Jodoh Tak Terduga ditulis oleh Jayadiningrat


Diusianya yang sudah menginjak tiga puluh lima tahun telah membuat gundah gulana. Apalagi adiknya telah lebih dulu menikah tiga tahun yang lalu.




Sebenarnya secara fisik, Allah telah memberikan anugerah cantik dan juga cerdas, sehingga banyak orang yang mempertanyakan tentang kesendiriannya. Bahkan mereka berpikir dirinya terlalu banyak memilih.


Terkadang dia ingin menangis setiap kali ibundanya melihat dirinya seolah berkata "Kapan kamu menikah anakku?" Hatinya terasa perih. Setiap malam selalu berdoa dan berharap agar segera hadir laki-laki sholeh datang untuk melamarnya.


Bahkan ikhtiarpun telah dilakukan untuk menjemput jodohnya dengan rajin mengikuti majelis ilmu, menjadi pengurus yayasan amil zakat, bershodaqoh ke panti asuhan dan menjadi kakak asuh dari beberapa balita di panti asuhan tersebut. Pekerjaannya sebagai pendidik disalah satu SMP Swasta dijalan Patuha Bandung membuatnya terbiasa dengan anak-anak.


Haripun berlalu begitu cepat. Suatu hari tiba-tiba dirinya merasakan sakit pada perutnya. Mual yang dahsyat, muntah-muntah hebat. Sampai harus ditangani di IGD. Entah apa yang terjadi, langsung tak sadarkan diri. Ketika membuka mata terlihat wajah ibunda, bapak dan adiknya telah berada disampingnya. Terdengar isak tangis, namun kemudian dia tertidur lelap.


Terdengar suara lembut menyapanya, "Sudah bangun Teh?" Dia hanya bisa tersenyum kepada dokter yang merawatnya. Samar-samar sambil berusaha fokus terlihat wajah dokter yang seolah tidak asing. "Sepertinya saya mengenal, dimana ya?" gumamnya terdengar lirih. "Benar, kita memang saling mengenal Teh, saya adalah teman sekolah sewaktu di SMA 5 Bandung.." jawab dokter itu. "Ya Allah," teriaknya dalam hati. Dia ingat, dokter yang merawatnya adalah temannya yang cupu sewaktu duduk dibangku SMA, dia dulu pernah "menembaknya". Menyatakan cinta kepada dirinya dengan menyelipkan surat di bukunya dan semua itu berlalu begitu saja tanpa dia indahkan. Surat cinta yang tak terbalas.




Dengan semangat, dokter itu bercerita tentang dirinya, setamat SMA melanjutkan kuliah di Kedokteran Unpad, lulus sebagai sarjana lalu menyelesaikan koass, lanjut mengabdikan diri di salah satu puskesmas dipedesaan Pendeglang sampai perjalanannya menjadi seorang dokter umum pns di RS Hasan Sadikin Bandung. Saat itu dirinya hampir menyelesaikan pendidikan spesialis bedah vaskular di Unpad, sebelumnya dia sudah mendapat gelar MARS yang ilmunya dia manfaatkan sebagai kepala instalasi gawat darurat. Sang gadis juga menceritakan perjalanan hidupnya dan keluarganya. Seperti tak mau kalah, sang dokter juga bercerita banyak tentang keluarganya, ibunya meninggal saat masih kuliah yang membuatnya sempat down, ayahnya sakit-sakitan tinggal dirumah adiknya seorang arsitek lajang, dan kakak-kakaknya yang telah sukses dan tinggal dirantau.


Dia juga bercerita tentang kekagumannya dulu pada sang gadis, hal ini membuat sang gadis tersipu malu sambil merasa bersalah mengapa dulu begitu tidak peka dan dengan mudah mengabaikannya. Perlahan komunikasi keduanya terjalin lebih dekat. Sebagai seorang dokter umum yang mengawasi kesehatan pasiennya membuat banyak waktu untuk berbincang. Keduanya saling menaruh hati seolah sudah saling mengetahui isi hatinya. Menceritakan masa SMA dari dua sudut pandang yang berbeda namun memiliki kesamaan waktu dan lokasi. Menggidik bersama saat membahas hantu Nancy di jendela SMA 5.


Seminggu di RS tibalah waktu sang gadis pulang. Dokter yang merawatnya itu tidak tinggal diam, beberapa hari kemudian dia datang bertamu dan bertemu dengan orang tua sang gadis di rumahnya daerah Lengkong Kecil. Tiap malam minggu dokter itu selalu datang, tidak sampai sebulan, dokter itu mendadak bilang ingin melamar. Dengan mantap dia bilang akan membahagiakan gadis itu, bahkan jauh sebelumnya dia telah memendam rasa cinta. Orang tua sang gadis pun sujud syukur, demikian indah kuasa Allah mempertemukan jodoh anaknya disaat tak terduga.


Pernikahan dilangsungkan dengan sederhana dengan adat sunda yang kental di gedung Seskoad, menyebar sekitar 250 undangan. Saya suka dengan mobil moris mini sang dokter yang dipakainya sebagai mobil pengantin:



Sang gadis sangat bersyukur telah mendapat jodoh yang diidam-idamkannya, sosok laki-laki yang insya Allah akan membuat hidupnya bahagia.


"Ya Allah, aku bersyukur pada-Mu telah memberikan aku kesabaran untuk bertemu dengan belahan jiwaku. Ternyata sakitku membawa keberkahan yang mempertemukan aku dengan jodohku. Alhamdulillah, Terima kasih Ya Allah atas semua takdir-Mu."


Air matanya bergulir membasahi pipinya bersyukur bertemu dengan jodohnya yang tak diduga.


Kang Jay


Post Sebelumnya     
     Next post
     Blog Home

Dinding Komentar

Montblanc VIP
May 21
Dari situ aku mengambil kesimpulan bahwa cinta saat masih muda polos dan lugu adalah cinta tulus, berdasarkan ketertarikan karena ada chemistry saat suka duka di markas UKM. Sayangnya aku tidak peka ada orang baik yang begitu perhatian. Menyesal itu selalu datangnya belakangan.Dari situ aku mengambil kesimpulan bahwa cinta saat masih muda polos dan lugu adalah cinta tulus, berdasarkan ketertarikan karena ada chemistry saat suka duka di markas UKM. Sayangnya aku tidak peka a...See more
Feri4ever VIP
May 21
klo dh dewasa nafsu dlu baru cinta yah...
Feri4ever VIP
May 21
tp stidaknya saat skrng tau.. klo cinta saja gk cukup... tulus saja gk cukup... baik saja gk cukup... minima ada beberapa komponen yg jadi satu biar bangunan cinta itu kuat... cinta, sex dan uang.
Neni46 VIP
May 21
hi mb montblanc...apa kbrnya...smoga baik2 aja hugging
Jayadiningrat VIP
May 21
⁣Iya teh montblanc, masa SMA maupun masa Kuliah, yah masa penuh keluguan dan kebahagiaan kita, cinta yang muncul cenderung dari lubuk hati terdalam, bersemi tanpa paksaan dan tanpa keterburu-buruan. Menemukan cinta di kampus dan berlanjut dalam keakraban (pacaran), menurut survey di Amerika punya kecenderungan paling tinggi untuk menikah dan awet ketika menikah, "Menamatkan sekolah dan memiliki pekerjaan stabil membantu memastikan sebuah hubungan dimasa sekolah akan bertahan lama." kata Slasser sang kepala riset. Riset itu juga menyebutkan, mereka yang bertemu dikantor dikatakan cenderung paling sedikit untuk berbagi rencana hidup bersama dalam jangka panjang.

Sehingga sangatlah wajar jika orang tua sangat berharap anak gadisnya menemukan jodoh saat kuliah. Bahkan jika belum bertemu saat kuliah S1, orang tua masih berharap dengan menguliahkannya kembali di jenjang S2. Demikian juga putriku yang menemukan jodoh saat kuliah, mengikat janji setia dalam bingkai pernikahan setelah satu tahun keduanya meniti karir di dua tempat kerja berbeda.

Saya juga mengamati teman-temannya melakukan hal yang sama, membawa cinta dikampus ke pelaminan setelah bekerja, mereka seperti berlomba-lomba membuktikan keteman-teman kampus se-gank bahwa cinta mereka dikampus bukan main-main. "Hai, si A sudah menikah dengan si B lho, si C dan D juga sama". Bercengkerama dalam jaringan pertemanan sejurusan diangkatan yg sama, untuk menggali memori kebahagian dulu saat kuliah, seperti tempat nongkrong favorit dll.

Sehingga ada plesetan di salah satu kampus, UGM (Universitas Golek Mertuo), seakan berlomba-lomba mencari pasangan saat kuliah, golek mertuo sing sugih ha ha ha.
⁣Iya teh montblanc, masa SMA maupun masa Kuliah, yah masa penuh keluguan dan kebahagiaan kita, cinta yang muncul cenderung dari lubuk hati terdalam, bersemi tanpa paksaan dan tanpa keterburu-buruan. M...See more
eferel VIP
May 21
drakor drain....drama korea versi drama indonesia.....keren lho sinopsisnya sweat_smile
Jayadiningrat VIP
May 21
Hehe tetep semangat kang Feri, taulah gimana kita pria cari istri, saat waktu yang tepat kita pria akan menyerah sendiri
Jayadiningrat VIP
May 21
Gimana kabar teh Neni..semoga baik dan sehat selalu..
Jayadiningrat VIP
May 21
⁣Iya teh Eferel, tak apalah membangun angan dengan membaca kisah Cinderella orang lain, karena hidup kita juga dipengaruhi oleh proyeksi dan keinginan kita dimasa depan, namun tetap down to earth dengan melihat realitas. Mengambil sisi baik sang aktris Cinderella, seperti terus baik, memperbaiki diri dan menambah kegiatan positif. Membangun energi positif agar terpancar dan menarik someone yang diinginkan mendekat, semesta membantu.

Bukan kemudian menganggap kita layaknya incess tapi saat ada abang cleaning service melamar, lalu congkak "apaan sih" sedang dia masih berharap layaknya di drakor menunggu Direktur muda dan tampan terdampar di restoran tempatnya bekerja sebagai pramusaji. Menawarkan kebahagiaan layaknya incess.

Melihat realitas hidup dikala susah terus juga kurang baik untuk perkembangan mental. Hati menghitam dan keras. Yah seimbang aja. Agar saat keajaiban itu datang tidak gagap menanggapinya, bukan pasang muka cemberut dan ketus, tapi muka bahagia dan ceria menatap kebahagiaan yang sedang dihadirkan oleh Allah, menyambut sang pangeran terbaik untuk incess yang turun dari becak. Pria manapun pasti senang melihat wanita yang bahagia, ceria dan ramai. Itu tak terbantahkan.
⁣Iya teh Eferel, tak apalah membangun angan dengan membaca kisah Cinderella orang lain, karena hidup kita juga dipengaruhi oleh proyeksi dan keinginan kita dimasa depan, namun tetap down to earth deng...See more
tanti1207 VIP
May 21
Happy ending
You need to sign in to comment

Kiriman

Oleh Jayadiningrat
Ditulis May 20

Tags

Nilai

Nilai kamu:
Total: 5 (2 penilai)

Arsip

advertisement
Password protected photo
Password protected photo
Password protected photo