BLOG TULISAN Jayadiningrat


Jangan. Jangan kirimkan foto itu.


Ini bukan cerita dibuku stensilan yang mudah didapat dulu di terminal tapi ini kisah cinta yang mudah ditebak. Begini alurnya:


Episode 1

Kalian berkenalan di media sosial atau bahkan di AN ini. Berbincang sederhana, bertukar informasi-informasi kecil. Dan ternyata, kalian tinggal di pulau yang sama, tetapi terpisah jauh. Dia di barat, kau di timur.


Episode 2

Bulan-bulan telah berlalu, dan percakapan kalian semakin intens. Tak lagi di AN, tak lagi medsos. WA sudah jadi tempat nongkrong kalian. Dan, ada satu hal baru: aku tak tahu apakah kalian sudah saling bertemu; yang kutahu kalian sudah saling merasa. Saling mengirim kode dan sinyal.


Episode 3

Kalian jadian. Sesederhana itu. Semudah itu. Sebahagia itu.


Episode 4

Episode penuh keromantisan. Ucapan selamat pagi. Menukar foto baru bangun tidur. Saling mengirim foto untuk kegiatan hari itu. Telepon berjam-jam di malam hari. Video chat sampai tengah malam. Kata-kata seperti aku-kangen, pengen-cepet-ketemu, aku-sayangbanget-sama-kamu mengudara dalam ruang komunikasi. Romantis, membahagiakan, menenangkan.


Episode 5

Sudah berbulan kalian berhubungan. Dia meminta foto itu.

“Ini buat aku aja, Sayang.” “Bakal langsung aku hapus, kok, Sayang.” “Nggak usah takut, gimana pun bentuk badanmu, aku tetap sayang. Malah makin sayang."


“Masalahnya, kita LDR terus, Sayang. Aku nggak pernah macem-macem di sini. Aku setia sama kamu. Aku maunya sama kamu. Aku janji bakal selamanya sama kamu.”


Kau memang cinta, tetapi tak sebodoh itu. Di episode ini, hubungan kalian merenggang. Kata putus nyaris meluncur dari mulutmu.


Episode 6

Dia datang kembali, memohon maaf, meluluhkan hatimu dengan janji manisnya.

Kau sudah cinta, cinta yang mendalam, maka kau membuka hatimu untuknya. Kalian kembali.


Episode 7

Kali ini, dia bermain lebih cantik, Lebih rapi.

Dia selalu tahu cara menyenangkan hatimu, melemahkan seluruh saraf dalam hatimu, menyebarkan cinta yang berlebihan ke seluruh sudut hatimu.

Membuatmu cinta buta kepadanya. Dan, saat dia tahu kau sudah sangat sayang kepadanya, dia mengulang apa yang dia lakukan di episode lima. Meminta foto itu. “Tapi, aku takut...,” katamu. Dia berusaha meyakinkanmu, menenangkanmu.

“lni cuma buat aku. Aku kangen banget sama kamu. Aku sayang kamu. Kamu sayang aku juga, kan?” Dan malam itu, di depan cermin, kau memotret dirimu, hanya dengan pakaian dalam.


Episode 8

Akhir-akhir ini, hatimu melambung. Dia lebih baik kepadamu. Dia selalu memujimu. Dia memuji tubuhmu yang tak sempurna, Dia memuji bekas luka yang tak pernah pudar di lenganmu. Dia mencintai setiap sudut pada tubuhmu, dalam dirimu. Dan, dia senantiasa mengungkapkan itu dalam suaranya yang dalam, di tengah malam saat kau kesepian.


Tenggelamlah dirimu dalam lautan cinta. Sayangnya, dia adalah ombaknya. Malam itu, dia meminta foto itu lagi. Kali ini, tanpa busana.

Kau menolak. Tetapi, dia mengancam. Sebab dia tak pernah menghapus fotomu yang dulu. Tersimpan rapi di memori ponselnya. Dilihatnya berulang kali, pada saat-saat tertentu.


Tak punya pilihan, kau melakukan apa yang dia minta. Dan, kau tak pernah setersiksa ini dalam sebuah hubungan.


Episode 9

Dia terus meminta, meminta, meminta. Foto yang baru, pose yang lain, sudut yang berbeda, begini, begitu. Dan, kau tak pernah punya pilihan. Tak mau menuruti? Dia mengancammu: putus dan fotomu disebar.

Meminta bantuan orang lain? Ini aib yang terlalu memalukan. Membawa ini ke jalur hukum? Kau terlalu pusing memikirkannya, tak tahu caranya. Tetap bertahan? Kau sudah tak sanggup.


Episode 10

Bulan-bulan berlalu, foto-foto lain terkirim. Namun, akhir-akhir ini, dia sudah bosan.

Di satu sisi, kau lega. Sudah jarang dia meminta foto-foto itu. Namun, rasa lega itu hanya sebentar. Sebab saat kau berjalan keluar rumah, kecemasan menyebar di seluruh tubuhmu. Seolah semua orang sedang menatapmu. Seakan orang-orang akan tahu rahasiamu.


Di sisi lain, kau nelangsa. Kerelaanmu dulu, rasa sayangmu yang besar, perhatianmu; semuanya tak lagi digubris olehnya. Dia sudah jarang mengirim pesan. Pesan darimu? Lama sekali dibalas. Dengar-dengar, dia dekat dengan perempuan lain. Seakan apa yang kau lakukan dulu tak ada lagi harganya. Kau digantung dalam hubunganmu sendiri. Hati dan rahasiamu ada dalam genggamannya. Segalanya serbasalah.


Episode Terakhir

Hutan belukar selalu punya jalan keluar; lorong gelap selalu punya ujung cerah; pun setiap permasalahan pasti ada solusinya.


Kau mungkin bisa mempelajari hukum dari masalah ini, bertanya kepada orang-orang yang lebih ahli di bidangnya, berkonsultasi dengan orang-orang yang bisa kau percaya dan memikirkan strategi bersama.


Namun, jika kau benar-benar tak tahu harus memulai dari mana... maka, hamparkanlah sajadahmu, panjatkanlah doa dengan sungguh-sungguh, penuh keyakinan, terimalah bahwa ini merupakan kesalahan, tetapi yakinlah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, karena...


Lalu, perbaiki shalatmu. Perhatikan caramu berwudhu, gerakan, dan bacaan shalatmu, sudahkah kau melakukannya dengan benar?

Belajarlah, bersabarlah, berdoa, yakinlah.

Mungkin, ini terlihat seperti... tak masuk akal.

Bagaimana bisa hidup berubah bila kau hanya memperbaiki dirimu di hadapan Tuhan yang Maha Esa semata?


Tetapi, aku melihatnya begini: kau sedang memperbaiki hidupmu di hadapan Tuhan yang Menciptakanmu, yang Menciptakannya, yang Menciptakan seluruh alam semesta, yang Mengatur tata surya yang kompleks dengan sempurna. Bagaimana mungkin Tuhan yang Mengatur seluruh alam semesta ini dengan sempurna tak dapat memperbaiki hidupmu yang tak ada apa-apanya dari kompleksnya alam semesta ini?

Percayalah, segalanya akan membaik.

Mungkin, dia akan berhenti meminta foto itu.

Mungkin, dia tak pernah lagi menghubungimu.

Mungkin, dia sudah bosan. Mungkin, dia akan berselingkuh dengan perempuan lain, memaksanya menghapus semua jejakmu, termasuk foto-foto itu. Memang, ini akan sangat menyakitkan. Tetapi, ini adalah titik balik bagi hidupmu. Kau bebas.


Dan, jika sewaktu-waktu dia mengancammu, sekuat apa pun ancaman itu, kau lebih dekat dengan Tuhan yang Maha Kuasa atas Segala Sesuatu, dia bisa apa?


Sebelum ini semua terjadi, jangan, jangan kirimkan foto itu.


Dan, mari perbaiki diri sejak dini.


Kang Jay


Ada curhat dari seorang pria single usia 30-an:

"Kang, saya pernah habis-habisan untuk seorang wanita, menelepon/WA setiap saat, memberikannya hadiah, menjadi sopir pribadinya, traktir sana sini, mendengarkannya curhatnya, menyatakan perasaan tulus saya. Bahkan membelikannya laptop, menjatahnya uang bulanan termasuk meminjaminya kartu kredit untuk dipakai dengan bebas, bahkan meminjaminya mobil jazz saya full tank sementara saya dengan rela naik motor ke mana-mana, dan hasilnya adalah hanya rasa sakit hati."


Ya, mungkin kita sudah sering melihat atau mendengar cerita dari sesama pria seperti diatas, bahkan mengalami sendiri dimana selama ini kita telah menunjukkan 'ketulusan' kita setiap kali kita mengejar seorang wanita. Padahal kita dengan senang hati memberikan seluruh perhatian untuknya, dan segala macam cara-cara lainnya. Dan hasilnya: bukannya menjadi tertarik, si wanita malah menolak kita dan pergi menjauh karena merasa tidak nyaman dengan semua 'ketulusan' kita tersebut.


Bahkan setelah mendapat pengalaman diatas, kita masih juga berpikir untuk terus melakukan itu semua, karena di dalam kepala kita masih terbersit pikiran bahwa MUNGKIN suatu saat si wanita akan menyadari ketulusan kita. Yang kemarin belum menyadari ketulusan kita. Ealah....


Saya sarankan segera tampar pipi anda sekarang juga! Sudah?


Bagus! Sekarang silakan melanjutkan baca blog ini.


Coba bayangkan skenario ini: Bayangkan jika kita adalah seorang pria idaman yang selalu dikejar-kejar wanita. Apakah kita peduli jika wanita yang mengejar kita menunjukkan ketertarikan dengan sangat genuine dan tulus, tapi berpenampilan pas-pasan dan bertingkah tidak seperti layaknya seorang wanita?.


Mana yang akan kita pilih? Wanita berpenampilan menarik, berperilaku kewanitaan, namun terlihat agak arogan dan jual mahal, atau wanita biasa yang tidak dapat merawat dirinya, tidak fashionable, namun menunjukkan ketertarikan dengan sangat tulus dan jujur?'.


Atau tidak perlu berkhayal jauh-jauh, mari lihat kenyataan sehari-hari saja. Saat ini ada wanita yang sedang berusaha mendekati Anda. Mereka menunjukkan ketertarikan dengan tulus, memberikan perhatian, membelikan hadiah untuk Anda, dan segala macam cara lainnya, namun Anda sama sekali tidak tertarik dengan mereka.


JADI sederhana saja:

ketulusan cenderung sama sekali tidak memicu rasa ketertarikan atau suka.


Ketulusan cenderung sama sekali tidak memiliki hubungan apa-apa dengan daya tarik.


Ketika kita melihat seorang wanita yang cantik dan menarik di mall, apakah kita langsung berpikir, "Apakah wanita ini tulus? Jika ya, maka saya akan menyukainya"? Tentu tidak! Dan hal yang sama pun terjadi pada wanita. Ketika seorang wanita bertemu dengan seorang pria, sama sekali tidak ada pikiran soal ketulusan dalam kepalanya. Karena memang bukan itu yang membuatnya tertarik.


Coba kita bayangkan wanita-wanita yang telah menolak kita selama ini, dan bayangkan apabila Nicholas Saputra atau Afghan mendekati mereka dengan sedikit arogan dan sama sekali tidak menunjukkan ketertarikan. Apakah mereka akan menolaknya? Apakah mereka akan berkata, "Ah dia tidak tulus.. saya tidak tertarik dengan pria yang tidak tulus.." Tentu tidak!


Wanita tertarik pada pria yang memang menarik! Cenderung tidak ada hubungannya antara ketulusan dengan daya tarik seseorang.


Pikirkan itu baik-baik...


Terlihat arogan itu wajar-wajar saja jika kita memang memiliki nilai-nilai yang tinggi. Kita tidak akan dengan sembarangan membuka diri pada siapa saja, kita hanya menunjukkan ketertarikan untuk orang yang layak mendapatkannya. Coba lihat bigboss kita di kantor. Bigboss tidak mungkin menunjukkan ketertarikan pada seorang staff biasa. Tapi justru itu yang membuat bigboss terlihat berkharisma. Karena ia tahu kualitas dirinya.


Jika kita adalah pria bernilai tinggi, kita akan MEMILIH siapa yang layak untuk mendapatkan kita. Istilahnya, jika kita adalah seorang sultan, tentu pasangan yang akan kita pilih adalah seorang putri atau yang berasal dari keluarga bangsawan juga.


Namun kita tidak harus berlagak sombong dan arogan untuk menjadi seorang pria menarik. Dengan merubah penampilan, sikap, pembawaan, sampai cara bicara kita, itu yang menyebabkan orang-orang di sekitar kita menganggap kita menjadi "arogan" dalam artian telah berubah. Banyak orang tidak berani mengecam orang lain yang berani mengambil langkah tersebut diatas. Ini adalah kasus yang umum terjadi di mana-mana.


Jadi menjadi pria menarik sama sekali tidak ada hubungannya dengan being arrogant.. namun being different bisa dikatakan lebih tepatnya.


Kita bisa lihat pria menarik disekitar kita, mereka bukan arogan namun mereka bahkan menjunjung tinggi nilai-nilai brotherhood. Penuh senyum, hangat, asik, penuh apresiasi dan haus untuk belajar.


Ingat, prinsip dasar dari semua ini adalah kita ingin menunjukkan bahwa kita adalah pria yang berbeda dan menonjol. Kita bukan hanya sekedar face in the crowds, tapi kita adalah pria unik dan berkualitas yang tidak dapat diperlakukan semena-mena oleh wanita. Yang hanya DICARI ketika dibutuhkan dan DIBUANG saat sudah tidak dibutuhkan. Dan kita tidak bisa mendapatkan kharisma tersebut hanya dengan bersikap tulus, jujur dan apa adanya.


Jangan salah, saya tidak mengajarkan agar kita bersikap manipulatif, menjadi pembohong dan penipu. Jelas tidak! Justru saya membenci pria-pria yang seperti itu..


Saya sedang memaparkan bahwa yang kita butuhkan untuk membuat wanita tertarik pada kita bukanlah ketulusan, melainkan kepribadian yang memang menarik. Jadi daripada memusingkan soal ketulusan, lebih baik kita memfokuskan seluruh usaha kita untuk menjadi pria yang menarik di mata wanita. Karena apabila KITA MEMANG PRIA TULUS MAKA KETULUSAN ITU TIDAK AKAN HILANG. Yang perlu kita lakukan adalah MEMBUNGKUS ketulusan tersebut dengan lebih menarik.


Ketulusan itu perlu, karena sebagai pria menarik salah satu hal yang harus dimiliki adalah integritas. Namun pria menarik mengekspresikan ketulusan dengan cara yang smart dan membuat wanita penasaran. Bukan dengan cara-cara yang merendahkan diri sendiri dan membuang harga diri sebagai seorang pria.


Contohnya daripada mengatakan, "Mata kamu bagus sekali..", lebih baik mengatakan, "Aku suka bulu mata kamu. Panjang dan lentik.. persis seperti barongsay."

Daripada mengatakan, "Kamu cantik deh..", lebih baik mengatakan, "Kamu mirip bintang film yang paling aku suka dari kecil.. Doraemon." Silakan saja kita coba sendiri cara ini, maka si dia akan memukul atau mencubit lengan kita dengan gemes.

Contoh lain daripada kita meminjamkan mobil kita lebih baik kita yang mengantarkannya, namun dalam artian tidak SIAP GRAK setiap saat dia minta maka kita iyakan. Sesuaikan dengan jadwal kita dan jangan takut menolak. Bahkan jika kita lelah sehabis bekerja, itu manusiawi.

Sedangkan, kalau sampai belikan laptop, menjatah bulanan dan kasih kartu kredit menurut saya 'ketulusan' yang ngarep bahkan merendahkan harga diri. Pun kita sultan maka sang tuan putri adalah dari keluarga terpandang yang bisa memenuhinya sendiri.


Apakah kita tulus? Ya. Kita menyatakan bahwa kita menyukainya. Apakah dia tahu kita menyukainya? Ya. Dia tahu. Tapi kita mengungkapkan ketertarikan kita dengan cara yang tidak pernah dipakai oleh pria-pria lain yang selama ini selalu menjilat dan ngarep padanya. Dengan cara yang atraktif dan menarik. Yang menunjukkan bahwa kita memang tertarik padanya, tapi bukan berarti dia bisa MACAM-MACAM terhadap kita.


Semoga kita menjadi pria yang menarik di mata wanita. Bukan hanya tulus, tapi jadilah pria tulus yang menarik, guys.


Kang Jay


"Kang, tentang tipe-tipe cewek itu yg akang sebutkan dari Tipe A, B, C dan D, bukannya masing2 masih dibagi2 lagi? Seperti orang yg berwatak sanguinis, melankolis, koleris, dan phlegmatis. Apakah hal2 ini tidak mempengaruhi percintaan? Jika mempengaruhi, seharusnya cowok yg mau pdkt ke cewek kan harus mengenali cewek tersebut, termasuk sanguistiskah atau lainnya. Setelah itu baru memikirkan bagaimana berinteraksi dgnnya. Krn kan tiap watak memiliki reaksi yg berbeda-beda pada suatu hal. Jadi apa prosedur membuka hubungan apakah selalu sama? Atau berbeda?. Thanks.”


Soal kriteria pembagian tipe cewek yang saya sebutkan sebenarnya hanya penyederhanaa saja, untuk memudahkan kita mengklasifikasikannya. Tapi ternyata masih kurang simple buat anda he he.


Walau saya belajar psikologi, namun terus terang saya tidak begitu percaya banget pada teori kepribadian; sanguin, kolerik, phlegmatik dan melankolik. Kita tidak bisa mengkotak-kotakkan kepribadian orang ke dalam satu tipe tertentu, karena psikologi manusia tidaklah sesimple itu. Saya tidak sesimple itu. Anda pun tidak sesimple itu.


Ambil contoh, kita mungkin pernah mengalaminya sendiri. Ketika bersama teman-teman, kita menunjukkan karakter sanguin yang supel dan asyik. Tapi ketika berada ditengah orang-orang yang baru, kita jadi phlegmatis. Di rumah kita kolerik, karena misal kita adalah anak sulung. Dan ketika kita sedang jatuh cinta, tiba-tiba jadi melankolik.


Jadi sebenarnya kepribadian kita itu yang mana? He he he.


Memang banyak dari kita suka memfokuskan mempelajari cewek dan sifat-sifatnya. Namun menurut saya itu kurang tepat, walau kita memang perlu mengerti dan mempelajari wanita, "what women want", tapi fokus utama kita yang dikembangkan harusnya adalah diri kita sendiri.


Ketika kita terlalu memusingkan bagaimana cara orang lain memandang kita, maka kita akan kehilangan pandangan atas diri kita sendiri.


Kita tidak perlu pusing mencari tahu seperti apa kepribadian si cewek, karakternya, wataknya, sifat-sifatnya, apa yang dia suka dan apa yang dia tidak suka, dan segala macamnya. Karena hal itu tidak terlalu ada hubungannya dengan diri kita he he. Kecuali jika sudah ada rencana mau melamar, barulah pelajari karakter watak sifat kesukaan si dia agar kita tidak salah melangkah (pilih istri he he ati-ati lur, jangan lupa sholat) sehingga si dia pas susunya ealah kamsudnya pas dengan kepribadian kita.


Dengan mengetahui semua sifat si cewek itu toh tidak akan membuat diri kita mengalami peningkatan kualitas ditahap awal kenalan. Dan itu tidak akan membantu membuatnya tertarik pada kita, malah saking pahamnya kita disebut cowo ribet bahkan apesnya dikira maho. Walau terus terang saya kadang terseponah dengan maho karena pembawaan dirinya bisa benar-benar pas, sangat luwes dalam bergaul dan wangi rapi, acungi opat jarempol gede, tapi tetap ya hiiiiiiiii....cewe-cewe jutek bin norak harusnya belajar dan di brain wash oleh mereka. Eh ngalor ngidul, lanjut kang.....


Jadi mulai sekarang LUPAKAN soal si cewek dan mulailah fokus pada diri kita sendiri!!!.


Alasan kenapa cewek tidak tertarik pada kita adalah karena diri kita tidak menarik! Jadi lakukan sesuatu untuk membuat diri kita jadi MENARIK.


Daripada menghabiskan waktu dan energi untuk mengenali dan mempelajari kepribadian cewek, kita seharusnya menghabiskan waktu dan energi untuk mengenali dan mempelajari diri kita sendiri.


Karena sebenarnya selama ini kita sudah memiliki semua yang kita butuhkan untuk mendapatkan cewek manapun yang kita inginkan. Hanya saja, karena kita terlalu terfokus pada si cewek jadi kita tidak menyadari hal itu.


Kenali kelebihan dan kekurangan kita. Kenali karakter kita. Kenali sifat dan watak kita. Dan perbaiki semuanya yang kita tahu selama ini selalu menghambat kita untuk mendapatkan kesuksesan yang kita mau. Setelah itu upgrade dan kembangkan setiap aspek dari diri kita secara optimal, dan jadilah pria berkualitas yang tidak akan bisa ditolak oleh cewek manapun bahkan wanita Tipe A yang cantik anggun sholehah terpelajar dan baik hati. Semangat guys......


Saya tahu bahwa berbicara memang lebih mudah daripada melakukan. Setelah membaca semua ini mungkin kita berpikir, "Ya saya ngerti sih kang semuanya. Tapi masalahnya, saya musti mulai darimana? Gimana caranya?". Ayolah, di zaman digital ini bisalah dicari atau baca beberapa blog saya sebelumnya. Isi kelemahan dengan ciri-ciri cowok impian seperti kita misal jangan ngarep (utama), pemimpin berkharisma, suka travelling, sosialisasi baik, jangan suka menjilat, fashionable, jangan "terlalu", dan banyak lainnya. Tapi sebenarnya ada yang bikin semuanya itu bisa termaafkan yaitu jika kita Sultan yang tampan dan kaya raya ha ha ha.


Walau bukan Sultan namun ayo mari kita pria mulai pelajari bagaimana caranya jadi pria idaman wanita, yang sebenarnya selama ini terpendam dalam diri kita dan tidak pernah kita sadari. Munculkanlah guys.....munculkan....


Kang Jay


Apakah kita pria selalu bersemangat memberikan apresiasi secara proaktif atas pengalaman percintaan apapun yang didapatkan?.


Namun sayangnya, saya jarang sekali melihat pria yang antusias mengenang tentang hubungan cintanya dengan seorang wanita yang tidak sesuai dengan seleranya atau yang menolak cintanya.


Jika kita ingin memiliki kehidupan percintaan yang memuaskan, maka kita perlu selalu mengikutsertakan strategi apresiasi dalam tindakan dan kondisi yang kita alami.


Daripada kita mengeluh tentang sebuah kondisi yang negatif, lebih baik kita berteriak bahagia akan kondisi tersebut.


Coba kita ambil beberapa contoh sederhana, langsung praktek ya guys:


Misalkan kita pria selama ini jomblo, belum pacaran sama sekali. Strategi apresiasi yang perlu kita terapkan adalah berteriak dan melompat kegirangan sambil berteriak-teriak, “Luarbiasa, saya jomblo bertahun-tahun! Ini berarti saya bisa mendekati wanita mana saja, kapan saja, tidak ada yang membatasi. Saya akan menjalani malam minggu sendirian saja, atau keliling seenak jidat, hore! Sahabat saya yang sudah berpasangan akan iri melihat kebebasan yang saya miliki ini, fantastis!”.


Misalkan kita sedang berpacaran dengan wanita yang kurang menarik dihati, alias kita merasa terpaksa daripada jomblo ngenes ha ha, maka kita bisa berfokus pada pikiran, “Pacar yang sekarang tidak sebaik dan seramah wanita-wanita lain, berarti saya tidak perlu takut akan direbut oleh pria lain, hahaha! Kalaupun nanti putus juga saya pasti tidak akan merasa terpuruk berbulan-bulan, hore!”


Misalkan kita ditolak ketika nembak seorang wanita yang baru kita kenal, kita dapat langsung berbahagia, “Alhamdulillah, saya sangat beruntung! Satu lagi wanita yang bisa saya coret dari alam semesta ini, hore..”


Misalkan kita sulit untuk ngobrol ngalor-ngidul santai dengan wanita. Maka kita bisa membayangkan dengan bahagia, “Ajaib sekali kalau orang sulit berbicara asyik dengan saya. Rasanya menyenangkan saat saya kaku dan tergagap-gagap. Oh Tuhan, saya selalu merasa geli setiap kali melihat wajah mereka yang kebingungan berusaha menangkap apa maksud saya!”.


Misalkan kita mendadak menerima WA berisi pembatalan janji kencan satu jam sebelum pertemuan padahal kita sudah di cafe tempat janjian, maka rasakan kepuasan ketika kita berseru, “Ealah, dia membatalkan seenaknya.. ini hebat sekali, benar-benar di luar dugaan! Pasti dia sangat grogi, ya dia saaaaangat grogi sampai gak mau datang, ahahaha!”


Semakin sering kita melakukan hal-hal tersebut, memperlakukan kejadian negatif sama seperti memperlakukan kejadian positif, maka saya jamin kita akan terkejut melihat semakin bertambahnya kualitas pengalaman-pengalaman percintaan kita.


Mengapa?


Karena kepuasan hidup percintaan kita tidak didapat dari keberhasilan-keberhasilan yang terjadi, melainkan dari kemampuan kita untuk mengapresiasi pengalaman APAPUN yang ada.


Ya kita tahu, budaya masa kini terlalu banyak penekanan pada keberhasilan dan kesuksesan. Akibatnya, keberhasilan memiliki efek motivasi yang sangat memuaskan, sementara kegagalan memberikan efek demotivasi yang sangat menghanguskan alias bikin ambyar ajur bubar pasar modaaaarrrrrrr cuk.


Jika kita ingin hidup keluar dari kondisi seperti tersebut diatas, maka berhentilah menilai:


Keberhasilan sebagai Keberhasilan

atau

Kegagalan sebagai Kegagalan.


Biasakan melihat keduanya hanya sebagai pengalaman yang wajib diapresiasi dengan penuh semangat.


Satu contoh praktis lagi, bayangkan betapa cepatnya kita menguasai diri kembali jika sewaktu mendengar penolakan wanita, kita berteriak pada diri sendiri sambil tertawa, “Ditolak itu enaaaaaak gila!”

daripada berbisik lirik,

“Aduh, rese tuh cewek…”


Kunci dari strategi ini bukanlah pada kalimat-kalimat positif yang kita tanamkan. Ini tidak ada hubungannya dengan POSITIVE THINKING dan omong kosong tetek bengeknya! Kunci yang sebenarnya terletak pada apa yang saya sebut semangat apresiasi yang proaktif.


Kebiasaan ini memang bertentangan dengan respon reaktif seperti yang dibiasakan oleh banyak orang dalam hidupnya sehari-hari. Reaktif adalah respon logis yang dilakukan semua orang. Namun ini merusak mood bahkan jiwa kita jika terjadi gagal dan gagal lagi.


Maka ayo guys kita wajib berhenti bersikap reaktif, dan mulai menjadi proaktif dalam mengeluarkan respon apresiasi. Saya tahu ini sangat berlawanan dengan kebiasaan kita sehari-hari.


Saya pun mengalami kesulitan yang besar ketika pertama kali berusaha merevolusi kebiasaan buruk itu. Namun paksa diri kita untuk belajar keahlian baru ini, maka dalam waktu dua tiga bulan akan terlihat banyak keajaiban dalam petualangan percintaan kita he he. Tapi nanti kalau sudah sukses, fokuskan cintamu pada yang kau suka dan tentunya pada yang memberi balasan cintamu. Asyik kan. Salam perjuangan guys.


Kang Jay


"Kang, gimana caranya supaya saya bisa ngeyakinin dan ngebuktiin ke cewek yang lagi saya deketin kalo saya tuh cowok yang tepat dan dia mau milih saya?”.


Guys, sangat baik jika kita tidak membuktikan apa-apa kepada cewek supaya dia yakin bahwa kita adalah pilihan yang tepat. Karena kalau kita mencoba menyakinkannya, itu berarti secara tidak langsung menginformasikan ke cewek bahwa kita tampil tidak menyakinkan di dalam pikirannya. Bahkan memberi kesan kita tidak memenuhi standar keinginannya, yah mereka bisa mengartikan kita bukan cowok belahan jiwanya yang selalu dia idam-idamkan selama ini.


Itu sebabnya ketika kita pria berusaha menyakinkannya untuk memilih kita, dia justru akan semakin yakin bahwa kita bukan pilihan yang sesuai ha ha. Kita pria suka terjebak kebiasaan saat berinteraksi dengan sesama cowok, dimana itu memang cara yang tepat. Tapi jika kita ingin berhubungan dengan wanita, itu adalah strategi yang keliru. Kita cowok biasa berpikir bila kita membuktikan seribu satu alasan lewat cerita dari mulut kita tentang kedewasaan kita, kebaikan, keseriusan, dan juga keunggulan diri, maka sang cewek akan jadi merasa gregetan tidak sabar ingin dipeluk eh maksudnya memiliki kita. Tapi itu salah he he.


It’s not about what special things you prove to her. It’s about who you are that makes herself feel special!


Cewek merasa dirinya spesial ketika tahu dia sedang berhubungan dengan cowok yang memiliki kepercayaan diri yang kuat, kehidupan yang menarik, standar yang tinggi, dan menganggap diri sendiri spesial juga.


Dan cewek akan menilai hal-hal tersebut dari apapun yang dikatakan oleh tubuh kita kecuali MULUT kita. Ingat ya. Dia akan menilai bahasa tubuh kita, arti dari setiap sikap dan pilihan kita, lalu membayangkan hal-hal tersebut terjadi di masa depan bila dia memutuskan berhubungan dengan kita


Dia bahkan jauh lebih percaya apa kata orang-orang tentang diri kita daripada apa yang kita klaim untuk diri kita sendiri.


Malah ketika kita membuktikan diri, kita sedang mempertinggi resiko ditolak karena sekarang dia memiliki indikator untuk membandingkan apakah kenyataan diri kita nantinya sama dengan apa yang baru kita ucapkan padanya. Ngeri guys.


JADI... Menurut saya, cara TERBAIK untuk menyakinkan cewek memilih kita adalah dengan tidak berusaha menyakinkannya untuk memilih kita.


Mengapa, he he pasti akan langsung kepikiran ini kan. Dengan tidak berusaha membuktikan apa-apa: pertama, kita pria mengirim pesan bahwa kita tidak kekurangan sesuatu bahkan justru membuat si cewek yang merasa harus membuktikan diri mereka kepada kita baik secara verbal maupun tindakan. Kedua, kita memberi kesan tidak merasa terancam oleh kemungkinan cewek itu tidak menyukai kita, bahkan sudah mengasumsikan cewek itu mengejar diri kita he he. Ketiga, sikap ini menunjukkan bahwa kita nyaman dengan diri kita sendiri dan cewek itu jadi ingin ikutan menyukai kita. Terakhir keempat, menghindari resiko tindakan kita tidak sesuai dengan omongan kita karena bisa beresiko si dia illfeel dikemudian hari.


Untuk bisa menjadi cowok yang diinginkan oleh cewek, bisa baca blog saya sebelumnya. Namun satu yang utama adalah kita pria harus bisa menjadi sosok pemimpin yang berkharisma. Seorang pemimpin berkharisma tidak akan berusaha membuktikan kelebihan dirinya. Jika kita melakukan hal itu, maka itu jenis kelakuan bocah kecil yang butuh pengakuan dan perhatian orang sekelilingnya. Ga mau kan kita disebut bocah tua na......


Jadi guys, cewek ingin cowok yang bisa membuat mereka merasa spesial, bukannya bocah ingusan yang harus dirawat baik-baik.


Jika kita merasa harus membuktikan diri kita kepada sang cewek, saya berani memastikan kita malah makin sulit mendapatkan cewek itu ataupun punya hubungan yang kita impikan. Kita terlalu sibuk untuk ‘memuaskan’ keinginannya, sehingga dia tidak memiliki keinginan lagi untuk berhubungan dengan kita. Semakin banyak kita mengumbar bukti verbal, semakin dia terdorong jauh dari kita.


Seandainya ada pria lanjut bertanya, “Oke, jadi kalau saya ngga bisa buktiin diri, trus gimana dong caranya supaya dia jadi kepikiran mau ama saya?”.


Lagi-lagi sederhana. Asumsikan saja dia memang sudah tertarik pada kita. Asumsikan bahwa dia yang mengejar kita. Asumsikan bahwa dia duluan menunjukkan ketertarikannya pada kita. Ciptakan skenario atau permainan dengan gunakan bahasa tubuh kita, yaitu seolah kita memberinya kesempatan untuk berhubungan dengan kita. Disaat bersamaan tunjukkan bahwa kita adalah Man of Action. Dimana kita lebih banyak berbicara dengan tindakan daripada dengan mulut kita, dengan tips2 di blog saya sebelumnya.


Ayo saatnya kita bertekad untuk mengakhiri masa lajang kita yang menyedihkan. Saatnya untuk membuat perubahan.


Kang Jay


Well. Pria itu ya banyak yang miskin tapi banyak juga yang kaya, nyatanya Indonesia disebut negara maju oleh USA artinya banyak pria berpenghasilan bagus. Terlihat dari perumahan elit makin menjamur, mobil2 mahal bertebaran di jalanan.




Pria calon kaya yang bisa berubah menjadi pria kaya biasanya sudah menikah diusia muda dibawah 30 tahun. Pria potensial ini yang harusnya dibidik oleh Perempuan2 Modern. Pria dibawah 30 tahun yang potensial ini biasanya sangat percaya diri dan tidak ada istilah mengecap perempuan sebagai cewek matre karena dia sangat confident dengan masa depannya, punya ijazah dan pekerjaan bagus, sangat-sangat yakin dan siap menafkahi. Saya pernah merasakan diusia keemasan ini, seakan dunia mudah diraih, penghasilan dan karir melesaaatttt.


Sehingga, wanita disebut beruntung jika mendapatkan pria kaya diatas usia 30 tahun. Karena biasanya jarang dan susaaahhhhhhhhh............biasanya udah ada bini dirumah, and happily ever after. Memaksa pria single diusia ini untuk berubah tentu sangat2 tidak mudah, mereka pun pada akhirnya "biasanya" menerima bahwa jodoh mereka adalah wanita sekufu setelah mentok sana-sini membidik wanita highclass yang cantik kutilang. Tapi Tuhan maha adil kok, percayalah bahwa banyak keajaiban rezeki setelah menikah. Paman saya pengangguran yang nikah diusia 42th pun setelah menikah walau tertatih-tatih namun pada akhirnya diusia 49th jadi pedagang baju yang sukses dengan istri yang nrimo diawal sepiring berdua madep mantep mangan dan mapan nunut mertuo dulu.


Saya beri gambaran dulu mengenai pria. Anggaplah populasi pria itu 50 persen. Kemudian dikurangi pria homo, dipenjara, sakit keras, psycho, pengangguran, dan kecanduan. Lalu dikurangi lagi pria impoten, anak mami yang males nikah, dan beda agama. Wah, tinggal berapa ya yang "normal" diluar sana? Sedangkan setelah dikurangi semua yang disebutkan diatas, yang "normal" pun ternyata banyak yang sudah married. Sisanya lagi pria yang jelek atau miskin, bahkan ada yang sudah jelek plus miskin pula. Bikin wanita dewasa yang telah sukses mati gaya. Mencerca dunia pun percumah karena itu "reality" hidup. Makanya, saya paham mendapat suami idaman itu merupakan ajang kompetisi yang sangat ketat. Karena saking ketatnya persaingan ini, banyak wanita yang mulai bingung harus bagaimana.


Pasti wanita suka heran mengapa si pria idaman yang saat wanita menunjukkan rasa suka ee dianya malah illfeel lalu muntaber alias mundur tanpa berita. Sedangkan pria-pria yang tidak wanita suka, sudah berkali-kali WA maupun telepon lalu dikacangin, eh... masih juga nggak nyerah-nyerah. Aneh bukan?


Nah disinilah pentingnya anda wanita berpikir ulang. Bukan soal hanya modal cinta, suka atau tidak suka, bukan juga soal miskin atau kaya, apalagi sebutan matre atau tidak matre, namun jadilah wanita smart smart smart yang cepat ambil keputusan dan pentingkanlah "ibadah" nikah, mau apa tidak? Jangan sampai keburu dunia kiamaaattttt besar apalagi kiamat kecil ha ha ha.


I know marriage is women's biggest gamble, but I also know deep down inside women's heart is still looking "the one" to be in a committed relationship with someone who loved. You deserve to be happily married.


Kang Jay

Sederhana saja: kita pria harus punya Standar.


Wanita saja punya Standar. Mereka tahu dengan jelas pria seperti apa yang mereka inginkan. Pria yang baik, sholeh, dewasa, mapan, mampu bersikap tegas, tidak emosional, memiliki integritas, bisa memimpin sebuah hubungan dan dapat membimbing serta melindungi mereka. Mereka tidak mengedepankan ketampanan. Dengan kata lain, wanita hanya menginginkan pria sejati.


Memang saya akui didunia modern ini berkat media yang selalu menayangkan wanita cantik dan seksi, pria-pria jadi memuja kecantikan dibanding kepribadian seorang wanita.


Diantara kita pria ada perasaan bangga apabila mendapatkan seorang istri yang cantik dan seksi, semacam kemenangan dibanding pria lain. Bahkan sesama kita pria bisa mendadak menertawakan jika melihat ada pria keren mapan punya istri biasa saja. Akibatnya, wanita cantik dan seksi dapat melakukan apa saja yang buruk dan tidak berkenan namun para pria tetap saja berkumpul dan memperebutkannya. Bahkan mereka makin eksis dan makin bertingkah, ya karena pria-pria tetap menginginkan mereka meskipun mereka bukanlah wanita yang layak untuk dijadikan pasangan.


Karena itu, kita pria pun harus punya Standar.


Wanita seperti apa yang kita inginkan? Wanita yang cantik dan seksi tapi tidak tahu caranya bersikap seperti seorang wanita? Atau wanita yang tahu caranya menghargai dan menghormati kita sebagai seorang pria, yang tahu caranya membawa diri dan bersikap di hadapan teman-teman atau keluarga kita. Wanita yang memiliki kualitas keibuan yang penyayang, lemah lembut, halus tutur katanya, yang membuat kita yakin bahwa kita dapat mempercayakan anak kita kelak dalam perawatannya? Dengan kata lain, seorang wanita sejati yang dapat kita banggakan.


Apabila kita menginginkan seorang wanita sejati, maka mulai sekarang janganlah menjadikan kecantikan atau bentuk tubuh seorang wanita sebagai prioritas kita. Jadilah tegas. Katakan TIDAK apabila kita menemukan wanita yang tidak wanita. Dia tidak layak untuk seorang pria sejati seperti Anda. Sudah cukup banyak pria berkualitas yang jatuh bergelimpangan dan hancur hanya karena wanita yang sebenarnya tidak layak untuk dikejar. Jangan lah menjadi pria-pria tersebut.


Tapi tentu, sebelum kita pria menuntut hak, kita pun harus melakukan kewajiban kita. Rasanya tidak adil apabila kita jadi pria-pemilih yang menuntut wanita menjadi wanita sedangkan kita sendiri belum menjadi pria yang layak untuk mendapatkan mereka. Karena itu lakukan segala macam cara untuk meningkatkan kualitas kita untuk menjadi pria sejati. Semangat.


Kang Jay




Sering melihat seorang istri marah-marah kepada suaminya karena sang suami tak bisa memenuhi keinginan sang istri.


Sering juga lihat seorang anak bicara kasar pada ayahnya karena sang ayah tidak bisa membelikan apa yg sang anak mau.


Tak seorang pun kepala keluarga yg tidak ingin melihat keluarganya bahagia.


Sebelum engkau marah kepadanya, lihatlah dan renungkan lah apa yg telah dilakukan oleh seorang suami.


Betapa suamimu sudah kerja keras banting tulang demi memenuhi kebutuhan keluarganya.


Taukah dirimu kalau suamimu mungkin sering dicaci maki bosnya ?


Taukah dirimu kalau suamimu mungkin sering mendapat hinaan di luar sana ?


Taukah dirimu mungkin suamimu bahkan baru saja mempertaruhkan nyawanya demi dirimu dan anak2mu.


Taukah dirimu kalau suamimu mungkin sering menahan lapar demi bisa pulang membawa uang.


Sebelum engkau cemberut padanya…


Hitung lah dulu telah berapa juta tetes keringat engkau peras dari tubuhnya.


Sebelum engkau marah padanya…


Tataplah lekat-Iekat matanya, mungkin tanpa kamu sadari mata itu telah banyak mengeluarkan air mata demi melihat dirimu tersenyum.


Ketahuilah bila sampai hari ini dia belum bisa memenuhi segala keinginanmu, itu hanya karena faktor keadaan.


Untuk para ayah di mana pun berada. Smoga lelah mu menjadi berkah, Amiin ya Allah..


Sekedar renungan untuk para bakal calon istri.


Dan bila ada disini seorang ayah seperti diatas, salam hormat dari saya, saya tahu anda haus kelembutan dan kasih sayang, saya sangat maklum, saya doakan istri anda segera sadar.


Juga bila ada seorang istri disini yang selalu tidak puas pada suaminya.


Ayo pulanglah semua, jaga kembali keluargamu. Berikan cinta sejatimu.


Kang Jay


Pria single umumnya sih ingin punya istri idaman tuh:

- Outer: muda, cantik, seksi, tinggi, putih dan mulus.

- Inner: hati & kepribadian baik, sholehah dan berpendidikan. Pekerjaan baik jadi nilai plus namun tidak utama, kecuali dokter jadi plus banget.

Tentu kriteria diatas tidak mudah bahkan sulit didapat. Bukan hanya banyak saingan namun juga banyak maunya he he.


Saya lihat pria-pria di AN banyak yang tetap ngotot dengan kriteria highclass ini. Alasannya "Coba dulu, nanti kalau udah mentok baru turun kelas", tapi mentoknya kapan?, "Ya sampai yang highclass habis", aduh keburu kiamat, "Kalau kiamat kan ketemu bidadari surga", gak omongan deh.


Memang jika pria menginginkan wanita yang asal mau diperistri mungkin lebih mudah, selama syarat sebagai pria normal dipenuhi yaitu tidak terlalu tua & sehat, rapi & bersih, penghasilan rutin UMR Jakarta, berat ya, yasud min UMR kota Bandung 3,6jt. PASTI bahkan haqqul yaqin ada wanita yang mau.


Daripada kita pria ngejar2 sang highclass tanpa hasil karena kualitas kebisaan kita merebut hati wanita pas2an, saya tidak bilang secara pribadi pas2 karena banyak dari pria muda yg baik, sholeh, cakep, mapan & berpendidikan. Nah mending kita mengisi waktu senggang diluar kegiatan ngejar2 itu dengan mulai belajar dan berubah menjadi pria yang biasanya masuk kriteria mereka. Selain tetap terus memperbaiki pribadi kita yaitu rumah pribadi, mobil pribadi dan tabungan pribadi. Namun adakala tanpa harus yang pribadi2 itu, wanita highclass masih bisa kok ditaklukkan karena hati wanita plin-plan kayak bola bekel.


Ingat juga mengapa wanita sering tertarik pada pria yang salah?. Mungkin di mata kita sesama pria, mereka adalah pria-pria brengsek. Tapi di mata wanita, mereka adalah pria-pria yang tidak membosankan, tidak gampangan, dan wanita harus melakukan sesuatu agar bisa menjadi bagian dalam semua sensasi petualangan pria itu. Semoga anda pria brengsek yang beruntung itu ha ha ha.


Namun disini saya tidak menyarankan anda menjadi pria brengsek yang diingini wanita namun menjadi pria yang bisa masuk kriteria wanita highclass. Ayo kita belajar dan praktek:


Pertama, Jiwa Petualangan. Perlihatkan bahwa kita pria penuh petualangan, seperti backpacker ke kota, desa atau pegunungan, kulineran di pinggiran kota, walau dalam kota tapi memiliki beberapa spot lokasi publik unt kita hangout dll. Intinya jangan di zona rutinitas yang membosankan. Bagi wanita, ada sensasi kharisma yang hanya bisa ditemukan pada pria2 yang terbiasa hidup dalam pompa adrenalin. Wanita ingin pria yang bisa membawanya berpetualang keliling dunia. A real guy always have a real place out there in the real world!.


Sosialisasi Baik. Punya jiwa sosialisasi yang baik ini sangat penting karena wanita menilai pria berdasarkan sahabat dan lingkaran sosial kita. Jika kita memiliki kumpulan temen menyenangkan, maka dia anggap kita orang yang menyenangkan. Namun jika teman kita malas bergaul atau nerd, maka wanita akan ragu. Wanita itu pemerhati yang ulang, bahkan hanya dengan melihat medsos kita maka mereka tahu bagaimana kita pria.


Jadilah Pemimpin. Wanita sangat menikmati kepemimpinan. Kepemimpinan itu terasa menghangatkan sekaligus menarik perhatian. Wanita tertarik pada pria yang memiliki insting kuat dalam mengendalikan situasi. Sehingga jika pria menyerahkan otoritas pribadinya kepada wanita, biasanya pasangan itu tidak jauh dari ujung yang tragis gis. Contoh kepemimpinan saat pdkt, chatting atau telpon, maka kita pria yang harus atur arah pembicaraan, tidak takut ganti topik, atau sudahi obrolan. Sederhana tapi ini mengirimkan pesan kita pria tidak lembek. Trus saat kencan, kita pria yang buat keputusan besar seperti lokasi dan film apa, tapi biarkan dia memutuskan hal kecil seperti makanan atau minuman. Nanti kita pria akan tahu bagaimana wanita kesulitan menahan dirinya agar tidak sering bersama kita, seperti kerbau dicucuk hidungnya ha ha.


Jangan Menjilat. Kita pria suka tidak punya nyali menjadi diri sendiri, seperti menolak atau berargumentasi sebab kita khawatir tidak disukai wanita yang ditargetkan. Padahal justru hal seperti itu membuatnya kehilangan minat terhadap kita pria. Wajar kan, kita pria aja risih didekati seseorang yang bersikap manis dan baik terhadap kita?. Kita pria jangan merendahkan diri menjadi penjilat, penyedia atau tukang support demi membuat wanita tertarik pada kita. Kita harus independent jadi diri sendiri.


Jangan Ngarep. Ingat kunci sebuah hubungan percintaan berada pada tangan orang yang paling sedikit menaruh interest didalamnya. Jadi saat mendekati seorang wanita, kita tidak bisa mengobral seluruh ekspresi Cinta kita padanya. Contoh saja misal perlakuan saya pada Hera, apa Hera akan tertarik? Saya rasa mungkin, tersanjung? mungkin juga, tapi terasa semua kontrol pada Hera he he. Sehingga tindakan ngarep seperti rajin menjemput, berusaha romantis, menunjukkan kita lebih perhatian, rutin chat tanya kabar, selalu ada saat dibutuhkan malah itu semua jadi kartu mati yang harus pria hindari. Kita bisa lakukan itu semua tapi jangan berlebihan. Intinya jangan jadikan wanita sebagai pemegang kunci penentu lanjut atau tidak ke tahap berikutnya, ini malah yang bisa membuat minat wanita bisa berubah 180 derajat. Kita suka lihat di sinetron, pria yang ngarep banget suka jadi looser. Iya kalau lanjut, kalau tidak? Padahal kita sudah banyak investasi ha ha. Lebih baik kita pria yang pegang kendali dalam hubungan percintaan, karena kita nanti kita yang akan melamar, ijab dll.


Jangan Nembak Buru-buru. Biarkan wanita masih dalam sensasi penasaran dan gelombang antisipasi ketika berinteraksi dengan kita. Biarkan wanita larut dalam perasaannya dulu untuk mencari keyakinan apakah kita pria layak dia prioritaskan. Saya terlalu banyak melihat pria yang tidak sabar ingin menunjukan minat. Kita pria suka takut kehilangan kesempatan jika tidak bertindak segera. Padahal menciptakan harmoni keromantisan yang baik, maka ketergesaan atau instant memberi hasil yang buruk. Untuk wanita highclass tentunya, bukan yang di AN nulis deskripsi "tidak pacaran, langsung nikah" he he. Biarkan segala sesuatu mengalir dengan sendirinya, jika kita hanyut dalam perasaan saat diskusi dengannya, segera sadar. Jika dia bertanya tentang masa depan, putar kesana-kemari, terus biatkan dia berasumsi ini-itu sepanjang mungkin. Kita pria harus mempu menyimpannya dengan baik, karena itu bahan bakar untuk api ketertarikannya pada kita. Jangan sampai wanita kehilangan sensasi perasaan.


Fashionable. Kita pria jangan apatis pada grooming dan fashion. Jangan dekil, urakan, jorok, tidak matching, kebesaran, kekecilan, ga model, salah kostun, bahkan buta warna ha ha. Saya bukan menyuruh metrosexual, namun kita tahu bagaimana memilih set pakaian yang nyaman, menarik dimata para wanita. Kita maklumilah, wanita terbiasa dengan estetika dari kecil sehingga wanita mudaj tidak nyaman bahkan sebagian merinding risih ketika didekati pria yang berpakaian kacau he he. Jadi kita pria perlu menampilkan impresi fashion yang tepat agar melancarkan proses pendekatan kita.


Sedikit Terbuka Urusan Sex. Ingat pria dan wanita sama-sama suka memikirkan sex, bedanya pria bersedia mengakui sementara wanita cenderung menutupi agar terhindar dari tekanan masyarakat bahkan dikalangan wanita sendiri. Kadang kita pria biar terlihat alim, suka membuang obrolan tentang topik-topik yang sedikit berbau sex karena khawatir wanita tersinggung atau terganggu. Kita maklumi mereka suka tidak terlalu terbuka, takut dikira murahan, nakal atau tidak menawan tapi bukan berarti wanita tidak mau meladeni humor atau diskusi ringan. Asal kita percaya diri, santai dan yang utama tidak mupeng dan horny ketika melemparkan lelucon berbau sex, wanita juga akan menikmatinya. Kita pria suka menghindarinya malah itu yang bisa menyebabkan kita di zona friendzone terus. Wanita suka kok membicarakannya tapi secara dian-diam dengan sahabat mereka, jadi jangan terlalu takut membahasnya.


Jangan Terlalu Romantis. Hal hal yang terlalu berbau romantis yang pria lakukan, seperti melihat film2 romantis, dengerin lagu2 galau romantis, suka bikin puisi2 romantis, kirim2 chat atau bikin2 status romantis malah beresiko memperlihatkan kita pria ngarep, pria desperado, pria loser. Ya memang wanita suka pria romantis tapi bukan romantisme yang menarik minat wanita, tapi tantangan dan petualangan yang berbau romantika. Jadi jika romantis biasa malah akan membuat wanita jenuh. Jika kita terus menerus menyodorkan tentang romantisme maka tinggal tunggu waktu sang wanita berkeluh kesah pada sahabatnya, "Dia memang pria romantis sih.....tapi gimana ya, cuman itu saja bisanya." Jadi jika kita ingin jadi pria romantis, berikan wanita secuil kejutan romantika, lalu hentikan segera seolah-olah kita orang yang berbeda dari lima menit sebelumnya. Jangan jadi pria yang selalu bersikap romantis sepanjang hari ini malah berkesan kita pria membosankan he he.


Jangan Terlalu. Jangan terlalu membelikan banyak hadiah, rajin memberi pujian, mentraktir kemana-mana, dan selalu penuh perhatian padanya. Ya kita berpikirnya sih agar memancing interaksi minat wanita ketika dalam pendekatan. Ini malah berkesan kita pria berusaha menjual diri dan menjual kebaikan untuknya. Yang malah jadi kesalahan fatal karena ini justru membuktikan bahwa kita adalah pria yang tidak layak untuk dipilih karena memberi citra kepribadian yang lemah. Ingat bahwa wanita-wanita cantik sudah biasa menerima perlakuan demikian dari pria ngarep disekeliling mereka.




Disini saya tidak membahas tentang bagaimana mengubah pribadi kita jadi lebih atraktif seperti cara bicara, topik yang digandrungi wanita, humor, kalimat untuk membina interaksi yang mengarah pada keintiman dll. Ini mungkin di blog-blog berikutnya.


Saya ingat dulu pada awal2 kencan, saya suka terjebak memberi hadiah yang banyak, banyak traktir, membawa ke hal2 romantis terus, nembak buru2, tertutup soal sex, ternyata lama-lama saya sadari tidak terlalu memberi arti apa-apa saat pisah bahkan saat bertemu lagi bukan rasa terima kasih atas hadiah atau perhatian namun tentang hal lain yang menjadi concernnya. Kalau saya sendiri soal petualangan, sosialisasi, pemimpin, jangan menjilat & ngarep, fashionable, saya rasa dulupun sudahlah dikit2 dipraktekkan he he, hanya perlu fine tune aja ha ha. Yah pengalaman mengajarkan banyak hal tentang bagaimana memperlakukan wanita sebelum menikah.


Oiya (la kok blm slesai), saya suka banyak melihat hal ironis pada para pria yang baik, sholeh, mapan, berpendidikan dan mampu memberikan hubungan yang sehat justru tergeletak kesepian dalam kejombloannya. Kalaupun akhirnya mendapat wanita yang diimpikannya dengan kriteria disebutkan diawal, biasanya itu sudah ‘barang sisa’. Wanita yang sudah exhausted dan luka trauma akibat keluguan mereka ketika berhubungan dengan pria yang salah. Atau wanita yang sudah kepayahan dan sangat insecure karena sudah harapan mereka tentang cinta sudah sempat dikandaskan oleh pasangan sebelumnya.


Ingat kelemahan wanita:

Daripada diperlakukan spesial, wanita lebih ingin merasa spesial.


Ini maknanya dalam, aktualisasinya rumit, dan butuh banyak proses trial & error ha ha. Semoga kita pria bisa sama-sama belajar. Bagi yang gak kuat, udahlah jadilah pria normal dan jangan cari istri highclass, yang sepoy-sepoy saja toh rasanya sama walau dihati berbeda namun lama-lama akan sama juga. Tuk melengkapi separoh agama. Aamin.


Kang Jay


"Kang, jangan bahas cinta-cintaan wanita muda terus, bagaimana dengan saya wanita tidak jauh dari usia akang 46an. Saat itu saya merasa terjadi perubahan besar pada diri saya seperti swing mood, emosi meledak2, sulit gembira dll yang kemudian membuat saya mantap untuk cerai dari suami saya. Namun saya sulit melupakan mantan suami sampai saat ini. Nuhun pisan kang."

Baik teh, sebelum membahas ke kisah inspirasi barangkali ada kemiripan dgn kisah hidup tweteh. Saya ingin menjelaskan sedikit tentang proses ilmiah hasil penelitian di Amerika tentang perempuan diusia tweteh. Harap maklum ya teh, penelitian seperti ini jarang dilakukan di Indonesia he he.

Pada saat pre-menopause, hormon2 perempuan mulai berubah sampai tiba menopause. Berawal biasanya usia 42 tahun, otak perempuan jadi kurang peka terhadap estrogen. Bertahun tahun kemudian muncul gejala seperti: rasa panas padahal suhu ruangan normal, nyeri sendi, siklus haid lebih singkat 1-2 hari, berat badan naik, nyeri dada, kecemasan, depresi (suasana hati sangat buruk), mudah marah, merasa lelah, siap menangis karena apa saja, dan dorongan seks yang menurun tajam. Untuk dorongan seks menurun karena bahan bakarnya yaitu testosteron menurun. Kestabilan otak perempuan biasanya semakin gawat diusia 46-49 tahun, dimana indung telur menghasilkan estrogen dengan jumlah tidak menentu. Semua gejala diatas sifatnya berubah ya, artinya misal usia 30an suka marah2, kemudian setelah usia 42 suka marah2 juga terus mempertanyakan "Kenapa sekarang saya suka marah2 ya?", ya itu mah emang tabiat bawaan orok yaitu sulit mengontrol emosi.

Bagi 15% perempuan masa pre-menopause enteng2 saja. Sedang 30% terasa tidak nyaman sepanjang waktu. 55% muncul gejala tapi kadang2 hanya dalam durasi waktu tertentu.

Untuk yang 15%, ada gejala tapi ringan dan baik-baik saja. Bisa karena genetik perempuan ini bagus, atau dia dilingkungan yang kondusif seperti punya kesibukan walau IRT, memiliki suami baik, dan anak-anak yang berkembang dengan baik.

Bagi yang 30%, ada penelitian setelah dua minggu mengkonsumsi obat Estrogen dan Zoloft, banyak wanita merasa seperti diri mereka yang dulu lagi usia 20-30an. Estrogen akan mempengaruhi hormon lain diotak yaitu zat2 neurotransmitter yang mengendalikan suasana hati dan memori. Sedang Zoloft memulihkan jaringan neurotransmitter di otak. Jika ada terus-menerus mengalami gejala diatas bisa coba langsung ke Psikiater, tapi jika sang Psikiater menyarankan ke Psikolog dulu ya ikuti saja. Psikolog mengobati jiwa tanpa obat. Psikiater mengobati jiwa yang sudah sulit disembuhkan dengan terapi saja, sehingga harus dengan obat ha ha. Tapi ingat namanya obat tetap ada efek samping. Masing2 ada plus minusnya.

Ada alternatif lain yang alami, namun kadar estrogen rendah yaitu kedelai, sayuran berdaun hijau gelap, dan brokoli.

Penelitian memperlihatkan perempuan pre-menopause lebih banyak gejala seperti diatas dibanding yang sudah melewati menopause. Usia rata-rata wanita indonesia menopuase adalah 51 tahun.

Berikutnya ini tentang kisah perempuan pre-menopuase. Sebutlah Kartika usia 48 tahun, pada suatu pagi dia terjaga dan memutuskan sekarang saatnya. Dia sudah tidak tahan lagi. Dia ingin cerai. Sudah jelas baginya bahwa suaminya tidak mau didekati dan hanya memikirkan dirinya sendiri. Dia sudah bosan mendengarkan omelan Dodi suaminya. Dia muak. Tetapi, yang benar2 membuat Kartika habis kesabaran adalah ketika dia dirawat di RS selama seminggu karena penyumbatan usus. Dodi hanya dua kali menjenguk, dua2nya untuk bertanya urusan rumah.

Begitulah Kartika, pada usia 48 tahun, dia masih menarik dan merasa penuh energi. Dia merasa dalam sanubarinya bahwa keinginan untuk mengurus orang lain telah lenyap. Dia siap mengambil resiko dan melangkah menuju impian2nya.


"Apa yang salah dengan diriku", guman Kartika. Padahal dia selama berpuluh2 tahun memasak, membersihkan rumah, dan membesarkan ketiga anaknya. Namun mendadak dia, tiada hujan tiada angin, bertanya, "Mengapa?".

Sebenarnya ada proses ke perubahan itu, dia menyadari dia berubah dan pada usia 46 tahun dia menemui psikiater. Karena dia mengeluh gejala2 yang berhubungan dengan suasana hati, seperti mudah kesal, ledakan2 emosi, dan tidak ada kegembiraan. Ya dia menderita pre-menopause, hormon2nya sedang berubah. Komentar yang salah dari Dodi suaminya sudah cukup membuatnya membanting pintu dan lari ke kamar untuk bertangis ria selama satu jam. Dia memutuskan Psikiater karena dia sudah tidak tahan lagi dan ingin Psikiater meresepkan sesuatu. Psikiater memberi dia Estrogen dan Zoloft. Dalam dua minggu, Kartika terheran-heran karena merasa jauh lebih baik. Dia memang memang membutuhkan dukungan neurokimia itu. Dia masuk dalam 30%, yang cukup lama mengalami gejala pre-menopause.

Kembali ke Kartika di usia 48 yang ingin bercerai dengan Dodi. Dia merasa siksaan pre-menopause sudah berlalu, seolah pandangannya sudah jernih tentang apa yang dia inginkan dan apa yang tidak ingin dilakukan. Kartika sudah memberi tahu Dodi walau masih menghormatinya, bahwa dia muak dengan tuntutan terus menerus mengurusi semua kebutuhan Dodi dan mengurusi rumah besar mereka. Ini efek gelombang estrogen dan oksitosis untuk memastikan bahwa dia akan mengurusi kebutuhan orang lain sudah tidak ada lagi. Tentu masih ada cinta pada anak-anaknya tapi karena anaknya sudah bekerja atau kuliah diluar kota sehingga sudah tidak ada kehadiran mereka secara fisik. Sehingga struktur ibu purbanya melonggar. Dia bilang ke suaminya, "Kamu kan orang dewasa, dan saya sudah selesai membesarkan anak2. Sekarang, giliran saya untuk punya kehidupan.".

Bagi banyak perempuan, pada tahapan hidup ini tidaklah melulu penuh kebencian. Banyak juga pasangan yang memiliki semakin banyak waktu dilewati berdua, dan semakin baik hubungan mereka. Mereka bersama-sama melewati masa transisi itu. Menyusun aturan baru untuk masa depan mereka.

Sayangnya transisi pada Kartika tidaklah setenteram itu. Dia ingin kembali ke sekolah pascasarjana dan mulai bekerja di asuransi jiwa. Dia merasa kehidupan barunya ini membuatnya bahagia. Dia merasa sedang merubah dunia. Ini sangat berlawanan dengan perdebatan yang semakin panas saat Dodi pulang dari kantor setiap malam.

Mulailah Dodi terkaget2 saat Kartika bilang, "Buat saja makan malam sialanmu sendiri", dia tidak mempercayai pendengarannya. Kartika juga membentak saat dia ingin menanam saham, namun suaminya tidak mau. Semua yang dikatakan Dodi seakan menjengkelkan, Kartika bahkan mengumumkan bahwa dia akan keluar dari rumah mereka.

Sebenarnya saat Kartika masih muda, dia akan melakukan semua yang dia bisa lakukan untuk menghindari pertengkaran dengan suaminya, bahkan saat dia marah. Namun sekarang saat persediaan hormon estrogen yang menjadii bahan bakar untuk memupuk emosi dan sirkuit2 komunikasi yang membuat panik perempuan bahwa bisa mengancam rumah tangganya, menjadi sedikit bahkan telah dihentikan produksinya. Mulailah drama itu.


Dulu saat muda dia berbangga diri karena bersikap malu, ramah, dan membiarkan suaminya menang. Dulu empati untuk suaminya itu tulus, saat suaminya lelah dan kesal dari kantor. Dia menjaga perdamaian demi menjaga keutuhan rumah tangga. Pikirannya, "Punya suami itu bagus jadi kita terlindungi". Kartika akan menggigit lidah jika Dodi berkata kasar setelah hari berat dikantornya, atau dia akan mengaduk2 sop dan tidak menanggapinya.

Namun saat Kartika mendekati menopause, pengendali itu lepas. Dia semakin mudah kesal. Rasio testosteron terhadap estrogennya sedang berubah, dan kemarahan jadi mirip laki-laki. Sekarang, Kartika menghadapi Dodi dengan melepaskan kemarahan yang terpendam selama puluhan tahun. Sering memang semua ketidakbahagian istri ditimpakan pada suami. Keluhan Kartika sah-sah saja, tapi akar ketidakbahagiaannya masih belum jelas. Bahkan anaknya sendiri bilang, "Ma, tingkah mama aneh dan papa menjadi takut katanya".

Kalau kita mungkin suka berpikir laki2 meninggalkan istri mereka pada perioda menopause karena sang istri menua, gemuk atau terlalu kurus. Namun statistik menunjukkan 65% perceraian diusia mendekati atau setelah menopause dimulai oleh perempuan. Saya berpikir itu terutama karena perempuan sudah tidak mau bersabar menghadapi suaminya, apalagi suami yang pernah ketahuan selingkuh.

Di bulan Agustus diusia 48 tahun, Kartika memutuskan bercerai. Bahkan teman2 nya sudah mulai menjodohkannya dengan sejumlah laki2. Ya di usia 49 tahun resmilah mereka bercerai.

Mulailah dia mencari suami pengganti. Namun tidak perlu waktu lama, dia menemukan laki2 yang sama menjengkelkannya seperti kepada Dodi. Kartika mulai menyadari laki2 single yang mendekati pensiun atau sudah pensiun mencari "PERAWAT BERDOMPET", yaitu wanita yang punya uang sendiri tetapi mau mengurus mereka sepanjang sisa hidup mereka. Ini cukup mengejutkan Kartika. Ini kok persis seperti keinginan saat dia muda. Cari laki2 yang membawakannya uang dan mau mengurus dia.

Namun Kartika masih penuh harap bahwa dia akan menemukan sang "Suami Sempurna" untuk bersama-sama melewati masa tua. Dia butuh rekan setara, belahan jiwa, bisa diajak berbahagia tapi tidak harus melakukan pengurusan secara fisik seperti memasak, mencuci baju, dan membersihkan rumah.

Namun sayangnya pengurusan itulah yang diharapkan dari laki2 lebih tua yang Kartika kencani karena itu yang dilakukan para mantan istri mereka. Kartika tidak berniat menjadi perawat dan tidak seorangpun boleh mencuri uang dari dompetnya.

"Lebih baik saya tidak punya siapa2 sekarang ini". Ya toh Kartika punya banyak teman dekat yang membuatnya gembira. Dia mendambakan sosok laki2 yang lebih sedikit stresnya dibanding saat bersama Dodi.

Memang setelah pisah dengan Dodi, Kartika suasana hatinya menjadi baik dan tidak mudah kesal. Dia menjalani pekerjaan sebagai agen asuransi dengan bahagia. Menonton film2 lama, mandi berendam lama, dan sampai larut malam melukis ya sebuah hobby yang menyenangkan. Saat anak2nya menelepon, dia bersemangat berbicara dengan mereka. Dia mengira makin baiknya suasana hatinya dikarenakan dia sudah mengenyahkan masalah terbesar dari hidupnya: Perkawinan buruknya.

Namun setelah lewat enam bulan dari perceraian, Kartika mulai mengeluh merasa kesepian. Dia mengeluh tidak punya seseorang untuk membicarakan berbagai kejadian dalam hidup dia sendiri dan anak-anaknya. Saya berpikiran Kartika merindukan kehadiran Dodi. Dia mulai berpikir kalau saja dulu mereka bisa berbincang bersama-sama menegosiasikan aturan baru, maka Kartika akan menganggap hubungan mereka berimbang.

Setelah dua tahun berpisah dari Dodi, dia merasa menjadi gadis lagi dan sudah mengencani banyak laki2 yang lebih tua tetapi mengecewakan. Selama dua tahun berpisah dengan Dodi, dia masih merindukannya, wajar 30 tahun hidup bersama itu bukan waktu yang singkat. Kartika masih stalking dan mengikuti linimasa account medsos milik Dodi baik FB, LinkdIn, dan Twitter. Dia merasa hanya dengan Dodi dia bisa berbicara tentang hal-hal tertentu, termasuk tentang anak-anak mereka.

Suatu saat di tahun ketiga saat Kartika berusia 52 tahun dan sudah menopause, Dodi mengajaknya makan malam, dan Kartika memutuskan menerimanya. Mereka bertemu di cafe yang romantis. Disana mereka bercakap-cakap dengan tenang mengenai kesalahan yang telah terjadi. Percakapan diakhiri dengan saling meminta maaf atas ketidakbahagiaan yang ditimbulkan oleh masing-masing pihak. Mereka juga punya pengalaman baru untuk dibagi, seperti Kartika tentang pekerjaan dan lukisannya, atau minat baru Dodi tentang koleksi sepeda Brompton dan sparepartnya, bahkan pengalaman lucu saat masing2 berkencan. Akhirnya mereka menemukan kembali persahabatan dan rasa hormat satu sama lain. Mereka sudah bahagia masing-masing, apalagi Dodi sudah menemukan belahan jiwanya yang baru.

Demikian sekelumit blog yang saya dapatkan dari berbagai sumber terutama dari seorang Psikiater PhD perempuan dengan pengalaman lebih dari 30th di profesinya. Saya pikir blog ini bukan hanya untuk perempuan yang sedang atau telah menopause, namun juga perempuan muda untuk mengantisipasi perubahan hormonal itu.

Kang Jay

Pages: « Previous ... 3 4 5 6 7 ... Next »
advertisement
Password protected photo
Password protected photo
Password protected photo