User blogs

kokorizal VIP

Modalmu cuma harus YAKIN & PERCAYA DIRI bro...

Tapi biasanya kmu paling ngeles "ah itu pasti org kaya"


Hush!

Klo kmu bilang begitu berarti kmu telah merendahkan derajat seorang wanita


Wanita yg baik itu tidak lah melihat laki2 dari harta dan rupa semata


Itu!

kokorizal Sep 9 '19 · Nilai: 5 · Komentar: 15
Mr_Mahmud VIP
wink......tanpa pengawet dan penyedap...
Mr_Mahmud May 20 '19 · Nilai: 5 · Komentar: 13
Surahman01 VIP

Assalammualaikum...


Terimakasih teman2 yg udh pada hadir, dan para panitia yg udh bersedia untuk merepotkan diri dan mensupport acara kopdar piknik Ancol jadi lebih meriah.


Dan teman2 yg blm bisa hadir di harapkan bisa hadir di acara berikutnya.


Terimaksih semuanya....











Surahman01 Sep 30 '19 · Nilai: 5 · Komentar: 15
meynha VIP
Sedih rasanya ketika melihat akhwat yg begitu mudahnya menaruh hati dan harapan kepada ikhwan karena hanya sesuatu yg terpampang di sosial medianya, dimana di sosmed ahli maksiat bisa berubah seolah - olah menjadi ahli ibadah, bahkan di sosmed ikhwanpun bisa mengaku akhwat.


Ya ayyuhal mar'ah, kita ga tau bagaimana keadaan mereka dikala sendiri, kita gatau hatinya, bagaimana perlakuan terhadap kedua orang tuanya. Jika mendapatkan sesuatu shahih dari postingannya maka terimalah dan amalkan tanpa perlu menaruh rasa kekaguman kepada orangnya, apalagi sampai berharap pengen punya suami seperti dia. Karena jika akhirnya mendapati kenyataan ga sesuai harapan, lalu apa? Akhirnya kecewa. Atau minimalnya akan memasang kriteria yg tinggi (karena maunya yg kaya dia)


Maka mintalah kepada Allah dengan menyebutkan sifat², jangan mudah menaruh harapan kepada seorang ikhwan siapapun dia, seberapa tinggipun pendidikannya, seberapa terlihat humorispun dia dan seberapa tampak faqih nya dia dalam agama, apalagi jika kita mengetahuinya hanya sebatas di sosial media.


Namun berharaplah kepada Allah agar Allah memberikan yg terbaik menurut-Nya, bukan menuntut kita.


Dan jatuhkan hatimu kepada dia yg karena Allah dia memperjuangkanmu, kemudian menghalalkanmu. Dan Mohon lah pertolongan kepada Allah agar tidak memasuki hati kita, kecuali yg halal bagi kita.


Jika ternyata kita dapati diri kita sulit untuk nengontrol hati, atau mudah menaruh hati kepada seseorang di sosmed, maka ahsan kita menghindarkan diri dari akun² ikhwan meskipun ada kebaikan dari postingannya, karena ada mudharatnya bagi kita, minimalnya akan menyibukkan diri dan hati kita dari mengingat Allah..


Wallahu a'lam


#fiqihwanita

#nasehatdiri

meynha Jul 9 '19 · Nilai: 5 · Komentar: 5
Indixan VIP

Bismillah... In the name of Allah..

Kalimat itu mungkin yg menjadi dasar kebanyakan dr kita semua utk join di AN...

Walopun ada jg sebagian yg join di AN mgk sebatas mengikuti hawa nafsu aja atau sekedar iseng aja..


Profilnya cukup menarik, sampe terbaca deskripsi dirinya yg tdk malu mengakui kl statusnya msh beristri & memiliki 2 orang anak..

Dan ditambah embel2 kalimat "lebih baik jujur", tulisnya..

Yg jadi pertanyaan, seberapa jujurnyakah dirinya ?

Apakah dia jujur jg ke istrinya, ke anaknya, kalo sedang ikut situs cari jodoh & mencoba cari kenalan perempuan lain ?


Bisa jadi sih..


Kl niatnya ikutan AN cuma iseng2 siapa tau dpt hadiah... Ya..itu haknya dia.. hanya, salah alamat aja kl sampe bermaksud mengenal saya lebih jauh, krn saya lebih menghargai istri & anaknya ketimbang dia.. walopun saya tdk mengenal mereka..


Kl niatnya ikutan AN udah direstui oleh istrinya... Ya..itu haknya dia juga... Tp tetap aja salah alamat kl sampe bermaksud mengenal saya lebih jauh, krn sekali lagi, saya lebih menghargai istri & anaknya ketimbang dia... walopun saya tdk mengenal mereka..


Konsep poligami memang diperbolehkan dlm Islam, dicontohkan oleh Rasulullah.. tp jarang2 ada yg mengikuti sunnahnya.. krn yg dinikahi Rasulullah kebanyakan adalah janda miskin & tua, semata2 utk melindungi mereka dari hinaan, dr cemoohan, dr fitnah orang lain...

Dan iya, nikahilah wanita yg kamu suka, bisa 2, 3, atau 4.... Rata2 kaum pria hanya mengutip ayatnya sampai disini.. pdhal msh ada kelanjutannya.. Tp sekali2 kamu tdk akan pernah bisa bersikap adil.. pdhal, salah satu syarat poligami, adalah hrs bisa bersikap adil... Sedangkan Allah sendiri berfirman, kalau kamu tdk akan pernah bisa bersikap adil...

Jadi, pembolehan poligami itu sendiri sebenarnya disertai oleh suatu persyaratan, yg bisa dibilang mustahil utk bisa dilakukan..


Tp ya kesimpulan ini hanya sebatas pemahaman saya yg msh perlu belajar banyak banget mslh agama.. :)


Pernah dulu sekali, saya diajakin nikah sama temen SMP yg udah punya istri & anak... Saya hanya menjawab singkat... Jgn pernah lagi kamu coba khianati istri & anakmu, walopun itu cuma dlm imajinasimu.. Hargai mereka..!


Be loyal & respectful, and you will get all the love, and everything you need to make you feel special.. ;)


Selamat hari raya Idul Fitri 1441 H.. Mohon maaf lahir batin.. Enjoy this precious moment with your family.. :)


Stay at home.. Ga bisa mudik sedih juga ya rasanya.. hiks..

Indixan May 23 · Nilai: 5 · Komentar: 4
Jayadiningrat VIP


Diusianya yang sudah menginjak tiga puluh lima tahun telah membuat gundah gulana. Apalagi adiknya telah lebih dulu menikah tiga tahun yang lalu.




Sebenarnya secara fisik, Allah telah memberikan anugerah cantik dan juga cerdas, sehingga banyak orang yang mempertanyakan tentang kesendiriannya. Bahkan mereka berpikir dirinya terlalu banyak memilih.


Terkadang dia ingin menangis setiap kali ibundanya melihat dirinya seolah berkata "Kapan kamu menikah anakku?" Hatinya terasa perih. Setiap malam selalu berdoa dan berharap agar segera hadir laki-laki sholeh datang untuk melamarnya.


Bahkan ikhtiarpun telah dilakukan untuk menjemput jodohnya dengan rajin mengikuti majelis ilmu, menjadi pengurus yayasan amil zakat, bershodaqoh ke panti asuhan dan menjadi kakak asuh dari beberapa balita di panti asuhan tersebut. Pekerjaannya sebagai pendidik disalah satu SMP Swasta dijalan Patuha Bandung membuatnya terbiasa dengan anak-anak.


Haripun berlalu begitu cepat. Suatu hari tiba-tiba dirinya merasakan sakit pada perutnya. Mual yang dahsyat, muntah-muntah hebat. Sampai harus ditangani di IGD. Entah apa yang terjadi, langsung tak sadarkan diri. Ketika membuka mata terlihat wajah ibunda, bapak dan adiknya telah berada disampingnya. Terdengar isak tangis, namun kemudian dia tertidur lelap.


Terdengar suara lembut menyapanya, "Sudah bangun Teh?" Dia hanya bisa tersenyum kepada dokter yang merawatnya. Samar-samar sambil berusaha fokus terlihat wajah dokter yang seolah tidak asing. "Sepertinya saya mengenal, dimana ya?" gumamnya terdengar lirih. "Benar, kita memang saling mengenal Teh, saya adalah teman sekolah sewaktu di SMA 5 Bandung.." jawab dokter itu. "Ya Allah," teriaknya dalam hati. Dia ingat, dokter yang merawatnya adalah temannya yang cupu sewaktu duduk dibangku SMA, dia dulu pernah "menembaknya". Menyatakan cinta kepada dirinya dengan menyelipkan surat di bukunya dan semua itu berlalu begitu saja tanpa dia indahkan. Surat cinta yang tak terbalas.




Dengan semangat, dokter itu bercerita tentang dirinya, setamat SMA melanjutkan kuliah di Kedokteran Unpad, lulus sebagai sarjana lalu menyelesaikan koass, lanjut mengabdikan diri di salah satu puskesmas dipedesaan Pendeglang sampai perjalanannya menjadi seorang dokter umum pns di RS Hasan Sadikin Bandung. Saat itu dirinya hampir menyelesaikan pendidikan spesialis bedah vaskular di Unpad, sebelumnya dia sudah mendapat gelar MARS yang ilmunya dia manfaatkan sebagai kepala instalasi gawat darurat. Sang gadis juga menceritakan perjalanan hidupnya dan keluarganya. Seperti tak mau kalah, sang dokter juga bercerita banyak tentang keluarganya, ibunya meninggal saat masih kuliah yang membuatnya sempat down, ayahnya sakit-sakitan tinggal dirumah adiknya seorang arsitek lajang, dan kakak-kakaknya yang telah sukses dan tinggal dirantau.


Dia juga bercerita tentang kekagumannya dulu pada sang gadis, hal ini membuat sang gadis tersipu malu sambil merasa bersalah mengapa dulu begitu tidak peka dan dengan mudah mengabaikannya. Perlahan komunikasi keduanya terjalin lebih dekat. Sebagai seorang dokter umum yang mengawasi kesehatan pasiennya membuat banyak waktu untuk berbincang. Keduanya saling menaruh hati seolah sudah saling mengetahui isi hatinya. Menceritakan masa SMA dari dua sudut pandang yang berbeda namun memiliki kesamaan waktu dan lokasi. Menggidik bersama saat membahas hantu Nancy di jendela SMA 5.


Seminggu di RS tibalah waktu sang gadis pulang. Dokter yang merawatnya itu tidak tinggal diam, beberapa hari kemudian dia datang bertamu dan bertemu dengan orang tua sang gadis di rumahnya daerah Lengkong Kecil. Tiap malam minggu dokter itu selalu datang, tidak sampai sebulan, dokter itu mendadak bilang ingin melamar. Dengan mantap dia bilang akan membahagiakan gadis itu, bahkan jauh sebelumnya dia telah memendam rasa cinta. Orang tua sang gadis pun sujud syukur, demikian indah kuasa Allah mempertemukan jodoh anaknya disaat tak terduga.


Pernikahan dilangsungkan dengan sederhana dengan adat sunda yang kental di gedung Seskoad, menyebar sekitar 250 undangan. Saya suka dengan mobil moris mini sang dokter yang dipakainya sebagai mobil pengantin:



Sang gadis sangat bersyukur telah mendapat jodoh yang diidam-idamkannya, sosok laki-laki yang insya Allah akan membuat hidupnya bahagia.


"Ya Allah, aku bersyukur pada-Mu telah memberikan aku kesabaran untuk bertemu dengan belahan jiwaku. Ternyata sakitku membawa keberkahan yang mempertemukan aku dengan jodohku. Alhamdulillah, Terima kasih Ya Allah atas semua takdir-Mu."


Air matanya bergulir membasahi pipinya bersyukur bertemu dengan jodohnya yang tak diduga.


Kang Jay

Jayadiningrat May 20 · Nilai: 5 · Komentar: 10 · Tags: ikhtiar, jodoh, takdir
Jayadiningrat VIP



Alkisah, sepupu perempuan saya. Saya akui dia sangat cerdas sekali. Semasa SD SMP SMA selalu rangking-1 dikampung, kemudian dia kuliah, IPK-nya pun cum laude. Pokoknya TOP! Dengan potensi yang luar biasa tersebut, saya dulu memprediksi ia bakal dapat beasiswa S-2, atau paling tidak akan melanjutkan ke jenjang selanjutnya dengan jangka waktu yang tidak akan lama.



Namun jauh sebelum saudara saya mengajukan keinginannya untuk melanjutkan S-2, ibunya sudah mewanti-wanti dia untuk menunda harapannya. Setelah lulus, kerja sebentar, kemudian nikah. Titik. Urusan pendidikan tinggi itu belakangan, begitu nasihat beliau.


Apa daya, hampir 8 tahun setelah lulus dari S-1 yaitu diusia 31 tahun, jodohnya tak kunjung tiba. Selain karena ibunya hanya mempertimbangkan laki-laki yang tinggal di satu kota, bahkan sekitaran kampungnya saja. Profesi tentara, polisi, pegawai bank juga tidak masuk kriteria.


Padahal pria-pria lajang yang tinggal di kampungnya rata-rata hanya tamatan SMA. Kalaupun ada yang belum menikah, itu pun usianya terpaut jauh, empat puluh tahun dan ketika diajaknya mengobrol, jangankan tersambung, mau dihubungkan pun kabelnya sudah ruwet duluan. Kemudian pria-pria itu mundur teratur.


Sudah sering ia dijodohkan ibunya dengan orang didaerahnya, namun sayangnya tidak ada yang memahami dia lagi. Sempat ia bertanya pada saya, "Apa perlu aku pura-pura bodoh dan iya-iya saja Kang dan menerima siapapun yang datang?. Agar mereka tidak mundur teratur."


Di tengah putus asanya, saya mencoba untuk membuatnya sedikit agak tenang, "Teh jodoh itu baiknya sekufu. Kalau memang Teteh belum bisa S-2 demi menuruti keinginan ibu. Pergilah ke luar, cari komunitas. Bisa cari hobi yang lingkungan yang buat Teteh merasa nyaman. Atau ikut seminar! Siapa tahu jumpa orang yang nyambung disana. Kalau Teteh hanya pasrah, menjalani apa yang ibu inginkan. Teteh akan menderita sendiri lho. You are responsible for your own happiness, not your mom."


Dia hanya menarik napas panjang. Saya menambahkan, "Okelah, Teteh bisa aja nikah, hanya untuk menuruti keinginan orangtua. Beban mereka memang hilang ketika Teteh menikah. Tapi siapa yang kemudian menjalani dan merasakan lika-liku kehidupan rumah tangga? Bukan mereka, kan?!. Memang tidak ada salahnya Teteh menurunkan kriteria namun itu benar-benar dari hati nurani Teteh."


Dari kisah ini, saya pun jadi agak mengelus dada kalau kecerdasan perempuan sering diidentikkan menjadi ancaman laki-laki. Bahkan beberapa orangtua sering melarang anaknya untuk sekolah tinggi-tinggi dan merantau karena takut nanti tidak dapat jodoh. Memang kenapa kalau perempuan cerdas? Bukankah ketika perempuan cerdas, ia justru punya potensi untuk melahirkan generasi yang cerdas juga?.


Apa perlu wanita menyembunyikan angka di rapor dan ijazah agar mengamankan insekuritas laki-laki yang merasa takut harga dirinya jatuh hanya karena mendapatkan pasangan yang lebih pintar? Tentu tidak, bukan?


Saya akui, dulu sayapun ada ketakutan dekat dengan wanita pintar. Saya ingat saat STM ada teman wanita satu Lab, saya merasakan dia ingin dekat dengan saya sehingga minta diajari mengoperasikan mesin di Lab. Dalam hati saya mikir bukannya dia lebih pintar dari saya?, berikutnya saya segan ngajari dia dan pada akhirnya kita jaga jarak.


Namun setelah beberapa tahun punya pengalaman hidup diluaran, pemikiran saya pun berubah, alangkah baiknya kecerdasan perempuan itu dihargai. Bukannya berpikir bahwa kepintaran wanita akan membuat laki-laki terlihat inferior.


Adik kandung saya juga cerdas, SD SMP SMA selalu tiga besar dikelasnya, kemudian menikah dengan pria biasa aja. Walau terlihat janggal dari luar dimana adik saya yang terkesan jadi 'otak' keluarga. Namun saya lihat mereka rukun dan bahagia aja, si suami terlihat suka dan manut aja dimanjakan dengan service 'otak' sang istri.


Semoga pria-pria jomblo yang sedang mencari calon istri bisa berpikir ulang tentang wanita yang 'lebih' cerdas. Sedangkan untuk wanita-wanita cerdas, sedikit menurunkan ekspektasi untuk mendapatkan pria cerdas juga, jika ada pria biasa yang ingin melamar maka tidak ada salahkan dipertimbangkan.


Saya selalu ingat wanti-wanti ibu saya untuk adik-adik perempuan saya, dan ini saya teruskan ke anak perempuan saya: "Wanita yang menunggu jodoh itu, ibarat anak sekolah yang sedang menunggu angkot. Kadang, ada angkot yang bagus, tapi isinya penuh. Kadang pula ada angkot yang banyak kursi kosong, tapi agak jelek. Maka segeralah mengambil keputusan memilih angkot yang dirasa pas, dibanding terus berharap ada angkot bagus tapi kosong. Pada akhirnya malah jadi takut telat sampai sekolah, sehingga terburu-buru naik angkot yang seadanya saja."


Kang Jay.




Jayadiningrat May 16 · Nilai: 5 · Komentar: 21 · Tags: jodoh, cerdas
mssilaba VIP
Kalau gw kasih kesimpulan..umumnya yang join ke AN ini lebih untuk mencari hiburan n teman sharing ,chat u ngisi waktu yg kosonggrinning.kalau u cari jodoh yg serius sepertinya persentasinya kecil...


mssilaba May 14 · Nilai: 5 · Komentar: 28
Ulsha VIP

Untuk apa mengejar jodoh kalo ujung2nya Allah yg menentukan?


Untuk apa memperbaiki diri kalo ujung2nya jodoh ngga sesuai dengan diri kita yang telah lebih baik?


Untuk apa mengejar dia kalo ternyata jodohnya dengan yang Iain?


lni sama aja seperti:


Untuk apa mengejar rizki kalo Allah udah menakar seberapa banyak yang akan menjadi milik kita?


Padahal rizki itu kalo ngga kita usahakan apa akan datang ke depan muka kita begitu aja?


Jodoh bisa kita samakan dengan rizki. Doa kita, ikhtiar kita akan memengaruhi hasil akhir/ takdir yang akan kita dapatkan.


Allah telah menentukan sejak awal. Qadarullah Dia yg menuntunmu ke arah takdir yg memang telah ditentukan.


Allah akan menjodohkanmu dengan orang yg memiliki irisan kehidupan denganmu. Bisa jadi kamu nggk kenal dia


Jadi untuk apa mengejar jodoh padahal sudah pasti Allah tentukan untuk kita?


Jawabannya karena doamu, ikhtiarmu & campur tangar Allah itu tak bisa dipisahkan. Itulah yg membuatmu ditakdirkan dengan seseorang.

Siapa tau jodohmu orang yg sangat solih, good looking,

Pengusaha, akhlaknya baik meskipun sekarang kamu belum mengenalnya.


Tapi Allah akan memberikannya padamu setelah kamu berjuang keras memperbaiki diri, mensolihahkan diri, menaati segala perintah Allah & menjauhi IaranganNya.


Kemudian Allah mentakdirkanmu masuk ke dalam kehidupan dia. Tiba2 kamu menjadi karyawannya. Lalu dia jatuh cinta pada akhlakmu kemudian dia melamarmu seperti sinetron FTV


Jadi sama seperti rizki, tanpa doa dan ikhtiar


Jadi jangan lelah berdoa & ikhtiar agar jodoh terbaik menjadi milik kita

Ulsha May 3 · Nilai: 5 · Komentar: 2
marilah VIP
Entah sudah berapa tahun saya gabung di AN. Pun sudah banyak mengenal sifat2 member AN.

Beberapa bulan terakhir, saya ‘sedikit’ terganggu dgn aktivitas perkenalan ini. Disaat sudah banyak pertanyaan ‘kapan nikah?’, saya kembali teringat dengan inbox dari member AN yang berniat untuk kenalan dan bertukar no telp (WA) Untuk saya merasa berminat, tentu saya beri (bukankah begitu?) Saya pun selalu berharap ini perkenalan saya yang terakhir, yang akan berlabuh di KUA.

Tapi setelah menghubungi via WA, yang terjadi selalu bukanlah perkenalan. ?? Yang ada justru selalu sudah makan? Sudah sholat? Sudah mandi? Sudah bangun? Jangan lupa makan ya. Jangan lupa sholat ya. Jangan ga mandi ya. Jangan lupa bangun ya!!
Kepentingannya nanyain itu dalam kenalan tuh apaaaa??? kalo saya jawab saya belum makan pun kalian ga akan juga kasih saya makan.

Please lah, bukan perhatian ituuuu yang saya harapkan disaat perkenalan. Justru perkenalan itu untuk menggali informasi tentang siapa saya dan siapa kamu. Jangan dikotori dengan jadi ALARM yang selalu mengingati tp tidak bertanggungjawab.

Belum ada tanggungjawabmu untuk mengingati itu. Saya ini masih tanggung jawab orang tua saya.

Dan saya akan langsung badmood saat ada laki-laki seperti itu.

Terlalu banyak jg laki-laki yang bilang saya sombong, saya cuek, saya dingin dll. Yaaa bagi saya itu ga apa apa. Saya hanya ingin mendapatkan laki-laki terbaik diantara yang baik. Saya pun berusaha untuk menjadi yang terbaik. Toh menikah pun bukan perlombaan; siapa cepet dia menang.

Ubah niatmu, ubah tingkahmu, jaga etikamu duhai lelaki.
marilah May 24 '19 · Nilai: 5 · Komentar: 22
Pages: 1 2 3 4 5 ... Next »
advertisement
Password protected photo
Password protected photo
Password protected photo