BLOG TULISAN Jayadiningrat

Kalau anda adalah seorang istri dan anda sedang stres trus kata dokter obatnya harus jalan-jalan atau healing-healing.

Pilihannya :

1. Ke Puncak
2. Ke Bali
3. Pulang kampung
4. Ganti dokter
5. Ke toko emas
6. Ke bioskop
7. Ke salon
8. Ke masjid
9. Dirumah saja sambil dzikir

Suami anda (masa depan) mendukung dan bakal modalin, maka mana pilihan anda?.....

Sejak ada aplikasi edit foto atau makeup correction atau apalah dihape...

Jumlah wanita cantik berlipat ganda, dan wanita biasa menurun drastis.

Namun jumlah cowok yang kecewapun berlipat ganda.


Wahai wanita, Di balik lelaki yg merayumu dengan kata cintanya dan engkau merasa dia yg paling berkorban untukmu, ingatlah disana ada ayahmu yg tulus mencintai dan menyayangimu, mendidikmu sejak kecil, merawatmu, dan berdoa segala kebaikan serta harapan besar untukmu. Maka jangan lukai ayahmu.




"Kang, saya sudah pernah melamar seorang wanita namun dari pihak orang tua wanita tersebut menolak dengan tegas
dikarenakan pekerjaan saya hanya sebagai seorang sales keliling. Memang kami berbeda kasta dengan keluarga besar wanita tersebut yaitu dari keluarga PNS. Kang apa yang perlu saya lakukan padahal Insyaallah saya sudah yakin dengan wanita tersebut dan dia juga sudah siap jadi istri saya. Mohon pencerahannya ."

Baik kang akan coba saya beri masukan. Nasehat pertama saya adalah Anda beruntung lho karena Anda ditolak sebelum Anda menikah, namun sangat menyedihkan Jika Anda sudah menikah kemudian baru ditolak. Anda sebaiknya mulai berpikir bagaimana mempermudah mendapat kebahagiaan Anda yaitu Anda menikah dengan orang yang tidak pernah mempermasalahkan urusan pekerjaan Anda. Jangan Anda paksakan lah, ingat bumi Allah itu maha luas dan wanita kan tidak hanya dia saja.

Namun saya paham, kebiasanya jika udah melamar tuh karena udah menjatuhkan hati dulu kepada seseorang, sehingga untuk memilih wanita lain jadi susah, walau wanita lain lebih bagus. Untuk wanita itu juga kan masih banyak laki-laki lain yang Insyaallah juga bisa bahagiakannya, bukan Anda saja yang bisa membahagiakannya.

Saya ingin mengingatkan pada siapapun kalau sudah diawal pernikahan itu yang dibahas urusan materi maka aduh itu bakal panjang nanti, ujung2nya akan jadi budak materi. Biarpun kita memberikan kekayaan yang cukup namun misal selera mertua masih "menganggap" tidak cukup, maka sepanjang perjalanan hidup mertua akan selalu diungkit. Jadi selagi belum menikah maka tata hati Anda dulu komunikasi baik dengan wanita tersebut. Sekali lagi masih banyak wanita lebih bagus dari dia, dan pasti banyak laki-laki lain yang lebih bagus Anda.

Pahami makna ini dulu, sebab kalau Anda terus memaksakan dengan cara seperti itu dikhawatirkan orangtuanya nantinya ngedumel atau gelisah atau tidak senang dengan Anda. Ingat kehidupan indah adalah jika ada orang menerima Anda dengan segala kekurangan, dan jika ada kelebihanan adalah hadiah bagi mereka. Anda tentu lebih plong tentang materi, cukup dengan bekerja dengan baik.

Sekedar cerita diulang spt di blog lama saya, saya punya pacar saat STM, cewek anak petinggi pabrik semen yg antar jemput pake mobil. Cita2 saat sy jk sudah bekerja akan lamar dia. Namun nasib berkata lain, kerja di Jakarta tamatan STM apalah cuman jd kurir, tinggal dikontrakan kumuh, sampai2 adik saya saat saya ajak nginep terkaget2 banyak tikus berkeliaran. Ya mana berani lamar si dia dikampung. Carilah sekufu di gang, liat bening2 dilamar, beres deh. Hidup berumahtangga tentrem aman damai, alhamdulillah bisa beli rumah lagi dan lagi. Sekarang sih sebenarnya berani lamar, tp kan udah jd istri orang hehe walau toh suaminya jg biasa aja sebenarnya di Ig & Fb. Nah dialah wanita diblog saya sebelumnya, satu yg gak bisa lupa seumur hidup, dan yg punya tempat tersendiri dihatiku. Tp apa dulu sy tidak bahagia dgn istri? Bahagia sekali, namun itu semacam memory yg tertunda yg tetap ada dihati.

Lanjut, kemudian nasehat yang kedua, jika memang Anda harus menikah dengan dia karena mungkin hati anda sudah terikat, tentu perjuangan ini lebih sulit untuk orang sudah terlanjur cinta duluan. Maka Anda bisa berusaha melalui wasilah orang lain yang bisa memahamkan orang tua si wanita tersebut, menasehati bahwa masa depan tidak harus dengan pekerjaan yg bagus saja, akan tetapi ada masa depan lain yang lebih bagus yaitu agama dan akhlak yang bagus. Intinya nih ya, harus ada yang bisa dipamerkan di depan calon mertua xixi. Jika pekerjaan atau duit gak punya tapi paling tidak ada akhlak yang bisa kita tonjolkan. Yang repot tuh kalau kerjaan paspasan sedang akhlak juga enggak istimewa, trus Anda menonjolkan Cinta, kata calon mertua "Makan tuh cinta sampai kaya" haha. Tetap gak bisa gitu dong ya tetap harus ada kelebihan yang bisa ditonjolkam. Namun jika tidak, maka jangan Anda fokus kesana saja sampai Anda lupa bahwa bumi Allah maha luas, masih banyaaakkkk.wanita lain, dan masih banyak laki-laki yang lebih hebat dari pada Anda untuk dia.

Anda bisa istikharah minta kepada Allah kalau itu baik untuk dimudahkan dan kalau tidak baik maka jauhkanlah. Namun netralkan dulu hati Anda, istikharah itu untuk hati yg netral bukan hati penuh cinta akut haha ya hasilnya bisa subyektif.

Setelah itu Anda akan bisa melangkah lebih indah lagi, lebih baik lagi, dan semoga cita-cita mulia Anda terkabul untuk berumahtangga meraih kebahagiaan dunia akherat. Aamiin.

Kang Jay


Akan ada satu orang yang gak bisa kamu lupain seumur hidup mu.


Bukan karena kamu ingin balikan lagi ama dia.


Mau sudah menikah sekalipun, kamu ga bakalan lupain orang itu.


Tapi emang dia punya tempat tersendiri di hatimu.




Banyak orang mengejar cinta namun pada kenyataannya ada beberapa yang berusaha menolak dan menutup diri dari cinta karena tidak percaya pada cinta. Cobalah sekali saja merasakan cinta.


Sensasi merasakan cinta walaupun diakhiri dengan kepedihan, percayalah banyak yang telah membawa pecintanya menjadi sosok yang lebih baik dan lebih bahagia. Ini sungguh menakjubkan.


Jika dipikir-pikir, bukankah cinta yang digadang-gadang ‘cinta sejati’ pun mungkin sekedar ilusi juga? Apakah cinta seorang istri terhadap suami adalah cinta yang tulus ataukah sebenarnya ada harapan akan imbalan kenyamanan saat mencintai? Apakah cinta seorang suami terhadap istri tulus ataukah sekedar memuaskan ego laki-laki untuk berperan sebagai ‘pahlawan’?. Coba melepas semua angan dan khayal tentang cinta. Bisa jadi suami atau istri itu adalah seseorang yang sedang disewakan untuk kita untuk kurun waktu tertentu.


"Kalau kamu menyayangi saya, tidak ada alasan bagi saya untuk tidak membalasnya."




Apakah sebuah cinta itu sejati atau ilusi, tetaplah layak kita rayakan selama membawa para pecintanya menjadi pribadi yang lebih baik. Bukan mindset endingnya yang happily ever after namun pada sensasi cinta yang bisa merubah kita menjadi pribadi yang berani ambil kesempatan menikmati hidup ever after walau setelah ditinggal cinta. Seperti saya merasa hidup setelah ditinggal kekasih selamanya karena cinta sepenuh hati itu tetap ada dihati. Mari kita merayakan cinta.


#minggu_kumat
Kang Jay


"Kang, per minggu kemarin saya dilepas dan dibatalkan khitbah saya oleh calon suami saya. Sampai dengan saat ini saya tidak ikhlas dan tidak ridha atas keputusannya. Semua yang sudah saya berikan kepadanya menjadi tidak ada artinya dan dilupakan begitu saja. Sungguh saya menyayangi dia Kang. Tapi sejak masa lalu saya beritahukan ke dia, saya tidak dihargai dan acap sering dia menghina. Saya mengungkapkannya karena rasa sayang saya yang begitu besar. Kemudian dia perlakuan saya kurang baik, namun itu tidak saya indahkan karena saya masih mengharap semua kembali baik-baik saja. Tiga bulan kemarin ketika saya sedang tidak tidak berhalangan saya selalu sholat Tahajud supaya tenang dan supaya Allah kasih petunjuk dan pertolongan. Namun takdir justru mengatakan bahwa saya dan calon suami saya harus berpisah. Hati saya sakit sekali Kang. Selalu muncul ketidak ketenangan dan ketidak kebahagiaan di hari-hari saya seminggu ini Kang. Mohon doanya supaya saya kuat dan ikhlas menerima semua ini.. Doakan saya untuk bisa lupa dengan dia, Kang. Terima kasih."


Baik Neng akan coba saya kasih masukan.

Kisah tunangan Anda awalnya berjalan baik, kalian sudah berjanji untuk saling menikahi. Kemudian Anda banyak memberikan sesuatu, entah apa itu, anggap hadiah maka harusnya itu diberikan karena Allah bukan karena anda ingin merayu hatinya agar terus menjadi pasangan Anda. Dari cerita Anda, kemudian ditengah jalan, Anda menceritakan masa lalu Anda, yah saya anggap Aib Anda kemudian di memutuskan pertunangan itu.


Nasi sudah menjadi bubur, sebaiknya kita semua sebelum menikah harusnya Cerdas, masa lalu adalah masa lalu yang urusannya dengan Tuhan dan kita harus Tobat dan tidak mengulanginya biar nanti baik buruknya penghakimam di Akherat. Nah didunia tuh ditutup serapat-rapatnya masa lalu yang aib itu dan jangan diungkap ke siapapun. Sekali lagi urusan dengan Tuhan dan itu tuh jika dianggap dosa yah ketemunya di Akherat. Namun kadang kebodohan seseorang melakukan kesalahan di masa lalu, lalu diceritakan. Ya itu tentu bisa menjadi noda pda pandangan orang lain terhadap diri kita. Ibarat Anda indah bak bunga mawar putih dimata dia mendadak disiram tinta hitam. Pun cerita masa lalu Anda, filter dengan baik, cerita seperti Anda gemar memasak, suka mengasuh keponakan, selalu rangking pararel saat sekolah, suka menabung dicelengan hasil jualan mainan disekolah dll tapi real bukan fake. Toh itu kenyataan Anda.


Makanya saya suka menghimbau kepada siapapun, kalau menikah tuh sebaiknya dengan orang tidak tahu masa lalu kita yang buruk. Karena jika kita menikah dengan orang yang tau tapi dianya kasar dan tidak sabar, ditakutkan dia akan mengungkitnya terus. Paling menakutkan adalah di depan anak2 kelak, misal menikah selama 15 tahun gak ada masalah, namun kemudian dibuka didepan anak misal pernah konsumsi narkoba sampai od atau berzina dll.


Sehingga lebih baik menikahlah dengan orang yang tidak tahu masa lalu kita. Agar bersama-sama menganggap itu bersih. Ya bisa menikah dengan orang sudah tahu masa lalu kita tapi dengan catatan orang tersebut harus tabah dan sabar. Karena pada kenyataannya manusia didesain berat untuk bisa nerima orang yang punya masa lalu yang buruk, apalagi jelas2 sebelum menikah bukan siapa2, kecuali dasarnya spt jihad dll.


Lalu Anda bercerita tentang masa lalu Anda, saya tidak tahu masalalu Anda seperti apa, ya itu wajar sekali, dia berubah saat itu, bisa saja mendadak ilfeel dan cintanya hilang musnah terbawa angin semilir sepoy. Anda harus maklumi dan sadari. Biarpun yang memberi tahu dia bukan Anda, kemudian dia tiba-tiba dia bertanya kepada Anda maka tinggal berkata "Bukan saya tuh", "Saya tidak tahu itu". Selesai. Toh biasanya orang cenderung tidak bercaya jika kita sudah tobat dan selalu berbuat baik. Namun biasanya nih ya, kebodohan kita menjawab, "Maaf saya memang melakukan itu, mohon maafin saya, mohon terima saya apa adanya". Kemudian dia jawab iya iya tapi hatinya ingkar. Maka banyak wanita-wanita jadi dungu seperti itu, mau menikah dengan seorang laki-laki karena tersanjung malah bercerita aibnya lalu nge-gampangin laki-laki pujaannya untuk terima dia apa adanya. Seakan cinta dia sebesar Anda seluas benua haha, padahal dianya lagi mikir nikahin Anda atau Dia disana. Walau mungkin yang bercerita bukan Anda, Anda bisa menepis kok. Selesai. Tidak perlu mengakui kesalahan - kesalahan seperti itu kalau urusan dengan Allah, kalau dosa kepada Allah ya kita ngaku kepada Allah bukan kepada manusia, toh dia tidak ada hubungannya dengan dosa kita. Kalau dia bertanya nggak perlu dijawab, dijawab pun sesingkat dan semengelak mungkin, bukan diiyakan trus bilang kronologinya "Awalnya sakit sekali ampe panas dingin, susah ketelennya, namun setelah beberapa kali enak banget, nagih, diawal-awal 3x sehari, akhirnya rutin seminggu sekali, ." Aduh duh, makan obat ga usah diceritaan. Makanya ngaji itu kan penting banget hehe.


Jadi setelah Anda ungkap masa lalu (aib) Anda, lalu Anda ditinggalkan. Namun Anda masih sayang, nah ini kesalahan yang kedua, Anda telah menancapkan panah asmara di dalam hati Anda ya susaahhh dicabut tentu sakit nyabutnya. Salahnya Anda, belum apa-apa mu kok, belum jadi suamimu kok, tapi sudah kau tanamkan cinta itu dalam-dalam, capeklah dirimu mencabutnya.


Maka menjalani hari2 kedepan, Anda harus menenangkan diri, misal dengan pemikiran bahwa dibatalkan hari itu jauh lebih ringan daripada dibatalkan setelah punya anak dua nanti, tentu Anda lebih sakit. Wahai adikku, tata hatimu, laki-laki tidak hanya dia saja dan cari laki-laki lain yang tidak tahu masa lalu Anda dan berjanjilah untuk tidak cerita aib Anda. Jika dia sudah siap menghendaki menikah dengan Anda, ya udah selesai. Jadilah sedikit orang cerdas, sakit sekarang wajar namun akan berlalu itu semuanya. Tata sakit hati dengan kecerdasan, "Wong dia tidak mau dengan saya, kenapa harus saya paksakan".


Legowolah, anggap selesai toh alasannya dia mengundurkan sangat sah yaitu karena masa lalu anda yang tidak dia terima. Maka ayo perbanyak istighfar minta ampun kepada Allah, Anda cari laki-laki lain dengan cara yang baik yaitu jangan tanamkan cinta dulu, yang penting laki-laki itu baik dan benar, layak dicintai, tidak tahu tentang masa lalu Anda, menduga Anda baik mulia istimewa. Bungkus.


Jangan terus berlarut dalam dalam kesedihan, sebanyak apapun tangis yang Anda berikan bahkan kalaupun Anda pakai 10 polisi untuk menangkap dia, lalu memaksa menikahi Anda maka yang nikah jasadnya namun Anda tidak mendapatkan hatinya. Percumah.


Jadilah wanita cerdas, puji syukurlah kepada Allah, "Ya Allah, terima kasih telah kau gagalkan pernikahan kami sebelum terjadi pernikahan, ya Allah puji syukur kepadamu, ya Allah kalau sudah punya anak dan lama menikah kemudian cerai tentu tidak baik." Percayalah di dunia tidak hanya dia saja masih banyak pria-pria yang baik selain dia yang layak dicintai dan memberi cinta tulus kepada Anda.


Kang Jay


"Kang, saya udah berumah tangga selama dua tahun dengan suami saya yang baru dan sudah punya anak satu perempuan, dari pernikahan saya sebelumnya saya juga sudah dikaruniai seorang anak perempuan. Ada yang ingin saya tanyakan bagaimana saya harus menyikapi sikap suami saya yang lebih mementingkan keluarganya ketimbang istri dan anak-anaknya, itu karena suami saya itu berjuang banget buat orang lain sampai berhutang demi membelikan kebutuhan ibunya seperti obat atau segala keperluannya tetapi untuk keperluan saya sebagai istri dan anak-anaknya itu selalu perhitungan."


Baik sebelum lanjut saya tanya apakah kebutuhan anda sebagai istri dan anak2 tercukupi atau tidak?. " Ya tercukupi walau hanya untuk kebutuhan sehari-hari saja" Tapi tidak kurang kan spt misal harus masuk RS periksa trus beli obat, "Ya, masih dipenuhi".


Ok lanjut Teh, " Untuk kebutuhan sehari-hari sudah tercukupi Tapi suami saya perhitungan Mas, jadi hanya memberikan nafkah kebutuhan seperti untuk memasak yah kebutuhan untuk rumah saja gitu, tapi untuk kebutuhan pribadi saya dan anak-anak itu selalu diperhitungkan".


Perhitungannya gimana Teh, "Jadi diperhitungkan misalnya saya meminta untuk kebutuhan anak seperti susu atau mpasi, dia sudah hitung 1 bulan maka dia bilang harusnya segini cukup, tapi ternyata misal kurang kadang saya suka pingin minta tapi saya tidak berani karena selalu merasa bakal diperhitungkan gitu, jadi saya terpaksa meminta orangtua saya gitu".


Apakah suami Teteh marah kalau diminta?, "Enggak marah-marah sih, namun nadanya tinggi, udah gitu suami saya itu selalu menutupi jika dia tuh kalau ngasih uang ke ibunya selalu ditutupi, tanpa sepengetahuan saya. Saya taunya dari status-status mamanya di sosmed seperti baru ngasih kuota dll. Jadi saya merasa ada rasa cemburu tersendiri. Apakah itu termasuk adil antara sikap ke ibunya dibanding sikap suami ke istri dan anak". Maaf Teh mohon penjelasan apakah anak itu maksudnya ke anak kandungnya?, "Iya mas, anak kandungnya".


Baik akan saja beri masukan. Namun sebelumnya, semoga Allah senantiasa berikan keindahan dalam rumah tangga Anda. Aamiin. Teteh, masya Allah, jadi gini semestinya Teteh harus sangat bangga punya suami seperti itu yang peduli dengan ibundanya, hatinya ada kebaikan dan semoga suami anda penuh berkah. Dia bukan dholim kepada anda, bukan tidak memberi nafkah kepada anda, dia jelas memberi nafkah seperti pengakuan Anda cukup, bahkan jika Anda merasa kurang dan Anda minta juga ngasih.


Sebagai pria dia ada satu kelebihannya yaitu ikatan dirinya dan ibundanya sangat luar biasa dan wajar jika tidak bisa dipisah sampai kapan. Walau dengan datangnya siapapun termasuk Anda tetap tidak bisa dipisahkan. Nah ini yang harus Anda pahami makna ini. Jika saya amati Anda mungkin harus harus menata hati, karena kalau sifat itu berkembang itu bisa menjadi tabiat yang tidak terpuji. Harusnya sebagai seorang istri malah mendukung, kan diberikan ke ibundanya ya ibundanya suami Anda, masya Allah, yang kita bahas adalah seorang anak ya tetap anak sampai kapanpun. Jadi sebagai seorang anak yang mampu maka wajar dia ingin berbagi rezeki pada keluarga apalagi pada ibunya. Wajar jika pada istri bisa membatasi trus dengan anak bisa membatasi, tapi dengan permintaan ibunda mungkin dia tidak bisa karena begitu hormatnya dengan ibundanya. Saya sanjung laki-laki yang hebat itu. Jadi sebagai seorang istri , yah kepada istri2 siapapun dan dimanapun, jangan punya sikap seperti itu, itu hal yang tidak terpuji.


Maaf nasehat ini agak keras karena cinta saya kepada Anda. Sebenarnya wajar suami Anda tidak memberitahu kepada Anda saat memberi ibundanya karena Anda punya sifat seperti itu. Karena jika kasih tahupun Anda tidak mendukung kan, Anda malah gelisah, Anda malah tambah cemburu. Cemburu sebenarnya normal, namun cemburulah dengan berlomba. Mungkin Anda pernah liat seorang istri yah teman Anda, dia juga cemburu tapi kok dia baik sama ibunda suaminya. Itu karena dia ingin mengambil hati suaminya, caranya gampang dan sederhana kok caranya dengan Anda mengambil hati ibundanya secara lebih baik dari suami Anda. Nanti "Yakin" suami Anda akan jatuh cinta pada Anda untuk kesekian kalinya. Jadi teringat ibu mertua saya mengambil hati suami, beliau begitu tulus meng-entertain mertuanya sampai2 suaminya takluk seperti dicucuk hidungnya. Itu caranya orang cerdas hehe, saya sekedar mengingatkan kepada Anda ya. Jika Anda dengan ibundanya baik, maka suami akan terngiang2 istrinya suka memberi ibundanya, maka tidak dimintapun suami akan memberi lebih pada Anda. Maaf sengaja saya ingatkan agak keras begini karena demi kebahagiaan Anda. Toh level perasaan anda saat ini baru cemburu dan merasa tidak adil, bukan mau menggugat cerai hehe.


Kembali ke awal, intinya jika nafkah dari suami mencukupi, dan cukup itu sendiri bisa saja disesuaikan artinya bukan karena versi Anda menganggap tidak cukup. Karena tolak ukur Anda adalah orang lain yang bisa berlebihan, dimana orang lain itu bisa belanja di tempat yang mahal-mahal, keluar masuk salon kecantikan. Jadi kalau orang sekelas Anda dimasyarakat kemudian dianggap cukup ya sudah cukup. Titik. Adapun nanti masa depan gimana ya berdoa saja semoga rejeki suami ditambah terus, atau Anda juga mulai menabung walau receh istilahnya. Dan inget bahwa dia juga punya anak kandung dari Anda, setahu saya juarang bahkan mustahil seorang anak ditelantarkan seorang bapak yang baik sama ibunya. Saya yakin Anda dimasa depan juga berharap anak Anda memperlakukan Anda seperti suami Anda pada ibundanya. Jadi semoga Anda tidak merasa risih dengan perilaku suami Anda. Ayo mulai hari ini harus berani mendukung suami.


Terkait dengan pertanyaan yang anda ucapkan apakah suami anda adil? Maka saya jawab ADIL, hal ini tidak perlu dipertanyakan kecuali Anda tidak bisa makan dan anak Anda terlantar. Lain cerita jika suami Anda punya banyak istri, ya harus ada keadilannya hehe harus dibagi satu banding satu. Namun tidak dengan ibunya, seperti sahabat Nabi pernah bertanya siapa orang lain paling berhak untuk diperlakukan baik, Nabi menjawab ibumu, siapa lagi? ibumu sampai tiga kali. Sehingga wahai wanita semuanya, dukunglah suamimu untuk selalu berbuat baik kepada ibunda ayahandanya dan adik-adiknya, maka Insya Allah saat itu Allah akan titipkan cinta yang luar biasa kepada Anda, dan jangan sekali-kali mengganggu langkah mereka untuk mengabdi karena seorang laki-laki punya tanggung jawab lebih besar bukan hanya pada istri dan anaknya, bahkan jika pria punya adik perempuan enggak punya nafkah maka nafaqah jatuh ke saudara laki-laki termasuk bapak Ibunya juga jatuh pada anak laki-laki nya. Itu juga alasan mengapa warisan pria satu banding dua, ya karena tanggung jawab laki-laki lebih besar.


Islam Itu indah sekali maka jangan sampai Anda buat Islam menjadi tidak indah karena sifat Anda. Jangan katakan tidak adil lagi ya. Kalau Anda mau berubah sikap kemungkinan besar suami Anda bahkan mau memberi kepada ibundanya melalui tangan anda agar semakin cinta mertua kepada Anda. Sifat baik itu insya Allah, Allah akan bantu Anda karena telah menjalin silaturahmi dengan ibu mertua Anda.


Semoga Allah merubah sikap Anda menjadi wanita yang solehah, mendukung suami untuk berbuat baik kepada pada ibunda dan ayahandanya.


Dan kepada para suami, hendaknya senantiasa membantu istrinya agar dia bisa berbuat baik juga kepada bapak Ibunya dan saudara-saudaranya, karena ini adalah rayuan dahsyat pada istri Anda yang jarang dikalahkan oleh rayuan maut dengan teknik manapun, dan rayuan ini akan memberikan pertolongan tidak langsung pada Suami lho. Karena saat kita merayu istri/suami untuk menjalin silaturahmi ke orangtua dan keluarganya, maka itu adalah menjalankan perintah Allah tentang silaturahmi yang seperti lagi merayu Allah agar diberi kebahagiaan dunia akherat aamiin.


Semoga rejeki Anda dan suami Anda ditambah dan selalu merasa cukup dalam kebahagiaan. Aamiin.


Kang Jay

advertisement
Password protected photo
Password protected photo
Password protected photo