User blogs

Tag search results for: "dokar feodalis"
Dwipa_Nusa VIP
Kamu tahu kenapa pagi ini mendung,

pernah melihat rinai menggumpal sukmakan asa, oh ya debu pun mulai menutupi permukaan.


Ada Secercah lelah meniup marah jika untuk manisnya aku merasa terasing ?


Maka senjakan manja nestapa

bergelayut masa aku menata.

Ujung telunjuk menuding ... aku.


by tqm



Dwipa_Nusa Jul 13 · Nilai: 5 · Komentar: 1 · Tags: dokar feodalis
Dwipa_Nusa VIP
Include:

Sepintar - pintar nya manusia adalah sebodoh bodohnya iblis


Semarang pagi ini


Sungguh miris sekali.

ketika propaganda menjadi alat pemecah belah.


Media informasi apapun jenisnya adalah ajang silaturahim, bukan ajang mencaci maki atau kesombongan diri.


Kita adalah debu atom dari siklus galaxy, jadi belajarlah perbaiki diri.


Kesadaran itu hak prerogatif Tuhan, kita tidak boleh memaksakan kehendak dengan selalu mencekoki dalil dan filosofi agar Hati dan pikiran wajib menerima.


Ingatlah syaitan lebih pintar dari kita, iblis lebih cerdik dan berpengalaman dalam memutarbalikkan fakta dan keadaan.


Maka "Tangan tengen Gondelan klambine Nabi, tangan kiwo cekelan sarunge Yai", pesanku pada akal dan pikiran.



Dwipa_Nusa Jul 10 · Nilai: 1 · Komentar: 2 · Tags: dokar feodalis
Dwipa_Nusa VIP

Ajining Robo Ono ing Busono


Sering sekali apa yang terlihat itu dijadikan pembenaran sehingga banyak yang terjebak dan tertipu karenanya.


Coba kaji dulu baru berpendapat, belum mesti apa yang di lihat itu yang terjadi. Contoh Intel yang menyamar.


ilmu Hikam itu sangat bagus jika di pakai orang yang sedang menggali Hakikat (kebenaran sejati), tapi kalau kalian masih bergelut dengan syariat (aturan) maka sampai lebaran kuda tidak akan mendapat isinya, hanya mendapatkan kulitnya.


Ilmu Hikam kalau dari sudut sains itu ilmu fisika, ingin paham fisika pasti harus pintar matematika dulu, agar bisa faham isinya bukan kulitnya.


Bohong besar kalau ahli Fisika tidak ahli di matematika, tapi ahli Matematika belum pasti ahli Fisika.


Dalam ilmu Hikam kalau kita tidak punya dasar syariat kuat pasti akan terjerat jebakan dogma yang ada sehingga dianggap gila.


Contoh Jalaludin Rumi, ketika akan meninggal dia malah bahagia, bersuka cita dan mengadakan pesta, ketika paham ilmu Hikam maka apa yang di lakukan Jalaludin Rumi adalah wajar dan lumrah, tetapi bagi masyarakat awam maka menganggapnya gila.


Next jika belajar sebuah ilmu, pastikan sanadnya jelas dan ada Gurunya, jangan asal baca dan Copas agar tidak tersesat memahami ilmu tersebut.




Dwipa_Nusa Jun 20 · Nilai: 5 · Komentar: 3 · Tags: dokar feodalis
Dwipa_Nusa VIP
Serasa baru kemarin engkau mengajari ku menanam padi dan palawija.


Serasa baru kemarin engkau baru sembuh dari sakit.


Serasa baru kemarin engkau mendoakan aku menjadi ketua Tanfidziah NU di tempatku dan Alhamdulillah jadi.


Serasa baru kemarin Gus Dur sowan, dan Engkau perintahkan Gus Dur maju jadi presiden untuk menyelamatkan negeri ini dari peralihan kekuasaan orde baru menuju orde paling baru.


Bumi Jawa tengah menangis

Tanah Pertiwi Indonesia kehilangan putra terbaiknya kembali


Ucapan belasungkawa dari tingkat desa sampai presiden Indonesia berjajar tidak muat penuhi halamanmu.


Aku dulu santrimu yang termuda

Aku dulu santrimu yang paling suka tidur saat sorogan

Aku dulu santrimu yang sering kau ajari sesuatu lewat mimpi

Aku dulu santrimu yang selalu Engkau maafkan meski sering membuat onar dan melanggar peraturan pesantren.


Abah ..

aku memanggilmu begitu

Nang Inu

Sebutanku.... saat Engkau memanggilku


Selamat Jalan .. Abah.






Dwipa_Nusa Jun 11 · Nilai: 5 · Tags: dokar feodalis
Dwipa_Nusa VIP
Aku memanggilmu Abah

sosok guru dan ayah yang ku sayangi

saat aku di penjara suci tempat engkau mengasuh kami.


Seorang diantara kiai khos negeri ini

Seorang Ulama sepuh yang kharismatik

Seorang diantara team Walisongo, penasehat presiden, bersama dengan Cak nun, Gus Mus, Habib Luthfi, TGB dll.


Darimu aku belajar Riyadussalihin setiap Selasa dan sabtu

Lewatmu aku menggali Sunan Tirmidzi I, II, dan III setiap hari

Sesekali aku mendengar kajian filsafat Ikhya dan Al Um di hari Minggu


Di tempatmu aku mengenal banyak orang penting di negeri ini, menyediakan minum buat

B.J Habibie, Gus Dur, Megawati, Wiranto, Akbar Tanjung, dll yang sering sowan menyampaikan keluh kesah dan minta solusi ketempatmu.


Abah

Engkau sudah mencapai alam keabadian

Engkau sudah melepas semua urusan

Engkau telah Wafat.


Abah

betapa rinduku padamu hanya Tuhan yang tahu



Dwipa_Nusa Jun 10 · Nilai: 5 · Tags: dokar feodalis
Dwipa_Nusa VIP

Terkapar menatap sunyi

mengintimidasi resah membalut luka


Apa salah manusia punya kelemahan

Apa benar manusia punya kelebihan


sore itu aku pergi...

membawa lubang yang menganga


biar lah aku sendiri

meringkuk menunggu mati


by tqm




Dwipa_Nusa Jun 3 · Nilai: 5 · Komentar: 2 · Tags: dokar feodalis
Dwipa_Nusa VIP

Penat Panen.... nunggu musim hujan dulu baru di olah lagi


Saatnya adventure.. bareng teman-teman petani.

Sekarang berangkat.


Random Country, dan yang terpilih adalah Depok.



Tertarik dengan daerah yang dulunya masuk wilayah Jakarta pernah di akui oleh wilayah Bogor tapi akhirnya memilih ke wilayah Jawa barat.


Depok.. iam coming.



Dwipa_Nusa May 20 · Komentar: 3 · Tags: dokar feodalis
Dwipa_Nusa VIP

(Nok kakang mah cuma wong tani

mung bisa tulus nyayangi

tapi lamon senok ngejar materi

pasrah bae los mana luru wong sugih.)


Yang lain pamer ketampanan, harta benda dan hal yang berbau wah, aku mah apa hanya petani di sawah.


Ada banyak hal yang aku dapatkan ketika turun langsung menjadi petani, malu ...tidak, justru aku SANGAT BANGGA malah aku pamerkan.


Filosofi manunggal dengan alam, rendah hati, dan menerima takdir adalah hal utama yang aku dapatkan dari bertani, dan tidak di ajarkan di Universitas manapun di Dunia.


Menyatu dengan alam sehingga bisa membaca kapan hujan kapan panas, kapan musim tanam kapan di beri pupuk dll, tanpa bantuan alat canggih adalah pelajaran pertama, dengan modal kejujuran dan kerja keras.


Bahwa nasi/gandum yang kita konsumsi ternyata melewati 18 proses dari petani sehingga bisa konsumsi. Masih suka kah kita menyia-nyiakan kerja keras mereka dengan sering membuang "makanan"?


Sederhana dan bersahaja tidak butuh pencitraan atau nama adalah modal untuk rendah hati. Tetap menjadi baik meski di jelek kan lewat cerita orang yang belum pasti kebenarannya.


Ikhlas itu bukan di mulut dan hati, tapi dengan perbuatan, itu adalah titik Kulminasi dari menerima takdir.


Manusia berencana Tuhan penentunya, hasilnya baik/ buruk di terima dengan tersenyum, Urip ojok kakean sambat.


Belajar Kehidupan dengan "Merasakan" dan "Di rasakan" agar tidak mudah menghina dan menyepelekan orang serta merasa diri paling benar.


#petanipadi, petanigandum dan petanikode








Dwipa_Nusa May 11 · Nilai: 5 · Komentar: 12 · Tags: dokar feodalis
Dwipa_Nusa VIP

Indramayu...

tanah kelahiran ku, hanya 5 menit dari pantai dan hanya 100 meter dari Pantura lama tempat aku menatap pertama kali dunia.


Indramayu...

Kota yang setiap hari ribut tawuran, Genk, begal dan pemerasan, di situ aku lahir dan tumbuh di tempa kerasnya kehidupan.


Indramayu ...

Seburuk apapun, sejelek apapun sehina apapun pandangan mereka, aku tetap menyayangimu.


Indramayu....

Dari rahimmu lahir sosok-sosok petarung kehidupan yang tangguh, tersebar di belahan lain, meski kadang sebagai Bromocorah.


Indramayu....

Kekayaan alam mu melimpah

cadangan minyak bumi di sana bahkan terbesar se Indonesia

Beras mu melimpah sebagai daerah penyangga beras Nasional bahkan sering membeli sesuatu dengan barter beras.

Lautmu luas, tenang dan dalam hingga sering di jadikan pangkalan kapal induk untuk berlabuh dan isi BBM.


Indramayu....

aku kan kembali

karena komitmen sudah di hancurkan oleh hancurnya sebuah komitmen.


Indramayu...

Lelah aku menapak jalan, dari Batam sampai Manokwari pernah aku jelajahi.


Indramayu....

aku pulang tuk menepi.

Esok hari.

Dwipa_Nusa VIP

Alkisah jaman dahulu di sebuah kerajaan, ada sayembara aneh karena khusus untuk orang buta, yaitu menebak bentuk binatang.


Singkat cerita maka ada 4 orang buta yang mendaftar dan di taruh di tengah lapangan, lalu sang raja bilang "Wahai kalian siapa saja, yang bisa menebak dengan benar tentang gajah maka dapat hadiah yang cukup untuk hidup tenang seumur hidup".


Maka keluarlah binatang yang harus di tebak bentuk binatang tersebut, dan binatang tersebut adalah Gajah.


Setelah hampir satu jam ke 4 orang buta tadi meraba dan memastikan bentuk dari Gajah, maka sang raja memanggil mereka satu persatu untuk menyimpulkan bentuk dari Gajah tersebut.


Orang buta pertama," Gajah itu kecil dan panjang", karena yang di pegang ekor, maka raja tersenyum.


Orang buta kedua,"Gajah itu lebar dan lembek", karena yang di pegang kebetulan perutnya, maka raja tersenyum.


Orang buta ketiga,"Gajah itu bulat tinggi seperti tiang", karena kebetulan yang di pegang kakinya, maka raja tersenyum.


Orang buta ke empat,"Gajah itu keras lancip", kebetulan yang di pegang gading, maka raja tersenyum.


Akhirnya 4 orang buta tersebut saling ribut dan baku hantam karena merasa pendapat dan penilaian mereka "Paling Benar".


Salah kah mereka ? tidak ada yang salah, karena kebetulan mereka memahami Gajah dari sisi yang berbeda-beda.


Benarkah mereka ? Ya, hanya kurang tepat saja, sama dengan pembenaran yang kita bangun selama ini.


Maka bijaksana dalam menyikapi.

iri boleh, marah itu manusiawi, tapi dalam batas kewajaran karena kita lihat dulu siapa yang kita hadapi. Masa orang buta kita marahi, yang waras ngalah.


Tuhan menciptakan akal pikiran kepada Manusia untuk berfikir, bukan sebagai Gantungan kunci maka

"Berotaklah".


Dan akhir cerita 4 orang buta tersebut semuanya mendapat hadiah.

Dream come true.


Dwipa_Nusa May 6 · Nilai: 5 · Tags: dokar feodalis
Pages: 1 2 3 4 5 ... Next »
advertisement
Password protected photo
Password protected photo
Password protected photo