User blogs

Mayeni VIP

Buat semuanya

Minal aidin walfaidzin

Mohon maaf lahir dan batin.

#dirumahaja

Mayeni May 28 · Nilai: 5 · Komentar: 3
AryoWibowo VIP
TAPE KETAN = TAhan PErasaan saat lebaran KEtemu manTAN.

NASTAR = NASib jomblo yg terlanTAR.

Tambahkan gaes klo ada yg laen. masksweat_smile

AryoWibowo May 27 · Komentar: 4
Res VIP
Seperti pagi kau senantiasa kutunggu. Di negriku, di awan.:polos:
Res May 27 · Komentar: 13 · Tags: semangat, semoga
Ning272 VIP
......
Ning272 May 26 · Komentar: 6
fit82 VIP
Aku sih belum pernah nyoba jawab se-ngegas inijoy


fit82 May 26 · Komentar: 6
Riyanti12 VIP
Tak sedikit waktu yang telah berlalu

Tanpa arti dan makna yang jelas

Lebih banyak kerikil dan duri

Yang menhalangi langkah kaki


Terkadang rembulan ikut bersembunyi

Dibalik awan yg menggumpal gelap

Tak mau menunggu waktu yang lama

Dalam keterbatasan keimanan dan ilmu


Kini senja mulai menghampiri

Dalam wajah tak berseri

Namun sinar bijakmu nampak anggun

Menanti datangnya kekasih hati


Melanjutkan kebahagiaan yang pernah ada

Yang sempat hilang oleh karamnya kapal

Dan terbawa ombak hingga jauh

Tak mampu tersentuh tangan lagi

Riyanti12 May 26 · Komentar: 4
eferel VIP
Sekarang hari apa ???


Hari melupakan mu.....

eferel May 26 · Komentar: 15
Riyanti12 VIP
Pada umumnya pria memilih wanita yg utama karena kecantikannya lalu ahlaknya dan bagi single parent tentu jumlah anak akan jd perhatian juga karena jika banyak anak dikuatirkan akan menjadi masalah kelak, saya tuliskan hal ini, karena pernah saya alami, dimana mengenal pria yg anaknya sama denganku lalu dia berkata "anaknya banyak nanti akan tinggal di mana?" Hallo.... seorang pria yg demikian dlm berpikir ini agak aneh di dalam diri saya, karena dia hanya mementingkan diri menurut saya tanpa mau memahami wanita, dan pria yg spt ini mungkin hanya ingin numpang hidup saja pd istrinya, sehingga saya pikir tidak salah jika seorang wanita harus memilih dan melihat basic seseorg sebelum melangkah untuk menerimanya dalam kehidupan agar tak jadi penyesalan kelak, wanita juga boleh memilih setidaknya yg memiliki latar belakang pendidikan yg sama dan cara berpikir yg mau memahami wanitanya.

Trus pria yg belum jelas status perceraiannya itu jangan bilang dah bercerai karena kasian wanitanya nanti dianggap pelakor oleh masyarakat karena menerimamu tanpa penjelasan yg jujur dr pria.

Ini hanya sharing pagi utk kita para wanita dan pria yg ada di sini, semoga bs saling memahami..


Riyanti12 May 26 · Nilai: 5 · Komentar: 28
Saputri VIP

Allah SWT telah menetapkan jodoh, rezeki, dan kematian kita dalam kitab Lauh Mahfudz. Namun bukan berarti kita tidak dapat memilih jodoh kita sendiri. Allah memberikan jalan bagi kita untuk memilih jodoh yang kita inginkan. Hanya saja jika Anda menginginkan jodoh yang baik untuk Anda maka jadilah pribadi yang baik, begitu pula sebaliknya jika Anda menjadi pribadi yang tidak baik, maka jangan mengharapkan jodoh yang baik. Sebagaimana janji Allah di atas.

Saputri May 26 · Komentar: 3
Jayadiningrat VIP


Mungkin kita pria pernah dibilang oleh wanita tidak peka. Kemudian kita pria kebingungan, tidak peka pada hal apa, perasaan semua biasa dan baik-baik aja. Lalu dibilang lagi tidak peka, bertanyalah pria "peka pada hal apa?", namun tidak dijawab wanita.


Saya akan ambil contoh kasusnya pada putri saya. Pada awal kenalan dengan cowok, putri saya tercengang melihat ketidakmampuan sang pria teman dekatnya untuk peka atau turut bersedih hati saat putri saya sedang sedih atau curhat tentang kesedihannya.


Kondisi ini sebenarnya sudah banyak diteliti, bahwa pria dan wanita akan sama-sama merasa nyaman saat berdekatan secara fisik dengan orang yang gembira. Namun, hanya wanita dalam penelitian menunjukkan yang masih merasa sama nyamannya berdekatan dengan orang yang sedang terluka atau sedih.


Yang saya amati, seperti teman-teman putri saya yang akan terus menemani saat hati putri saya terluka atau sedih. Mereka akan bertanya kapan itu terjadi, apa yang diucapkan, apakah kamu bisa tidur, atau udah makan belum, atau mau aku kerumahmu?.


KEMAMPUAN untuk “mendampingi” selama terjadi masalah emosi memang sudah tertata kuat dalam diri wanita.


Akan berbeda dengan pria jika melihat wanita sedih, cenderung diam atau hanya mengucapkan, “Aku harap kau lekas ceria lagi, ya” kemudian buru-buru melanjutkan kesibukannya atau menjauh pergi. Bukannya sang pria sengaja tidak peka, namun lebih berkaitan dengan insting purba pada pria. Insting pria terbiasa menghindari kontak dengan orang lain bila mereka sendiri sedang mengalami masa yang beraatttt dari segi emosi. Pria biasa menenangkan atau memproses kesulitannya secara SENDIRIAN. Dan mengira wanita akan melakukan hal yang SAMA. Jadi bukan tidak peka, namun pria cenderung udah dari sononya begitu.


Lalu putri saya bertanya mengapa ayah bisa peka? (versi putri saya he he) "Nak, ayah sudah mengalami asam garam kehidupan, apalagi sejak punya kamu anak perempuan kemudian kamu ditinggal ibumu, ayah berusaha keras memahamimu". Untuk pria muda yah pastinya cenderung lebih mengandalkan insting, masih wajar kurang peka. Dia butuh banyak berinteraksi dengan wanita untuk mengasah kepekaannya.


Namun banyak juga pria yang susah belajar. Bahkan sampai puluhan tahun menikah pun, masih banyak suami yang masih mengandalkan insting purbanya saja alias tidak peka terhadap istrinya ha ha ha. Dalam benaknya, "Saya kan ga neko-neko, dan udah berusaha jadi suami baik kok". Eee ternyata dianggap gagal total tanpa kepekaan, sehingga menyebabkan istrinya tidak bahagia, memilih bercerai atau bahkan kecantol pria lain yang dianggap lebih "peka". Memang pemahaman perbedaan pria dan wanita perlu digarisbawahi saat ingin menikah, jangan hanya modal cinta apalagi nafsu saja.


Kembali ke putri saya , tentang ketidakpekaan pria bisa juga muncul dalam berbagai emosi lainnya, tidak hanya saat wanita sedih saja.


Pria teman dekat putri saya (yah pacar lah) sebenarnya sudah mengungkapkan ingin menikahi putri saya. Namun karena putri saya baru diterima di RS sebagai bidan yang benar-benar masih hetic banget dengan kesibukannya, sehingga dia minta waktu untuk menjawabnya. Sang pria setuju.


Setelah beberapa bulan akhirnya putri saya mulai terbiasa dan berkurang tekanan kerjanya. Putri saya sadar bahwa dia pun ingin menghabiskan sisa hidupnya bersama pujaan hatinya, rencana ini sudah didiskusikan juga dengan saya dan saya mengiyakan. Putri saya memutuskan untuk membuat dia tahu. Selama dua bulan, putri saya melontarkan banyak isyarat alias kode-kode, yah pembahasan tentang anak lah, tinggal dimana lah, persiapan apa yang diperlukanlah, namun sang pria tidak banyak merespon dengan semangat alias datar saja menjawab bahkan sekenanya, tanpa merasa tahu pesan-pesan sebenarnya.


Setelah beberapa bulan kemudian karena panik, putri saya langsung bilang, “Aku siap menikah,” pada suatu sore. Sang pria hanya menjawab, “Ok, saya sangat senang mendengarnya” menoleh sambil tersenyum sebentar lalu menonton lagi pertunjukan musik di hari minggu sore itu.


Putri saya mulai panik. Apa dia sudah berubah pikiran? Apa dia sudah tidak mencintainya lagi? Setelah menonton musik, putri saya selama beberapa jam mencecarnya. Akhirnya karena seakan merasa frustrasi dan terhina, putri saya menangis. Putri saya bertanya apakah dia sedang mau meninggalkannya. Sang pria kaget dan menjawab, “Apa?”. “Bagaiman bisa berkesimpulan seperti itu? Ini kan pertama kalinya adik menyatakan bahwa siap menikah....(berpikir sejenak, mulai sadar, dan oalah ealah)....maukah adik menikah denganku?”. Lega dan tersenyum malu-malu putri saya ha ha ha.


Putri saya tidak bisa mengerti bagaimana sang pria seperti tidak peka dengan sinyal-sinyalnya selama berbulan-bulan ini, bahwa dirinya sudah siap menikah.


Nah ini salah satu sifat wanita yang perlu dipahami pria, saya teringat saat putri saya masih kecil, dia tidak mau berhenti melenggak lenggok sebelum berhasil memancing ekspresi wajah saya. Jika putri saya tidak mendapat respons yang diharapkan, dia akan terus lenggak lenggok dengan tingkah lakunya itu. Dia akan berhenti jika menyimpulkan dan mengira bahwa saya tidak menyukainya, karena tidak melihat ekspresi saya.


Yah mirip mirip seperti kisah putri saya saat udah dewasa diatas. Ketika sang pria tidak langsung melamarnya dan tidak langsung menanggapi interogasinya, dia menyimpulkan bahwa sang pria tidak mencintainya lagi. Sebenarnya, sang pria hanya kurang peka aja dengan sinyal-sinyal itu, bahkan saat diberi sinyal keras maka sang pria sebenarnya hanya berusaha mengulur waktu untuk mengajukan lamaran karena saat itu kan saat pertama kali putri saya bilang siap menikah, dia mungkin sedang berpikir langkah apa selanjutnya, yah khas pria kadang tidak bisa spontan, perlu waktu untuk mensinkronkan dengan logikanya dulu.


Begitulah wanita he he he, selalu ingin pria peka tanpa perlu dia mengungkapkan keinginan dia sebenarnya, mungkin dibenak wanita, jika mengungkapkan langsung seakan menjatuhkan harga dirinya atau bakal bikin malu atau apa silahkan comment dibawah. Yah bagi pria harap maklum dan mulai belajar peka.


Yah sebisanya ya he he...namanya aja belajar...


Kang Jay

Jayadiningrat May 26 · Komentar: 18 · Tags: peka
Pages: « Previous ... 3 4 5 6 7 ... Next »
advertisement
Password protected photo
Password protected photo
Password protected photo