BLOG TULISAN Jayadiningrat

“Siapa namamu?” ya itu pertanyaan saat pertama kali kenalan, entah mau jadi teman atau jadi pasangan kita kelak.

Nama kita, tentu dibuat oleh Orang tua kita. Ada yang dibuatkan singkat, ada pula yang dibuatkan cukup panjang. Bagaimanapun, Orang tua kita tentunya memiliki harapan dan doa saat membuatkan identitas diri kita itu.

Berbicara tentang nama, ternyata identitas kita ini memberi pengaruh dalam masalah percintaan loh. Kok bisa. Penasaran?

Menurut Geniusbeauty.com, para ahli menyimpulkan bahwa versi nama pendek seseorang dapat membuat lawan jenis tertarik dengan kita. Nama singkat membuat seseorang terkesan lebih ramah dan mudah diingat. Eemm diingat dihati Eaaaa.

Berdasarkan sebuah survei yang dilakukan terhadap 1620 pasang nama penuh (full name) dan nama pendek, ditemukan bahwa 75% dari mereka yang melakukan pertemanan dan hubungan online dengan nama pendek lebih sukses menarik hati orang lain. Temuan ini bisa menjadi salah satu kunci sukses kita ketika mengikuti dating online (seperti di AN hehe) atau ingin mendapatkan teman sebanyak-banyaknya, yakni dengan menggunakan nama singkat.

Seorang psikolog bernama Jo Hemmings mengatakan bahwa orang-orang yang memiliki nama pendek dianggap lebih ramah, imut dan mudah diingat. Nama-nama seperti Mia, Nia atau Dion dianggap lebih menarik dan seksi daripada Mirawati, Nadiati, atau Ngadiono.

Hmm, jadi apa kita perlu mengubah nama menjadi lebih pendek? Nggak perlu sih. Terlebih jika ingin mengubah nama secara hukum, susaaah. Yang perlu kita lakukan adalah dengan membuat nama pendek atau nama singkat dari nama panjang kita. Misalnya saja Rahmania, mungkin bisa dipersingkat menjadi Rara.Terserah bagaimana bentuknya, asal tetap memiliki arti bagus sehingga tetap bisa kita banggakan ya? Bagaimanapun, nama mencerminkan kepribadian diri kita loh. Jangan jadi malah membingungkan seperti teman saya nama pendeknya, eli dan dona, orang sering kira cewek padahal cowok.

#Blog ringan

Kang Jay

.

Kalau bagi kita pria, wanita yang mengenakan lingerie terlihat seksi dan sangat menggairahkan. Berdasarkan survey, pria yang mengenakan jas terlihat menggairahkan di mata wanita. Setidaknya sudah saya buktikan pada mahasiswi-mahasiswi saya, kurang kerjaan maliiihhh.

Ya, kita pria tidak perlu mengenakan jas seperti yang dikenakan untuk acara formal, zaman sekarang jas pria sudah dimodifikasi menjadi banyak sekali model untuk suasana kasual dan semi-formal layaknya jaket biasa seperti yang bisa kita lihat pada gambar ini. Kalau saya sendiri suka beli di Zalora, yah banyak outlet lain baik online maupun offline, sebaiknya beli offline agar pas dengan tubuh kita apalagi seperti saya yang tambun rada susah cari yang pas, sekalinya kedodoran seperti bebegig sawah.



Kenakan kemeja rapi atau kaus kesukaan kita yang menurut kita bisa menambah kepercayaan diri kita, lalu tambahkan jas sebagai luarannya. Tingkat keseksian kita langsung naik secara drastis!.


Ditambah tatanan rambut dengan styling gel, plus aroma harum parfum bakal membuat wanita betah dekat-dekat dengan kita. Nempel kayak perangko.


Bagaimana menurut kalian?.

Kang Jay

Tiap hari berbalas pesan, tiap minggu diajak jalan, tapi suatu hari pesan mu yang isinya “Selamat pagi” atau “Kamu lagi apa?” atau "Sudah makan belum?" yang biasanya berujung pembicaraan panjang sampai tengah malam, tidak dibalas sama sekali.

Tunggu sejam, dua jam, semalaman, lalu seharian. Awalnya kita masih berpikiran positif. “Mungkin dia lagi sibuk” atau “Mungkin hp atau nomornya rusak”. Tapi setelah berhari-hari, kita masih tidak mendapat balasan meskipun sudah mengirimkan puluhan pesan khawatir yang isinya pertanyaan apakah dia baik-baik saja.

Akhirnya kita mau-nggak-mau harus menerima kalau kita sedang jadi korban ghosting. Sesuai namanya, korban hantu!. Karena cuman hantu yang menghilang di udara begitu saja he he. Karena juga hanya hantu yang tidak bisa kembali untuk memberikan penjelasan kenapa dia pergi. Kecuali anda punya indera ke enam atau ketujuh, atau punya kemampuan mengundang hantu.

Ini bukan cerita hantu, tapi ini cerita betulan. Dan sering terjadi huahaha.

Fenomena ghosting alias mengakhiri sebuah hubungan dengan memotong semua komunikasi tanpa penjelasan ternyata dirasakan banyak orang lho. Dari salah satu tabloid katanya sih hampir 25% manusia pernah menjadi pelaku/korban ghosting saat tahap mencari pasangan.

Alasan umum pelaku ghosting: dibanding ngasih penjelasan, lebih baik ngeghosting aja. Artinya, daripada melakukan konfrontasi terhadap pasangan, mereka lebih suka cari aman dengan menghilang dan menunggu orangnya sadar dan menerima kalau kita ingin meninggalkan dia. He he he bikin nyaman pelaku ghosting, tapi bikin kikuk korbannya.

Berikut summary alasan pelaku ghosting ataupun comment dari korban ghosting.
1. Pelaku ghosting:
- Nge-ghosting karena ngindari konflik. Gebetannya seram kalo marah je apalagi kalau bilang alasannya karena bosan, pamannya reserse je . (hadehhh, surem).
- Nggak nyaman kalau mengungkapkan perasaannya secara langsung. (Terus qm mikirin perasaan pasangan qm nga??? Hem??).
- Nggak cocok dengan gebetan. (Kalau ga cocok ngapain deketin, Maliiiiih).
- Sadar bukan yang terbaik buat dia. (Duh kok ga percaya diri sih, emang gak layak dipertahankan gaesss).
- Trauma dengan hubungan sebelumnya, jadi belum siap untuk commitment saat si dia nagih terus. (Move on dong ah agar supaya.... eh ga tau agar supaya apa ya he he).
- Belum jadian, jadi asyik2 saja ngilang, ngomong putus kan buat yang udah jadian. (Aseem bener, emang perasaan orang bisa ditinggal begitu saja, emang jemuran).

2. Korban ghosting
- Ngerasa seperti orang idiot, orang yang tidak dihargai. Sebelumnya merasa punya hubungan kuat mendadak seperti tidak pernah terjadi apa2.
- Serasa seperti kena pukulan di dada. Bisa sih cepat move on tapi kepercayaan terhadap orang lain jauh berkurang. Seakan tak layak dicintai. (Ingat kalau kena ghosting, yang bermasalah itu dia bukan anda).
- Mendadak hampa, dari yang sebelumnya rajin chatingan, rajin jalan bareng, rajin ngamar (ealah jangan ya saudara2 beriman hehe) mendadak ilang.
- Sebenarnya sering sih kena ghosting. Udah juga bangun pertahanan kokoh. Tapi saat serangan demi serangan dengan serangkaian janji manis dan cahaya pertolongan, lalu pondasi runtuh dan pertahanan roboh. Mendadak ilang, kena ghosting deh, maka cuman bisa bilang "bangke, aing katipu deuy".

Namun dari kejadian ghosting ini bagi korban cukup ambil hikmah dan berpikir positif saja, mungkin Anda sedang diuji sebelum mendapatkan pasangan terbaik. Ingat, ada temen saya yang berkata begini "boro-boro ngilang, ada yang datang juga kagak, kalau ada mau saya aji-aji semar mesem atau jaran goyang, cobain kalau bisa ngilang yang ada mendem (kesurupan)" ha ha ha.

Untuk pelaku ghosting hati-hati lho bisa-bisa kena azab seumur hidup kagak bisa pesan gofood karena setiap setelah ngechat “Sesuai aplikasi ya, kak? Mohon ditunggu”, setelah ditunggu lama gak dateng-dateng karena sama abang gojeknya orderannya dibawa kabur. Kira-kira dongkol dan kesel gak he he.

#dari berbagai sumber dan opini penulis

Kang Jay


Anda wanita mungkin pernah atau sedang mengalami kejadian ini: pasangan pria Anda ketahuan selingkuh, tapi dia menolak putus. Pasangan Anda cuma minta maaf, mengarang alasan-alasan, dan berjanji tidak selingkuh lagi bla bla bla bahkan membawa-bawa nama Tuhan.

Okelah Anda wanita maafkan, tapi ternyata dia tetap jalan sama selingkuhannya atau bahkan "nambah" selingkuhan yang lain lagi. Mati kutu Anda ye kan he he.

Kejadian ini jelas membuat kualitas hubungan Anda dan dia anjlok seanjlok-anjloknya. Anda jadi semakin was-was mengawasi pasangan, berbantah-bantahan mempermasalahkan dia lebih memilih Anda atau selingkuhannya, dan Anda sebagai pihak yang diselingkuhi tentu mengalami sakit hati. Bahkan Anda sakit hati dua kali: pertama saat pasangan ketahuan selingkuh dan kedua saat pasangan ketahuan masih jalan sama selingkuhannya. Ibarat luka belum sembuh benar, malah ketumpahan garam.


Ada beberapa alasan kenapa pria tidak mau putus meski sudah ketahuan selingkuh. Alasan yang paling umum adalah dia menikmati banyak fasilitas, kenyamanan, dan keuntungan dari Anda dan selingkuhan. Ibarat karakter di game Android, Anda adalah Vitamin yang mampu memberikannya penambah health bar, sementara selingkuhan memberikannya double experience. Tentu pria akan sulit sekali melepas salah satu, Anda atau dia, karena keduanya memberikan banyak keuntungan. Nikmat........

Kalaupun pria disuruh memilih salah satu, dia akan mengulur-ulur waktu dengan alasan seperti “Aku bakal ninggalin dia, tapi pelan-pelan.” Alasan ini bukannya melegakan Anda, tapi malah memperpanjang sakit hati Anda karena menunjukkan dia masih jalan dengan selingkuhannya.

Agar Anda tidak sakit hati terlalu lama, maka Anda harus tegas memutuskan. Jangan memberikan pasangan pilihan “Pilih aku atau dia” karena dia akan bersikeras memilih kedua-duanya. Buatlah keputusan pergi meninggalkannya setelah ketahuan selingkuh. Atau mungkin Anda memaafkan setelah ketahuan selingkuh dan dia berjanji akan putus, tapi ternyata tidak. Kata-kata dia harus Anda pegang tanpa kompromi. Ketika dia ketahuan masih selingkuh, maka segera katakan “Kamu sudah tidak bisa dipercaya!” dan langsung pergi. GO GO GO. Menurut saya ini jauh lebih baik daripada mengulur-ulur waktu yang malah membuat Anda sakit hati berkepanjangan.

Kalau hubungan Anda sebelumnya baik-baik saja dan diminta membayangkan mengambil keputusan tersebut, kemungkinan besar Anda sulit mengatakan putus. Faktor-faktor seperti demi anak, masih sayang, ketergantungan nafkah, malas mencari pasangan baru yang seperti sekarang, sudah terlalu banyak berinvestasi ke pasangan, berharap si dia akan berubah, atau tidak ada orang lain sebaik dia, dan lain sebagainya. Saya pun maklum.

Intinya walau Anda wanita memiliki pasangan yang selingkuh, Anda tetap berharga, Anda tetap layak dicintai dan menerima kesetiaan. Ambillah keputusan segera namun tepat sebelum Anda sakit hati berkepanjangan yang bisa menjadikan anda sakit mental dan harus mendapatkan perawatan psikolog bahkan psikiater, saya banyak menemui kondisi ini salah satunya istri dari dai kondang.

Namun saran saya diatas tergantung Anda, Anda yang lebih tahu apa yang terbaik buat Anda.


#dari berbagai sumber dan opini penulis


Kang Jay

Sekedar saran terutama untuk para single ladies sebaiknya nggak usah khawatir soal kuliah setinggi mungkin. Banyak gadis yang justru menemukan jodoh mereka saat sedang kuliah. Sebagai dosen dan juga mahasiswa, saya banyak menyaksikan kenyataan itu, ya saya melihat banyak kebahagiaan seperti itu. Ada banyak mahasiswi yang berjodoh dengan sesama mahasiswa teman kuliah, atau dengan seseorang yang mereka temukan saat tengah studi di negeri nun jauh.

Kita hanya perlu menyakini satu hal, bahwa jodoh pasti bertemu dengan cara yang ajaib. Daripada pusing mikirin jodoh yang nggak kunjung datang kan mending sekolah, menambah teman, ilmu dan pengalaman. Yakinlah, menunggu dengan segudang aktivitas bermanfaat akan mendatangkan keajaiban. Orang bilang segala sesuatu akan indah pada waktunya, kalau belum indah maka belum waktunya hehehe. Selama menunggu, kita bisa melakukan banyak persiapan mulai dari mental, fiskal, sampai spriritual. Sebab menjalani pernikahan nggak segampang dan sependek menjalani perkuliahan yang paling lama 3 tahun untuk level master.

Untuk saya sendiri yang sedang menjalani program kuliah doktoral, selagi masih sendiri maka saya akan belajar dan mengembangkan minat sepuas-puasnya. Saya juga bekerja, banyak membaca buku-buku, menulis, mengumpulkan sebanyak mungkin pengalaman, dan bertemu dengan teman-teman baru.

Bagi saya, menikah bukan sekadar 'yang penting nikah, udah laku' agar tak mendapat predikat duren eh duda tua ealah duda nakal apalah apalah eaaa. Karena menikah adalah menemukan pasangan untuk membangun kehidupan yang happily ever after. Bukan untuk memuaskan rasa penasaran orang he he.

Kang Jay
Mindset pria kebanyakan seperti itu, pada saat masih tahap ta'aruf si dia sudah itung-itungan seperti ngatur-atur makan dimana dengan uang siapa dll. Maka menikahi wanita yang jago itung-itungan ini seakan dibenak kita pria akan membuat kita miskin dan stres karena bakal dijatah seperti bocah SD yang mau berangkat sekolah he he dan susah kalau mau beli ini itu apalagi terkait hobby-hobby kita pria yang suka dipandang wanita menghambur-hamburkan uang seperti modifikasi motor, atau Golf eh he he. Bisa-bisa kita pria berpikir bakal stres berat karena terhambat untuk menyalurkan hobby yang sebenarnya lumrah-lumrah saja bagi pria.

Padahal sebenarnya selalu ada alasan kenapa wanita melakukan itu dan hal tersebut adalah untuk keluarga juga, kalau kita pria sadar hehe.
Wanita yang jago me-maintain uang maka mereka bisa mengkalkulasi apa pun dan kemudian menyesuaikan hidup dengan itu.

Percayalah saya pernah mengalami sendiri, suatu saat nanti tiba-tiba si istri menunjukkan jumlah uang yang terkumpul selama ini dengan jumlahnya yang sangat banyak. Bahkan kadang bisa juga mereka diam-diam akan mengelola uang tersebut untuk sebuah usaha dan akhirnya sukses. Makin membesar dan akhirnya bisa membuat keluarga sejahtera seperti cepat melunasi KPR, bahkan membeli ruko. Aamiin he he.

Namun kita pria tetap harus awasi dan waspadai, pernah ada teman mempunyai istri itung-itungan namun tidak punya apa-apa karena istrinya main belakang, dimana hemat pada keluarganya sendiri demi mengurusi keluarga lainnya, seperti ayahnya yang hobby judi dan adik-adiknya yang pengangguran. Ini tentu menyimpang dari tujuan berkeluarga untuk kesejahteraan keluarga inti baru sekitar jika ada kelebihan rezeki.

Kang Jay


Saat diskusi kemarin dengan teman, saya mendapat balasan pesan WA:



"Jodoh itu ada di sekitar kita. Look around dan berdoa.."

Saya cukup lama membaca dan membolak-balik dua kalimat tersebut, penuh makna dan mengena dihati.
Bener juga ya, mengapa saya tidak fokus melihat sekitar dulu.

Jodoh itu bisa jadi benar ada disekitar, kita hanya perlu membuka diri. Kita hanya butuh action menampilkan jati diri dengan sebaik-baiknya tuk menarik jodoh kita mendekat.

Jodoh itu bisa jadi sahabat kita sendiri. Karena sahabat adalah seseorang yang setia dan jadi pendengar yang baik. Sahabat tetap tinggal saat orang lain memilih meninggalkan kita terpuruk sendirian. Sahabat tetap berteman dengan kita meski begitu khatam dengan segala kekurangan kita.

Jodoh itu dekat, sedekat kita menemukan seseorang yang tak banyak mengeluh tentang kehidupannya bersama kita, sekalipun masalah tak luput bersama kita. Jodoh itu mengajak kita jadi pribadi yang lebih baik dengan cara kita sendiri, bukannya si dia yang banyak menuntut kita melakukan ini dan itu dengan cara dan seperti kemauannya.

Jodoh itu dekat dan sederhana. Sesederhana kita menemukan seseorang yang membuat kita nyaman meski baru kenal. Jodoh tak pernah sulit, justru kadang kita sendiri yang mempersulitnya dengan banyaknya kriteria.



Jodoh itu begitu dekat, saat kita senang dengan seseorang disekitaran kita maka jangan tanyakan kepada akal kita karena kalau hanya tanya pada akal maka pasti si dia ada kekurangannya.

Tanyakan kepada hati kita, ketika hati sudah bergetar maka carikan pembenaran untuk akal kita. Ingat bahwa sakinah mawadah warahmah semuanya berkaitan dengan hati.

Ditambah kekuatan doa akan semakin mendekatkan jodoh kita dan memudahkan kita menuju pelaminan dan meraih keluarga samawa. Ingatlah doa dapat merubah takdir menuju takdir Allah yang lain, begitu hebatnya kekuatan doa. Ingatlah juga hadist nabi, "Sesungguhnya doa dan takdir saling berusaha untuk mendahului, hingga hari kiamat."

Kang Jay.


Keinginan manusia itu banyak, terlalu banyak. Untuk itu, mungkin akan sulit bagi kita jika harus merealisasikan semua keinginan tersebut. Akan lebih mudah kalau kita membuat bahkan menulis batasnya dengan jelas, agar kita tahu, harus seperti apa dan sampai mana perjuangan yang kita lakukan. Agar kita juga tahu, sampai mana batas berjuangnya. Agar kita juga lebih mudah dalam mengambil keputusan.


Tapi, kita seringkali tidak pernah membuat batas yang jelas. Kita bahkan seringkali melewati batas akal orang normal.

Memang pengalaman akan membuat kita jadi paham apa akar masalah kita selama ini, kebingungan kita dalam mengambil keputusan dan pilihan dalam hidup. Termasuk juga dalam hal memilih pasangan, tentang kriteria apa yang sudah dirasa cukup. Tapi sadarlah, itu sebenarnya bisa disetting sejak dulu.

Jika hidup ini tidak dikelola dengan baik menganggapnya seperti air mengalir tanpa tahu muaranya, pada akhirnya muncul ketidakmampuan kita mengelola masalah hidup, bertumpuk-tumpuk masalah karena kita tidak membuat batas dalam hidup kita sendiri.

Kang Jay

Pada suatu hari, seorang murid bertanya kepada gurunya, “Guru, bagaimana caranya agar kita memperoleh JODOH yang paling sempurna dalam hidup ini?”.

Sang guru mengajaknya ke taman, lalu mengatakan kepada sang murid, “Berjalanlah lurus ke depan. Lalu petiklah satu bunga yang terindah di taman ini. Syaratnya kamu tidak boleh kembali ke belakang.”

Setelah berjalan dan sampai di ujung taman, sang murid tidak membawa satu bunga pun. Gurunya bertanya, "Mengapa kau tidak memetik satu bunga pun?”.

Sang murid menjawab, “Saat aku berjalan, aku bertemu dengan bunga yang indah, tetapi tidak kupetik, karena aku mengira di depan nanti akan ada bunga yang lebih indah dari bunga yang kulihat tadi. Begitu seterusnya, hingga ketika sudah sampai di ujung taman, aku baru tersadar yang kulihat tadi adalah bunga terindah. Tetapi, aku tidak bisa kembali ke belakang."

Sang guru lantas menasihati, “Begitulah JODOH. Kau tak butuh mencari yang sempurna, tetapi temukan satu yang baik. Lalu, terima dengan rasa syukur.”



Pages: 1 2 3 4 5 ... Next »
advertisement
Password protected photo
Password protected photo
Password protected photo