⁣Pria Kerja Keras Nabung Buat Nikah, Kekasihnya Malah Balik Ke Mantannya ditulis oleh Jayadiningrat


Jika jodoh tak akan ke mana, jika belum jodoh usaha apapun yang dilakukan tak akan membuahkan akhir bahagia.


Seperti kisah pria ini yang sudah bekerja keras menabung untuk menikahi kekasihnya. Ternyata kisah cintanya berakhir pedih.


Perkenalkan pria bernama Azam, pria pada umumnya, lulusan D3 usia 29 tahun bekerja sebagai screenwriter di salah satu stasiun TV swasta. Perkenalannya dengan Rita seorang gadis pegawai swalayan usia 25 tahun karena dikenalkan oleh temannya, "Zam, kamu mau gak aku kenalin ama cewe manis tetangga kosku, baru putus dari pacarnya, anaknya baik lho".


Gayung bersambut, akhirnya Azam dan Rita bertemu di salah satu restoran cepat saji ditemani temannya. Pada pandangan pertama, Azam merasa cocok dan sedikit malu-malu dia membuka percakapan, semua menjadi cair. Kemudian terjadi beberapa pertemuan sepulang kantor bahkan menjelang tengah malam jika Rita mendapat shift malam.


Mereka berdua sudah saling merasa nyaman, Rita menganggap Azam adalah teman curhat yang baik, yah Azam adalah pendengar setia, dalam menyimak curhatannya bahkan kadang kala Azam ikut terbawa emosi.


Hingga akhirnya 2 bulan telah berlalu, pada suatu malam dipertemuan sepulang ngantor, sang gadis seperti terlihat gelisah, lalu dia memberanikan diri menanyakan status hubungan mereka. Azam sebenarnya belum siap menjawab, namun dia akhirnya memberanikan diri 'juga' bilang bahwa dia juga ingin menikah.


Beberapa hari kemudian mereka bertemu kembali, sang gadis menanyakan lagi, "kapan?", Azam pun menjawab untuk beri waktu dia mengumpulkan uang dulu untuk biaya pernikahan yah setahunan. Si gadis sepertinya rasa gusar dan terlihat gak sabar langsung bilang "bagaimana kalau kita tunangan dulu", Azam mengiyakan.


Mulailah perjuangan Azam dalam menabung untuk biaya nikah, mereka masih rajin bertemu sepulang kantor.



Namun nasib berkata lain, setelah empat bulan dia bekerja keras mengumpulkan tabungan pernikahan. Sang kekasih memutuskan hubungan mereka untuk kembali ke mantan pacarnya sebelum dengan dia. Azam sangat bersedih, harapannya bersanding dengan kekasih hatinya telah pupus, uang tabungan yang dia kumpulkan pun hanya bisa dia pegang dan pandangi. Trenyuh.


Kisah diatas sebenarnya sering kita dengar disekitar kita. Sebagai pria saya menganalisa sebenarnya si gadis sudah memberi sinyal yaitu dari gelagat sang gadis meminta menikah segera atau setidaknya tunangan dulu.


Ini memperlihatkan kegalauan dia, antara mantan terindah yang masih dia cintai atau kekasih baru yang 'mungkin' belum dia cintai tapi mungkin bisa menawarkan komitmen menikahinya, namun sayangnya komitmennya lama yaitu satu tahun lagi tanpa dibarengi dengan pertunangan yang dijanjikan. Disisi Azam dimaklumi, mungkin dia tidak tahu situasi itu, mungkin jika diberi tahu, tentu si gadis merasa gak etis memberi tahu, mungkin si Azam menikahinya segera. Pada akhirnya sang gadis berpikir sendiri dan memutuskan kembali ke mantan kekasih hatinya, walau dia sadar si Azam lagi mengumpulkan uang ha ha ha.


Saya akui, wanita suka dengan gercep pria. Tapi kita pria tidak suka gerak cepat kalau urusan nikah. Dipikiran kita pria langsung mikir: gimana biaya nikah, mau dikasih makan apa, bulanan cukup gak, mau tinggal dimana, bagaimana pendapat bapak ibu, sudah yakin belum sebagai calon ibu dari anak-anaknya kelak dll. Coba aja perhatikan mempelai di pelaminan, yang paling ceria siapa. Putri saya saat menikah ceria sekali, sampai keingetan si A si B gak datang ha ha ha. Saya memahami kemurungan suami putri saya, langsung sehari kemudian setelah resepsi saya kasih rumah dan isinya, tapi tetep ya itu hibah diatasnamakan putri saya, dia langsung ceria sampai sekarang. Saya suka heran ama para orang tua yang nahan-nahan warisan, sang anak harus menunggu sampai orang tuanya koit dulu, padahal kan lebih bahagia sebagai orang tua bagi warisan saat kita masih hidup dan melihat mereka bahagia. Bukan memanjakan, namun sampai kapan punya rumah, pun bisa KPR maka mereka harus hemat karena sepertiga uangnya buat bayar KPR, belum cicilan kendaraan, susu anak bahkan ada orang tua yang masih berharap kiriman bulanan.


Saya teringat, pernah suatu waktu 6 tahun lalu berkenalan dengan Janda di AN, itu pertama kali saya kopdar. Dihari pertama kali jumpa itu saya cukup surprise dengan keterbukaan dia, saat kita berdua pindah dari restoran cepat saji ke bioskop, didalam taksi dia berucap mengapa kita tidak langsung ke KUA saja, mungkin itu candaan bagi dia namun bagi saya yang sudah lama sekali tidak pernah nge-date terakhir usia 21 tahun sebelum menikah, itu terdengar seperti tantangan dan sangat menantang. Seharian saya sampai berpikir apa samber aja apa semudah itu. Apa perlu saya besok bareng berangkat ke KUA? Mumpung besok buka kalau sabtu minggu kan tutup ha ha ha. Kalau tutup mosok ke KUD.


Kang Jay


Post Sebelumnya     
     Next post
     Blog Home

Dinding Komentar

Feri4ever VIP
May 22
waja om jay, kmren juga pengennya ke kua... tp stelah tak fikir2... kog masih pengen sendiri dala kebebasan dlu... klo beruntung bisa sambil icip2 rada gadis, janda, dll... klo dibayangan gw menikah itu menakwutkan.... apa mungkin terlalu realistis... banyak saya amati cowo2 pasca nikah auranya jd meredup... kering kurus dan nambah tua wkkkkwaja om jay, kmren juga pengennya ke kua... tp stelah tak fikir2... kog masih pengen sendiri dala kebebasan dlu... klo beruntung bisa sambil icip2 rada gadis, janda, dll... klo dibayangan gw menikah i...See more
cahayahati73 VIP
May 22
ternyata Feri penakwut... hihi... sweat_smile
Jayadiningrat VIP
May 22
⁣Tak apa, usia kang Feri masih muda, selama menunggu kesiapan maka fokus menuju kemapanan, kumpulin uang sebanyak-banyaknya, kalau bisa mulai KPR rumah dan miliki kendaraan sendiri. Kasih target kumpul gak kumpul misal usia 32 harus sudah menikah.

Pria setelah menikah menjadi kurus kering, kurang gizi dan nambah tua, ada dua kemungkinan atau dua-duanya ha ha ha:
1. Kekurangan uang
2. Kebanyakan dimarahi istri

Teh cahaya hati, he he tak apa masih muda juga, puas2in dulu...
⁣Tak apa, usia kang Feri masih muda, selama menunggu kesiapan maka fokus menuju kemapanan, kumpulin uang sebanyak-banyaknya, kalau bisa mulai KPR rumah dan miliki kendaraan sendiri. Kasih target kumpu...See more
cahayahati73 VIP
May 22
innocentBwt si Azam dan para lelaki yg mengalami hal yg sama sprti cerita tsb, .... kalo belom jodoh ya belom aja. Meski diiusahakan ky apa kalo belom jodohnya ya nggak jadi. Maka serahkan apa yg sdh diusahakan kpd Allah Sang pemilik hati yg Maa Tau apa yg terbaik bwt hamba Nya. Dan Jgn putus semangat, krna segala apa yg diusahakan untuk kebaikan dicatat oleh malaikat utk kemudian dikabulkan harapannya meski tdk sesuai dg keinginan tapi sesuai dg kebutuhan. At least yg tadinya kurang semangat menabung jafi semangat utk menabung meski harus diiming2 diajak nikah dulu... Mgkn kalo nggak dipancing diajak nikah ogah2an utk nabung... .innocentBwt si Azam dan para lelaki yg mengalami hal yg sama sprti cer...See more
Feri4ever VIP
May 22
pokoknya antisipasi korban kekerasan verbal dari wanita... kdepan nyari wanita yg lemah lembut.. suaranya empuk dan lembwut... kan ada tuh cewe suaranya mirip cowok... tp klo udh jadi emak2 apa stiap wanita jd lebih cerewet dan suka ngomel ya
Wahidd VIP
May 22
Dan bila perempuan tetap pada kodrat kemisteriusannya....jangan berlama2...tembak aja langsung...kalau ragu...tinggalin aja.....dan telah menunggu berlaksa2 di haluan lainnya
You need to sign in to comment

Kiriman

Oleh Jayadiningrat
Ditulis May 21

Tags

Nilai

Nilai kamu:
Total: 2 (1 penilai)

Arsip

advertisement
Password protected photo
Password protected photo
Password protected photo