BLOG TULISAN Dwipa_Nusa

Komputer itu sebenarnya terdiri dari Hardware/Perangkat keras <Hr> dan Software/Perangkat Lunak <Sj>.


jika di Implementasikan maka Raga dan jiwa.

raga tanpa jiwa = meninggal/mati.

Jiwa tanpa raga = arwah penasaran.

bagaimana keduanya bisa terhubung, maka di butuhkan Interpreter atau bahasa sederhananya adalah butuh penerjemah yang bisa menghubungkan antara jiwa dan raga.


Kalau bahasa teknologi adalah Brainware/Perangkat akal pikiran <Ba> maka dalam terminologi masyarakat umum namanya Agama.


3 Unsur utama ini penting sekali dalam kita mengarungi bermacam persoalan yang timbul di sekitar kita.

Jadi diketahui ....

Hardware/Perangkat keras = <Hr>

Software/Perangkat Lunak = <Sj>

Brainware/Perangkat akal pikiran = <Ba>


Maka Ketemulah rumus

Hr + Ba (-Sj) = R .. ( Radikal)

Hr + Sj (-Ba) = K .. ( Komunis)

dan seterusnya.....dan kembangkan turunan dari rumus utama.


Makanya manusia yang terdiri dari Hardware dan Software butuh namanya brainware/ Agama, saya tidak mau mendiskreditkan suatu agama tertentu,

Mau Islam, Kristen, Budha, Hindu, dan lainnya. Dan pasti semua mengajarkan kebaikan dan kebenaran meski versinya bermacam-macam.


Tapi juga bukan berarti mengatakan semua agama sama... Tidak !!! bagimu agamamu dan bagiku agamaku, kita tetap berbeda tapi bukan berarti kita harus pecah.


Jadi itulah kenapa kita butuh namanya agama, bukan untuk syar'i atau untuk demo atau untuk menghujat, sadarilah bahwa agama itu di buat untuk

mengkoneksikan socket hardware dan socket software agar terhubung melalui port brainware. yaitu untuk jiwa dan raga kita sendiri agar tidak mudah eror.


Itulah inti kita beragama, adapun berpengaruh ke lingkungan sekitar maka itu adalah bonus dari Tuhan.


Belum lagi kita membahas Error code dari masing-masing perangkat, maka bisa P x L.


Jadi ketika ada pertanyaan "mungkin tidak Teknologi bersinergi dengan agama", jawabnya bisa dan ini buktinya.


*Maaf jika di postingan aku banyak kata-kata menyinggung banyak orang, aku pamit mau memperdalam lagi ilmu aku yang masih dangkal sekalian mau Holiday dan silaturahim ke para sepuh.

LAKSAMANA MALAHAYATI

======================

Kalau Ingat para janda maka akan teringat pula... bukan para janda-janda yang di AN, bukan itu tapi sosok Janda yang aku sangat kagumi. Namanya Keumala Hayati Janda dari tanah Nanggroe Aceh.


Dia adalah Laksamana Perempuan Indonesia pertama yang diakui dunia dan di undang secara pribadi oleh Ratu Elizabet 1 dari Inggris.


Begitu hebatnya dia ketika berada di atas kapal perang, bahkan laksamana berpengalaman seperti Cornelis de Houtman dari Belanda harus merasakan tajamnya rencong Aceh, dan meninggal di atas kapalnya sendiri.


Sang Panglima perang Kesultanan Aceh abad ke 15 Masehi. Dialah pemimpin Inong Balee, < Tentara para Janda > isinya semua para janda yang suaminya tewas dalam mempertahakan kedaulatan negaranya.

Beliau lebih akrab di panggil laksamana Malahayati, oleh Inong Balee.


Bisa di bayangkan bagaimana dia mengatur 3000 prajurit yang semuanya Janda, sulitnya bisa terbayang.


Tapi ada peraturan yang unik, Setiap anggota inong bale wajib membaca sholawat nabi minimal 10.000 kali per hari.


Jelas unik, karena secara tidak langsung mendidik dan menghindari perbuatan yang tidak bermanfaat kalau mereka berkumpul.


Terlepas dari itu maka Jadikan pelajaran untuk kita ketahui, bahwa Indonesia adalah Penghasil manusia-manusia mengubah wajah dunia terbanyak.


Indonesia tanah airku, tanah tumpah darahku, di sanalah aku berdiri, jadi pandu ibuku.

Dari Kitab al-Masbuk fî Nashihah al-Muluk


Jika ada yang membencimu maka sayangi dia.

Jika ada yang berbuat salah maka maafkan dia.

Agar dia hanya berurusan dengan Tuhannya, dan bukan dengan kita lagi,
Sebab beban dia sedikit berkurang ketika berhadapan dengan hukum Tuhan ketika kita telah memaafkannya.


"Allahummar ham Ummata Sayyidina Muhammad".

"Allahummaghfir Ummata Sayyidina Muhammad".

"Allahumma latif fi qolbi Ummata Sayyidina Muhammad".


Ya Allah berikan kasih sayang kepada semua umat nabi Muhammad SAW.

Ya Allah ampunilah dosa semua umat nabi Muhammad SAW.

Ya Allah berilah kelembutan di hati semua umat nabi Muhammad SAW.

"Perbedaan adalah Rahmat"


Case Study : Tentang ajakan Mari Kembali kepada Al-Qur’an dan Hadits.


Ada yang salah dari kalimat diatas,... hmm gak ada malah saya setuju 1000%.

Cuma yang jadi kendala adalah mereka memahami tidak kalimat itu dengan baik dan benar.

Dalam mengkaji Alqu'an di jelaskan bahwa Umat islam itu terbagi menjadi 2 kelompok

1. Memahami Al-Qur’an dan Hadits hanya secara texstualis saja (Apa adanya).

2. Memahami Al-Qur’an dan Hadits hanya secara Logika.


Dalam Syarah Sunan Abî Dâwud, halaman 427-428, disitu di jelaskan bahwa Nabi mendapat wahyu dari Jibril AS

“Lâ yushalliyanna ahadun al-ashra illâ fî banî Qurayzhah” (Jangan kalian shalat asar kecuali di Bani Qurayzhah).

Kebetulan di tengah perjalanan waktu asar tiba, maka sebagian sahabat yang memahami secara logika pun meminta berhenti untuk menunaikan shalat asar.

sedangkan yang memahami secara textual meminta shalat asar kalau sudah di wilayah Bani Qurayzhah, maka apa yang di katakan Nabi, Semuanya benar.


Makanya kita sebagai umat islam jangan mudah di adu domba slogan-slogan yang ujungnya menjelekkan atau sampai memerangi saudara kita sendiri. Hanya karena beda memahami Bid'ah kita ribut

atau hanya karena tidak Qunut mertua dan mantu saling bermusuhan.

Sudahlah mereka mau Isis mau teroris, mau NU atau PERSIS, toh syahadat mereka sama dengan kita, mereka tetap saudara kita meski beda pemahaman.

Yang penting

1.Tidak melenceng dari Al-Qur’an dan Hadist serta Sunnah

2.Menempatkan Pemahaman Al-Qur’an di tempat yang benar yang sudah di syarah kan para Ulama terdahulu.

Selagi mereka masih memegang itu, maka mereka tetap saudara kita.


*Minta doa nya agar buku "Shalat dalam Aritmatika" bisa selesai dalam waktu dekat, permintaan seseorang ( ...)

Demi Waktu.....


Untuk Dirimu Hai Ahsanu Taqwim

Coba Gali Antara surat Al Ashr dan surat As Syam

Wa Ashri (Demi Waktu ) Lalu

Bisakah kamu pahami kenapa Tuhan sampai mengeluarkan statmen berulang dalam surat As Syam

Wasy syamsi ( Demi Matahari )

Walqomari (Demi Rembulan)

bahkan sampai 7 ayat.

Atau surat Ad Duha

Wadduha ( Demi waktu Duha )

atau banyak di surat Lainnya.


Semua menunjukkan waktu, untuk menunjukkan kepada dirimu jangan sia-siakan waktumu, camkan hal itu di otak bodohmu.


Ini Minggu terahir di tahun 2020, apa yang sudah kau dapatkan, ataukah sama saja dengan tahun-tahun sebelumnya.

Jangan lah kamu jadi orang yang merugi karena Tuhan sudah memberi statmen keras dan berulang-ulang.

Biarkan mereka saja yang habiskan waktu untuk hal yang tidak bermanfaat, kamu bukan mereka dan kamu harus jadi dirimu sendiri.

Cukup... !!! Bangun dan mandi lalu tataplah tahun depan dengan doa dan harapan.



Q.S Al Hadid ayat 20


"Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan saling berbangga-bangga di antara kamu serta berlomba-lomba dalam kekayaan dan anak keturunan.........."


Hidup itu Panggung Sandiwara

Tapi mereka lupa satu hal, ketika kita melakukan peran dalam hidup,

Perhitungkan ... !!!

Pasti ada lawan, ada Penghianat, ada Munafik, ada bela mati, ada penonton dsb.

Berhati-hatilah dalam memilih teman, karena dari teman, ...kalian bisa terjerumus dalam kehinaan atau membimbing dalam kebaikan tanpa di sadari.



Surat Al Falaq

berbicara tentang sihir dan penangannya..., bukan sudut itu yang aku taruh disini, tapi Perspektif lain yang jarang di bahas orang, yaitu pada ayat ke 5.

"Dari kejahatan pendengki bila ia dengki".


Dengki itu apa... kalian lebih pintar, jadi pertanyaannya kenapa ada dengki ?

Ciri kita punya Dengki itu apa..? yaitu lemahnya hati

JContohnya mudah karena hati kalian lemah, masih suka di puji dan marah jika di kritik.


kita gak bisa lepas dari perasaan iri dan dengki karena kita bukan Malaikat,

yang sering di jadikan syarat para Penghuni AN untuk bakal calon pasangannya, seperti Malaikat, ...Iblis juga Malaikat asal kalian tahu saja.


Jadi Solusinya adalah Fail Over, atau membuat traffick/jalan khusus untuk sifat itu, atau bahasa sederhananya mengalihkannya untuk hal yang bermanfaat. Contoh kita akan dengki kalau orang lain bisa qiyamul lail kenapa kita gak bisa dan jadikan semangat dengki untuk maju.


Semua sifat yang di berikan Tuhan pasti baik, tinggal kita bisa tidak mengakuntansikannya atau tidak, agar bisa kita audit suatu saat untuk Pembelajaran.

Recovery ... Syara' Kitab Washiyatul Musthofa.


Barangsiapa membereskan hubungan antara dirinya dengan Allah,

niscaya Allah akan membereskan hubungan antara dia dan manusia semuanya.

Barangsiapa membereskan urusana akhiratnya,

niscaya Allah akan membereskan baginya urusan dunianya.

Barangsiapa selalu menjadi penasihat yang baik bagi dirinya sendiri,

niscaya Allah akan menjaganya dari segala bencana.


(Pesan Nabi Muhammad Kepada Sayyidina Ali.)


Ada Banyak sisi .. untuk menilai karakter seseorang,

Dari kata-kata yang ada di komentar menyimpulkan sesuatu..

Dari Susunan Kalimat di simpulkan sesuatu...

Dan Banyak lagi.


Jangan seperti 5 orang buta menyimpulkan bentuk seekor Gajah, Kalian akan di tertawakan oleh orang yang lebih mengetahui.


Ada banyak kok kegiatan yang bermanfaat daripada mencari kesalahan orang.

Dan salah satunya mengkaji Pesan Nabi kepada Sayyidina Ali, yang saya tulis di atas, itu adalah sekumpulan Rumus Hebat jika saja kalian mau mengaji dan mengkaji dalam memahami sebuah pribadi.

"Awalludin Ma'rifatullah" ,"Man Arofa Nafsahu Faqod Arofa Robbahu"


#Di ambil dari Masterpiece Imam Ghazali Ihya Ulumuddin.

#Di dalami dari Masterpiece Imam Syafi'i Al Um.

#Kajian Ilmiah tentang Agama dan Ketuhanan.

#Tela'ah Manunggal Kawulo Gusti.


Kalau saya jabarkan detail maaf ... para Jomblower pasti akan bosan, maka aku analogi diri sendiri supaya kalian semua minimal tahu, jadi saya sederhanakan supaya mudah di pahami.


1. Saya Mengenal lagu Tatu itu penciptanya Alm. Didi Kempot, God Father of Broken Heart.

Itu nama nya Islam atau analogi dari Awaluddin makrifatullah.


2. Ketika saya mendengar lagu Tatu dari Alm. Didi kempot maka tak terasa air mata dan ingus mengalir.

Itulah namanya menyatu atau nyawiji, kalau dalam agama islam itu namanya Iman, atau analogi dari man 'arofa nafsahu.


3. Ketika saya bisa bernyanyi dengan intonasi lagu yang pas dengan penyatuan jiwa dan raga

maka itu namanya Ikhsan atau analogi dari Faqod Arofa Robbahu.


Mudah dan Sederhana kan uraian tentang tingkat keimanan kita




Kajian umum judul ....<br />
Penceramah ustadz ....<br />
Ada yang salah......??<br />
<br />
Tidak ada yang salah, cuma aku kaget waktu lihat peraturannya, gak boleh ini ..itu.. harus begini kalau mau begitu.<br />
<br />
Aku sering di undang sebagai pembicara, tapi bukan sebagai kiai atau ustadz, tapi pembicara di forum “underground”. Bisa di bayangkan dengan berbagai macam latar belakang, berbagai macam tingkah laku, gak pernah aku terapkan peraturan dalam aku memberi materi.<br />
<br />
Saya ingat di tahun 2016 di aula tretes resort, di kota M, saya di daulat sebagai pemateri R******ware, karena pemateri utama ada halangan.<br />
<br />
Berbicara di depan khalayak yang PASTI mereka gak mau di atur, serta kekecewaan mereka karena pemateri utama tidak datang.<br />
<br />
Maka di sinilah “DIGDOYO TANPO AJI”, atau membesarkan tanpa mengecilkan di uji<br />
maka aku akan bagi tipsnya untuk semua jika kebetulan bertemu kasus yg sama.<br />

1. Berilah mereka sebuah cerita yang membuat mereka berfikir, dulu aku memberi cerita Mahapatih Gajah Mada tentang nama asli kalimantan itu bukan Borneo, atau waktu expansi pamalayu raja kertanegara ke pulau sumatra yang nama aslinya bukan pulau andalas. Audien kaget dan sebagian terdiam, nah di situ saya ambil alih peran.<br />

2. Gunakan sudut lain ketika membahas suatu hal yang tidak pernah di fikir orang, contoh membahas tentang shalat tapi bukan dari sisi agama, tapi sisi Algoritma dan Aritmatika <br />

3. Menyatukan hal-hal yang sulit, jadi mudah, saya ambil contoh menyatukan Agama dan kebudayaan hingga terbitlah kata Sayyidi pranatagama atau kalimasada, kulhu geni.<br />
<br />
Dan masih banyak cara lainnya, yang mana inti dari semua itu adalah bagaimana membuat audien larut dengan apa yang di sampaikan, hingga akan membuat mereka tenang dan takdzim dengan sendirinya tanpa harus memberi peraturan.<br />
<br />
Itulah pemahaman aku tentang “sugeh tanpo bondo, digdoyo tanpo aji, Trimo mawi pasrah, suwung pamrih tebih ajrih” . <br />
Buah pikiran yang aku gali dari RMP. Sosrokartono, kakak sekaligus inspirator R.A Kartini.

*Maaf Untuk Admin AN nih aku kasih Vuln nya Blog, mohon di perbaiki, biar ke depan lebih asyik.
Pages: 1 2 3 Next
advertisement
Password protected photo
Password protected photo
Password protected photo