi, sehingga keluarga saya membantu memberi modal membuka usaha yang dijalankan oleh saya. Suami malah marah-marah merasa direndahkan dan menyiksa saya. Anak-anak menjadi brutal dan memberontak ke ayahnya karena membela saya. Suami saya bertambah parah dengan malas berdagang bersama saya, sehingga saya yang banting tulang sendiri untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Saya merasa tersiksa, baik secara fisik di aniaya, lebih lagi secara batin. Suami bertahun tahun tidak berubah dan saya mau minta cerai saja, karena saya merasa suami tidak bisa memberi apa-apa. Uang tidak, kasih sayang tidak. Terakhir yang membuat saya tidak kuat, suami saya juga bertengkar melawan orang tua saya, hingga orang tua saya memaksa saya “Ceraikan Saja Suami Seperti itu".

Baik saya akan memberi masukan untuk Teteh, usia kita tidak jauh beda ya. Berarti Teteh sudah menikah cukup lama.

Maaf sebelumnya, saya adalah laki-laki dengan paham anti cerai dan belum pernah punya pengalaman bercerai, jadi mungkin akan lebih menekankan sisi positif dari berkeluarga sampai ajal menjemput. Susah bersama didunia namun bahagia bersama kemudian di akherat eaaaaaaa.

Kita mulai. Perceraian itu dihalalkan dalam sebab tertentu namun dibenci Allah, sehingga tidak dengan mudah diijinkan hanya alasan pertengkaran, aniaya dalam batas tertentu dan ketidakcocokan, karena seperti di hadist bahwa kemurkaan Allah sampai menggetarkan Arrashi dan bahkan mengharamkan bau surga. Makanya penghargaan terbaik dari Iblis kepada anak buahnya saat bisa memisahkan suami istri karena itu membuat murka Allah, bahkan dibanding pemurtadan. Mungkin bagi banyak orang, ah hal sederhana sajalah cerai itu, namanya juga cari kecocokan, namun dalam Islam itu adalah hal luar biasa selain murtad. Berbeda dengan menikah lagi, banyak nabi yang menikah lagi direstuai Allah seperti Nabi Ibrahim, Nabi Yaqub, Nabi Musa, Nabi Daud, Nabi Sulaiman dan Nabi Muhammad. Sebelumnya boleh memiliki banyak istri bahkan Nabi Sulaiman memiliki ribuan istri, namun di atur setelah Nabi Muhammad maksimal 4 istri.

Namun saya paham untuk kasus Teteh memang sangat berat, dan bisa dipahami betapa menderitanya Teteh karena mendapat suami pemalas, pemarah dan kurang ajar terhadap mertua.

Namun menurut saya suami pemalas, pemarah dan kurang ajar itu karena dia belum bertobat saja. Justru seharusnya bukan minta cerai, tetapi jadikan dia obyek yang harus "dimenangkan' atau 'diselamatkan'.

Buanglah ide atau pikiran ingin bercerai, karena itu bukan jalan keluar. Perkawinan yang sakit sebenarnya masih bisa diusahakan dibuat sehat dengan cara Islami bukan dibunuh dengan bercerai. Selamatkan suami Teteh.

Saya sendiri suka bertanya kepada 'korban', kenapa dipukuli? Jika dipukuli karena menghina, tidak melayani sex, cerewet, pergi keluar rumah terlalu sering, terlalu sering melawan atau berdebat dengan suami, maka bukan hanya suami yang bertobat saja namun istri juga perlu bertobat.

Namun jika sudah benar benaaaaarrrrr tidak kuat, saran dari saya adalah bukan sesegera mungkin bercerai, tetapi 'pisah sementara', memberi waktu ke masing-masing untuk instrospeksi diri. Jangan mengumbar emosi sesaat, berpikir jauh kedepan terutama nasib anak-anak Teteh tanpa ayahnya.

Kepada suami Teteh, katakan dengan tegas, bahwa 'pisah sementara' tanpa perceraian tersebut terpaksa ditempuh karena Teteh tidak kuat dengan perilakunya selama ini. Janjikan, jika dia berubah dengan sungguh-sungguh maka Teteh akan menerimanya kembali, dan Teteh ingin perbaikan signifikan.

Dengan 'pisah sementara' tanpa perceraian, saya harapkan emosi keluarga Teteh juga reda dan tidak terus menerus menekan Teteh untuk menceraikan suami, karena berkeluarga adalah fitrah manusia yang harus dipertahankan sesuai sunnah Rosulullah.

Kepada orang tua Teteh, beri pengertian bahwa yang lebih menderita bukan orang tua Teteh, tetapi Teteh sendiri dan biarkan Teteh yang mengambil keputusan.

Dalam masa 'pisah sementara' tersebut, isi dengan kegiatan yang baik, tetap mencari rezeki, menghidupi anak-anak dan terutama kegiatan seperti perbanyak ibadah sunnah, perbanyak doa dan terutama doakan suami Teteh dengan sungguh-sungguh supaya dia bertobat. Jika mau lebih sungguh-sungguh dalam berdoa, ajak anak-anak untuk ikut berdoa, karena mereka adalah darah daging ayahnya, doa mereka semoga menggetarkan langit sehingga ribuan malaikat turut mendoakan.

Dalam masa 'pisah sementara', isi hati Teteh dengan kasih sayang, lepaskan kekecewaan, buang kepahitan, beri pengampunan dan ucapkan kata-kata baik dipikiran untuk suami Teteh, ratapi suami agar Allah selamatkan, kasihani dia dengan sunggih-sungguh dengan kelemahlembutan. Teruslah berdoa, beri kesempatan suami Teteh bertobat dan semoga Allah membalikkan hati suami Teteh. Percayalah, bahwa masih ada mujizat dari Allah. Tunggulah dengan sabar sampai Allah menjawab doa kita.

Saya teringat paman saya seorang bajingan, tukang menghamili anak orang, bolak balik masuk penjara baik karena narkoba atau berkelahi, kawin cerai, namun saat dia Tobat bahkan ibadahnya melebihi ustadz, setianya pada istri terakhirnya bukan main, anak2nya dididik agama dengan baik bahkan dia kumpulkan anak-anaknya dari ibu lain yang keberatan mengasuhnya, dan saya dinasehati untuk segera menikah haha. Terpancar kharisma kebapakan. Kuasa Allah. Semoga suami Teteh disadarkan agar giat bekerja toh usaha Teteh sudah ada tinggal dia turut giat bekerja saja, tidak main fisik dan menghormati orang tua. Saya doakan yang terbaik untuk Teteh dan keluarga.

Kang Jay
Pages: Previous 1 2 3 Next
advertisement
Password protected photo
Password protected photo
Password protected photo