BLOG TULISAN Dwipa_Nusa

Ajining Robo Ono ing Busono


Sering sekali apa yang terlihat itu dijadikan pembenaran sehingga banyak yang terjebak dan tertipu karenanya.


Coba kaji dulu baru berpendapat, belum mesti apa yang di lihat itu yang terjadi. Contoh Intel yang menyamar.


ilmu Hikam itu sangat bagus jika di pakai orang yang sedang menggali Hakikat (kebenaran sejati), tapi kalau kalian masih bergelut dengan syariat (aturan) maka sampai lebaran kuda tidak akan mendapat isinya, hanya mendapatkan kulitnya.


Ilmu Hikam kalau dari sudut sains itu ilmu fisika, ingin paham fisika pasti harus pintar matematika dulu, agar bisa faham isinya bukan kulitnya.


Bohong besar kalau ahli Fisika tidak ahli di matematika, tapi ahli Matematika belum pasti ahli Fisika.


Dalam ilmu Hikam kalau kita tidak punya dasar syariat kuat pasti akan terjerat jebakan dogma yang ada sehingga dianggap gila.


Contoh Jalaludin Rumi, ketika akan meninggal dia malah bahagia, bersuka cita dan mengadakan pesta, ketika paham ilmu Hikam maka apa yang di lakukan Jalaludin Rumi adalah wajar dan lumrah, tetapi bagi masyarakat awam maka menganggapnya gila.


Next jika belajar sebuah ilmu, pastikan sanadnya jelas dan ada Gurunya, jangan asal baca dan Copas agar tidak tersesat memahami ilmu tersebut.




Serasa baru kemarin engkau mengajari ku menanam padi dan palawija.


Serasa baru kemarin engkau baru sembuh dari sakit.


Serasa baru kemarin engkau mendoakan aku menjadi ketua Tanfidziah NU di tempatku dan Alhamdulillah jadi.


Serasa baru kemarin Gus Dur sowan, dan Engkau perintahkan Gus Dur maju jadi presiden untuk menyelamatkan negeri ini dari peralihan kekuasaan orde baru menuju orde paling baru.


Bumi Jawa tengah menangis

Tanah Pertiwi Indonesia kehilangan putra terbaiknya kembali


Ucapan belasungkawa dari tingkat desa sampai presiden Indonesia berjajar tidak muat penuhi halamanmu.


Aku dulu santrimu yang termuda

Aku dulu santrimu yang paling suka tidur saat sorogan

Aku dulu santrimu yang sering kau ajari sesuatu lewat mimpi

Aku dulu santrimu yang selalu Engkau maafkan meski sering membuat onar dan melanggar peraturan pesantren.


Abah ..

aku memanggilmu begitu

Nang Inu

Sebutanku.... saat Engkau memanggilku


Selamat Jalan .. Abah.






Aku memanggilmu Abah

sosok guru dan ayah yang ku sayangi

saat aku di penjara suci tempat engkau mengasuh kami.


Seorang diantara kiai khos negeri ini

Seorang Ulama sepuh yang kharismatik

Seorang diantara team Walisongo, penasehat presiden, bersama dengan Cak nun, Gus Mus, Habib Luthfi, TGB dll.


Darimu aku belajar Riyadussalihin setiap Selasa dan sabtu

Lewatmu aku menggali Sunan Tirmidzi I, II, dan III setiap hari

Sesekali aku mendengar kajian filsafat Ikhya dan Al Um di hari Minggu


Di tempatmu aku mengenal banyak orang penting di negeri ini, menyediakan minum buat

B.J Habibie, Gus Dur, Megawati, Wiranto, Akbar Tanjung, dll yang sering sowan menyampaikan keluh kesah dan minta solusi ketempatmu.


Abah

Engkau sudah mencapai alam keabadian

Engkau sudah melepas semua urusan

Engkau telah Wafat.


Abah

betapa rinduku padamu hanya Tuhan yang tahu



Terkapar menatap sunyi

mengintimidasi resah membalut luka


Apa salah manusia punya kelemahan

Apa benar manusia punya kelebihan


sore itu aku pergi...

membawa lubang yang menganga


biar lah aku sendiri

meringkuk menunggu mati


by tqm




advertisement
Password protected photo
Password protected photo
Password protected photo