⁣Inilah Saya Yang Tak Sempurna ditulis oleh Jayadiningrat


Suatu saat membaca update status Facebook saya, dimana saya yang suka menyindir sambil guyonan dan tulisan ketawa "hehe" "haha", nggak saya duga ternyata ada kawan yang cukup perhatian mengingatkan, “Jay harusnya bisa menjaga sikap dan kata-kata di hadapan umum, Jay kan seorang doktor, dosen, praktisi dan penulis buku. Bahkan ada buku yang sudah bestseller. Harusnya bisa tampil lebih sempurna di media sosial nggak bercandaan dan ngejek kayak gitu, suka pake pemisalan2 gitu. Meskipun tujuannya menyindir itu baik. Apa Jay tidak takut kehilangan pembaca yang merasa tersindir dengan kalimat Jay? Apalagi teman-teman banyak yang membaca buku yang Jay tulis. Ini sekadar Saran, Maaf."


Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada kawan tersebut yang telah bersedia mengingatkan. Tapi jujur, saya ingin sekali tampil apa adanya. Saya yang kadang ceplas ceplos suka nyindir kadang suka guyon. Tapi kalau udah serius suka kelewatan seriusnya.

Dan saya yakin, sebagian pembaca baik blog maupun buku saya pasti sudah mengenal karakter tulisan-tulisan saya, yang suka ceplas-ceplos dan menyindir sana-sini, bahkan saya kalau lagi males suka comot tulisan orang sana sini kalau buat blog ya, bukan tujuan apa2 ya sekedar mau kasih share ada tulisan yang menarik nih. Namun kalau buat buku saya tidak berani, plagiat itu dilarang. Sekedar hobby saja, tidak butuh lama untuk ketik atau copas, palingan gak sampai 30 menit udah tertulis panjaaaang, ampe males untuk editnya. Dimana saya selipin sindiran atau guyonan satir, tapi tujuannya insya Allah baik. Biar semakin mengena dan menancap di hati pembaca.

Saya manusia biasa yang demi Allah jauh dari sempurna. Saya ingin tampil apa adanya. Apa yang saya tulis, saya ungkapkan di blog di buku, Facebook, Ig atau Twitter dll sebisa mungkin itu jugalah yang sedang saya pikir dan saya rasakan. Kurang sreg rasanya jika saya menyembunyikan apa yang saya risaukan dan menutupi diri saya. Terus terang alhamdulillah Allah beri saya kemampuan merasakan jika di posisi orang yang lagi saya bahas atau teliti, itu seakan mengalir begitu saja untuk saya ketik. Misalkan saya bahas tentang Playboy, saya seakan2 merasakan pola pikir dan passion dari seorang Playboy, walau pada kenyataannya saya itu pemalu, kuper dan kutu buku ha ha ha. Kalau ada yang pernah kopdar dengan saya di AN, pasti tahulah saya pemalu pendiam tapi tenang saya mapan (promosi) mau beli apa saya beliin haha asal udah jadi Istri hehe, brecanda. Atau saya bahas tentang agama maka saya langsung mencoba berubah menjadi pola pikir seorang Ustadz, dan insya Allah saya berusaha menjalankan perintah Agama Islam dengan baik. Juga saya dianugerahi kemampuan dengan cepat belajar dari buku2 yang saya baca, alhamdulillah, satu buku paling 1-3 jam kebaca kilat. Kemampuan belajar cepat dan olah pikiran ini, sudah saya asah sejak ketika masa krismon '98 Indonesia terpuruk saya pun mengisi waktu dengan menulis, ternyata laku tulisan saja dan terus menekuni sampai sekarang. Beberapa jurnal internasional jg pernah saya buat dalam bahasa pengantar bahasa Inggris untuk meningkatkan cum saya sebagai Dosen.

Saya bukan malaikat yang tak pernah salah. Saya ingin tampil sebagai manusia yang juga punya keterbatasan. Saya tak ingin tampil dengan misal di Sosmed tampil sempurna yang alim bak ustadz yang tentu bagi saya gampang sekali meraciknya seperti itu, tapi berbeda saat saya sendiri apa adanya. Jadi saya berusaha agar yang saya tulis sesuai apa yang saya rasa, saya yakini dan saya pikir. Kalau harus kehilangan pembaca, ya sudah. Tapi saya tak menampik bahwa saya juga mengikuti trend pembaca, gaya gaul kids jaman now "loe, gua bro", atau misal disini orangnya suka bergalau ria jadi saya bahas cinta-cintaan, patah hati, atau motivasi agama tentang kehidupan percintaan, yah tinggal switch mode on unt saya sesuaikan tema tulisannya. Walau saya terus terang sering terbawa perasaan jika bahas galau2an, dibanding tulisan tentang bahasan lain, mulai saya batasi soalnya Semangat atau Motivasi saya bisa terkikis ha ha dan itu tidak mudah mengembalikannya. Atau ditempat lain, saya bahas tentang Parenting anak dibanyak buku saya, beberapa best seller, ya itu saya tekuni. Bahkan ada bidang Manajemen seperti buku tentang Bussiness Plan, Manajemen Risiko dll. Bidang Psikologi buanyak, IT/Komputer dll. Diusia paruh baya ini, yah saya cuman melanjutkan kebiasaan saya aja, sambil terus banyak menabung agar ibadah di hari tua dimudahkan. Aamiin.

Saya teringat pesan ibu saya dari jawa solo (ayah saya sunda), pesan beliau ke saya:
“Masalah ndunyo ojo dipikir nemen nemen. Sing penting awak waras, iso ngibadah, wes iku ae gak keitung enake". (Perihal dunia jangan terlalu dipikirkan. Yang penting badan sehat bisa beribadah, itu saja sebuah kenikmatan yang tak terhitung).

Kang Jay

Post Sebelumnya     
     Next post
     Blog Home

Dinding Komentar

Belum ada komentar
You need to sign in to comment
advertisement
Password protected photo
Password protected photo
Password protected photo