User blogs

Deewii VIP
Sudah Ahad lagi...

Alhamdulillah, masih ALLOH karuniakan kesehatan dan kesempatan, masih ALLOH amanatkan ruh di jasad ini smp saat ini...


Semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari2 sebelumnya,

Semoga ALLOH ridho dg semua amal sholeh yg dikerjakan hari ini,

Semoga ALLOH senantiasa membantu, memudahkan, melancarkan, dan melonggarkan semua urusan dan rezeki hari ini,

Semoga ALLOH karuniakan kesabaran, keikhlasan, dan keistiqomahan dalam beribadah, beramal sholeh dan menerima semua ketentuanNYA...


Aamiin aamiin aamiin yaa robbal alamin...

Deewii Oct 18 · Komentar: 2
eferel VIP

040. Ghaafir : 39


يا قوم إنما هذه الحياة الدنيا متاع، وإن الآخرة هي دار القرار


Wahai kaumku! Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal

------------------------------------------------------------

Akan merugi kalau niat nikahnya hanya untuk kesenangan dunia tetapi akan barokah kalau niat nikahnya untuk dunia akhirat....sehidup di dunia sesurga di akhirat

eferel Oct 17
Ning272 VIP
.
Ning272 Oct 17
Hera_Eirene VIP
Kagak ada keributan! rolling_eyes


Adanya cuma blog2 panjang membosankan smirk


Kalau pingin baca2 topik2 terkait psikologi pernikahan pan bisa googling sendiri yak!

confused

Pusing pala barbie kalau blognya panjang2

Hera_Eirene Oct 17 · Komentar: 8 · Tags: bosan
Ganterbaindo VIP
Lulusan pendidikan kalian keren.



Tetapi LEBIH keren kalau kalian lulusan pendidikan NIKAH

Ganterbaindo Oct 17 · Komentar: 4 · Tags: nikah
yana91 VIP
Kata orang tua itu....


Tuntutlah ilmu sampai ke ujung dunia


Jadi klo menuntut cowo berarti belum menuntut ilmu.


Yana gk suka menuntut cowok yana


Seneng aja dapet yg mapan, ganteng, pokoknya yg sempurna.. ihhhh gemezzz...

yana91 Oct 17 · Komentar: 6
Ning272 VIP
joyjoy
joy
Ning272 Oct 17
nurjannatulhusna VIP

“PERNIKAHAN.”

Dulu aku berpikir bahwa menikah itu indah, Memakai gaun pengantin yang cantik, didandani hingga membuat diriku menjadi sangat cantik jelita. Mengadakan pesta besar-besaran bak seorang ratu nan anggun. Mengucapkan janji suci sehidup semati dengan orang yang aku cintai, dan menjamin hidup bahagia sampai akhir hayat.


Tapi, saatku beranjak dewasa, akupun menyadari bahwa pernikahan itu tak seindah yang kubayangkan. Aku tak pernah berpikir bahwa setelah itu, banyak hal yang harus dilalui bersama. Melaksanakan kewajiban sebagai istri, melakukan tugas dengan baik sebagai ibu, dan menjadi sahabat untuk suami dan juga anak-anakku. Belum lagi menghadapi berbagai konflik ketika baru-baru menikah. Bagaimana tidak ? Aku dipertemukan dengan seseorang yang berbeda karakter, berbeda latar belakang keluarga, berbeda status sosial, dan masih banyak perbedaan lagi yang harus dilalui bersama tinggal satu atap denganku. Keluarganya juga jadi keluargaku, masalahnya akan menjadi masalahku, dan begitupun sebaliknya. Belum lagi banyaknya kesalahpahaman dengan diri masing-masing. Dan saat itulah aku tau watak aslinya sesungguhnya.


Aku dulu sangat iri pada orang-orang yang sudah menikah, padahal mereka baru saja tamat sekolah. Dan aku juga iri pada orang yang menikah pada usia yang sangat muda. Ya, aku sangat iri sekali. Dan, tak sedikit dari mereka yang masih numpang atau masih meminta uang pada orangtuanya. Akupun berpikir, untuk apa mereka menikah tapi masih menumpang dengan orangtuanya dan masih meminta uang pada orangtua mereka ? Bukankah setelah menikah, orangtua sudah lepas tanggungjawabnya dan digantikan oleh suami/istri mereka ? Dari situlah aku berpikir, bahwa pentingnya kita mempunyai pekerjaan yang tetap dan menghasilkan uang yang lebih dari cukup. Agar kedepannya tak lagi menyusahkan orang lain.


Akupun pernah iri dengan mereka yang saling mencintai, dan akhirnya mereka memutuskan untuk menikah. Dan tak lama, aku lihat mereka sudah berpisah karena tak saling cocok. Dan aku mulai berpikir, bahwa ketertarikan tak selamanya akan membuat kita bertahan. Rupa tak lagi jadi standarku untuk memutuskan hidup bersama dengannya. Untuk apa saling mencintai, bila tak ada kecocokan dalam segalanya ?


Aku juga pernah iri dengan orang yang baru hijrah berta’aruf dan tak lama dikhitbah. Aku berpikir bahwa mereka memang pantas untuk segera melaksanakan kewajiban Tuhan dan memang dalam Islam pacaran diharamkan. Tak lama, aku dengar mereka sudah berpisah dalam waktu yang dekat. Aku tak tau pasti apa sebabnya, tapi aku berpikir bahwa kita tak perlu terburu-buru untuk menikah. Apalagi kita tak tau pasti bagaimana watak aslinya, karena banyak orang saat kenalan akan melakukan pencitraan untuk membuat si dia tertarik.


Aku juga pernah iri dengan orang yang mendapatkan suami yang taat agama. Tapi, tak lama, akupun membaca bahwa orang itu menggugat cerai karena mengaku bahwa akhlaq suaminya tak sebaik yang ia kira. Dan aku berpikir, jangan pernah percaya dengan apa yang terlihat dari luar saja. Karena apa yang dilihat baik, belum tentu kenyataannya begitu. Maka, jangan pernah tertipu dengan tampilan luarnya yang begitu baik, namun ternyata dia begitu kejam dan brengsek.


Tak itu juga, aku pernah mendengar dan membaca bahwa mereka depresi karena ulah kedua orangtuanya. Mereka begitu sedih karena mendapat cacian dan kekerasan fisik setiap harinya, tak hanya itu, mereka juga selalu dikekang dan selalu diatur layaknya boneka. Dan tak lama, mereka bunuh diri akibat mentalnya yang terus ditekan, dan fisiknya yang setiap hari disakiti. Itu bukan salah anak, tapi semua itu kesalahan kedua orangtuanya yang tak memahami ilmu psikologi dan parenting dengan baik. Mereka hanya berpikir bila anak hanya butuh makanan dan sekolah saja. Sungguh miris.


Ada juga curhatan tentang broken home yang sedih karena kedua orangtuanya tak bisa bersama. Namun memiliki hidup bahagia dengan masing-masing pasangan mereka. Dan si anak mendapat hukuman atas keegoisan mereka. Mereka dilantarkan begitu saja dengan kedua orangtua mereka, namun salah satu anggota keluargapun akhirnya mau mengurus si anak dengan baik.


Ada juga yang bercerai karena suami tak ada uang lagi untuk mencukupi kebutuhan keluarga, dan akhirnya memilih selingkuh dengan orang yang lebih kaya dari suaminya. Miris, sejatinya jika belum sanggup menafkahi anak dan istri, sebaiknya jangan menikah dulu. Kalau sudah begini, kasihan diri kalian sendiri, harus menerima sakitnya pengkhianatan istri sendiri.


Ada pula yang diselingkuhi dan ketahuan sering main belakang, akibat ulah si pelakor yang lebih cantik dan seksi dari sang istri. Menelantarkan istri dan anak sendiri, dan begitu sayang pada istri orang lain. Hingga kewajiban sebagai suami dan ayahpun telah ia tinggalkan begitu saja. Malangnya, sudah ada istri yang begitu menyayanginya, masih saja tak puas dan mencari pelarian lain.


Ada juga yang ditelantarkan anak sendiri, dan hanya bisa pasrah saja. Karena sudah termakan oleh usia dan tak bisa berbuat apa-apa. Padahal dulu sangat menyayangi anak-anak mereka. Namun inilah balasan yang telah mereka perbuat padanya. Tak ada tabungan, tak punya rumah sendiri, dan kini hanya bisa pasrah menunggu ajal menjemput.


Dan masih banyak kisah lainnya yang jika diketik disini takkan habisnya.


Jika masih ingin bebas, dan iri melihat kemesraan pasangan suami istri. Janganlah menikah. Nikmati masa-masa lajang kalian, karena masih banyak orang yang bercerai hanya karena merasa terkekang oleh pasangan dan anak. Menikah tak seindah itu.


Jika belum siap materi dan tak ada investasi untuk masa depan, janganlah menikah. Itu hanya akan membuat kalian menderita ke depannya. Dan bahkan membebani anak yang semestinya tak perlu melunasi utang-utang yang kita miliki. Belum lagi anak dipaksa untuk membangun sebuah rumah untuk kita tempati. Dan semestinya kitalah yang melakukan hal itu, bukan malah menyusahkan anak karena kelalaian kita.


Jika belum siap jadi orangtua, jangan dulu punya anak. Pakailah program Keluarga Berencana. Dan hentikan jika sudah mendalami ilmu parenting dan psikologi dengan baik. Karena jika kita memaksa nafsu kita saja, kasihan anak kita, harus tertekan dan merasa depresi setiap harinya karena ulah kita.


Menikah tak perlu terburu-buru, menikahlah disaat kalian sudah benar-benar siap untuk menikah, siap fisik dan mental, siap finansial, siap menghadapi masalah berdua tanpa meninggalkan satu sama lain, siap untuk melengkapi kekurangan pasangan dengan kelebihan yang kita punya. Menikah itu bukanlah ajang perlombaan, menikah itu bukan perkara yang main-main. Karena kita punya tanggungjawab yang besar untuk keluarga kecil kita. Menikah bukan sehari, dua hari, dan jika ada konflik bisa dengan mudahnya berpisah. Menikah itu ibadah yang lama, dan akan hidup bersama dengan orang yang kalian pilih sebagai pasangan dan orangtua bagi keturunan kalian. ??

nurjannatulhusna Oct 17 · Komentar: 5
nurjannatulhusna VIP

Sebagai pengingat diri, belajar dan masih proses belajar jadi orang tua yang dirindukan oleh anak.


Orang Tua Zaman Old, Mendidik Anak Zaman Now

Oeh : Ust. Bendri

.

.

Masalah utama pengasuhan di generasi saat ini adalah tidak adanya Ikatan hati (emotional bonding).

Ada hadist : Ikat hati anak sebelum dikasih tau. Kasih tau sebelum kasih tugas.


Problem kidz zaman now :

- kecanduan gadjet

- ‎narkotika

- ‎pergaulan bebas

- ‎predator anak

- ‎dsb


Kadang kita merasa sudah menjadi ortu jika sudah memberi nasehat

Padahal pengasuhan tdk sekedar memberi nasehat.


Dalam Surat An nahl 78

Mengenai konsep pengasuhan (proses belajar manusia) :dimulai dari mendengar - melihat - hati nurani

Allah SWT berfirman:


وَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْــئًا ۙ وَّ جَعَلَ لَـكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصٰرَ وَالْاَفْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur."

(QS. An-Nahl 16: Ayat 78)


Setiap anak yg waktu kecil jarang mendengar suara orang tuanya, jarang melihat wajah orang tuanya, tidak akan dapat mengikat hati anaknya kelak.


Zaman dulu, tidak ada ilmu parenting, tp banyak yang berhasil mengikat hati anaknya. Kenapa?


Karena dulu, kalo anak menangis, ortu nyanyi, menghibur, memeluk, bawa jalan. Karakter yg terbangun : setiap aku sedih, ada ayah dan bunda yg akan menenangkan. Klo sekarang, anak menangis, dihibur dg upin ipin, baby shark dududu. Karakter yang dibangun, klo anak sedih, dia akan cari gadget utk mengusir kesedihan.

Simpul2 ikatan hati beralih, sehingga anak2 lebih mendengar orang lain atau gadget di bandingkan kedua orangtuanya.


*Cara mudah membuat anak mau mendengarkan kita adalah, buat dia jatuh cinta ke kita terlebih dahulu.*


Tantangan pengasuhan kidz zaman now, membangun kembali ikatan bathin dengan orang tua!

Sehingga mereka akan merasakan nikmatnya ngobrol dg ortu lebih nikmat dr update status di fb, asyiknya bermain dengan ortu lebih asyik drpd main di hp.


Beberapa efek negatif dr paparan gadget:

- anak2 tidak sabaran, maunya serba instant. Laper tinggal go food, beli tiket ga perlu antri tinggal go tix. Boleh kita menggunakan fitur tsb ketika benar2 tdk ada waktu atau kepepet. Sehingga anak2 bisa belajar, utk mendapatkan sesuatu perlu usaha.

- ‎anak2 gampang menyerah, tidak tangguh. Tidak suka dg seseorang langsung block nomernya, tidak sependapat langsung unfollow fbnya, masuk sekolah, baru sebulan minta pindah krn hal sepele. Akibatnya karakter yg terbangun : Kalo ada masalah kabur aja.

Dampaknya nanti akan berpengaruh ke pekerjaan hingga pernikahan.

PT freeport membuka 3000 lap pekerjaan baru dengan menurunkan perayaratan, kalo dulu nyari karyawan yg mau kerja 6bl gampang, sekarang susah.

Dalam hal pernikahan. Gampang jatuh cinta, tp tdk bisa membangun cinta. Data statistik di Indonesia tiap 1 jam ada 40 pasangan bercerai. Nikah itu bukan urusan cinta, tp urusan komitmen.


Ilmu parenting bg ibu :

1. Masak di rumah. Masaklah, masakan itu memberi pelajaran menghargai proses dan masak menjadikan ibu sosok yg dirindukan. Boleh. Beli di luar atau pesen gofood sesekali aja.

2. Mijit. Pijitan itu memberikan efek rileka dan membuat anak intim sama kita, sehingga bisa terbuka dalam segala hal. Anak2 zaman now : "mama kepo bgt sih", menutamakany privacy. Padahal salah satu tanda keberhasilan pengasuhan adalah anak mau bercerita ttg apa saja dg kita. Kita tdk bisa mensterilkan anak, tp melalui curhatan anak, kita bisa mencegah terjadinya hal2 buruk thdp anak.

3. Good listener. Jdlah pendengar yg baik. Tanya apakah penilaian anak thp kita. "mama bawel, papa sibuk" jangan langsung dibantah "mama bawel kan buat kamu, papa sibuk kan buat nyari duit"... Dengarkan karena itu artinya anak merasa kurang dipeluk jiwanya.


Cara mengatur gadget pada anak terutama ABG:

1. ‎Atur lokasi

- Tidak ada gadget di kamar tidur. Karena akan mengganggu jam tidur anak ketika bunyi wa masuk, notif fb masuk, dll.

- Kamar mandi terlarang utk gadget. Krn toilet adalah tempat yg paling disukai jin dan syetan.

2. ‎Durasi, maksimal 3 jam (tv dan gadget)

3. ‎Tentukan aplikasi apa saja yg boleh diinstal, sepakati dengan anak. Jelaskan baik buruknya.

4. ‎Situasi

Beberapa waktu dilarang ada hp :

- Waktu makan bersama

- ‎Waktu melayani tamu

- ‎Waktu beribadah, sholat ke mesjid dan mushala jgn bawa hp. Baca quran boleh pake hp, tp di flight mode, diutamakan menggunakan mushaf

- ‎Waktu Liburan. Usahakan bermain yg melibatkan aktivitas fisik.


3 waktu yg dijaga agar kita bisa mengikat hati anak :

1. Hadirlah saat anak sedang sedih. Siapa yg bisa hadir saat anak sedih, dia bs merebut jiwanya.

2. ‎Hadirlah saat anak sakit. Jangan cuek anak sakit.

3. ‎hadirlah saat anak unjuk prestasi. Ketika diliat ortu, naiklah harga dirinya.


Mengasuh anak ibarat main layang2. Kita lepaskan dia setinggi2nya, namun ttp kita jaga dengan uluran dan tarikan agar ttp tinggi di langit melawan angin.


Barakallahu fiikum

nurjannatulhusna Oct 17 · Komentar: 1
RoseChie VIP
1 tampan ,baik, mapan berpendidikan dan ingin yang cantik dan mapan berpendidikan juga


2 Tampan, baik, mapan berpendidikan dan pilih atau cari yg biasa saja


3 tampan mapan berpendidikan namun pilih yg sebaliknya dari dia, bahkan cari yg bisa ia tlong dari kesulitan ekonomi, ktnya agar lebih mudah brsykur


4 biasa saja dan namun cari yg bak model tapi terima apa adanya ga ada biaya buat perawatan


5 .biasa saja namun punya sifat tanggung jawab yg baik, dan cari yg sekufu biasa saja juga


6 kenal kenal aja dulu, bingung pilih semuanya mau hha


Kalian yg mana gais? hha, just for fun tapi berdasar riset juga lho

RoseChie Oct 17 · Komentar: 3
Pages: Previous 1 2 3 4 5 ... Next »
advertisement
Password protected photo
Password protected photo
Password protected photo