BLOG TULISAN Jayadiningrat

Daripada sepi saya ngeblog lagi ah ha ha. Sore ini mendadak ada anggota wanita AN yang nanya ke saya, "Enak dong kang jadi suami, dilayani bak raja oleh istri agar bisa masuk surga. Karena ada juga wanita yang cari nafkah iya sebagai istri dan ibu iya".

Ya ada enaknya ada susahnya. Tugas suami itu sejatinya berat yaitu menjaga dirinya, menjaga keluarganya, supaya tidak masuk neraka. Wajar jika istri harus menghormati suami. Coba, gaji suami untuk istri tetapi gaji istri tidak untuk suami. Sementara dosa istri, suami ikut tanggung jawab. Tetapi dosa suami, istri tidak usah tanggung jawab di akhirat.

Intinya, suami dan istri bukan untuk dibanding-bandingkan melainkan semuanya punya porsi masing-masing.

Kadang-kadang saya perhatikan kalau suami yang dominan memang ada sisi negatifnya tetapi positifnya lebih banyak. Sedangkan, kalau istri yang dominan, itu negatifnya lebih banyak daripada positifnya hehe iya apa iya?. Maka, diperlukan saling pengertian. Bagaimana hubungan suami istri itu yang penting adalah saling pengertian.

Kalau ada suami kaya tetapi pelit, hadist-nya jelas, istri boleh mencuri harta suaminya. Suaminya gajinya banyak tapi jatah ke istri sedikit, hingga istri makannya yang menunya 5 K: Kara, Kubis, Kerupuk, Kangkung, sama Kecap terus. Ada istilah “setereo”. Sego Setengah Tempe Separo. Sampai kurang gizi. Tapi istrinya pengertian, ya keluarga bisa terus harmonis.

Ada kala istri punya dominasi dalam finansial atau keuangan rumah tangga? Ini juga tidak sepenuhnya si suami dipersalahkan, karena kondisi tertentu kadang aksesibilitas suami itu tidak semudah istri. Karena, ada bidang-bidang pekerjaan yang suami itu sulit untuk menembusnya tetapi istri justru lebih mudah mendapatkannya. Kadang-kadang kita tahu bahwa ada lamaran-lamaran pekerjaan malah yang diprioritaskan adalah wanita, apalagi kebetulan istri masih kutilang (kurus tinggi langsing) ditambah wajahnya menarik. Artinya, kadang-kadang enggak fair padahal pria tulang punggung keluarga. Terus terang aja saya perhatikan, negara kita ini kadang-kadang memberi peluang lebih kepada wanita di dalam bekerja, sementara suami kadang-kadang aksesnya kurang. Makanya banyak yang setelah cerai, eh malah si istri yang bisa survive, sedang sang suami gitu-gitu aja alias tetap melarat ha ha.

Di zaman Rasulullah. pernah putrinya yaitu Fatimah Al-Zahra juga bekerja. Karena, waktu itu Ali berdagang tapi keadaannya sepi, maka Fatimah bekerja pada orang Yahudi sampai mengadukan ke Rasulullah bahwa tangannya kapalan, kemudian Rasulullah menasehatinya "Kamu jauh lebih baik bekerja seperti itu untuk mendapatlan rezeki halal, untuk mengobati kelelahanmu ucapkan dzikir subhanallah 33x, alhamdulillah 33x, Allahuakbar 34x. Jadi genap 100x". Dzikir ini akhirnya terkenal dengan sebutan "Dzikir Fatimah". Dengar dzikir ini, kelelahannya bekerja diganti dengan segar bugarnya saat bangun tidur. Itu sunnah yang baik dari Rasullullah sebagai seorang ayah. Banyak kita lihat malah orang tua yang menjerumuskan anak perempuannya yang sudah menikah ke neraka. "Aduh kasihan kamu kelelahan sampai kapalan, suami seperti apa membiarkan istrinya bekerja keras, sudah kamu minta cerai saja ke suamimu ngapain ikut suami madesu, bapak masih bisa biayai kamu". Rusuh deh jadinya.

Jadi, kalau istri memang punya kelebihan maka boleh saja istri membantu. Tetapi, memang secara hukum yang namanya kewajiban cari nafkah ada di pundak laki-laki. Iya betul bahwa kalau wanita punya penghasilan hukumnya memang untuk dirinya sendiri. Tetapi yahhhhhhh namanya suami istri, “Wa‘asyiri hunna bilma‘raf’. Harus - saling pengertian. Yahhhhhhh namanya keluarga, susah senang ditanggung bersama, gimana baiknya diatur bersama. Kalau seumpama suami baru saja di-PHK, istri yang dapat penghasilan, yahhhhhhh bagaimana caranya agar bisa menghidupi bersama, jangan sedikit-sedikit istri bilang sambil marah-marah bahwa itu tanggung jawab suami padahal sikon lagi tidak mendukung, karena tanpa keikhlasan istri ujung-ujungnya cerai, kan kayak gitu kagak bagus. Beda cerita jika istri tidak bisa eh mau masak, ngurus anak asal-asalan, pekerjaan rumah tangga terbengkalai, berpenampilan ala kadarnya didepan suami tapi saat menghadiri resepsi didepan suami orang dandan 4 jam terus pakai parfum sekilo baju bagus bros kiri kanan bukan daster lagi daster lagi itupun digantung ga dicuci dipakai lagi dan lagi sampai kucel bau pesing, apa iya suami kasih talak cerai, saat suami kaya malah yang ada dikasih tiga pembantu plus satu madu ealahhhhh, bercanda he he he.

Ya intinya, sebagai suami memang harus paham betul agar semangat dan giat, kagak ngegampangin, karena Islam itu punya aturan, yaitu bahwa tanggung jawab nafkah lahir, nafkah batin, mengarahkan ke jalan yang baik dan benar serta diridhai Allah Swt, itu sepenuhnya adalah tanggung jawab suami.

Maaf belum sempet di edit, blog hura-hura eh ngalor-ngidul.

Kang Jay
Diriwayatkan, Rasulullah Saw mengabarkan, “Hai putriku, Fatimah. Nanti ada orang yang di zaman ini, hidup di zaman kita ini, termasuk rombongan pertama istri-istri yang masuk surga.” Fatimah pun ingin tahu apa kelebihannya. Rasulullah menjawab, “Kalau ingin tahu, cobalah ke tempatnya Muthiah.”

Maka, Fatimah pun buru-buru ke sana, sambil membawa anaknya, Hasan. “Siapa?” tanya Muthiah. “Saya Fatimah. Saya mau bertamu,” jawab Fatimah. “Oke, membawa siapa?” tanya Muthiah lagi. “Membawa Hasan,” jawab Fatimah. “Waduh, saya tidak bisa mengizinkan laki-laki masuk ke rumah saya, sedang suami tidak ada di rumah,” jelas Muthiah. “Tapi Hasan masih kecil,” tegas Fatimah.

“Walau anak kecil, tetapi perlu izin kepada suami,” tanggap Muthiah. Karena kadang-kadang meski kecil juga pikirannya besar, ye kan (tambahan). “Besok saja ke sini lagi, nanti saya minta izin kepada suami,” kata Muthiah.

Di kali lain Fatimah datang lagi, tetapi yang dibawa bukan Hasan tapi Husein yang lebih kecil, namun mendapat balasan sama dari Muthiah karena belum mendapat izin suaminya.

Akhirnya Hasan dan Husein, dua-duanya diajak, dan sudah mendapat izin suami Muthiah. Sampai di rumahnya, Fatimah melihat, masya Allah, Muthiah malah asyik masak, sambil menyiapkan segala macamnya. Kayak gini kok pertama kali masuk surga, gumam Fatimah. Wong ada tamu saja, malah sibuk dengan urusannya?.

Setelah menyiapkan satu makanan, baru dia mau menemui Fatimah, lalu ada satu pemukul kecil diletakkan di dekat makanan.

Maka, Fatimah terheran-heran, apa hubungannya makanan enak-enak dikasih pemukul?. Sehingga Fatimah bertanya, “Ya Muthiah, ini makanan sudah siap kenapa kamu letakkan pemukul di dekatnya, untuk apa?”

Muthiah menjawab, “Ini untuk suamiku. Kalau nanti masakanku tidak enak, biarkan dia pukul saya dengan pemukul ini.”

Demikianlah, inilah kalau orang ingin masuk surga dengan mencari ridhanya suami, sampai-sampai melayani suaminya dengan sangat luar biasa. Anda wanita AN sebagai calon istri apakah tertarik masuk Surga seperti Muthiah ?. Bukan malah menuntut suami macem2, tapi giliran suami bangkrut segera secepat2nya minta cerai sebelum terjebak dikondisi hidup melarat, banyak terjadi di zaman corona ini baik yang terekspos atau tidak. Ginian mah kelaut aja, jangankan mencium bau surga dinerakapun kekal abadi seperti di hadist. Eh mungkin bisa masuk surga setelah ribuan tahun tapi kagak bisa mencium baunya, ga tau ah.

Muthiah sang calon penghuni surga pertama kali, begitu maksimalnya men-service suaminya lahir dan batin. Luar biasa. Bagi dia, kesibukan istri adalah bagaimana menyenangkan suami.

Namun kita pria AN sebagai calon suami tetap ingat, suami yang baik adalah yang tidak menyusahkan istrinya. Tidak ada kemuliaan yang lebih mulia daripada suami yang memuliakan istrinya. Nah ini cara suami mencari surga dari istri. Jangan sampai istri kita masuk surga, sedang kita pria di neraka.


Mencontoh Rasulullah yang sering menjahit, membersihkan rumah, kadang masak. Tapi bukan berarti istri jadi semena-mena, "Hai suamiku, ayo sana ngepel lalu masak sendiri, mau ikut sunnah Rasul kagak?" Ha ha ha bukan begitu. Suami istri itu ada kerja sama, bukan menang-menangan. Saling melengkapi hak dan kewajibannya.

Seperti Muthiah, dia melakukan itu semua tanpa paksaan suaminya, ikhlas hanya demi mendapat ridha suaminya dan insya Allah surga ganjarannya.

Kang Jay



Cinta itu sederhana.

Jika kita tidak mampu membuatnya JATUH CINTA, cukup hanya membuatnya TERTAWA saja.

#cupatkai

Membaca data Sensus Penduduk 2020 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sepertinya kita harus mengambil langkah untuk melarang praktik poligami, paling tidak untuk sementara waktu.

Laki-laki yang berkeinginan untuk melakukan poligami hendaknya menunda dulu keinginannya tersebut agar semua kaum lelaki kebagian "jatah" jodohnya masing-masing.


Betapa tidak, Sensus menunjukkan jumlah penduduk laki-laki Indonesia mencapai 136 juta atau 50,58%.

Sementara jumlah penduduk perempuan "hanya" berjumlah sekitar 133,54 juta atau 49,42%. Dengan kata lain jumlah penduduk laki-laki Indonesia lebih banyak sekitar 2,5 juta orang.

Ini artinya ada potensi kurang lebih 2,5 juta penduduk laki-laki yang kemungkinan tidak akan mendapatkan pasangan. Jumlah itu bisa saja semakin bertambah apabila praktik poligami tetap diizinkan.

Hal lain yang lebih tidak diinginkan selain sekadar tidak mendapatkan pasangan dari lawan jenis alias Jomblo Abadi adalah meningkatnya hubungan asmara sesama jenis kaum laki-laki ha ha ha.

Seiring keterbatasan "stok" perempuan yang bisa dijadikan pasangan maka tidak menutup kemungkinan sesama lelaki akan saling lirik demi memenuhi hasrat asmaranya, wadawww.

Dan bagi para laki-laki jomblo seperti di AN mungkin sebaiknya berharap agar sensus periode selanjutnya akan memberikan kabar baik dimana kaum perempuan bisa menang jumlah.

Juga untuk simpatisan poligami di Indonesia dengan salah satu argumen diluar dalil keagamaan yaitu jumlah perempuan yang lebih banyak ketimbang laki-laki perlu meningkatkan Doa agar bisa diperkuat kembali di Sensus periode berikutnya, xixixi.

Kang Jay
Barangkali kita sekarang memiliki hubungan dengan pasangan/calon/pacar/kenalan sedang dalam kondisi gawat darurat dan membuat kita sulit lepaskan stres. Parahnya, semakin stress, kita semakin sulit memikirkan solusi. Berputar-putar terus seperti tong setan. Kalau sudah begini, tidak ada pilihan selain kita harus mengatasi dan lepaskan stres terlebih dahulu, baru bisa memikirkan solusi hubungan.

Banyak cara, antara lain:
PERTAMA. Dzikir telah terbukti meningkatkan fokus ya fokus kita kepada Allah, pemilik alam semesta, perlahan stres memudar dan ketenangan meningkat. Perlahan kita mengenali dan menerima emosi negatif yang tercipta karena tindakan orang lain yang tidak mengenakan atau hasil olahan pikiran kita sendiri. Ketika kita menerima emosi negatif itu sebagai sesuatu yang tidak nyata atau sudah berlalu, Kita menjadi lebih tenang dan berpikir lebih jernih. Tentunya itu semua atas pertolongan Allah. Sholatlah Taubut dan Hajat sebelum memulai dzikir pertama kali, agar Dosa2 besar penghambat doa dimintakan maaf tidak mengulang di Sholat Taubat, dan Allah tahu apa keinginan kita di Sholat Hajat lanjut Dzikir hari pertama kedua dan seterusnya.

KEDUA. Mendengarkan musik yang mengalun tenang dapat menenangkan pikiran dan tubuh sehingga menjadi media yang bagus untuk mengatasi stres. Ketika pikiran dan tubuh kita tenang, denyut nadi dan denyut jantung kita menjadi pelan, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi kadar hormon stres. Juga membantu mencegah pikiran kita berkeliaran, dan menjaga pikiran kita fokus.

KETIGA. Berolahraga dan tetap aktif adalah cara yang bagus untuk memerangi stres. Jika kita tidak beraktivitas apa-apa, pikiran kita cenderung menyetel ulang hal-hal negatif yang membuat kita semakin stress. Berolahraga dapat membuat tubuh melepaskan hormon endorfin yang membuat Anda senang dan nyaman. Berolahraga juga meningkatkan kualitas tidur kita dan meningkatkan kepercayaan diri terutama ketika tubuh kita menjadi lebih ideal terutama bagi Cewek dengan langsing namun bemper masih terjaga semoknya he he he, kalau kata anak saya dulu saat single nyebut bemper tuh "Modal".

Terakhir KEEMPAT. Memperbanyak asupan makanan yang sehat, seimbang, dan bergizi. Ketika tubuh kita jadi sehat maka begitu pula dengan pikiran kita.

Keempat hal diatas adalah hal yang jamak dan semua orang juga tahu, namun kalau saat kondisi STRES orang suka lupa dan mager, berkutat dipikiran dengan hal-hal negatif yang kemudian menumpahkan emosi membabi-buta ke pasangan kita.

Sehingga dengan setidaknya melakukan SATU hal diatas namun utamakan yang pertama dulu, maka kadar stres berkurang, pikiran kita jadi lebih jernih dan bisa memikirkan solusi masalah hubungan. Membicarakan masalah hubungan dengan pasangan juga jadi lebih nyaman dan santai karena kita sedang dalam kondisi yang lebih tenang daripada sebelumnya.

Semoga AN segera bebas Jomblo karena saat ada masalah dalam hubungan tersolusikan semua, dengan hasil akhir Menikah dengan pasangan yang diidam-idamkan he he he. Blog ringan.

Kang Jay
Malming pada kemana ya.......
Hey, I am back. Bisa jadi ini adalah pertanyaan yang sering muncul dipikiran banyak pria di dunia. Tapi kalo kita tanya ke wanita, suka gak sih ngedrama? Pasti dijawab 'gak suka lah ngedrama, gak suka, laki2 tuh suka gini gini gini'. Jadi saat ditanya mengapa ngedrama?, jawabannya ya lagi ngedrama ha ha bahwa kalau laki2 begini begitu ini itu bla bla bla. Sehingga laki2 ngerasa 'heeem bener2 deh perempuan gak bisa diajak ngomong, kerjaannya perempuan itu cuman untuk ngedrama doang' he he.

Nah ada beberapa alasan mengapa wanita suka ngedrama, dan dibagian akhir blog ini saya menjelaskan mengapa pria ternyata juga suka ngedrama.

Alasan pertama wanita suka ngedrama karena pengen ngerasa dirinya dianggap penting, terutama oleh pasangannya yang dirasa mulai kurang perhatian 'lagi'.

Saat hubungan udah berjalan cukup lama, pria biasanya suka sibuk di pekerjaan, hobi, atau bersama temen2nya. Jadilah pria tak punya banyak waktu bersama pasangannya. Kegiatan atau hal2 romantis yang sering dilakukan dulu berangsur2 jarang dilakukan lagi. Jadi wanita pingin menarik perhatian laki2 dengan cara bikin2 masalah. Pasti kita pria biasa mendenger omongan wanita (eh saya jarang lho, maksudnya sejak jomblo hehe) kalau wanita nyambung-nyambungin kesalahan kita dimasa lalu, ngungkit2 kesalahan kecil, atau sok kode2an seperti diem, menghilang, gak mau diajak ngomong, atau gak mau diajak makan, atau dijawab terserah terserah dan terserah. Itu sebenarnya cara mereka menarik perhatian laki2. Dibikin gara2, hal kecil aja dibikin besar bahkan kadang2 dibikin misterius, sampai si laki2 perlu nanya 'kamu kenapa, belakangan kamu berubah', jawabannye 'nggak kok'. Nah itu drama lain yang membuat laki2 kayak tambah gerah. Padahal dipikiran pria hehe, kalau ada masalah, kalau merasa kurang perhatian kan tinggal ngomong aja 'baby, lately kamu lebih banyak main sama temen2mu, aku ngerasa kamu kurang perhatian, tolong dong kalau jemput aku lebih cepat lagi, tolong ngobrol sama aku saat waktu senggangmu, tolong ding........', jadi tinggal minta aja bukannya sok diem sok menghilang, sok ngebales, sok2 gak ada apa2 hehe. Namun kita pria juga harus instrospeksi, mungkin ya, mungkin si pria memang sering mengabaikannya, mungkin aja si laki2nya sibuk sampai kebawa emosi krn tekanan dikantor, tapi mungkin juga si perempuannya sendiri yang ngerasa insecure.

Yah kita semua tahu lah:
Woman's problem's is her insecurity.
Man's problem is his immaturity.
Ya yang satu ngerasa tidak aman, sedang satunya tidak dewasa.

Jadi ketika perempuan takut ini, takut itu biasanya mereka cenderung mudah sekali untuk mengungkit-ngungkit semuanya, menyambung2kan segala sesuatu dan meraciknya menjadi sebuah drama. Maka pria akan bertanya 'kamu maunya apa sih', perempuan jawab 'kamu gak ngerti', ya gak ngerti kalau gak diomongin selama ini. Jadi drama itu kayak sebuah kabut kayak ada petir gludug brrrmmmm yang tidak ketahuan sebenarnya masalahnya apa. Sedangkan laki2 pinginnya problem solving, 'masalahnya apa langsung gue kelarin deh'. Tapi perempuan itu suka bawa kesana kemari, bukan salah perempuan sebenernya, karena kadang memang laki2nya aja yang terlalu sibuk gak punya waktu nganggap remeh jadi pengen main cepat aja.

Yes. Laki2 pengen main cepet, perempuan pengen main ribet. Jadi kacau gak nyambung alasannya kenapa hehehehe.

Alasan kedua wanita suka drama, yang ini menurut saya lebih penting sebenarnya, karena wanita ketika sedang ngalamin tekanan atau kekecewaan atau kebingungan atau apapun kejadian dalam hidupnya yang tidak mengenakkan maka perempuan kayak kusut gitu, kayak benang kusut yang tidak ngerti gimana cara ngutarainnya, gak ngerti gimana cara ngomongnya. Kenapa? Karena perempuan itu kalau menurut ilmu biologisnya, yang pernah saya baca disalah satu buku kuliah saya tapi lupa deh bukunya saya naruh dimana, tapi intinya ada 2 hemisphere dikepala manusia ada kanan dan kiri yang kalau diperempuan dua2nya itu bertanggung jawab untuk ngobrol. Jadi kalau ngobrol maka perempuan pake dua hemisphere itu. Kalau laki2, katanya, kata reference yang pernah saya baca, kalau pria hanya menggunakan salah satu saja. Jadi perempuan ngomongnya bisa pake dua itu, dua belah otak itu dipakai untuk mengolah informasi dan mengeluarkan kata2 maka kadang2 wanita malah jadi ribet mulai dari mana, fakta yang mana antara kanan dan kiri, apa langsung kemasalahnya atau cerita latar belakang dulu. Belum lagi ngomong masalah perasaan. Ruwet bin kusut. Perempuan itu kalau ngerasa takut, itu tidak akan langsung bilang takut, awalnya ada prolog nya dulu. Kalau dia kecewa maka dia tidak akan bilang 'aku kecewa' dia akan diem dulu. Ketika pria tanya 'kenapa kamu', 'aku sedih', ditanya lagi 'sedih kenapa', dijawab ' sedih karena kamu tidak punya waktu buat aku', 'emang kamu pengennya gimana', 'aku sih sebenarnya karena kecewa', hey jadi ada semacam lapisan2nya gitu. Jadi wanita tenggelam didalam masalahnya tenggelam didalam pikirannya alam bawah sadarnya yang berkecamuk akibatnya gak bisa keluar langsung namun butuh waktu ya butuh ketenangan. Sementara laki2 seperti dibilang diatas tuh pinginnya cepet sehingga makin memburu2 wanita 'jadi intinya apa?, intinya apa?, intinya apa?'. Maka perempuan ngerasa makin tertekan, makin tidak berani mengungkapkan isi hatinya. Semakin dia mengurung dirinya dalam perasaan seperti itu semakin kesulitan dia buat ngomong.

Oke kita sudahi bagian perempuan, intinya kalau dari alasan kedua, kalau wanita ada masalah atau kalau dia ada kekecewaan maka susah mengeluarkan dari dua sisi otaknya.

Nah lanjut yang unik nih. Laki2 sebenarnya juga suka ngedrama. Dramanya tapi lebih kearah MALES. Males ngomongin. Males ngungkapin. Misalnya laki2 kecewa karena perempuannya seperti ini. Laki2 marah kalau pasangannya seperti itu. Tapi gak diomongin karena ngerasa 'ah itu remeh' 'ah gak usah diomongin lah' ah biarin aja' tapi itu ditumpuk dan tumpuk gitu aja sampai disuatu titik ketika pasangannya ngelakuin sesuatu yang fatal maka si laki2 baru ngomong "eh lu tu ya emang gak pernah punya waktu buat gue, eh lu tu ga punya respect ke gua, eh lu gini gini gini'. Jadi males ngomong karena dianggap remeh remeh remeh ditunggu sampai nanti ada masalah yang gedhe.........BAMMMM!!! Meleduk. Itu kalau ngomong, kadang2 laki2 langsung menghukum aja karena berharap pasangannya mengerti contohnya kalau lagi kesel sama pasangannya tiba2 gak jemput lagi, pulangnya malaman aja, tiba2 sibuk ama temen2nya aja, atau tiba2 membatalkan janji aja sebagai Hukuman. Jadi laki2 sebenarnya juga sama suka ngedrama. Namun memiliki alasan yang berbeda, kalau perempuan ngedrama karena pikirannya kusut kalut, kalau laki2 karena kemalesannya untuk menyelesaikan masalah didirinya, ya mungkin karena menganggap perempuannya itu bodoh gak bisa diajak ngomong jadi makanya kayak langsung ngedrama gitu aja diemin diemin diemin lama2 muak dan akhirnya 'ya udah kalau kayak gini terus kita PUTUS aja'. Atau bagi pria penderita muntaber (mundur tanpa berita) yang tidak punya keberanian ngomong langsung ya menghilang gitu aja, ditelpon gak bisa, diajak ngomong gak jawab, seakan sudah mengambil keputusan Final nal nal alias Putus. Laki2 ngerasa harus melakukan ini langsung karena kayak ngerasa dirinya harus ngambil keputusan dengan cepat untuk mengakhiri semua masalah atau ketidaknyamanannya. Itu contoh drama yang sering dilakukan laki2 karena kemalesannya.

Jadi seperti dibilang diawal blog bahwa perempuan lebih banyak drama dibanding laki2 namun sebenarnya laki2 juga banyak drama sebagai bentuk ketidakdewasaannya. Inget bahwa Woman's problem's is her insecurity sedang Man's problem is his immaturity. Jadi masing2 punya kebiasaan melakukan drama yang harus disadari dan harus dimengerti gimana cara mengatasinya. Pola komunikasi itu harus dipelajari, nggak semua orang ngobrol dengan gampang, kadang2 kita kalau sudah kebawa sama emosi akibatnya masalah yang sebenarnya malah tidak kebahas. Semoga kita semua paham dan memakluminya. Eh sudah banyak ketikan, editnya ntar siang ya, maaf belum dirapikan.

Kang Jay
“Siapa namamu?” ya itu pertanyaan saat pertama kali kenalan, entah mau jadi teman atau jadi pasangan kita kelak.

Nama kita, tentu dibuat oleh Orang tua kita. Ada yang dibuatkan singkat, ada pula yang dibuatkan cukup panjang. Bagaimanapun, Orang tua kita tentunya memiliki harapan dan doa saat membuatkan identitas diri kita itu.

Berbicara tentang nama, ternyata identitas kita ini memberi pengaruh dalam masalah percintaan loh. Kok bisa. Penasaran?

Menurut Geniusbeauty.com, para ahli menyimpulkan bahwa versi nama pendek seseorang dapat membuat lawan jenis tertarik dengan kita. Nama singkat membuat seseorang terkesan lebih ramah dan mudah diingat. Eemm diingat dihati Eaaaa.

Berdasarkan sebuah survei yang dilakukan terhadap 1620 pasang nama penuh (full name) dan nama pendek, ditemukan bahwa 75% dari mereka yang melakukan pertemanan dan hubungan online dengan nama pendek lebih sukses menarik hati orang lain. Temuan ini bisa menjadi salah satu kunci sukses kita ketika mengikuti dating online (seperti di AN hehe) atau ingin mendapatkan teman sebanyak-banyaknya, yakni dengan menggunakan nama singkat.

Seorang psikolog bernama Jo Hemmings mengatakan bahwa orang-orang yang memiliki nama pendek dianggap lebih ramah, imut dan mudah diingat. Nama-nama seperti Mia, Nia atau Dion dianggap lebih menarik dan seksi daripada Mirawati, Nadiati, atau Ngadiono.

Hmm, jadi apa kita perlu mengubah nama menjadi lebih pendek? Nggak perlu sih. Terlebih jika ingin mengubah nama secara hukum, susaaah. Yang perlu kita lakukan adalah dengan membuat nama pendek atau nama singkat dari nama panjang kita. Misalnya saja Rahmania, mungkin bisa dipersingkat menjadi Rara.Terserah bagaimana bentuknya, asal tetap memiliki arti bagus sehingga tetap bisa kita banggakan ya? Bagaimanapun, nama mencerminkan kepribadian diri kita loh. Jangan jadi malah membingungkan seperti teman saya nama pendeknya, eli dan dona, orang sering kira cewek padahal cowok.

#Blog ringan

Kang Jay

.

Kalau bagi kita pria, wanita yang mengenakan lingerie terlihat seksi dan sangat menggairahkan. Berdasarkan survey, pria yang mengenakan jas terlihat menggairahkan di mata wanita. Setidaknya sudah saya buktikan pada mahasiswi-mahasiswi saya, kurang kerjaan maliiihhh.

Ya, kita pria tidak perlu mengenakan jas seperti yang dikenakan untuk acara formal, zaman sekarang jas pria sudah dimodifikasi menjadi banyak sekali model untuk suasana kasual dan semi-formal layaknya jaket biasa seperti yang bisa kita lihat pada gambar ini. Kalau saya sendiri suka beli di Zalora, yah banyak outlet lain baik online maupun offline, sebaiknya beli offline agar pas dengan tubuh kita apalagi seperti saya yang tambun rada susah cari yang pas, sekalinya kedodoran seperti bebegig sawah.



Kenakan kemeja rapi atau kaus kesukaan kita yang menurut kita bisa menambah kepercayaan diri kita, lalu tambahkan jas sebagai luarannya. Tingkat keseksian kita langsung naik secara drastis!.


Ditambah tatanan rambut dengan styling gel, plus aroma harum parfum bakal membuat wanita betah dekat-dekat dengan kita. Nempel kayak perangko.


Bagaimana menurut kalian?.

Kang Jay

Pages: « Previous ... 2 3 4 5 6 ... Next »
advertisement
Password protected photo
Password protected photo
Password protected photo