BLOG TULISAN Jayadiningrat

<p style="margin:0;">Cukup unik kebiasaan baru warga AN di format tampilan AN yang baru, yaitu hemat banget memajang Foto, termasuk saya ha ha tapi saya jelas kan Fotonya.</p><p style="margin:0;"><br />

</p><p style="margin:0;">Dulu teringat di format AN yang lama yang menurut saya jauh lebih baik dari format saat ini, saya suka melihat member AN gonta ganti foto atau nambah foto baru. Semua ceria.</p><p style="margin:0;"><br />

</p><p style="margin:0;">Bela Gandhi, pendiri Smart Dating Academy, mengatakan bahwa 90 persen kunci sukses di biro jodoh online terdapat pada foto profil. Ia menyarankan memasang foto dengan jelas, jangan ada orang lain di foto profil, dan jangan di-blur. Akan lebih baik jika foto keseluruhan badan.</p><p style="margin:0;"><br />

</p><p style="margin:0;">Contoh foto dengan penampilan anggun:</p><p style="margin:0;"><span><a href="https://www.ayonikah.com/ow_userfiles/plugins/base/1908-cari-jodoh-begini-menampilkan-diri-yang-anggun-buat-muslimah-di-medsos-t4OJoicCtC.jpg" target="_blank"><img style="padding: 5px; max-width: 100%; width: 300px;" src="https://www.ayonikah.com/ow_userfiles/plugins/base/1908-cari-jodoh-begini-menampilkan-diri-yang-anggun-buat-muslimah-di-medsos-t4OJoicCtC.jpg" /></a></span><br />

</p><p style="margin:0;"><br />

</p><p style="margin:0;">Mungkin di tampilan AN baru ini Wanita menjadi malu-malu atau malah udah males?. Saya lihat sih masih banyak yang berharap mendapat jodoh, namun dengan foto kecil di profile dan tanpa foto jelas di album. Sehingga saya cuman bisa mendoakan, semoga mendapat keajaiban atau mukjizat. He he he.</p><p style="margin:0;"><br />

</p><p style="margin:0;">Saya pun ketika baca profile Wanita dan merasa cocok namun fotonya kecil atau tanpa foto maka akan saya skip, karena bagi kami kaum pria tentu tidak ingin membeli kucing dalam karung sebelum lihat kucingnya. Saya lebih baik menahan diri tidak menyapa atau kirim salam, takut menjadi PHP saat tahu wajah dan fisik sebenarnya. Ini bukan berkesan mengagungkan fisik, saya pun banyak kekurangan fisik, namun hati pria tidak bisa dibohongi jika tidak sreg dari awal saat melihat fisik karena akan hambar selanjutnya. Harap dimaklumi.</p><p style="margin:0;"><br />

</p><p style="margin:0;">Saya pun juga pernah dapat inbox atau salam dari Wanita warga AN kemudian coba saya click profile nya ternyata cukup menarik, namun fotonya sangat minim bahkan tidak ada. Mungkin si dia berharap untuk kenal dulu secara intens baru kemudian share foto. Namun percaya atau tidak, laki-laki cenderung makhluk visual, ada istilah dari mata turun ke hati, namun itu benar adanya. Lagi-lagi terpaksa saya lewatkan. </p><p style="margin:0;"><br />

</p><p style="margin:0;">Demikian juga di beberapa grup WA AN yang saya ikuti, banyak Wanita menyembunyikan foto misal dengan foto kucing, walau agar tidak dianggap beli kucing garong tapi bukan juga foto kucing kan. Atau bahkan tanpa foto profile di WA, tentu mengurangi minat pria untuk menyapa.</p><p style="margin:0;"><br />

</p><p style="margin:0;">Selain diatas, saya juga pernah kenal dengan Wanita AN yang tanpa memiliki foto profile di AN, namun di sosmed seperti Facebook dan Instagram sangat aktif men-share foto fisik dibanyak kegiatan tanpa malu-malu.</p><p style="margin:0;"><br />

</p><p style="margin:0;">Bukan berarti laki-laki mengagungkan wajah atau fisik Wanita. Namun setidaknya sebagai screening awal untuk melangkah lebih jauh mengenal sifat, kebiasaan dan hati wanita untuk sama-sama mensinkronkan perasaan cinta. Kami pria bukan peramal atau ahli nujum, yang dengan hanya membaca saja bisa tahu wajah dan fisik, namun langsung suka. Bahkan dukun santet perlu foto ha ha. Jangan juga dianggap, ah pria seperti itu pemuja kecantikan cuman melihat fisik doang. Jangan begitu tuan puteri, kami pria juga kebingungan seperti anda, sebenarnya sosok wanita idaman kami seperti apa, berilah kemudahan kepada kami ditahap awal sebelum kenal lebih jauh. Tentu kami pria sadar diri kok, dengan wajah pas2an dan penghasilan pas2an, tidaklah mungkin menggapai wanita sekelas BCL atau Maudy Ayunda. Cukuplah Wanita kaki lima namun rasa bintang lima.</p><p style="margin:0;"><br />

</p><p style="margin:0;">Saya pun melihat kecantikan dari sisi berbeda, lebih suka dengan wajah kalem yang enak dipandang. Idola saya seperti Dewi Yull saat usia 30-40than, wajah sederhana namun terlihat ningrat.</p><p style="margin:0;"><br />

</p><p style="margin:0;">Kembali ke awal, sehingga sebenarnya ada apa dengan wajah dan fisik kalian hai Tuan Puteri sampai ditutup-tutupi. Saya mengira-ira alasannya, antara lain:</p><p style="margin:0;">1. Takut diketahui teman, saudara atau mantan terindah karena ketahuan ikut biro jodoh online. </p><p style="margin:0;">2. Takut dikejar-kejar paparazi karena wajah terlalu cantik, tinggi semampai namun semok aduhai, sehingga tidak level jatuh ke lembah AN. </p><p style="margin:0;">3. Takut kena jebakan scammer, atau takut fotonya dimanfaatkan oleh pria jahat.</p><p style="margin:0;">4. Tidak PeDe dengan wajah atau fisik.</p><p style="margin:0;">5. Menjaga kesucian karena wajah wanita tidak sembarangan dipajang. No comment sayah.</p><p style="margin:0;">6. Lagi main petak umpet dengan calon jodoh yang disiapkan Tuhan.</p><p style="margin:0;">7. Ingin menjomblo seumur hidup, namun hati berkata lain.</p><p style="margin:0;">8. Trauma dengan cowok atau pernikahan, namun hati berkata lain</p><p style="margin:0;">9. Iseng-iseng berhadiah, berharap mendapat pria idaman yang melihat dari hati bukan fisik.</p><p style="margin:0;">10. Wanita single yang sedang mengisi waktu daripada manyun seharian, atau sudah males mikirin jodoh namun suka lihat2 sesama jomblo.</p><p style="margin:0;">11. Sudah punya pacar atau kenalan, sehingga sedang fokus atau menjaga perasaannya.</p><p style="margin:0;">12. Sudah mau menikah.</p><p style="margin:0;">13. Seorang istri yang sedang cari hiburan.</p><p style="margin:0;">14. Seorang istri yang tidak bahagia, lagi cari suami pengganti.</p><p style="margin:0;">Jika ada alasan lain bisa comment dibawah.</p><p style="margin:0;"><br />

</p><p style="margin:0;">Untuk alasan no.7, saya teringat sepupu saya seorang wanita yang menikah diusia 38 tahun, dia sempat memproklamirkan diri menjadi jomblo abadi. Jika dijodohkan emaknya, dia selalu bilang "Udah deh ma, aku udah bilang, aku ga pengen nikah, aku pengen jomblo seumur hidup!" Emaknya pun cuma bisa pasrah menghadapi anak gadisnya yang aneh.</p><p style="margin:0;">Namun setelah menikah, ketika dia pulang kerja, dia bilang sangat bahagia saat ada sepasang kaki mungil yang berlari menyambut di pintu sambil berteriak gembira, "Mama pulang...!!", "Ya ampun nak, mama mu ini pernah pingin jadi jomblo abadi, kamu jangan ikut-ikutan yah, mama pingin punya cucu."</p><p style="margin:0;"><br />

</p><p style="margin:0;">Kang Jay</p>


Silakan pilih salah satu, masalah mana yang selama ini membuatmu menunda atau tertunda nikah?


1. Belum ketemu jodoh

2. Belum siap finansial

3. Belum dapat izin dari orangtua

4. Ingin fokus nyelesaikann pendidikan dulu

5. Ingin fokus di karier dulu

6. Masih nyaman tinggal dengan orangtua

7. Masih ada kakak yang belum menikah

8. Punya orientasi sex berbeda

9. Aura ruwet pikiran mumet

10. Kena pelet atau guna-guna atau santet

11. Susah melupakan mantan alias gagal moveon

12. Trauma sehingga tidak percaya akan pernikahan

13. Gangguan Jiwa, masih rawat jalan

14. Gangguan Sex, sudah ke klinik Tong Fang namun belum sembuh.


Berdasarkan survey salah satu Motivator terkenal dari ribuan anggota fanspage nya, jawaban yang paling banyak dipilih oleh mereka adalah pilihan nomor 1, yakni belum ketemu jodoh.


Masalah jodoh ini selalu jadi pembahasan yang menarik. Hal ini mungkin karena kegalauan kita terkait siapa sebenarnya orang yang dicipta oleh Tuhan untuk menjadi pendamping kita kelak.


Ada banyak sekali persoalan yang membuat kita galau terkait dengan jodoh. Ada yang saling cinta, tapi keluarga tak setuju. Ada yang dijodohkan, tapi nggak saling cinta. Ada yang keluarga setuju, pasangan saling cinta tapi pas mau nikah hadir pihak ketiga yang jadi pemisah. Namun ada pula yang happy ending, yang saling cinta, keluarga setuju semua, mereka pun berhasil melangsungkan akad nikah dan membina keluarga yang bahagia.


Biasanya kita para jomblo mengkhawatirkan hal-hal seperti ini: Jangan-jangan jodohku tak sesuai dengan inginku. Jangan-jangan aku tak bisa bersama dengan orang yang selama ini kucinta. Kekhawatiran ini yang bikin hati para jomblo resah.


Apa lagi kaum wanita. Jodoh bagi mereka adalah hal yang sangat urgent. Keyakinan bahwa kaum pria punya kesempatan memilih yang jauh lebih tinggi dibanding kaum wanita menyebabkan para wanita punya kekhawatiran yang lebih. Mereka takut. jangan-jangan nggak kebagian.


"Ya Allah, Siapa Jodohku?”. Pertanyaan itu yang selalu terucap dari lisan orang yang galau dengan jodohnya kelak. Ada para gadis yang sudah mulai menua tapi kekasih yang didamba tak kunjung datang. Ada seorang jejaka yang tak juga menemukan tambatan hati sebagai ibu bagi anak-anaknya. Ada seorang yang berulang kali gagal merayakan cinta hingga depresi bahkan trauma membangun rumah tangga. Ya, ada bermacam fenomena.


Selalu percayalah bahwa seberapa pun besar rintangan yang hadir, sejauh apa pun jarak yang ada, sehebat apa pun ujian yang datang, kalau memang jodoh, pasti akan ketemu juga. Jangan terlalu risau. Tuhan lebih tahu kekasih seperti apa yang terbaik dan paling sesuai dengan kepribadianmu.


Jika kita punya masa lalu kelam, seperti trauma berkali-kali dibohongi pacar, trauma perceraian, trauma dari keluarga broken home dll. Percayalah bahwa masa depan tidak ditentukan oleh buruknya masa lalu. Kita harus lebih percaya bahwa perubahan hidupnya di masa yang akan datang justru sangat dipengaruhi oleh bagaimana kita membangun mimpi kita saat ini. Bagaimana kita berupaya keras serta menjauhkan diri dari segala penyakit yang bisa membuat hidup kita statis.


Sehingga cara terbaik untuk mengubah nasib adalah dengan mengubah tindakan kita. Einstein pernah berkata, "Melakukan hal yang sama, lalu mengharapkan hasil berbeda, itulah yang disebut sinting."


Teringat jaman saya masih muda, punya bos muda yang karirnya melesat, saya tanya resepnya apa?, dia menyarankan cara sederhana dulu yaitu lakukan merubah rute saat kekantor atau pulangnya dengan jalur berbeda-beda, sampai mentok tidak ada jalan tikus yg belum dilewati, dari situ dia bilang nantinya akan terpikir hal hal lain tentang pekerjaan di kantor dikerjakan dengan cara yang berbeda menemukan ide & alur berpikir seperti jalan tikus. Satu lagi saran lain, yaitu dari Pierre rekan perancis bilang berusahalah tidak pernah melewatkan satu haripun dikantor tanpa belajar 1 jam, belajar apapun. Saya mempraktekannya dan berhasil. La kok bahas kerjaan, tapi saya pikir dalam hal menjemput Jodoh akan mirip-mirip, putar otak pakai alur berbeda dalam ikhtiar sambil belajar untuk memperbaiki diri.


Bukan karena nasib jadi hidup begitu-begitu saja, mungkin action dan ilmu kita yang begitu-begitu saja, maka ayo berbenah.


Kang Jay

Mungkin yang suka baca berita online, dua hari ini diramaikan dengan usulan Menko PMK Muhadjir Effendy menyarankan menteri agama mengeluarkan fatwa atau peraturan tentang pernikahan berdasar status ekonomi alias orang kaya menikahi orang miskin. Kata beliau, bisa mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia.


Sekjen MUI Anwar Abbas menanggapi positif usulan ini, agar bisa saling tolong menolong dan perputaran harta tidak hanya dilingkaran orang kaya.
Namun Wamenag Zainut Tauhid mengatakan kemenag tidak bisa mengeluarkan fatwa, yang bisa adalah ulama seperti MUI. Beliau juga mengatakan pernikahan tidak bisa dipaksakan karena semua berawal dari cinta yang tumbuh dari hati. Namun beliau mendukung semangat dari ide ini yaitu mengentaskan kemiskinan.


Saya tergelitik dengan berita tersebut. Saya teringat dengan ucapan salah satu Kyai, “Janganlah kamu menjadikan kekayaan calon istri sebagai idaman untuk pernikahan, namun jadikanlah pernikahan sebagai kunci rejeki.” Kemudian sebuah literatur hadist riwayat At-Thabrani: “Dan barang siapa menikahi wanita karena hartanya, maka Allah akan menjadikannya melarat.”


Melarat? Secara logika, hal ini wajar karena menikahi wanita kaya dengan tujuan hartanya kemungkinan besar bahkan membuat istri jadi sombong, kikir dan cenderung menghina suami, bukannya kenikmatan harta namun justru mendapatkan kerendahan diri di mata istri dan orang lain, itu mungkin yang disebut dihadist diatas menjadi “melarat”. Memang tidak semua wanita akan begitu, pasti ada juga wanita kaya yang baik hatinya dan mampu menempatkan diri sebagai istri solehah he he.


Ingatlah “melarat” ini bermakna luas karena kita pasti tahu bahwa rejeki itu tidak hanya berbentuk harta namun bentuk lainnya seperti kesehatan, kebahagiaan, ketrampilan, bahkan masih bernapas adalah rejeki.


Penelitian terbaru didunia menyebutkan bahwa perempuan semakin tak mau menikah dengan pria miskin dan bangkrut. Di Amerika tingkat perkawinan menurun karena kaum pria akan menjadi tidak menarik secara ekonomi jika miskin, ini terutama karena banyaknya wanita yang kuliah dan bisa cari duit sendiri. Hal ini bukan berarti menunjukan wanita makin meterialistis namun wanita menginginkan stabilitas. Di Jepang pun fenomena ini sama, mungkin kalau pernah baca di awal tahun 2020 model seksi Kato Sari menceraikan suaminya karena suaminya dianggap terlalu miskin dan tidak bisa memberikan uang seperti yang diinginkannya, berawal saat suaminya memohon agar dia berhenti berbelanja. Demikian juga dibelahan dunia lainnya, seperti cina yang suka menunda, eropa yang suka tinggal bersama he he.


Kebalikannya jika pria menikahi wanita miskin, mungkin jika atas dasar cinta (apalagi mencari ridlo Allah) cenderung tidak terlalu banyak masalah karena pria sudah pada kodratnya memberi nafkah ke Istri. Hal ini juga yang mendasari diberbagai negara Pria telat nikah karena mengejar kesuksesan dulu, seperti di Jepang menikah diatas 40 tahun hal biasa karena mengejar karir dan harta dulu, di eropa dimana pesta perkawinan butuh biaya besar sehingga banyak yang kumpul kebo, dan dibeberapa negara lain.


Namun di Indonesia sendiri, saya melihat fenomena pria enggan menikahi wanita miskin lebih karena enggan dijadikan tulang punggung dan perlindungan seutuhnya seorang wanita. Sehingga lebih memilih wanita sekufu bahkan kaya dengan alasan agar rumah tangga berjalan lancar karena saat ini banyak dilihat rumah tangga hancur karena suami tidak bisa memberi nafkah dengan baik, maksudnya kedepannya mertua atau keluarga istri bisa bantu-bantu ha ha, bukannya malah keluarga istri merongrong minta bantuan.


Mengentaskan kemiskinan dengan si kaya menikahi si miskin, sayapun melihat ide pak Muhadjir baik. Namun dalam pelaksanaannya saya rasa masih akan menemui banyak kendala, kecuali ada insentif khusus dari pemerintah seperti pajak penghasilan bisa berkurang dari 15% jadi 5%, DP 0%, BPJS Kesehatan ditanggung pemerintah selama 5 tahun dari tanggal menikah atau yang lain ha ha. Kalau hanya fatwa dari pemerintah (Kemenag) saya rasa kurang menarik, mungkin perlu dikeluarkan oleh organisasi yang lebih dekat dan mengena ke masyarakat, misal dari organisasi seperti Muhammadiyah, NU atau yang penuh pendukung fanatik seperti FPI, LDII dll. Contoh Muhammadiyah sangat tidak menganjurkan poligami, hal ini sangat di hormati dan juarang bahkan sulit ditemui poligami oleh pengikut organisasi ini. Pemahaman mereka, keluarga ideal dan idaman adalah monogami, dimana poligami justru keluarga tidak ideal, bukan disalahkaprahkan poligami itu karena lagi mempraktekkan syariat islam ha ha ha apalagi ada bilang yang tidak mau mempraktekannya maka tidak ikut ajaran Nabi padahal demi mengintimidasi wanita he he he. Namun sayapun harus menghargai pendapat tersebut karena saya Nahdliyin he he he.


Semoga kita yang masih mencari jodoh atau akan menuju ke pelaminan agar memiliki niat dalam membangun rumah tangga untuk mencari ridlo Allah agar kita bisa menggapai bahagia dunia akherat, aamiin.


Kang Jay


Membicarakan mojang Bandung hhmmm tidak ada habisnya, mereka terkenal geulis alias cantik-cantik. Harus saya akui wajah mojang Bandung banyak yang begitu menawan dan menyejukkan. Teringat sejarah Majapahit, kecantikan Dyah Pitaloka sudah menimbulkan perang Bubat, duh mungkin karena saking cantiknya kali ya.


Budaya sunda yang kuat berpadu dengan modernitas jakarta menjadikan Bandung kota yang kreatif, pusat anak muda yang nge-hits dan gaul, plus mojang Bandung yang cantik-cantik, menjadikan betah lama-lama kalau liburan di Bandung mah.


Bandung punya iklim cenderung dingin, mungkin itu juga yang menyebabkan kulit gadis-gadis Bandung relatif lebih putih bersih, yang melahirkan kecantikan surgawi.


Kami suku sunda memang gemar mengonsumsi sayuran dalam bentuk lalapan. Disadari atau tidak, sayuran yang kaya akan vitamin akan menyehatkan fisik dan juga mental. Mungkin karena itu juga mojang Bandung terlihat tampak menyegarkan.


Bandung termasuk kiblat fashion di Indonesia, sehingga mojang Bandung terbilang cukup melek fashion dibanding daerah lain. Kecantikan alami mojang Bandung makin cetar ketika penampilan mereka begitu menawan dan stylish. Selain itu mojang Bandung terkenal pinter dandan. Entah di cafe maupun di pusat perbelanjaan, terlihat mentereng dan kece. Walau saya pernah ikuti, rumah nya bahkan digang-gang sempit, namun begitu keluar gang bak puteri cantik. Makanya saya pun suka naik angkot di Bandung, mengamati bidadari naik dan turun dari angkot.


Kualitas air di Bandung yang sejuk dan bersih (dari mata air pegunungan) sangat bagus digunakan untuk minum maupun mandi. Air bersih dari pegunungan ini mungkin juga jadi salah satu alasan kenapa kulit mojang Bandung putih dan mulus.


Saya sebagai orang Cirebon dengan logat jasun yang kasar. Kalau mendengar logat Sunda asli seperti di Bandung terdengar enak dan nyaman. Terasa gemes-gemes gimana gitu. Yah tutur kata mereka terasa nyaman banget. Jadi kalau bicara sama mereka, kebayangnya masa depan gitu. He he he. Kadang malah bikin menghayal.....


Lalu, kapan kita ke Bandung?


Kang Jay


Dulu, sering kita lihat ormas ataupun organisasi keagamaan melarang larang bahkan sweeping di hari kasih sayang atau valentine day. Dimaklumi sih kalau ke hotel-hotel ha ha ha.


Namun saat ini dimana era media yang sudah sangat masif, dunia Muslim pun sudah mulai menyadari dan bahkan merayakan kasih sayang atau cinta, karena kasih sayang adalah universal, tak terbatas hanya untuk non-Muslim.


Sebenernya tak usahlah dipaksa dihari itu, sayangnya mindset kita sudah terpatri dihari itu. Namun apa yang salah jika kita harus merayakan dihari yang sama karena semua hari adalah baik dan akan lebih indah jika kasih sayang itu hadir untuk diungkapkan dan dirasakan. So beautiful day.


Tahun 2018, Arab Saudi menyatakan bahwa Hari Valentine tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Menjelang Hari Valentine seperti saat ini, kata temen, atmosfer cinta terasa di negara kerajaan tersebut. Bunga-bunga dan ornamen berbentuk hati bisa dilihat di sejumlah tempat di Arab Saudi.


Hai saudaraku yang jombo, baik jomblo bahagia, jomblo hip-hip ceria, jomblo galau, jomblo halu, jomblo mager, jomblo bokek, jomblo koplo, jomblo gak laku-laku, jomblo pakai lotion formalin biar awet wet, jomblo settingan, maupun jomblo musafir. Percayalah, tidak ada yang akan cukup untuk mencintai kita, jika kita tidak mencintai diri sendiri. Hari kasih sayang bukan alasan untuk tetap murung jika tidak memiliki pasangan. Mulailah mencintai diri sendiri. Kasih sayangilah dirimu.


Untuk wanita pergilah ke spa atau salon dan manjakan diri. Atau dengan caramu sendiri semisal lihatlah jarimu, begitu banyak beban dijari itu, berilah kasih sayang pada jarimu, oleskanlah lotion dan pijat pijat rileks. Atau bahkan dapat pergi ke cafe bersama temen-temenmu dan bersenang-senang.


Untuk pria pergilah bersama teman-temanmu, segank atau temanmu yang lain. Saya mau main sama sapa ya....


Jika punya pasangan, lakukan quality time bersama, lupakan mawar, hadiah, dan malam romantis. Pergilah berlibur atau sekedar menikmati alam bersama dan bicarakan hubunganmu yang menyenangkan itu. Jadikan hari itu semata-mata untukmu dan pasanganmu.


DULU, saya suka lempar (bukan batu) sembunyi tangan, merasa malu untuk menyampaikan langsung sehingga lebih sering memesan rangkaian bunga mawar warna-warni, atau boneka beruang berdasi kupu-kupu, atau coklat belgia, atau perhiasan emas berlian dengan kartu ucapan penuh rangkaian kata-kata indah tentang kasih sayang. Namun semua itu dikirim via paket/kurir ke rumah, disetting pas dihari H pas saya dikantor pula. Yang saya rasakan bertahun-tahun, itu kurang berarti bahkan dibandingkan pelukan dan bisikan I love you yang jauh lebih sederhana namun berasa spesial. Unik wanita. Tapi tetep ya jangan telat transfer, ehhhh.....


Jika sudah memiliki anak libatkan dan doronglah mereka untuk membuat kartu untuk setiap anggota keluarga dan ajarkan bahwa kasih sayang adalah tentang nilai dan pentingnya saling mencintai antar anggota keluarga.


Orang tua kita juga bisa menjadi curahan kasih sayang kita. Cobalah telepon mereka jika kita jauh merantau karena dengan mendengar suara kitapun mereka sudah bahagia, atau berilah mereka hadiah sederhana, atau jika dekat dengan mengecup dahi kedua orang tua. Biarkan mereka tahu betapa kita sangat sayang dan menghargainya.


Terpenting dan utama, ucapkanlah rasa syukur dan hadiahkan ibadah sunnah kepada Allah, betapa sayang kita kepada Allah bahwa kita masih diberi kesempatan mendapat, merasakan dan bahkan memberi kasih sayang. Allah begitu sangat sayang kepada kita, maka sayangilah Allah. Fabiayyi aala 'i rabbi-kumaa tukadzdzibaan. Nikmat apa lagi yang mau kita dustakan.


Ayo berhentilah mengeluh apalagi menghujat di hari yang indah, ayo rasakan dan berilah kasih sayang, mulai dari sehari saja untuk memberi nilai dihari hari berikutnya. Indahnya hidup didunia ini dengan kasih sayang.



Teruntuk kekasihku di surga,

Kang Jay

Saat masih banyak temen jomblo saya suka dapat pertanyaan, "bro mantanku nikah nih, aku datang gak yah?". Bagi saya sih, tidak ada alasan untuk tidak datang kenikahan mantan. Mau sudah atau belum move on, kita kudu dateng ke nikahan mantan. Tentunya kalau diundang he he.


Mungkin alasan berat datang adalah masih belum move on. Alasan ini, paling banyak dipake. Ditambah alasan masih cinta lah atau masih sayang


Justru karena itu, kalo masih sayang, masih cinta, ya datang aja lah. Tunjukin ke dia kalau kita baik-baik aja, yah seolah-olah baik-baik aja ha ha. Kenapa? Karena dengan melihat kita baik-baik saja, dia bakal lega dengan keputusannya.


Jangan sampai dia mikir, kita sudah diundang dia. Namun kita gak datang, bisa jadi dia bakal mikir yang macem-macem. Salah satu pikiran dia mengira kita gak datang karena masih cinta, dia ngira kita gak sanggup liat dia bersanding sama orang lain, yang akhirnya buat dia jadi mikirin kita lagi.


Taruhlah kita masih cinta alias gagal move on, maka kita harus tempatkan cinta dengan benar, bukan nafsu yang diduluin. Cinta adalah rasa ingin membahagiakan dia. Sedangkan nafsu adalah rasa ingin memiliki. Maka kalau kita masih cinta, harusnya kita malah datang. Mengabarkan ke dia, aku baik-baik aja kok kamu nikah. Aku baik-baik aja kok kamu tinggal, aku baik-baik aja kok bla bla bla. Kalo kita cuman mikirin diri kita, itu namanya egois.


Ingat cinta gak harus memiliki? Kita jangan sedih liat senyum bahagianya pas nikah? Kan seharusnya ikut bahagia walau ya sakit juga sih he he. Tapi gak papa, itu kan proses. Supaya kita juga tahu, bahwa dia sudah jadi milik orang lain, dia sudah bahagia sama orang lain. Itu bagus unt mendoktrin otak bawah sadar kita agar kita lekas move on. Sehingga kita akhirnya memulai fase baru dalam memaknai cinta. Klise sih, tapi asli. Kita harus datang, titik. Mungkin awalnya sakit, tapi setelahnya lega. Seperti kata kang Raditya Dika. "Setelah dateng ke nikahan mantan, gue merasa jadi orang yang baru. Orang yang lebih dewasa. Dan orang yang lebih bahagia. Seakan gue terbangun di pagi hari dengan perasaan lega yang gak bisa gue gambarin".


Lain cerita kalau sudah move on. Ya udah datang aja lah, kecuali gak diundang. Kalo diundang mah ya datang lah. Yekan....


Jadi gimana, mau datang gak?


Kang Jay

Membahas Poligami itu tidak ada habisnya. Namun sebagai pengantar, ingatlah bahwa kita yang hidup bersama manusia lainnya, bersikap beradab, adil, dan tepo seliro, dimana mungkin akan membantu hidup kita sebagai manusia yang berada pada tingkat tertinggi dari segala makhluk Allah.


Terdapat pandangan "Lebih baik poligami daripada selingkuh". Poligami halal bagi orang yang mampu adil. Sedang, selingkuh dilarang dan haram.


Lalu apa beda poligami dan selingkuh? Bedanya, yang pertama dinikmati dan dirayakan dengan akad nikah, sementara selingkuh dinikmati tanpa akad apalagi perayaan ha ha ha. Teman saya ada yang mengomentari poligami adalah selingkuh syar'i. Jangan ditimpuk, setiap orang punya pandangan masing2.


Muhammadiyah sebagai organisasi Islampun menolak poligami. Saya mempelajari betapa Muhammadiyah begitu progresif soal satu ini, dan ini dilakukan berdasar kajian yang memadai. Lagi-lagi tiap organisasi punya pandangan masing-masing.


Jika alasan adalah jumlah pria dan wanita, maka 2019 penduduk indonesia 134jt pria dan 132jt wanita, artinya lebih banyak pria.


Banyak alasan lain penyebab poligami. Tentu saja, bagi yang pro poligami akan mengatakan soal kebahagiaan, keturunan, mencegah zina, menolong yatim, menolong si miskin, alasan budaya, dan alasan agama.


Tapi, jika ingin dengar pandangan laki-laki seperti saya, Jujur saja saya bilang lebih kepada nafsu atau mencari sisi lain kepuasan yang tidak didapat pria. Saya tidak pandai dalam agama, namun jika ditelisik hati nurani saya, seperti itulah alasan saya sebagai laki-laki. Ini mungkin kontradiksi dengan yang pro poligami yang sudah khatam hadist.


Tiap orang punya pandangan masing-masing, dan setiap orang punya alasan yang mungkin cukup rasional.


Contoh teman saya punya istri yang suka marah, penuntut, suka merendahkan karena penghasilan dan pendidikan istrinya lebih, dia merasa tertekan dan stres tingkat tinggi saat dirumah, namun dia tidak mau bercerai dan meninggalkan anak-anak yang sangat dicintainya. Dia memilih poligami.


Walau saya kurang setuju poligami, namun disaat kebahagian berumahtangga jauh dari dirinya, saya pun tidak bisa berkata apa-apa karena saya tidak pernah mengalaminya, nasehat sabarpun mungkin sudah berpuluh tahun dia lakukan saat berumah tangga.


Namun jika dia memiliki istri yang baik, sayang, penurut dan taat, maka saya akan menasehati tentang rasa syukur dan berlakulah sebagai manusia beradab. Masih banyak hal Halal lainnya untuk meraih pahala disisi Allah, seperti menyantuni anak2 yatim, janda2 miskin, rumah Allah dll.


Sekali lagi, setiap orang punya pandangan tentang Poligami, dan kita harus menghormatinya selama masih dalam koridor agama Islam.


Kang Jay




Sering kali saat seseorang ditanya kenapa tak jua menikah, ia akan sangat lancar mengemukakan alasan ini-itu yang menjadi hambatan untuk nikah.

Bahkan, alasan semakin lancar bila yang menjadi penghambat ia menikah adalah orang lain, bukan kesalahannya sendiri.

Menikah itu sejatinya adalah urusan pribadi, namun permasalahannya sering kali lebih menonjolkan keterlibatan orang.

Alasan orangtua, alasan kakak yang tak boleh dilangkahi, alasan adat istiadat, alasan susah cari pasangan taaruf, alasan selalu dapat pasangan gak bener, alasan susah move-on ama si dia, alasan trauma dengan cowok/cewek, alasan belum mapan karena biaya nikah mahal, alasan ini-itu yang melibatkan orang lain, pasti akan sangat lancar dikemukakan.

Namun, kalau sudah introspeksi pada diri, masihkah selancar tadi mengemukakan alasannya?

Dan, benarkah kenyataannya seperti itu?

Mari, kita cek alasan-alasan yang biasa jadi “tertuduh” penghambat menikah. Terus bandingkan dengan fakta-fakta sebenarnya.

Kang Jay

Fenomena nikah ngutang dimasa kini tentu bukan hal yang aneh. Menjamurnya pinjaman online, KTA, KK dengan plafon puluhan bahkan ratusan juta membuat pasangan kebelet nikah menjadi tergoda.


Apalagi ngutang sudah tidak begitu dianggap aib dalam masyarakat karena toh setiap orang sudah jamak ngutang dan bukan berarti karena ngutang kita tidak memiliki uang atau orang yang tidak ngutang untuk menikah punya kelebihan dana. Ini adalah soal keadaan atau pemikiran dalam menghadapi rencana pernikahan. So its fine.


Sebenarnya kita pun bisa coba ngutang misal ke ortu atau keluarga. Namun saya pun paham bahwa banyak pasangan malu atau segan ngutang ke keluarga, dengan ngutang ke bank maka kita tidak perlu melibatkan perasaan merepotkan keluarga untuk keperluan itu. Apalagi mudahnya pinjaman seperti KTA yang tanpa agunan. Toh kita bisa prediksi beban cicilan per bulan. Utang saya ke bank pun udah 20jt lebih perbulan selama 5th lebih ha ha ha, jangan ditiru, tapi bukan unt dana pernikahan lho untuk bisnis aja.


Sehingga saran saya, sebaiknya janganlah ngutang banyak agar 'pestanya' terlihat mewah, ngutang dikit bolehlah untuk menggenapi biaya pernikahan. Ingatlah bahwa pernikahan adalah sesuatu yang bisa diduga. Misal kita akan menikah setahun lagi. Nah dalam setahun harus disiapin dananya. Tidak perlu ngutang karena beban bunganya pasti mahal.


Banyak cara untuk berhemat kok. Memang pesta pernikahan digedung itu mahal. Saat mempersiapkan anak cewek saya menikah, banyak biaya tak terduga yang menyebabkan membengkaknya biaya pernikahan, namun sukurlah lancar.


Menurut saya, kalau ingin membiayai sendiri alias bukan biaya keluarga, maka bisa dipilih restoran atau cafe yang punya taman outdoor jadi tidak pakai acara makan besar. Namun dengan lingkungan restoran/cafe yang memang sudah bagus maka akan berkesan, terutama diadakan dimalam hari dengan balutan lampu2 indah, hadirin akan kenyang dengan pemandangan. Pelaminan juga bisa dibikin sederhana dengan alasan keterbatasan lahan ha ha, namun saya rasa tidak mengurangi kehangatan acara.


Banyak cara lainnya dalam menghemat biaya pernikahan. Seperti, mengurangi jumlah undangan, memanfaatkan ketrampilan temen seperti fotografi, make up, bermusik, bahkan dijadikan EO karbitan he he, kemudian minimalisasi biaya souvenir, juga minimalisasi biaya seragam keluarga misal cukup senadakan warnanya sedang model bebas, pake cincin warisan bukan beli ha ha, kurangi hal tidak penting seperti karpet bertabur bunga, kurangi saung2 unt menu makanan selain makan utama, sewa bukan beli pakaian pengantin. Intinya adalah tidak perlu mewah, yang penting berkesan. Ingat saja bahwa bakal banyak kebutuhan setelah menikah yang bisa kebeli jika kita hemat dalam biaya nikah.


Sekali lagi pertimbangkan biaya pernikahan dengan berhutang, jangan sampai dikemudian hari menimbulkan kesulitan pada keuangan keluarga. Janganlah memaksakan kehendak pernikahan untuk dibuat mewah tapi lupa dengan keadaan. Pesta mewah, namun belum punya apa apa, jangankan rumah, motorpun butut, ditambah harus bayar cicilan bulanan.


Memang benar kalau pernikahan jadi momen yang sakral, namun jangan sampai kebahagiaan itu berakhir jadi penderitaan karena banyak hutang.


Ingat pernikahan adalah awal, bukan akhir.


Kang Jay


Ingatlah, sebanyak dan sebesar apapun kesuksesan yang kita raih dalam hidup, tidak ada artinya jika kita gagal untuk setia pada satu hati yang membawa kita ke sana, ke puncak kesuksesan…


Ketika godaan datang, ingatlah dia yang tidak pernah mengeluh akan uang yang selalu hampir habis. Ketika ada seseorang yang mencoba merebut hatimu darinya, ingatlah dia yang mengangkat dan memapah kita dari keterpurukan. Dan ketika terbersit dalam pikiran kita untuk melabuhkan cinta ke hati yang lain, ingatlah dia yang selama ini mengorbankan hidupnya dan kesenangannya demi diri kita dan buah hati.


Kita tahu sulitnya berjuang bersama-sama menggapai impian, kita paham indahnya saling menopang dalam setiap kesulitan, dan kita pun mengerti rasanya bersabar ketika materi sedang sangat pas-pasan. Semoga hal itu semua dapat menjadi pertimbangan kita untuk selalu berusaha melanggengkan hubungan hingga maut memisahkan.


Kang Jay


Pages: « Previous ... 12 13 14 15 16 Next
advertisement
Password protected photo
Password protected photo
Password protected photo