⁣Mana Jodohku, Mengapa Kok Lama ? ditulis oleh Jayadiningrat


Silakan pilih salah satu, masalah mana yang selama ini membuatmu menunda atau tertunda nikah?


1. Belum ketemu jodoh.

2. Belum siap finansial, walau sudah siap seperangkat alat sholat.

3. Belum dapat izin dari orangtua, namun sudah mengantongi izin dari pak lurah.

4. Ingin fokus nyelesaikan pendidikan dulu sambil main game seharian yg mengasyikkan.

5. Ingin fokus di karier dulu bahkan makan aja lupa apalagi pacar.

6. Masih nyaman tinggal dengan orangtua, masih suka dikelonin ibu.

7. Masih ada kakak yang belum menikah, mana mintanya 100jt untuk dilangkahi.

8. Punya orientasi sex berbeda, bahkan di mimpi pun tetap aja berbeda, cuman berharap diakherat normal.

9. Aura ruwet pikiran mumet, minum bodrex malah ketiduran.

10. Kena pelet jarang goyang atau guna-guna semar mesem atau santet. Suka linglung, sakit kepala, nafsu mulu tanpa sebab, terobsesi....nah nah....

11. Susah melupakan mantan alias gagal move on. Ditambah mantan yg udah nikah suka curhat bahkan minta ketemuan.

12. Trauma sehingga tidak percaya akan pernikahan, ortu cerai tetangga cerai bahkan presiden cerai.

13. Gangguan Jiwa, masih rawat jalan sambil cekikikan.

14. Gangguan Sex, sudah ke klinik Tong Fang namun belum sembuh, malah makin menjadi, loyo tak tertolong.


Apalagi ya, tambahin kalau tidak ada diatas, contohnya, lagi males hidup didunia apalagi nikah pengennya traveling ke alam lain tapi maunya nimbel dipelataran surga....atau apa..


Berdasarkan survey salah satu Motivator terkenal dari ribuan anggota fanspage nya, jawaban yang paling banyak dipilih oleh mereka adalah pilihan nomor 1, yakni belum ketemu jodoh.


Masalah jodoh ini selalu jadi pembahasan yang menarik. Hal ini mungkin karena kegalauan kita terkait siapa sebenarnya orang yang dicipta oleh Tuhan untuk menjadi pendamping kita kelak.


Ada banyak sekali persoalan yang membuat kita galau terkait dengan jodoh. Ada yang saling cinta, tapi keluarga tak setuju. Ada yang dijodohkan, tapi nggak saling cinta. Ada yang keluarga setuju, pasangan saling cinta tapi pas mau nikah hadir pihak ketiga yang jadi pemisah. Namun ada pula yang happy ending, yang saling cinta, keluarga setuju semua, mereka pun berhasil melangsungkan akad nikah dan membina keluarga yang bahagia.


Biasanya kita para jomblo mengkhawatirkan hal-hal seperti ini: Jangan-jangan jodohku tak sesuai dengan inginku. Jangan-jangan aku tak bisa bersama dengan orang yang selama ini kucinta. Kekhawatiran ini yang bikin hati para jomblo resah.


Apa lagi kaum wanita. Jodoh bagi mereka adalah hal yang sangat urgent. Keyakinan bahwa kaum pria punya kesempatan memilih yang jauh lebih tinggi dibanding kaum wanita menyebabkan para wanita punya kekhawatiran yang lebih. Mereka takut. jangan-jangan nggak kebagian.


"Ya Allah, Siapa Jodohku?”. Pertanyaan itu yang selalu terucap dari lisan orang yang galau dengan jodohnya kelak. Ada para gadis yang sudah mulai menua tapi kekasih yang didamba tak kunjung datang. Ada seorang jejaka yang tak juga menemukan tambatan hati sebagai ibu bagi anak-anaknya. Ada seorang yang berulang kali gagal merayakan cinta hingga depresi bahkan trauma membangun rumah tangga. Ya, ada bermacam fenomena.


Selalu percayalah bahwa seberapa pun besar rintangan yang hadir, sejauh apa pun jarak yang ada, sehebat apa pun ujian yang datang, kalau memang jodoh, pasti akan ketemu juga. Jangan terlalu risau. Tuhan lebih tahu kekasih seperti apa yang terbaik dan paling sesuai dengan kepribadianmu.


Jika kita punya masa lalu kelam, seperti trauma berkali-kali dibohongi pacar, trauma perceraian, trauma dari keluarga broken home dll. Percayalah bahwa masa depan tidak ditentukan oleh buruknya masa lalu. Kita harus lebih percaya bahwa perubahan hidupnya di masa yang akan datang justru sangat dipengaruhi oleh bagaimana kita membangun mimpi kita saat ini. Bagaimana kita berupaya keras serta menjauhkan diri dari segala penyakit yang bisa membuat hidup kita statis.


Sehingga cara terbaik untuk mengubah nasib adalah dengan mengubah tindakan kita. Einstein pernah berkata, "Melakukan hal yang sama, lalu mengharapkan hasil berbeda, itulah yang disebut sinting."


Teringat jaman saya masih muda, punya bos muda yang karirnya melesat, saya tanya resepnya apa?, dia menyarankan cara sederhana dulu yaitu lakukan merubah rute saat kekantor atau pulangnya dengan jalur berbeda-beda, sampai mentok tidak ada jalan tikus yg belum dilewati, dari situ dia bilang nantinya akan terpikir hal hal lain tentang pekerjaan di kantor dikerjakan dengan cara yang berbeda menemukan ide & alur berpikir seperti jalan tikus. Satu lagi saran lain, yaitu dari Pierre rekan perancis bilang berusahalah tidak pernah melewatkan satu haripun dikantor tanpa belajar 1 jam, belajar apapun. Saya mempraktekannya dan berhasil. La kok bahas kerjaan, tapi saya pikir dalam hal menjemput Jodoh akan mirip-mirip, putar otak pakai alur berbeda dalam ikhtiar sambil belajar untuk memperbaiki diri.


Oiya jadi teringat juga mantan pacar saya yang sholehah, dikemudaan usia 23th dan saya 36th saat itu, saya begitu terpesona dgn ketaatan beribadahnya dimanapun berada bahkan ditengah kemacetan tidak pernah meninggalkan sholat selama wajib dilakukan Semboyan dia membuat saya terngiang2 ampe sekarang, "Yang bisa merubah kita ya diri kita sendiri, jangan berharap pada orang lain untuk merubah nasib kita, atau men-judge orang lain karena nasib buruk kita". Teringat dia kok merasa salah, tidak cepat2 melamarnya keburu dilamar orang lain, yg berkualitas emang laris manis. Walau cewek, dia jenderal sholatku, motivasinya selalu mengobarkan semangat ibadahku, lah kok kebalik tp kenyataan eh.......saat ini, saya aja mulai getol ibadah banyak setelah nonton Film Siksa Kubur bahahaha sereemm berrrrr berasa di liang lahat sendiri. Oiaya, pernah dulu dia saya tanya, kalau bisa nyicil 2jt perbulan apa yg akan dia lakukan, pikir saya jawabannya nyicil rumah atau mobil atau kuliah lg, namun saya terkaget2 dengan jawabannya, dia bilang kalau dia bisa nyicil 2jt maka yg dilakukan pertama adalah ngutang untuk umroh berdua, saya terhenyak dgn jawaban tak terduga itu, bahkan dia spt termotivasi dan setengah merengek ngajak nikah agar halal dan segera bisa umroh berdua sebagai muhrim walau ngutang, kerinduannya pada tanah suci begitu besar. Contoh anak saya saat seusia dia yah mudaan 2 tahunan, cita2nya malah pingin naik balon udara di Turki haha, ya udah ya saya kirim dia kesana xixi, ee tahun berikutnya pingin nonton dan main ski di pegunungan alpen swiss, ngelunjak nih anak. Ga papa ya ngeblog sambil curhat masalalu....lanjut bren.....


Sehingga. Bukan karena nasib jadi hidup begitu-begitu saja, mungkin action dan ilmu kita yang begitu-begitu saja, maka ayo berbenah. Maaf kehabisan kata2 gara2 tengingat mantan...eh....cek dulu ig nya ah...


Kang Jay


Post Sebelumnya     
     Next post
     Blog Home

Dinding Komentar

Nanipurwanti VIP
May 9
poin nomor 1 kang
Jayadiningrat VIP
May 9
⁣Iya Teh, jamak termasuk juga saya. Namun sebagai sesama single kan perlu saling mendoakan agar dipertemukan dengan jodoh yg diidam2kan. Aamiin.
Nanipurwanti VIP
May 10
Aamiin YRA
You need to sign in to comment
advertisement
Password protected photo
Password protected photo
Password protected photo