BLOG TULISAN Jayadiningrat


Anak-anak muda sekarang sudah banyak yang melek Finansial, daripada habisin resepsi puluhan bahkan ratusan juta mending Menikah hanya di KUA. Sedang saat lamaran cukup kedua orang tua bertemu dengan snack2 sederhana.




Anak-anak muda ini meyakinkan kedua keluarga bahwa uang resepsi yang awalnya digedung bisa digunakan untuk masa depan seperti untuk honeymoon, ngontrak rumah, beli perabotan rumah, bahkan DP nyicil kendaraan. Lebih bermanfaat untuk masa depan.




Untuk biaya menikah, anak-anak muda ini mengaku bahwa mereka yang menanggung biaya nikah semua, sehingga keluarga menerima keputusan mereka berdua.




Biaya yang dikeluarkan tentu tidak hanya biaya KUA 600rb, bahkan banyak KUA menggratiskan jk dilaksanan pada jam kerja. Namun mereka tetap ya mengelurkan biaya seperti menyewa jasa makeup berikut baju pengantin, baju gamis wanita untuk orang tua dan kakak/adik bisa beli online toh murah spt dibawah sedang pria pake batik yg dipunyai aja, foto bisa pake hape saudara yg terbaik, ditotal sekitar 4jt. Untuk perayaan cuman syukuran di rumah sang istri saja dengan biaya catering berikut meja makan sekitar 3,4jt untuk 50 porsi sederhana untuk keluarga inti, tetap diadakan syukuran agar kebahagian mereka lebih lengkap dan ada doa bersama.




Total semuanya 8jt, plus biaya lain-lain 2jt seperti beli seperangkat alat sholat dan snack di KUA. Nilai 10jt tentu ringan dikantong anak-anak muda ini yang sebenarnya mereka adalah pegawai kantoran. Menikah sederhana ini sah2 saja toh memiliki nilai sakral didalamnya.




Trend ini diprediksi akan terus berlanjut, anak-anak muda ini berhasil mendobrak tradisi lama bahwa menikah sederhana memalukan keluarga besar atau ada apa2 seperti hamil duluan dll. Semoga ini terus berlanjut dan Indonesia terbebas dari penurunan jumlah kelahiran seperti terjadi di negara maju terutama jepang dan korea.

Kang Jay

Setelah coba mempelajari kebahagiaan akhirnya saya coba merangkumnya disini, ini bukan soal agama dll lebih ke psikologi ya tentang ilmu yg sy geluti.


Well,saya mengibaratkan Kebahagiaan adalah burung liar yang pemalu. Semakin berusaha kita menangkapnya semakin jauh dia terbang, namun ketika kita berhenti mengejarnya malah si burung muncul dengan sendirinya.


Banyak orang mencari kebahagian dengan cara mengikuti cara orang lain seperti berjam2 nonton youtube atau film tentang cara bahagia, atau baca buku cara menjadi bahagia, namun itu malah membuat ketidakpuasan pada diri kita sendiri. Tontonan atau bacaan itu malah mempersiapkan orang merasa kecewa. Terutama karena kita malah makin menerapkan standard yang lebih tinggi dan tinggi lagi seperti contoh yg ditonton atau baca. Semakin kita mencari cara untuk bahagia, malah membuat kita merasa waktu cepat berlalu.


Lalu kita memaksa bahwa kita akan lebih bahagia jika kita menetapkan standar tentang hidup yang baik dan bermakna dari orang lain, misal kita terus-terusan diingatkan bahwa teman sedang berada di suatu lokasi indah atau makan malam yang mewah, saya pikir ini malah jadi pengingat bahwa orang lain lebih bahagia daripada kita.


Jadi semakin kita berusaha bahagia, kita malah bisa menghakimi dan tidak mau menerima hal-hal negatif dalam hidup kita sendiri... lalu mencaci diri sendiri karena merasakan hal-hal yang tidak cocok dengan kebahagiaan.


Lalu apa yang bisa buat kita bahagia? Saya sendiri berkesimpulan cara untuk bahagia adalahkita harus bersikap lebih "terbuka" pada perasaan negatif yang muncul daripada terus-terusan melawan perasaan negatif itu sebagai musuh kebahagiaan.


Contoh misal punya suami toxic, istri biasanya selalu pingin melawan perasan negatif suami toxic dengan mengandai jika cerai maka hidup akan bahagia, perasaan ini muncul terus yg pada akhirnya menjalani pernikahan tidak bahagia, padahal ada solusi bahagia dengan open mind lihat sisi lain suami atau lingkungan.


Contoh berikutnya jomblo berformalin, jomblo biasanya pingin melawan perasaan negatif jomblo ngenes dengan berandai jika menikah pasti bahagia, sehingga makin jauh dari bahagia dalam menjalani hidup, menjadi murung bahkan menjadi robot pergi pagi pulang petang. Saya baca inner ketidakbahagiaan ini di AN, penuh dengan orang yang toxic saling menghujat padahal itu sedang menghujat dirinya sendiri karena dipertemukan dengan orang senasib yang tidak bahagia, memandang orang lain berpenyakit mental lah apalah padahal mental diri sendiri tergoncang karena kejombloannya. Kebahagiaan sesaat untuk menertawakan orang lain yang bernasib sama2 tidak bahagia, malah membuat diri makin tidak bahagia.


Dua contoh diatas yaitu jika cerai maka bahagia atau jika nikah maka bahagia membuat kita terlalu berfokus pada kebahagiaan di masa depan, ini tentu dapat membuat kita tidak mensyukuri pencapaian kita di saat ini. Ketika kita selalu berusaha menerapkan standard kebahagiaan tanpa berusaha lebih "terbuka" dengan realita hidup saat ini membuat kebahagiaan itu semakin menjauh.


Makanya di Islam diajarkan bersyukur atas nikmat Allah hari ini di malam dan pagi hari itu memiliki efek terhadap kebahagiaan yang luar biasa.


Ayo terima dan atur perasaan negatif itu dengan open mind dan rasa syukur. Jangan kejar kebahagiaan, tapi ayo berdamai dengan perasaan negatif, insya Allah itu malah akan menumbuhkan kebahagiaan hakiki. Aamiin.


Kang Jay


"Kang, apakah membatalkan lamaran akan mempersulit jodoh. Terus terang sekitar 6 tahun lalu saya membatalkan lamaran seorang pria anak dari rekan ayah saya, waktu itu saya ragu sampai akhirnya dua bulan sebelum akad terpaksa saya berkeputusan membatalkannya. Karena selama 3 bulan setelah lamaean dan dekat dengannya malah semakin ragu dan takut akan masa depan saya bersamanya."


Baik Neng, saat melamar maka sang pria membuat janji akan menikahi wanita yg dilamarnya, sehingga masa tunggu dari khitbah sampai akad dinilai sebagai pahala. Sedang si wanita juga berjanji tidak menerima lamaran pria lain. Sama-sama sudah berjanji, maka Anda boleh membatalkan namun dengan alasan2 yang syar'i, contohnya misal dikira sehat ternyata sakit misal kanker stadium 4, misal lagi setelah kenal ternyata si pria melambai dan pernah pacaran dgn cowok jg, atau ternyata dia pemabuk/penjudi, atau misalnya Anda dipaksa untuk menceritakan masa lalu Anda. Ingat ya, haram bertanya masa lalu, kecuali si dia menceritakannya sendiri. Anda berhak tutup mulut, karena ciri orang yang bertobat adalah menutup rapat-rapat aibnya, misal tanya "Masih perawan gak?" maka tak perlu dijawab. Bukannya dijawab, "Saya masih perawan kok karena dulu saat pacaran kalau berhubungan lewat belakang jadi aman". Xixixi.


Namun jika alasan membatalkan lamaran, misal karena "Kok aku jadi tidak click ama dia ya". Nah ini bahaya, bisa digolongkan sebagai orang-orang yang Munafik, udah janji tapi tidak ditepati. Maka pikirkan dulu sebelum melamar atau menerima lamaran, jangan aji mumpung asal ada yang mau terus disambar dipikir sambil jalan.


Ingat godaan soal Click atau kagak Click ini bakal kenceng banget setelah Lamaran, bahkan ini durasi menentukan bagi Syaitan dalam berperang. Syaitan akan membisikkan ke alumni2 hati untuk berkeliaran di sekitaran calon2 pengantin ini. Tawaf disekitaran Anda, atau memori tentang mantan atau iming2 orang baru yang lebih baik akan muncul dipikiran Anda.


Saya teringat dengan adik perempuan saya ketika menerima lamaran pemuda teman SMA yg tidak terlalu dia kenal tp langsung melamarnya, dia terima, alasan adik saya sederhana, pacar2nya dulu memang ganteng2 dan kaya2 bahkan masih menggodanya walau udah dilamar, namun tak ada satupun yg mau melamar. Jadi saat si pria datang melamar, ya diterima aja, berarti dia serius dan suka dgnnya. Adik saya juga sempet goyah saat mantannya seakan berniat melamar, tapi dia bilang sudah JANJI dimana janji harus ditepati. Sesimple itu. Walau hidup sederhana karena suaminya hanya Mantri di RS Swasta tapi awet dan bahagia aja. Walau saya sering denger dia bilang sih, "Coba kalau saya menikah dgn si A pasti gini, coba dgn si B pasti gitu", tapi itu wajar, namanya wanita ya udah dari sononya kurang pandai bersukur dan comel, tapi naruninya aman kok. Termasuk juga dulu istri saya ataupun sekarang anak perempuan saya ke suaminya haha. Gitu2 aja mah wanita, gesit saat dilamar, tapi juga bisa gesit untuk minta cerai. Wanita selalu didepan pokoke. Coba aja kasih nafkah kurang, awalnya gelisah lama2 nge-hang, ujung2nya seperti prediksi xixixi. Hampir 60% perceraian karena nafkah kurang.


Jadi nggak bener kalau cewek ngebatalin lamaran bikin jodoh seret, kecuali nihnya cowok itu merasa ter-dzolimi karena alasan pembatalan dimana gak syar'i plus kagak jelas terus dia berdoa "Ya Allah, biarkan dia menjomblo sampai aku menikah". Jadi sebaiknya jadi cewek kalau membatalkan lamaran harus dibuat rinci alasannya. Karena cowok itu punya cara berpikir tentang mencintai yang kagak mau kalah. Cowok liat mantan pacarnya yg udah dilamar aja masih diganggu, "Kamu dipaksa ortumu kan?, aku yakin dihatimu masih ada aku". Itulah pria. Jadi alasannya harus detail satu dua tiga dll tapi jangan pakai diksi-diksi yang menyakitkan. Karena "lagi2" jika pria dibuat sakit hati bisa menghalalkan segala cara bahkan memaksa Tuhan haha. Karena kita tidak tahu bila yang menghalangi jodoh Anda adalah doa2nya karena merasa ter-dzolimi, seperti doa diatas, atau doa lain spt "Kasih dia jodoh tapi lebih jelek dan miskin dari saya serta segerakan menjanda ya Tuhan, aku mau walau hanya jandanya asal belum punya anak ya Tuhan" haha. Ada baiknya Anda meminta maaf, walau Anda "merasa" tidak salah.


Saya doakan Anda segera mendapat jodoh yang diidam2kan dan bahagia dunia akherat. Aamiin.


Kang Jay



Dalam ilmu fiqih mahzab Imam Syafi'i, kewajiban nafkah suami ke istri wajibnya adalah 1 mud namun beberapa ulama menambahkan jadi 2 mud untuk orang kaya. Pengertian 1 mud ini ada beberapa ulama yang menafsirkan satu genggaman gandum, menurut saya segenggam gandum bisa apa zaman kini. Saya lebih condong mengikuti penafsiran beberapa ulama masa kini yaitu menafsirkan 1 mud adalah ukuran makan Nabi Muhammad dalam satu hari. Misal Nabi makan gandum yah anggap setengah liter berikut lauk pauknya, anggap sehari jaman kini di area Jakarta adalah 60rb alias 3x20rb. Maka satu bulan minimal nafkah istri adalah 30x60rb sekitar 1,8jt. Maka gugur kewajiban nafkah suami menurut mahzab Imam Syafi'i, kalau kaya tentu dua kalinya alias 3,6jt hehe. Ini untuk nafkah istri saja lho ya, diluar nafkah anak hehe, soalnya suami suka salah kaprah menafsihkan ini adalah nafkah istri dan anak bahkan include makannya suami hehe.


Jika ada istri yang bilang nafkah kurang bla bla bla padahal ngasihnya misal 4jt tanpa anak di area Jakarta, maka secara hitung2an mahzab syafi'i maka kewajiban memberi nafkah 1 mud (sekitar 1,8jt atau mau pakai penafsiran 1 genggam gandum? Haha) saja sudah sah dan cukup. Sehingga jika mengajukan cerai bakal diketawain malaikat, dan dicap istri kufur nikmat bahkan durhaka. Sebaiknya kedepankanlah kasih sayang, mana cinta, dulu bilang sepiring berdua sudah bahagia, selagi cukup ya sudahlah. Apalagi sampai meminta selain uang nafkah yaitu uang istri krn sudah bekerja di rumah hahaha.... Hitungan ini berbeda jika punya anak banyak, tentu ngasih 4 juta (Area Jakarta) tapi anak 5 ya wajar istri minta cerai hehe.


Diatas adalah nafkah untuk makan, lalu bagaimana dengan nafkah pakaian dan tempat tinggal. Ini masih sulit di standard kan oleh para ulama, setidaknya pakaian yang layak dan tempat tinggal yang nyaman menyesuaikan dengan kondisi suami, tanpa melihat kondisi istrinya misal sebelumnya istri saat gadis atau janda biasa pakai kain sutra tp dikasih kain katun biasa. Terkait rumah, misal suami bisanya ngontrak tentu kurang etis jika minta dibelikan rumah, yah sesuaikan kondisi suami seperti saran para ulama.


Memang aturan yg dibuat ulama tidak meng-cover biaya masa kini sampai ranah biaya pendidikan, susu, iuran bpjs, uang jajan, biaya transport, apalagi biaya pulsa dll. Seperti dituntut Serikat Pekerja untuk kenaikan UMR hehe. Namun semua diatas sebagai batasan untuk istri. Karena Imam Syafi'i berpendapat jika nafkah istri tidak diatur kadarnya maka akan terjadi persengketaan yang tidak ada akhirnya. Pas dilamar iya-iya aja, ee pas menikah banyak tuntutannya ke suami mengatasnamakan agama, ini yang ditakutkan Iman Syafi'i.


Lalu gimana jk suami cuman bisa kasih nafkah sebulan misal 1jt (Area Jakarta)? Selama suami sudah bekerja keras namun hasilnya kecil, maka nafkah itu juga sah secara agama alias kewajiban suami gugur. Kondisi ini diserahkan ke istri apakah merasa cukup kagak? jk tidak maka tidak haram meminta cerai karena urusan makan tidak bisa ditunda, 1jt di area jakarta tentu banyak puasanya haha.


Kang Jay


Kalau Mantanmu tiba-tiba Chat: "Aku kangen kamu". Kamu bakal bales apa......




Jodoh mendekat

Saldo meningkat

Ibadah makin taat

Beruntung setiap saat


Sedikit terhenyak kata-kata paman saya, ketika dia yang Ustadz ingin menjodohkan saya dengan anak teman bisnisnya,


"Om sudah janji ke teman Om, supaya sopan ayo kamu datang aja dulu. Jadwalin ke Lampung, deket tinggal naik pesawat dari Halim atau naik travel. Datang, kenalan. Seterusnya terserah kamu."


"Jodoh memang ditangan Allah. Tapi Allah juga menghendaki jodoh yang sudah ditetapkan-Nya untuk kita cari, kita pilih. Karena yang berharga bukan yang menunggu. Yang berharga adalah usaha itu sendiri."


"Ini bukan soal penantian, tapi lebih pada pengorbanan kamu. Lebih pada perjuangan kamu untuk mendapatkan dia. Semakin besar usaha kamu....semakin baik jodoh dan pasangan kamu."


Dalem..............serasa menjadi muda lagi....on fire....

Semakin kusadari pentingnya keluarga dalam hidup....

...dan ceritaku tak harus sama dengan kisah papah.

Saatnya melangkah ke hari yang baru. Meski mungkin tertatih.



Teringat petuah kyai langitan yang bersahaja setingkat waliyullah, ngendiko:


"Yang namanya menikah itu mudah. Yang berat itu berkeluarga. Karena pengorbanan dalam berkeluarga itu cuma bisa diakhiri dengan kematian."

"Yang terberat dalam berkeluarga yaitu kita tidak bisa menjadi diri kita sendiri lagi. Semua pengorbanan nantinya untuk anak kita. Hidup sudah bukan untuk diri sendiri lagi."


Jadi saya tarik kesimpulan, pengorbanan adalah ibadah. Berkeluarga harus diperjuangkan sampai mati, seperti perjuangan para syuhada, semoga diberikutnya saya duluan agar tidak ada kesedihan menjadi yang tertinggal. Hiks.


Lanjut......


Tidak ada perempuan yang mau diajak susah. Tapi semua perempuan tahu bahwa hidup tidak selamanya penuh bunga dan pelangi. Akan ada badai dalam bentuk apapun. Tugas kita pria jika menjadi suami ada dua. Yang pertama, pastikan bukan suami yang bawa badai itu. Dan yang kedua, suami adalah yang membawa bunga dan pelangi untuk istri.


cuite.....


Kang Jay



"Saya seorang istri baru menikah 2 bulan ini dengan seorang duda beranak satu, sebelumnya saya adalah janda tanpa anak. Suami saya bekerja sebagai supir rental sedang saya sebagai resepsionis gedung, yang mau saya tanyakan adalah lebih berhak manakah Kang antara menafkahi istri atau anak kandung suami karena anak suami setiap minggu dikasih uang untuk sekolah dan semua keperluannya ditanggung oleh suami saya. Sedangkan suami makan dari uang saya, ya suami baru-baru ini aja memberikan nafkah kepada saya 1 juta sebulan, padahal keperluan suami seperti rokok dari dompet saya terkadang suami juga suka ngeluh tentang keperluan anaknya ke saya dan saya akhirnya membelikannya. Bagaimanakah saya bertindak Kang..."


Baik akan saya jawab, begini Teh, semuanya wajib harus diberi nafkah, anak harus diberi nafkah dan istri harus diberi nafkah. Nah sebaik-baik istri adalah membantu suaminya untuk melaksanakan kewajibannya, jangan dilarang suami untuk memberi nafkah anak-anaknya.


Namun seorang suami wajib berusaha bekerja keras mencari nafkah, tidak dibenarkan ongkang2 atau foya2 menghamburkan hasilnya. Seandainya memang suami mungkin tidak mampu dan menganggap anda sebagai istri mampu untuk berdiri sendiri, sementara anaknya masih sekolah dan tidak bisa makan kalau tidak diberi nafkah maka tidak ada salahnya jika anda dengan sukarela merelakan suami menafkahi anaknya. Bahkan anda bersyukur anda bisa membantu suami, maka itu akan menjadi amal baik. Seperti yang disebutkan dalam hadist Nabi bahwa seorang wanita yang memberi nafkah pada suaminya adalah hal yang baik. Lapangkan hati karena itu akan jadi pahala bagi anda, akan lebih baik anda menata hati semacam ini daripada anda terus dirundung kesedihan, capek, marah dan seterusnya.


Jangan sampai Anda malah menjadikan dia tidak baik. Misalnya Anda melarang dia ngasih anaknya, melarang sesuatu yang kewajiban adalah dosa.


Namun jika anda merasa tidak adil maka dalam Islam kan ada aturannya. Jika seorang istri tidak diberi nafkah oleh suami maka sang istri bisa mengajukan ke mahkamah untuk minta cerai. Karena kebutuhan seorang Istri yaitu makan kan gak bisa ditunda minggu depan bulan depan, juga kebutuhan pakaian dan tempat tinggal juga harus dipenuhi.


Kecuali, nah ada kecualinya nich, kecuali bagi seorang istri yang bisa memenuhinya sendiri dan sudah merelakannya ya itu indah.


Kadang nich seorang istri tuh mungkin hanya perlu pencerahan saja, anda bertanya mungkin anda sangat butuh perhatian suami anda bukan soal nafkah ke anak tapi nafkah perhatian ke anda yang dirasa anda belum cukup.


Tentu saya tidak menganjurkan perpisahan karena berpisah anda menjadi tidak punya suami. Coba dipikir lagi, punya suami masih lumayan anda mendapatkan walau 1jt perbulan. Daripada sudah tidak bisa suami tidak dapat 1jt perbulan. Sehingga sebagai wanita sebaiknya berpikir smart walau minus nafkah lahir namun dapat nafkah batin, masih lumayan daripada nggak punya suami enggak nafaqoh lahir dan bathin haha manyun kan. Tapi seorang suami jangan seenaknya naudzubillah ongkang2 tak ada tanggung jawab hanya memberi kebutuhan batin saja tanpa nafaqah dhohirnya ya haram kecuali suami adalah mencari nafkah lalu tidak mendapatkannya maka tidak dosa. Namun jika anda mentok juga artinya tanpa nafkah lahir maka anda tidak bisa makan dan anda tidak bisa mencari nafkah sendiri ya tentu seperti disuruh mati, ya silahkan mengajukan cerai.


Namun setahu saya, rezeki karena pernikahan itu luar biasa lho. Satu rezeki manusia digabung menjadi dua rezeki suami-istri itu perlahan2 meningkat. Mungkin karena baru 2bln, rezeki suami anda saat ini baru cukup untuk dia dan anaknya. Perlahan biasanya ada aja jalan rezeki, dimana rezeki anda akan masuk ke suami dan memberi jalan untuknya terus meningkat, dari nafkah 1jt jadi 2jt bahkan 5jt dst. Doa istri juga sangat mustajab, karena gaji saya naik 10x lipat lebih dalam kurun waktu 10th setelah nikah (1997-2007). Makanya sekarang terus terang rada merasa merugi, tanpa istri jadi kurang yang mendoakan, salahnya saya kagak nafaqoh anak yatim piatu, posisi stuck namun gaji naik sih ngikuti inflasi 5-7% hehe.


Semoga ini menjadi damai, setelah ini suami anda berusaha mencari nafkah dengan lebih baik, dan anda sebagai istri pun dengan penuh kelegaan bisa membantu suami. Subhanallah bertemu dalam cinta saling membantu dalam kebaikan, saling menolong dalam kebaikan. Semoga mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akherat. Aamiin.


Kang Jay


"Kang, kalau kita menikah dengan suami orang

termasuk jodoh atau bukan?"


Baik terima kasih atas pertanyaannya, jawabannya, selagi itu dengan cara yang halal ya jodoh. Hanya yang perlu diperhatikan yaitu agar berbekal ilmu. Jadi ilmu dari Allah yang diajarkan ke Nabi Muhammad itu perlu dimiliki oleh siapapun. Suami yang mau nikah lagi itu harus ada ilmunya karena kalau tidak masuk wilayah dosa sebab di situ ada tanggung jawab bukan sekedar main2 senang2 apalagi naudzubillah bangga2an istrinya banyak. Kalau menjadi istri kedua pun harus ada ilmunya, niatnya harus bener dan sebisa mungkin jangan merusak hubungan suami dengan yang sebelumnya, bahkan mungkin selalu mengingatkan suami agar tetap baik-baik dengan yang pertama dan seterusnya. Adapun di saat menjadi istri yang pertama juga harus berbekal Ilmu juga sebab kalau tidak akan jadi berantakan karena permusuhan pertikaian dan segala macam sehingga menikah yang semula menjadi kebaikan menjadi tidak baik.



Makanya saya menghimbau kepada para wanita kalau pengen menikah, ya sebisa mungkin carilah laki-laki yang tidak punya istri biar dia adalah untukmu saja. Cuman Jika ternyata Anda harus menikah dengan yang punya suami ini ya tetap jodoh akan tetapi anda harus berbekal akhlak yang tinggi Akhlak Yang Mulia dan poligami jangan bikin main-main.


Untuk kaum pria juga bukan sekedar urusan seks urusan suami istri akan tetapi ada tanggung jawab di balik itu semuanya, jangan coreng Islam. Poligami itu dihadirkan dalam Islam untuk solusi kemuliaan, solusi untuk menggapai kemuliaan dan kebaikan jangan menjadi ternodai dengan perilaku sebagian orang yang berpoligami karena tidak memenuhi rambu-rambunya atau bahkan poligami yang dipaksakan hanya karena bangga2an. Nikah bukan untuk bangga2an tapi punya anak sholeh itu yang dibanggakan atau membanggakan istri solehah.


Jadi mohon kepada kaum pria dan wanita jangan menjadikan poligami ini bahan guyonan. Suami kalau ngumpul bersama temen2 prianya itu omongannya dikit2 poligami. Kalau emang ternyata harus poligami maka jalankan dengan benar karena Allah dan dengan tanggung jawab selesai.



Ibu-ibu juga jangan dikit2 ingkar poligami. Awas nanti malah dihukum suamimu poligami, karena ini syariat dari Imam Muhammad cuman jika ibu tidak ingin suami poligami maka ikat suamimu agar tidak bisa berpoligami dengan cintamu, pengabdianmu dan seterusnya. Tapi jangan menantang poligami karena poligami itu ada dan poligami ada aturan mainnya yang ssehingga dari kedua pihak hendaknya menyadari itu syariat nabi, yang laki-laki jangan main-main yang perempuan jangan juga gampang ingkar poligami.


Kita suka lihat wanita ngomong ketika ada wanita yang mau dipoligami dianggap picik, mau rebut suami orang.

Trus jika ada seorang suami berpoligami maka dianggap istri pertama tidak bisa menyelesaikan problem atau tidak benar melayani atau gagal bla2 trus istri kedua dianggap pelakor. Memang repot model-model pandangan poligami kayak gini, jadi nih ya poligami ini syariat, jangan dibuat main-main yang jadi bahan guyonan.


Saya nggak tertarik dengan beberapa pria saat ngumpul trus tanya istri berapa ente. Saya mikir satu istri saja ngajak ngaji enggak bisa-bisa apalagi istri dua istri tiga. Mari kita jaga syariat nabi sebagai syariat jangan jadi bahan guyonan. InsyaAllah yang sudah yang bersuami maka istrinya hanya satu saja namun bahagia. InsyaAllah yang sudah terlanjur berpoligami maka diberi kebahagiaan juga. InsyaAllah bahagia semuanya. Aamiin.


#kesibukan_melambat_saatnya_bikin_blog


Kang Jay


Perkembangan teknologi begitu pesat, salah satu nya adalah Artificial Technology.


Saya mencoba suatu aplikasi di web yang dibuat oleh Elon Musk dan team, bisa diakses di :

https://chat.openai.com/chat


Cukup mengagumkan, mampu belajar dgn cepat mempelajari karakter saya dan menjawab dgn lumayan menghibur. Wajar jika kang Emil (RK) dalam membuat Naskah Pidatonya suka memanfaatkan AI, dgn beberapa kata kunci, dalam sekedip mata keluar naskah pidato empat lembar.


Iseng saya tanya ke OpenAI ini : "Coba buat karangan tentang 'Mencari Cinta'". Dijawabnya:


Mencari cinta adalah sebuah proses yang penuh dengan kegembiraan, tetapi juga penuh dengan rintangan dan kekecewaan. Setiap orang pasti pernah merasa seperti sedang mencari cinta, baik itu cinta romantis, cinta dari orang tua, atau cinta dari teman-teman dan saudara-saudara.


Mencari cinta memang tidak mudah, terutama jika kita tidak tahu harus mulai dari mana. Kita mungkin merasa ragu, takut, atau bahkan tidak percaya diri saat mencari cinta. Namun, jangan pernah menyerah. Mencari cinta adalah sebuah proses yang terus berlangsung, dan kita harus terus berusaha dan belajar dari setiap pengalaman yang kita dapat.


Jangan takut untuk mencoba hal-hal baru, bertemu dengan orang baru, atau mengeksplorasi minat dan hobi kita sendiri. Semua itu akan membantu kita menemukan cinta yang tepat. Jangan lupa juga untuk memperhatikan orang-orang di sekitar kita, karena cinta mungkin datang dari tempat yang tidak terduga.


Akhirnya, jangan lupa untuk selalu percaya pada diri sendiri dan kemampuan kita untuk mencari dan menerima cinta. Cinta adalah sesuatu yang indah dan merupakan bagian penting dari kehidupan kita. Jadi jangan pernah menyerah dalam mencari cinta, karena cinta pasti akan datang kepada kita di suatu saat nanti.


Kang Jay

Pages: 1 2 3 4 5 ... Next »
advertisement
Password protected photo
Password protected photo
Password protected photo