BLOG TULISAN Jayadiningrat

Saya ingin membagikan amalan agar kita terus kaya seumur hidup. Himpitan ekonomi di zaman Covid ini banyak menjadikan orang stres banyak hutang, susah tidur, makan tidak enak hingga kurus kering, keluarga cerai berai, atau bahkan mencari uang dengan membabi buta tanpa mengindahkan protokol kesehatan. Akhir-akhir ini kita juga sering mendengar ataupun membaca orang yang kita kenal meninggal karena Covid, si A, si B, la bukannya si C minggu lalu masih chatingan. Jadi jangan sampai udah miskin di dunia, belum kawen, ibadah asal2an, eee matek pulak. Malaikat Ridwan bakal menyeringai saat berjumpa pintu neraka, lo eh lo lo tapi dikejauhan kok lihat ada banyak wanita cantik tapi gosong karena kelamaan berjemur dibawah matahari eh salah maksudnya diatas bara api


Terkait harta, kita sering lupa bahwa pemilik harta adalah Allah, ya kita gampang lupa untuk memohon kepada-Nya agar diperlancar dalam mengais rejeki.


Saya akan bagikan amalan yang selalu saya lakukan di malam sebelum tidur, untuk sekedar berbagi agar kita semua selalu dimudahkan oleh Allah dalam mendapatkan rezeki dihari berikutnya.


Amalan ini adalah sebelum TIDUR membaca beberapa surah-surah dan sholawat yang pasti sudah hapal semua, urutannya adalah:

1. Wudhu bagi yang sudah batal.

2. Al Fatihah 1x

3. Ayat Kursi 1x

4. Al Ikhlas 3x

5. Al Falaq 3x

6. An Naas 3x

7. Berdoa tentang hal yang anda inginkan didunia dan akherat.

8. Membaca sholawat sebanyak-banyaknya sampai kita tertidur.


Semoga yang lagi berhutang, terutama hutang pinjol pada lunas. Mentang2 saya gs membawahi hr sering saya mendapat sms krn ada pegawai belum melunasi pinjol, ganas bisa sehari 5x untuk orang yg sama. Terus dgn alasan hampir sama semua dari pegawai bermasalah pinjol, yaitu: "maaf pak no hape saya dibajak" hwahahahaha. Atau saya mendapat telepon berkali2 dari penagih, apa hubungannya coba, eh ada kan bagian hr hehe. Pinjol emang mengerikan terkait nama baik. Kemudian setelah hutang lunas, bisa memenuhi kebutuhan sehari2 tanpa hutang. Akhirnya bisa menabung, baik untuk modal nikah atau beli rumah atau mobil baru atau umroh haji pelesiran atau daftarin anak ke kedokteran paket 500jt ampe lulus atau bahkan go to the moon bareng Elon Musk hehe. Jangan lupa sisihkan harta untuk sedekah.


Pada diri saya sendiri, dimana berpuluh tahun bekerja hanya punya dua rumah. Namun dengan amalan tersebut dan ibadah wajib dalam 7th maka alhamdulillah ya Allah, bisa membeli beberapa rumah, beberapa ruko alfamart & beberapa apartemen, walau bingung buat apa, dikontrakkan pun bingung mengelolanya yang rusak inilah itulah trus ribet dengan yang ngontraklah ngemplang listrik pdam lah, dikeluhin bisnis ambruk atau phk minta keringanan bayar kontrakan lah, saking kasihannya ada lho ibu janda 52th bersama tiga anak satu cucu dengan salah satu anaknya juga janda 26th saya beri 1th gratis krn bisnisnya ambruk tapi bukan dinafkahi lho ya pemirsah, dari semua 'kesulitan' mengelola yah semoga nantinya bermanfaat untuk anak cucu saya. Aslinya jadi rada ga nyaman ya haha, efek kemaruk berdoanya minta banyak akhirnya gumoh, akhirnya saya stop gak beli2 lg walau tangan ini gatel buka olx cari property, ntar biar saya tambahin hibahnya ke anak dan suaminya biar mereka yang pusing dan gumoh, baru beli lagi, latah deh jadinya. Ujung2nya ya satu rumah saja yang ditempati, home sweet home, juga ntarnya rumah masa depan kita cuman di 1x2 meter. Kita tahu gimana a*d* anak konglomerat berharta triliunan dgn ni* mengkonsumsi narkoba untuk bahagia, apakah hartanya tidak bisa bikin bahagia? Itulah harta dunia. Namun setidaknya berdoalah agar tidak memiliki hutang, hidup berkecukupan di dunia lalu meninggal masuk surga eaaaaa.


Sekedar sharing saja, tidak ada maksud apa-apa, harta terbaik kita adalah amal ibadah karena yang kita bawa ke dalam kubur hanya kain kafan. Lagi, sebenarnya doa terbaik soal harta adalah hidup berkecukupan dan bahagia bukan kaya. Karena ada orang kaya anak hancur, ada orang sukses keluarga hancur, ada yang yang hidup tapi seperti sekarat karena sakit tidak sembuh-sembuh. Namun dgn hidup berkecukupan ditambah anak sukses dan sholeh, keluarga harmonis, sehat selalu, lancar dalam beribadah, banyak waktu luang ongkang2 maka itulah arti surga dunia. Semoga kita selalu sadar bahwa Allah maha pengasih dan penyayang kepada hambanya yang mau berdoa dan menjalankan perintahnya. Aamiin.


Kang Jay

Saya baru-baru ini dibuat senyum, ada anak management trainee dikantor saya, saya tanya sudah punya pacar belum, dijawab sudah, saya tanya lagi ya udah dilamar aja kan udah kerja, dijawab belum dulu pak toh kita pacarannya islami kok. Baiklah.

Well, pacaran islami. Saya pikir kagak ada pacaran islami. Saya tidak tahu mungkin pacaran islami itu, sebelum dimulai baca bismillah, setelah mencium baca alhamdulillah.

Didalam islam ada yang disebut Ta'aruf, ini lebih tepat dari pada pacaran. Namun ada suatu perkumpulan aliran di Jakarta yang sangat aneh bin unik di daerah kebayoran baru, anggotanya menikah hanya dengan dijodohkan oleh Ustad nya tanpa tau wajah, suara apalagi sifatnya. Pokoknya datang di hari H beserta keluarganya terus menikah ditempat sesingkat2nya. Titik. Kenapa tahu, soalnya paman saya ikutan dan percaya sama ustadnya 100% bahwa pilihan ustad pasti tepat haha, cuman dikasih tahu umur status dan pendidikan terakhir, paman saya asyik2 aja karena dia pengangguran waktu itu, tapi alhamdulillah sudah 30 lebih menikah rejeki dimudahkan punya rumah dua dan mobil serta masih harmonis.

Padahal di Islam sendiri tidak begitu juga. Di Islam tetap disuruh ta'aruf. Disuruh supaya saling mengenal. Karena di zaman Nabi Saw., ada orang yang mau nikah hanya dengar suaranya. “Enggak usah, ya Rasulullah. Saya sudah dengar suaranya.” “Lihat dulu.” “Enggak usah, ya Rasulullah.” “Lihat dulu.” “Enggak usah, ya Rasulullah, baru dengar suaranya saya sudah senang.” “Jangan, karena belum tentu orang itu.” Ya kan ada orang yang suaranya merdu, tetapi wajahnya tak sesuai harapan. Suaranya menarik, tetapi wajahnya mendorong. Penyiar radio itu suaranya sangat bagus tapi fisiknya tidak jelas. Mungkin kita bukan pemuja fisik namun setidaknya kenalilah agar passss ssu....... Di AN pun begitu, jangan cuman lihat foto dan chat nya aja udah mau diajak nikah, giliran video call atau ketemu tiba tiba lari tunggang langgang.

Jadi kenalilah dulu dalam koridor Islami, ada medianya yaitu Ta'aruf. Namun kalau pacaran, jangan deh.

Kang Jay
Daripada sepi saya ngeblog lagi ah ha ha. Sore ini mendadak ada anggota wanita AN yang nanya ke saya, "Enak dong kang jadi suami, dilayani bak raja oleh istri agar bisa masuk surga. Karena ada juga wanita yang cari nafkah iya sebagai istri dan ibu iya".

Ya ada enaknya ada susahnya. Tugas suami itu sejatinya berat yaitu menjaga dirinya, menjaga keluarganya, supaya tidak masuk neraka. Wajar jika istri harus menghormati suami. Coba, gaji suami untuk istri tetapi gaji istri tidak untuk suami. Sementara dosa istri, suami ikut tanggung jawab. Tetapi dosa suami, istri tidak usah tanggung jawab di akhirat.

Intinya, suami dan istri bukan untuk dibanding-bandingkan melainkan semuanya punya porsi masing-masing.

Kadang-kadang saya perhatikan kalau suami yang dominan memang ada sisi negatifnya tetapi positifnya lebih banyak. Sedangkan, kalau istri yang dominan, itu negatifnya lebih banyak daripada positifnya hehe iya apa iya?. Maka, diperlukan saling pengertian. Bagaimana hubungan suami istri itu yang penting adalah saling pengertian.

Kalau ada suami kaya tetapi pelit, hadist-nya jelas, istri boleh mencuri harta suaminya. Suaminya gajinya banyak tapi jatah ke istri sedikit, hingga istri makannya yang menunya 5 K: Kara, Kubis, Kerupuk, Kangkung, sama Kecap terus. Ada istilah “setereo”. Sego Setengah Tempe Separo. Sampai kurang gizi. Tapi istrinya pengertian, ya keluarga bisa terus harmonis.

Ada kala istri punya dominasi dalam finansial atau keuangan rumah tangga? Ini juga tidak sepenuhnya si suami dipersalahkan, karena kondisi tertentu kadang aksesibilitas suami itu tidak semudah istri. Karena, ada bidang-bidang pekerjaan yang suami itu sulit untuk menembusnya tetapi istri justru lebih mudah mendapatkannya. Kadang-kadang kita tahu bahwa ada lamaran-lamaran pekerjaan malah yang diprioritaskan adalah wanita, apalagi kebetulan istri masih kutilang (kurus tinggi langsing) ditambah wajahnya menarik. Artinya, kadang-kadang enggak fair padahal pria tulang punggung keluarga. Terus terang aja saya perhatikan, negara kita ini kadang-kadang memberi peluang lebih kepada wanita di dalam bekerja, sementara suami kadang-kadang aksesnya kurang. Makanya banyak yang setelah cerai, eh malah si istri yang bisa survive, sedang sang suami gitu-gitu aja alias tetap melarat ha ha.

Di zaman Rasulullah. pernah putrinya yaitu Fatimah Al-Zahra juga bekerja. Karena, waktu itu Ali berdagang tapi keadaannya sepi, maka Fatimah bekerja pada orang Yahudi sampai mengadukan ke Rasulullah bahwa tangannya kapalan, kemudian Rasulullah menasehatinya "Kamu jauh lebih baik bekerja seperti itu untuk mendapatlan rezeki halal, untuk mengobati kelelahanmu ucapkan dzikir subhanallah 33x, alhamdulillah 33x, Allahuakbar 34x. Jadi genap 100x". Dzikir ini akhirnya terkenal dengan sebutan "Dzikir Fatimah". Dengar dzikir ini, kelelahannya bekerja diganti dengan segar bugarnya saat bangun tidur. Itu sunnah yang baik dari Rasullullah sebagai seorang ayah. Banyak kita lihat malah orang tua yang menjerumuskan anak perempuannya yang sudah menikah ke neraka. "Aduh kasihan kamu kelelahan sampai kapalan, suami seperti apa membiarkan istrinya bekerja keras, sudah kamu minta cerai saja ke suamimu ngapain ikut suami madesu, bapak masih bisa biayai kamu". Rusuh deh jadinya.

Jadi, kalau istri memang punya kelebihan maka boleh saja istri membantu. Tetapi, memang secara hukum yang namanya kewajiban cari nafkah ada di pundak laki-laki. Iya betul bahwa kalau wanita punya penghasilan hukumnya memang untuk dirinya sendiri. Tetapi yahhhhhhh namanya suami istri, “Wa‘asyiri hunna bilma‘raf’. Harus - saling pengertian. Yahhhhhhh namanya keluarga, susah senang ditanggung bersama, gimana baiknya diatur bersama. Kalau seumpama suami baru saja di-PHK, istri yang dapat penghasilan, yahhhhhhh bagaimana caranya agar bisa menghidupi bersama, jangan sedikit-sedikit istri bilang sambil marah-marah bahwa itu tanggung jawab suami padahal sikon lagi tidak mendukung, karena tanpa keikhlasan istri ujung-ujungnya cerai, kan kayak gitu kagak bagus. Beda cerita jika istri tidak bisa eh mau masak, ngurus anak asal-asalan, pekerjaan rumah tangga terbengkalai, berpenampilan ala kadarnya didepan suami tapi saat menghadiri resepsi didepan suami orang dandan 4 jam terus pakai parfum sekilo baju bagus bros kiri kanan bukan daster lagi daster lagi itupun digantung ga dicuci dipakai lagi dan lagi sampai kucel bau pesing, apa iya suami kasih talak cerai, saat suami kaya malah yang ada dikasih tiga pembantu plus satu madu ealahhhhh, bercanda he he he.

Ya intinya, sebagai suami memang harus paham betul agar semangat dan giat, kagak ngegampangin, karena Islam itu punya aturan, yaitu bahwa tanggung jawab nafkah lahir, nafkah batin, mengarahkan ke jalan yang baik dan benar serta diridhai Allah Swt, itu sepenuhnya adalah tanggung jawab suami.

Maaf belum sempet di edit, blog hura-hura eh ngalor-ngidul.

Kang Jay
Pages: Previous 1 2 3
advertisement
Password protected photo
Password protected photo
Password protected photo