User blogs

Kha1 VIP

Biasanya kalo nge mall tanpa ngopi cantik kurang afdol.. Jika budget masih memungkinkan biasanya memilih cafe krn lebih enak buat ngobrol.. Tapi kalo tanggung bulan dan 'memaksakan diri' ngopi cantik.. Memilih beli kopi kenangan atau sejenisnya saja..


Apakah kalian juga seperti itu?

Kha1 Nov 4 · Nilai: 5 · Komentar: 7
Jayadiningrat VIP


"Kang, saya udah berumah tangga selama dua tahun dengan suami saya yang baru dan sudah punya anak satu perempuan, dari pernikahan saya sebelumnya saya juga sudah dikaruniai seorang anak perempuan. Ada yang ingin saya tanyakan bagaimana saya harus menyikapi sikap suami saya yang lebih mementingkan keluarganya ketimbang istri dan anak-anaknya, itu karena suami saya itu berjuang banget buat orang lain sampai berhutang demi membelikan kebutuhan ibunya seperti obat atau segala keperluannya tetapi untuk keperluan saya sebagai istri dan anak-anaknya itu selalu perhitungan."


Baik sebelum lanjut saya tanya apakah kebutuhan anda sebagai istri dan anak2 tercukupi atau tidak?. " Ya tercukupi walau hanya untuk kebutuhan sehari-hari saja" Tapi tidak kurang kan spt misal harus masuk RS periksa trus beli obat, "Ya, masih dipenuhi".


Ok lanjut Teh, " Untuk kebutuhan sehari-hari sudah tercukupi Tapi suami saya perhitungan Mas, jadi hanya memberikan nafkah kebutuhan seperti untuk memasak yah kebutuhan untuk rumah saja gitu, tapi untuk kebutuhan pribadi saya dan anak-anak itu selalu diperhitungkan".


Perhitungannya gimana Teh, "Jadi diperhitungkan misalnya saya meminta untuk kebutuhan anak seperti susu atau mpasi, dia sudah hitung 1 bulan maka dia bilang harusnya segini cukup, tapi ternyata misal kurang kadang saya suka pingin minta tapi saya tidak berani karena selalu merasa bakal diperhitungkan gitu, jadi saya terpaksa meminta orangtua saya gitu".


Apakah suami Teteh marah kalau diminta?, "Enggak marah-marah sih, namun nadanya tinggi, udah gitu suami saya itu selalu menutupi jika dia tuh kalau ngasih uang ke ibunya selalu ditutupi, tanpa sepengetahuan saya. Saya taunya dari status-status mamanya di sosmed seperti baru ngasih kuota dll. Jadi saya merasa ada rasa cemburu tersendiri. Apakah itu termasuk adil antara sikap ke ibunya dibanding sikap suami ke istri dan anak". Maaf Teh mohon penjelasan apakah anak itu maksudnya ke anak kandungnya?, "Iya mas, anak kandungnya".


Baik akan saja beri masukan. Namun sebelumnya, semoga Allah senantiasa berikan keindahan dalam rumah tangga Anda. Aamiin. Teteh, masya Allah, jadi gini semestinya Teteh harus sangat bangga punya suami seperti itu yang peduli dengan ibundanya, hatinya ada kebaikan dan semoga suami anda penuh berkah. Dia bukan dholim kepada anda, bukan tidak memberi nafkah kepada anda, dia jelas memberi nafkah seperti pengakuan Anda cukup, bahkan jika Anda merasa kurang dan Anda minta juga ngasih.


Sebagai pria dia ada satu kelebihannya yaitu ikatan dirinya dan ibundanya sangat luar biasa dan wajar jika tidak bisa dipisah sampai kapan. Walau dengan datangnya siapapun termasuk Anda tetap tidak bisa dipisahkan. Nah ini yang harus Anda pahami makna ini. Jika saya amati Anda mungkin harus harus menata hati, karena kalau sifat itu berkembang itu bisa menjadi tabiat yang tidak terpuji. Harusnya sebagai seorang istri malah mendukung, kan diberikan ke ibundanya ya ibundanya suami Anda, masya Allah, yang kita bahas adalah seorang anak ya tetap anak sampai kapanpun. Jadi sebagai seorang anak yang mampu maka wajar dia ingin berbagi rezeki pada keluarga apalagi pada ibunya. Wajar jika pada istri bisa membatasi trus dengan anak bisa membatasi, tapi dengan permintaan ibunda mungkin dia tidak bisa karena begitu hormatnya dengan ibundanya. Saya sanjung laki-laki yang hebat itu. Jadi sebagai seorang istri , yah kepada istri2 siapapun dan dimanapun, jangan punya sikap seperti itu, itu hal yang tidak terpuji.


Maaf nasehat ini agak keras karena cinta saya kepada Anda. Sebenarnya wajar suami Anda tidak memberitahu kepada Anda saat memberi ibundanya karena Anda punya sifat seperti itu. Karena jika kasih tahupun Anda tidak mendukung kan, Anda malah gelisah, Anda malah tambah cemburu. Cemburu sebenarnya normal, namun cemburulah dengan berlomba. Mungkin Anda pernah liat seorang istri yah teman Anda, dia juga cemburu tapi kok dia baik sama ibunda suaminya. Itu karena dia ingin mengambil hati suaminya, caranya gampang dan sederhana kok caranya dengan Anda mengambil hati ibundanya secara lebih baik dari suami Anda. Nanti "Yakin" suami Anda akan jatuh cinta pada Anda untuk kesekian kalinya. Jadi teringat ibu mertua saya mengambil hati suami, beliau begitu tulus meng-entertain mertuanya sampai2 suaminya takluk seperti dicucuk hidungnya. Itu caranya orang cerdas hehe, saya sekedar mengingatkan kepada Anda ya. Jika Anda dengan ibundanya baik, maka suami akan terngiang2 istrinya suka memberi ibundanya, maka tidak dimintapun suami akan memberi lebih pada Anda. Maaf sengaja saya ingatkan agak keras begini karena demi kebahagiaan Anda. Toh level perasaan anda saat ini baru cemburu dan merasa tidak adil, bukan mau menggugat cerai hehe.


Kembali ke awal, intinya jika nafkah dari suami mencukupi, dan cukup itu sendiri bisa saja disesuaikan artinya bukan karena versi Anda menganggap tidak cukup. Karena tolak ukur Anda adalah orang lain yang bisa berlebihan, dimana orang lain itu bisa belanja di tempat yang mahal-mahal, keluar masuk salon kecantikan. Jadi kalau orang sekelas Anda dimasyarakat kemudian dianggap cukup ya sudah cukup. Titik. Adapun nanti masa depan gimana ya berdoa saja semoga rejeki suami ditambah terus, atau Anda juga mulai menabung walau receh istilahnya. Dan inget bahwa dia juga punya anak kandung dari Anda, setahu saya juarang bahkan mustahil seorang anak ditelantarkan seorang bapak yang baik sama ibunya. Saya yakin Anda dimasa depan juga berharap anak Anda memperlakukan Anda seperti suami Anda pada ibundanya. Jadi semoga Anda tidak merasa risih dengan perilaku suami Anda. Ayo mulai hari ini harus berani mendukung suami.


Terkait dengan pertanyaan yang anda ucapkan apakah suami anda adil? Maka saya jawab ADIL, hal ini tidak perlu dipertanyakan kecuali Anda tidak bisa makan dan anak Anda terlantar. Lain cerita jika suami Anda punya banyak istri, ya harus ada keadilannya hehe harus dibagi satu banding satu. Namun tidak dengan ibunya, seperti sahabat Nabi pernah bertanya siapa orang lain paling berhak untuk diperlakukan baik, Nabi menjawab ibumu, siapa lagi? ibumu sampai tiga kali. Sehingga wahai wanita semuanya, dukunglah suamimu untuk selalu berbuat baik kepada ibunda ayahandanya dan adik-adiknya, maka Insya Allah saat itu Allah akan titipkan cinta yang luar biasa kepada Anda, dan jangan sekali-kali mengganggu langkah mereka untuk mengabdi karena seorang laki-laki punya tanggung jawab lebih besar bukan hanya pada istri dan anaknya, bahkan jika pria punya adik perempuan enggak punya nafkah maka nafaqah jatuh ke saudara laki-laki termasuk bapak Ibunya juga jatuh pada anak laki-laki nya. Itu juga alasan mengapa warisan pria satu banding dua, ya karena tanggung jawab laki-laki lebih besar.


Islam Itu indah sekali maka jangan sampai Anda buat Islam menjadi tidak indah karena sifat Anda. Jangan katakan tidak adil lagi ya. Kalau Anda mau berubah sikap kemungkinan besar suami Anda bahkan mau memberi kepada ibundanya melalui tangan anda agar semakin cinta mertua kepada Anda. Sifat baik itu insya Allah, Allah akan bantu Anda karena telah menjalin silaturahmi dengan ibu mertua Anda.


Semoga Allah merubah sikap Anda menjadi wanita yang solehah, mendukung suami untuk berbuat baik kepada pada ibunda dan ayahandanya.


Dan kepada para suami, hendaknya senantiasa membantu istrinya agar dia bisa berbuat baik juga kepada bapak Ibunya dan saudara-saudaranya, karena ini adalah rayuan dahsyat pada istri Anda yang jarang dikalahkan oleh rayuan maut dengan teknik manapun, dan rayuan ini akan memberikan pertolongan tidak langsung pada Suami lho. Karena saat kita merayu istri/suami untuk menjalin silaturahmi ke orangtua dan keluarganya, maka itu adalah menjalankan perintah Allah tentang silaturahmi yang seperti lagi merayu Allah agar diberi kebahagiaan dunia akherat aamiin.


Semoga rejeki Anda dan suami Anda ditambah dan selalu merasa cukup dalam kebahagiaan. Aamiin.


Kang Jay

Jayadiningrat Nov 3 · Komentar: 12
Ganterbaindo VIP
person_with_blond_hair

Selamat datang bulan.

Apa yang telah di capai bulan kemarin?

Apakah berhasil sesuai keinginan?

Ganterbaindo Nov 1 · Komentar: 1 · Tags: nikah yuuk
Jayadiningrat VIP


Haram hukumnya suami sehat wal'afiat ongkang-ongkang tidak bekerja mencari nafkah karena malas, sedang istri bekerja menafkahi keluarga. Sesimple itu.


Namun jika suami tidak mampu bekerja, baru deh sah-sah saja istri bekerja. Seperti di zaman Rasulullah, ada seorang istri yang mengadu ke Rasulullah, "Ya Rasulullah, suami saya tidak punya uang dan tidak mampu bekerja karena sakit". Lalu Nabi bertanya gimana wanita tersebut dan keluarganya bisa makan, dijawabnya "Saya ada warisan dari orang tua saya, tapi mosok saya nombokin terus sebagai istri". Apa Nabi menjawab?, beliau bilang "Ada dua pilihan buatmu:

Pertama, karena suamimu tidak memberi nafkah maka tidak haram alias Sah dan boleh minta Cerai,

Kedua, kamu mencukupi suami dan keluargamu maka kamu mendapat pahala dobel2, pahala sedekah dan infak, pahala menyenangkan suami, dan pahala silaturahmi pada anak2mu".

Wanita itu menjawab, "Ya Rasulullah aku memilih yang kedua, akan aku cukupi keluargaku dan aku ingin mendapat tiga kemuliaan tersebut". Ini contoh istri luarbiasa, penuh ketabahan, kesabaran dan keikhlasan.


Saya punya tante kandung seperti ini, beliau merawat suaminya yang stroke hampir total cuman bisa kedip2, gerak dikit2 dan mengunyah makanan halus. Merawatnya 10 tahun lebih sampai meninggal 4th lalu. Alhamdulillah sepupu saya diberi kemudahan dapat full beasiswa, alhamdulillah sudah lulus PTN dan jurusan terbaik dengan predikat Cumlaude dan sekarang bekerja di BUMN bahkan ibunya bisa ikut dia di rumah kpr-nya. Padahal tante saya selama itu cuman pedagang di pasar. Saya pernah melihat dia berkaca2 sambil mendorong kursi roda suaminya di acara keluarga. Saya dulu merasa bersalah, tante saya pernah sms mau pinjam uang namun saya jawab belum ada uang, walau memang benar saat itu ga pegang tp seharusnya bisa sy usahakan dlm beberapa hari toh saat gajian ada gantinya, hiks. Demi Allah ini kisah nyata. Semoga surga ganjarannya.


Untuk para suami yang tidak bisa bekerja atau mentok dalam mencari nafkah, jika memiliki istri bekerja maka besarkan hatinya, bersyukurlah dia tidak minta cerai, sering2lah minta maaf padanya, senangkan istri, jika mampu maka antar jemput istri juga urus anak2, dan terus doakan istri agar diberi ketabahan, kesabaran dan keikhlasan karena surga menantinya aamiin.


Kang Jay

Jayadiningrat Oct 30 · Komentar: 26
widyahariati VIP
Saat kita sudah menemukan pasangan terbaik yg bisa menerima baik dan buruknya kita, yg menerima lembaran2 masa lalu kita yg tidak berjalan sesuai ekspektasi kita itu bukti Allah memberi kita bonus jd jangan pernah sia2 kan pasangan mu. Buat yg belum menemukan semoga Allah segera ijabah doa2 terbaik buat kita hamba nya.


widyahariati Oct 30 · Komentar: 1
Ahmad_alfadhl VIP
Jangan membenci

Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata :

‎لا تكره شيئا اختاره الله، قد يختار الله شيئا فيه مصلحة عظيمة لا تدري عنها أنت

“Jangan sampai engkau membenci sesuatu yang telah Allah pilihkan untukmu. Karena terkadang Allah memilih sesuatu karena padanya terdapat suatu manfaat yang besar yang tidak diketahui olehmu.

Kita manusia memang bersifat materialistis (kebendaan),segala sesuatu dinilai dengan kebendaan.Jika tidak merasakan apa yang kita ingin secara kasat mata kita cendrung mengabaikan sesuatu itu bahkan membuangnya.Padahal jika kita mau berprangsangka baik pada Allah,bisa jadi dengan adanya sesuatu itu Allah hilangkan segala masalah yang siap menerkam kita,Allah hindarkan kita dari berbagai Bala’ atau dihilangkannya berbagai penyakit,dsb.Itulah kita lebih memilih berpikir materialistis ketimbang berprasangka baik pada Allah.

‎وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.(Al Baqarah.216)

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

‎من أراد صفاء قلبه، فليؤثر الله على شهوته

"Barang siapa yang menginginkan kesucian hatinya, hendaklah dia lebih mengutamakan Allah daripada hawa nafsunya."
[Al-Fawaid hlm. 122]
Ganterbaindo VIP
person_with_blond_hair ada cewek singgel usia 27 tahun ajak kenalan dengan saya.

Saya lihat biodatanya tidak ada kekurangan tetapi dia punya kelebihan berat badan 90 kg

Ganterbaindo Oct 29 · Komentar: 3 · Tags: nikah yuk
Jayadiningrat VIP


"Kang, saya sebenarnya pingin menikah tapi saya sering kebentur dengan sifat atau perilaku wanita yang saya taksir. Kan di Islam disebutkan bahwa dosa Istri ditanggung Suami, makanya saya sampai sekarang belum memutuskan menikah karena saya takut tidak bisa membimbing istri".


Baik kang. Dosa Istri ditanggung Suami?, dari mana itu, jelas2 didalam Al Quran terdapat ayat Al-an'am ayat 164 yang menyebutkan bahwa manusia tidak dapat menanggung dosa orang lain (Wala Taziru Waziratun).


Namun tentunya akan beda jika suami ikut andil dalam dosanya istri maupun anak, misal seorang ayah membelikan gadget tp tidak di didik sehingga anak mengakses web porno, atau seorang suami memberi jatah istri sejumlah uang ke salon tp tidak dibimbing sehingga istri sulam eh Tato alis dan Tato bibir. Saya baru tau diusia 35th lho kalau istilah sulam itu Tato, hadeh.


Tapi jika seorang suami sudah membimbing istri atau setidaknya tidak memfasilitasinya, namun istri kemudian melakukan maksiat ya suami gak dosa. Kita pria jika jadi suami mendapatkan dosa bukan hanya dosa istri namun dosa orang lain pun kita akan dapat kalau kita ikut andil dalam dosanya. Trus jk suami tanggung dosa istri, mengapa neraka lebih banyak wanita dibanding pria.


Jadi tidak betul dosa istri ditanggung suami. Eunak banget nanti istrinya bisa pecicilan seenaknya. Saya paham ini banyak digaungkan oleh para istri yang pemalas, jd seperti angin surga saat dapat ceramah ga jelas seorang ustadz bilang dosa istri ditanggung suami haha, trus jd makin semangat meng-ghibah tetangga/saudara atau malas sholat. Dosa istri ya ditanggung dia sendiri, cuman sekali lagi sy tekankan apakah suami ikut andil nggak?. Trus suami kan imamnya ya tentu akan ditanya di akherat apakah sudah mendidik dan membimbing istri belum, kemudian jika suami tau kelakuan istri apakah istri dibiarkan melakukan dosa. Ini jg berlaku unt pemimpin lainnya, seperti presiden, gubernur, bupati, camat, lurah, guru, pemimpin ponpes dll.


Semoga Tuhan menjadikan kita dan keluarga kita dijauhkan dari neraka. Aamin.


Kang Jay

Jayadiningrat Oct 29 · Komentar: 6
Kha1 VIP
Another predator photo with unclear face which covered with mask and/or blurry face.. Also with incomplete profile.. Lol
Kha1 Oct 25 · Komentar: 2
Pages: « Previous ... 4 5 6 7 8 ... Next »
advertisement
Password protected photo
Password protected photo
Password protected photo