User blogs

Neni46 VIP
Mau nanya ama tmn2 AN khusus cewek, pertama kali janjian ktmuan ama member AN cowok dimana dan siapa yg byr mknannya ?? Klo ak diajakin ketemuannya di warung tenda sate ayam, ak ga mau trus digeser ke warung bakso sweat_smile pdhal di sebelahnya dan di sebrangnya ada mol joy


Akhirnya ak yg inisiatip nentuin lokasi ktmuan di Dominos Pizza di sebrang warung bakso dan byr masing2 joy krn ngeliat dr body language nya dia ngga ada niatan bayarin sama skali, pdhal dia arsitek grin


Gatot dah datingnya joyjoy

Neni46 Dec 21 '19 · Komentar: 86 · Tags: dating
achyee VIP
#bebeem


Banyak yang pengen ((kalo ga mau dibilang menuntut) untuk bersedia hidup berjuang dari awal, dimulai dari NOL. Biasanya sih kebanyakan lakik yak pengennya gituh...yekan kan kan kan...(((biasa aja hei lelaki gak usah melotot gitu matanya ama calon bini sultan))) heart_eyes


Kalo si cewe menolak halus, bakal dicap cewe matre !sleepy


Jadi gini...;

Hidup gw dulu pernah ngepas banget. So, pas udah gedean dikit, temen2 gw lagi asik2nya kuliah, gw udah mikir gimana caranya kerja sambil kuliah. Mikir gimana caranya pas temen2 gw lulus kuliah pada cari kerjaan sana sini, gw udah duduk manis nungguin gajian.


Mikir gimana caranya pas temen2 gw mikir kawin, gw udah dapet posisi oke di kantoran yang oke. Mikir gimana caranya pas temen2 gw pada sibuk ngejar karir di hari kerja, gw nya tidur2an syeksyah di pantai pasir putih yang lautnya kebangetan biru.


Mikir gimana caranya pas temen2 gw meluruskan badan dan pinggang di hari libur, gw nyari tambahan buat beli kupi yang bukan sasetan dan kembaliannya masih bisa buat pelesiran.


Sampai sini ; gw sombong ??? Bukan. Ini bagaimana caranya gw berjuang dari NOL bertahun-tahun lalu dan udah sampai diangka comfortable.


Jadi, kalo ente ngajak ay berjuang dari NOL, dulu ente kemana aja ngapain aja, hareh geneh masih ngajakin berjuang dari awal di mulai dari NOL ???

Ay udah diangka nyaman disuruh melorot lagi ke angka NOL ???

Ay udah berjuang lama diajakin berjuang lagi ???

Capek maliiihhhh...bow

**lanjut berhalu jadi calon bini sultan**


achyee Jan 21 · Komentar: 85
achyee VIP
Sebucin ituh sometime akutuw..



achyee Mar 24 · Komentar: 84
Nanipurwanti VIP
Hidup terlalu singkat untuk terus mengenang cintamu di masa lalu...

Ciptakanlah Cerita Baru,dengan orang yang benar2 mencintaimu...



*note for my self*

Nanipurwanti Aug 18 '19 · Komentar: 81
Hera_Eirene VIP
Pemenang pertama : Tanti1207


Pemenang kedua : Neni46


Akan ada hadiah hiburan bagi pemenang tada


Hera_Eirene Mar 26 · Komentar: 80 · Tags: pengumuman
Jayadiningrat VIP


Setiap orang yang pernah terlibat dalam affair seperti ini pastilah punya alasannya masing-masing. Entah alasan itu berupa fakta yang logis dan rasional, atau sekedar pembenaran emosional belaka. Dengan dalih baru tahu belakangan kalau sang pria sudah beristri dan sudah terlambat untuk menghentikan perasaan cinta yang menggebu-gebu, atau bahkan sudah tahu dan sadar sejak awal bahwa hubungan itu berjenis affair yang dibangun di atas ketidak-seharusan.


Bila boleh saya gambarkan perasaan si lajang itu maka saya menggambarkan bahwa perasaannya bukannya makin bahagia namun sejatinya makin hancur ketika mengingat waktu yang terus berjalan, bukan berhenti saat ini dimana si lajang itu merasa bisa memiliki laki-laki itu untuk dirinya sendiri. Hatinya tersayat sekoyak demi sekoyak bersama detik waktu yang berlari maju. Maju dan semakin meninggalkan dalam palung cinta kemustahilan yang semakin curam dan curam.


Saya yakin dari lubuk hati si lajang itu sebenarnya cukup tahu diri dan tidak tega untuk meminta sang suami orang untuk memilih diantara dia atau istrinya. Saya paham bahwa saat cinta hadir, semua indera kadang menjadi tak mencecap atau bahkan menjadi terlalu sensitif. Silajang jadi tidak tega terhadap istri affairnya karena merasa sama-sama perempuan dan sama-sama tersakiti. Well, saya pikir ini memang tidak adil untuk kedua perempuan ini.


Menjadi seorang istri yang suaminya punya affair sungguh merupakan situasi yang tidak pernah diinginkan perempuan mana pun juga. Demikian pula, menjadi seorang perempuan selingkuhan juga mengalami siksaan batin, masih ditambah stigma negatif yang selalu menempel, perempuan selingkuhan, penggoda suami, penghancur rumah tangga, atau perebut suami orang. Hm... membayangkannya saja saya sudah ikut sakit hati. Untuk siapa? Untuk keduanya.


Kita sering dengar dari pelakor tanpa niat awal bahwa alasan dia terus maju karena "Dia menikah tanpa cinta, kehidupan pernikahannya datar dan tidak bahagia, keseharian hanyalah melakukan tanggung jawab semata.” jadi dia seakan jadi dewi penolong ingin menyelamatkan si suami orang.


“Teteh, apa pun yang dia katakan tentang kehidupan perkawinannya, apapun itu, yang jelas itu semua bukan urusan teteh. Itu masalah rumah tangga mereka. Apa teteh sadar bahwa dengan masuknya teteh dalam kehidupan mereka, itu membuat kehidupan mereka semakin kehilangan cinta, semakin datar, semakin tidak bahagia, dan semakin menyiksa? Semua jauh lebih baik sebelum teteh datang.”


Jikapun teteh berhasil merebut suami orang, saya mengamati kehidupan rumah tangganya hampir semua tak akan bahagia, banyak yang berujung luka dan siksa bathin. Karena mereka yang tersakiti akan selalu berdoa dalam setiap luka yang sudah tertoreh, doa doa mereka akan mampu menembus langit dan di ijabah oleh Allah.


Sekarang mungkin teteh bisa berbahagia, sekarang bisa tertawa, bisa bersenang senang tapi ketahuilah bahwa itu hanyalah sementara.


Suami yang teteh rebut dulunya dia berjuang bersama istri yang tersakiti, atas doa istri dan anaknya serta restu dari orangtuanya ia menjadi laki laki sukses, belum tentu dia akan sukses saat bersama teteh karena dia membawa beban jeritan kepahitan dan kesakitan yang menghantui langkah dan perjalanannya dari mereka yang disakiti.


Cobalah berfikir berkali kali sebelum melakukannya, cepat atau lambat orang yang teteh rebut akan kembali direbut orang dan dia akan pasti tega menyakiti teteh seperti dulu ia pernah menyakiti pasangannya terdahulu. Kesetiaannya sangat tidak teruji, lelaki yang ikhlas dirinya direbut oleh perempuan lain bukanlah laki laki yang bertanggung jawab tetapi dia adalah laki laki yang akan mampu menyakiti banyak wanita bukan hanya teteh tapi wanita-wanita setelah teteh. Percayalah.


Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang merusak hubungan wanita dari suaminya, maka ia bukanlah dari kami".

[Hadits shahih diriwayatkan oleh Ahmad, Al-Bazzr, Ibn Hibban, Al-Nasa-i dalam al-Kubra dan Al-Baihaqi].

Ya bukan kami golongan Islam, tetapi termasuk dalam golongan syaitan wanita. Merusak hubungan suami istri sehingga kemudian bercerai unt menikah dengan teteh, atau menikah secara sembunyi2 itu juga termasuk merusak rumah tangga orang lain kecuali menikahnya atas persetujuan isterinya. Namun walau istrinya setuju, apakah yakin mau berbagi suami?.


Sehingga bagi pelakor, saya hanya ingin dengar "Saya sudah mengakhirinya. ‘Sudah’. Saya Menang.” Yah menang dari kehidupan suram dimasa depan. Pergilah sejauh-jauhnya dari kehidupan pria beristri tersebut. Ayo teteh-teteh sekalian, jangan mau jadi pelakor, biarkan lakor bergentayangan mencari mangsa namun jangan tergiur walau teteh lagi hbl atau terpuruk. Tetap jadikan diri teteh sebagai wanita terhormat. Insya Allah jodoh akan bertemu.


Kang Jay

Jayadiningrat Mar 16 · Komentar: 80 · Tags: lakor, pelakor, ngelakor
Sonia VIP
hidupku biasa saja gk terlalu matre cuma aku klo suka sesuatu itu gk perduli itu mahal bgt tetap aku beli tapi aku memakai duitku sendiri dan gk prnh punya pikiran minta org lain or pinjam2 duit ke org .... dari kecil aku belajar mandiri sendiri ..dgn kemiskinanku itu pelajaran buatku untuk tidak akan prnh meminta org lain.
Sonia Aug 14 '19 · Komentar: 80 · Tags: bangga kerja kerasku
Jopriatna VIP
Dalam sebuah seminar sang penceramah menghimbau... "Jgn pilih istri yg pintar cari uang"


Hal ini membuat riuh hadirin.


Ada seorang hadirin yg protes; "pak klo istri kita pintar cari uang kan bisa bantu suaminya...." Tanya dia.


"Begini penjelasannya, klo istri kita pintar cari uang, dimana pun uang kita sembunyikan, dilaci, dipeci, dimobil atau ditabungan, pasti dia temukan."

Jopriatna Jan 10 · Komentar: 78
eferel VIP

Bbrp hari lalu akun WAFI buat blog berjudul poligami, isinya ttg keinginannya mencari istri kedua.


Ketika seseorang membuat blog, scara otomatis byk yg membaca dan berkomentar.


Tetapi ketika ada yg berkomentar tdk sesuai, komentar tsb di hapus dg alasan tdk beretika/tdk penting.


Hmmm....mas wafi, kl mas wafi sdh share suatu hal d ruang publik, mas wafi harus siap mental ketika di hadapkan pada pro/kontra. Ketika mas wafi blom sanggup menerima yg kontra, yaa bicarakan hal tsb di ruang privacy (mungkin dg inbox satu2).


2x terliat cara mas wafi yg tdk trima komentar kontra :


1. Ada bbrp teman wanita AN tdk setuju ttg poligami dan mas wafi membalas "yang nggak mau poligami, tidak usah komen, karena yg sy tanyakan adalah wanita yg mau poligami"


2. Saya berkomentar agar istri barunya atas pilihan istrinya (sesuai pengakuannya bs berbuat adil), krn istri pertama atas pilihan ortu dan komentar saya ini di hapus.


Memang hak mas wafi untuk lakukan apapun di blog pribadi, tp sikap mas wafi ini terliat kesannya tdk menerima perbedaan. Bukankah lebih bijak ketika ada suatu hal menjadi bahan pembicaraan dan pembicaraan (pendapat) di sampaikan dr dua arah bukan satu arah ???


Tdk ada komentar saya yg mengatakan (kritik) tidak setuju hal POLIGAMI, tp yg saya katakan (kritik) kepada PELAKU POLIGAMI yaitu mas wafi (mengaku bisa adil).


Ketika mas wafi menikah dg istri pertama, mas wafi dijodohkan (mas tdk memilih dan kemungkinan tdk ada rasa cinta)....tp untuk istri kedua mas wafi cari sendiri (mas memilih dan kemungkinan ada rasa cinta)....apakah ini bentuk adil ???....menurut saya tdk adil, krn berbeda cara proses taarufnya sebelum menjadi istri.


Ketika tdk sama (tdk adil) proses taarufnya sebelum pernikahan...apa mungkin sama (adil) setelah menjadi istri???


Terlebih istri tdk mau memilihkan krn mas wafi ingin dapatkan yg lebih dari istri. Apa mas wafi tdk ikhlas ketika dijodohkan ortu hingga ada keinginan mencari yg lebih dr istri ???


Silahkan mas wafi berpoligami tp jangan mengaku2 bisa adil.


Ini bbrp komentar saya yg di hapus mas wafi,


Kl boleh saran ya mas....cobalah istri yg memilihkannya....biar kedudukannya sama/adil (sama2 mas menikahinya bukan krn pilihan hati).


Ketika mendapatkannya sama/adil (bukan berdasarkan pilihan hati)....mk perlakuannya pun kan sama (cinta tumbuh stlh menikah)


Kl saat ini istri hanya ijinkan poligami, yaa mas usahakan lg agar istri yg memilihkannya. Kl butuh waktu lama yaa mas bersabar aja.


Kl istri mengijinkan dan memilihkan istri baru untuk mas, berarti istri benar2 ridho....dan ketika mas pun ridho di pilihkan istri baru atas pilihan istri, mk akan ada saling mengikhlaskan.


Saya menulis hal ini di blog saya agar tdk ada yg menghapus dan silahkan komentar pro/kontra atas tulisan saya, kita diskusi yaa.....

eferel Sep 13 '19 · Komentar: 78
Jopriatna VIP

Setelah pernikahannya dianggap sah dan sebelum diberikan buku nikah si pihak laki berikrar dihadapan hukum yg disebut dgn SIGHAT TAKLIK yg berbunyi sebagai berikut :


saya : ……Fulan………. bin ………Fulan………. berjanji dengan sesungguh hati bahwa saya akan mempergauli istri saya yang bernama : ……Fulanah…….. binti ………Fulan…….. dengan baik (mu’asyarah bil ma’ruf) menurut ajaran Islam
Kepada istri saya tersebut, saya menyatakan sighat ta’lik sebagai berikut :Apabila saya :


1. Meninggalkan istri saya selama 2 (dua) tahun berturut-turut;


2. Tidak memberi nafkah wajib kepadanya 3 (tiga) bulan lamanya;


3. Menyakiti badan atau jasmani istri saya;


4. Membiarkan (memperdulikan) istri saya selama 6 (enam) bulan atau lebih,


Dan karena perbuatan saya tersebut, istri saya tidak ridho dan mengajukan gugatan kepada Pengadilan Agama, maka apabila gugatannya diterima oleh Pengadilan tersebut kemudian istri saya membayar uang sebesar Rp. 10,000,- (sepuluh ribu rupiah) sebagai ‘iwadl(pengganti) kepada saya, maka jatuhlah talak saya satu kepadanya.

Kepada Pengadilan Agama saya memberikan kuasa untuk menerima uang ‘iwadl (pengganti) tersebut dan menyerahkannya kepada Badan Amil Zakat Nasional setempat untuk keperluan ibadah sosial.


Pertinyiinnyi kenapa pihak wanita tdk berikrar (sumpah) misal akan menjalani kewajiban utama sebagai istri (taat terhadap perintah² suami yg ma'ruf) sebagaimana KHI..

Jopriatna Feb 11 · Nilai: 5 · Komentar: 76
Pages: « Previous ... 2 3 4 5 6 ... Next »
advertisement
Password protected photo
Password protected photo
Password protected photo