BLOG TULISAN Jayadiningrat

Kalau bagi kita pria, wanita yang mengenakan lingerie terlihat seksi dan sangat menggairahkan. Berdasarkan survey, pria yang mengenakan jas terlihat menggairahkan di mata wanita. Setidaknya sudah saya buktikan pada mahasiswi-mahasiswi saya, kurang kerjaan maliiihhh.

Ya, kita pria tidak perlu mengenakan jas seperti yang dikenakan untuk acara formal, zaman sekarang jas pria sudah dimodifikasi menjadi banyak sekali model untuk suasana kasual dan semi-formal layaknya jaket biasa seperti yang bisa kita lihat pada gambar ini. Kalau saya sendiri suka beli di Zalora, yah banyak outlet lain baik online maupun offline, sebaiknya beli offline agar pas dengan tubuh kita apalagi seperti saya yang tambun rada susah cari yang pas, sekalinya kedodoran seperti bebegig sawah.



Kenakan kemeja rapi atau kaus kesukaan kita yang menurut kita bisa menambah kepercayaan diri kita, lalu tambahkan jas sebagai luarannya. Tingkat keseksian kita langsung naik secara drastis!.


Ditambah tatanan rambut dengan styling gel, plus aroma harum parfum bakal membuat wanita betah dekat-dekat dengan kita. Nempel kayak perangko.


Bagaimana menurut kalian?.

Kang Jay

Tiap hari berbalas pesan, tiap minggu diajak jalan, tapi suatu hari pesan mu yang isinya “Selamat pagi” atau “Kamu lagi apa?” atau "Sudah makan belum?" yang biasanya berujung pembicaraan panjang sampai tengah malam, tidak dibalas sama sekali.

Tunggu sejam, dua jam, semalaman, lalu seharian. Awalnya kita masih berpikiran positif. “Mungkin dia lagi sibuk” atau “Mungkin hp atau nomornya rusak”. Tapi setelah berhari-hari, kita masih tidak mendapat balasan meskipun sudah mengirimkan puluhan pesan khawatir yang isinya pertanyaan apakah dia baik-baik saja.

Akhirnya kita mau-nggak-mau harus menerima kalau kita sedang jadi korban ghosting. Sesuai namanya, korban hantu!. Karena cuman hantu yang menghilang di udara begitu saja he he. Karena juga hanya hantu yang tidak bisa kembali untuk memberikan penjelasan kenapa dia pergi. Kecuali anda punya indera ke enam atau ketujuh, atau punya kemampuan mengundang hantu.

Ini bukan cerita hantu, tapi ini cerita betulan. Dan sering terjadi huahaha.

Fenomena ghosting alias mengakhiri sebuah hubungan dengan memotong semua komunikasi tanpa penjelasan ternyata dirasakan banyak orang lho. Dari salah satu tabloid katanya sih hampir 25% manusia pernah menjadi pelaku/korban ghosting saat tahap mencari pasangan.

Alasan umum pelaku ghosting: dibanding ngasih penjelasan, lebih baik ngeghosting aja. Artinya, daripada melakukan konfrontasi terhadap pasangan, mereka lebih suka cari aman dengan menghilang dan menunggu orangnya sadar dan menerima kalau kita ingin meninggalkan dia. He he he bikin nyaman pelaku ghosting, tapi bikin kikuk korbannya.

Berikut summary alasan pelaku ghosting ataupun comment dari korban ghosting.
1. Pelaku ghosting:
- Nge-ghosting karena ngindari konflik. Gebetannya seram kalo marah je apalagi kalau bilang alasannya karena bosan, pamannya reserse je . (hadehhh, surem).
- Nggak nyaman kalau mengungkapkan perasaannya secara langsung. (Terus qm mikirin perasaan pasangan qm nga??? Hem??).
- Nggak cocok dengan gebetan. (Kalau ga cocok ngapain deketin, Maliiiiih).
- Sadar bukan yang terbaik buat dia. (Duh kok ga percaya diri sih, emang gak layak dipertahankan gaesss).
- Trauma dengan hubungan sebelumnya, jadi belum siap untuk commitment saat si dia nagih terus. (Move on dong ah agar supaya.... eh ga tau agar supaya apa ya he he).
- Belum jadian, jadi asyik2 saja ngilang, ngomong putus kan buat yang udah jadian. (Aseem bener, emang perasaan orang bisa ditinggal begitu saja, emang jemuran).

2. Korban ghosting
- Ngerasa seperti orang idiot, orang yang tidak dihargai. Sebelumnya merasa punya hubungan kuat mendadak seperti tidak pernah terjadi apa2.
- Serasa seperti kena pukulan di dada. Bisa sih cepat move on tapi kepercayaan terhadap orang lain jauh berkurang. Seakan tak layak dicintai. (Ingat kalau kena ghosting, yang bermasalah itu dia bukan anda).
- Mendadak hampa, dari yang sebelumnya rajin chatingan, rajin jalan bareng, rajin ngamar (ealah jangan ya saudara2 beriman hehe) mendadak ilang.
- Sebenarnya sering sih kena ghosting. Udah juga bangun pertahanan kokoh. Tapi saat serangan demi serangan dengan serangkaian janji manis dan cahaya pertolongan, lalu pondasi runtuh dan pertahanan roboh. Mendadak ilang, kena ghosting deh, maka cuman bisa bilang "bangke, aing katipu deuy".

Namun dari kejadian ghosting ini bagi korban cukup ambil hikmah dan berpikir positif saja, mungkin Anda sedang diuji sebelum mendapatkan pasangan terbaik. Ingat, ada temen saya yang berkata begini "boro-boro ngilang, ada yang datang juga kagak, kalau ada mau saya aji-aji semar mesem atau jaran goyang, cobain kalau bisa ngilang yang ada mendem (kesurupan)" ha ha ha.

Untuk pelaku ghosting hati-hati lho bisa-bisa kena azab seumur hidup kagak bisa pesan gofood karena setiap setelah ngechat “Sesuai aplikasi ya, kak? Mohon ditunggu”, setelah ditunggu lama gak dateng-dateng karena sama abang gojeknya orderannya dibawa kabur. Kira-kira dongkol dan kesel gak he he.

#dari berbagai sumber dan opini penulis

Kang Jay
Sekedar saran terutama untuk para single ladies sebaiknya nggak usah khawatir soal kuliah setinggi mungkin. Banyak gadis yang justru menemukan jodoh mereka saat sedang kuliah. Sebagai dosen dan juga mahasiswa, saya banyak menyaksikan kenyataan itu, ya saya melihat banyak kebahagiaan seperti itu. Ada banyak mahasiswi yang berjodoh dengan sesama mahasiswa teman kuliah, atau dengan seseorang yang mereka temukan saat tengah studi di negeri nun jauh.

Kita hanya perlu menyakini satu hal, bahwa jodoh pasti bertemu dengan cara yang ajaib. Daripada pusing mikirin jodoh yang nggak kunjung datang kan mending sekolah, menambah teman, ilmu dan pengalaman. Yakinlah, menunggu dengan segudang aktivitas bermanfaat akan mendatangkan keajaiban. Orang bilang segala sesuatu akan indah pada waktunya, kalau belum indah maka belum waktunya hehehe. Selama menunggu, kita bisa melakukan banyak persiapan mulai dari mental, fiskal, sampai spriritual. Sebab menjalani pernikahan nggak segampang dan sependek menjalani perkuliahan yang paling lama 3 tahun untuk level master.

Untuk saya sendiri yang sedang menjalani program kuliah doktoral, selagi masih sendiri maka saya akan belajar dan mengembangkan minat sepuas-puasnya. Saya juga bekerja, banyak membaca buku-buku, menulis, mengumpulkan sebanyak mungkin pengalaman, dan bertemu dengan teman-teman baru.

Bagi saya, menikah bukan sekadar 'yang penting nikah, udah laku' agar tak mendapat predikat duren eh duda tua ealah duda nakal apalah apalah eaaa. Karena menikah adalah menemukan pasangan untuk membangun kehidupan yang happily ever after. Bukan untuk memuaskan rasa penasaran orang he he.

Kang Jay
Mindset pria kebanyakan seperti itu, pada saat masih tahap ta'aruf si dia sudah itung-itungan seperti ngatur-atur makan dimana dengan uang siapa dll. Maka menikahi wanita yang jago itung-itungan ini seakan dibenak kita pria akan membuat kita miskin dan stres karena bakal dijatah seperti bocah SD yang mau berangkat sekolah he he dan susah kalau mau beli ini itu apalagi terkait hobby-hobby kita pria yang suka dipandang wanita menghambur-hamburkan uang seperti modifikasi motor, atau Golf eh he he. Bisa-bisa kita pria berpikir bakal stres berat karena terhambat untuk menyalurkan hobby yang sebenarnya lumrah-lumrah saja bagi pria.

Padahal sebenarnya selalu ada alasan kenapa wanita melakukan itu dan hal tersebut adalah untuk keluarga juga, kalau kita pria sadar hehe.
Wanita yang jago me-maintain uang maka mereka bisa mengkalkulasi apa pun dan kemudian menyesuaikan hidup dengan itu.

Percayalah saya pernah mengalami sendiri, suatu saat nanti tiba-tiba si istri menunjukkan jumlah uang yang terkumpul selama ini dengan jumlahnya yang sangat banyak. Bahkan kadang bisa juga mereka diam-diam akan mengelola uang tersebut untuk sebuah usaha dan akhirnya sukses. Makin membesar dan akhirnya bisa membuat keluarga sejahtera seperti cepat melunasi KPR, bahkan membeli ruko. Aamiin he he.

Namun kita pria tetap harus awasi dan waspadai, pernah ada teman mempunyai istri itung-itungan namun tidak punya apa-apa karena istrinya main belakang, dimana hemat pada keluarganya sendiri demi mengurusi keluarga lainnya, seperti ayahnya yang hobby judi dan adik-adiknya yang pengangguran. Ini tentu menyimpang dari tujuan berkeluarga untuk kesejahteraan keluarga inti baru sekitar jika ada kelebihan rezeki.

Kang Jay
advertisement
Password protected photo
Password protected photo
Password protected photo