BLOG TULISAN Dwipa_Nusa

Sedikit saya luruskan, karena sudah masuk wilayah tauhid, yang "maaf" harus ada sanad ke ilmuan yang benar untuk hal yang tersirat dan tersurat.


Pertama :

I'mal Li dunyaka..etc, itu hadist daif yang mana mutawattir sanadnya masih di pertanyakan di jaman tabi'ina ttabi'in, itu adalah parafrase dari hadist yang di riwayatkan Amr bin Ash, lebih cendrung kepada kata-kata mutiara.Dan ini tentang etos kerja sebagaimana di dalam QS. AL Qashash ayat 77.Ini tentang etos kerja saya tekankan sekali lagi.


Kedua :

Dalam Wujudullah, atau manunggal Kawulo Gusti atau lebih sederhana dengan Ikhsan, satu prinsip yang harus di fahami yaitu sifat Allah, Mukholafatul Lil khawadisi, Tuhan tidak sama dengan yang di ciptakan.

kita bukan perwujudannya, kita hambanya...Sekali lagi kita hambanya.


Dalam buku karangan Karl Marx, di tulis " Tuhan itu pekerja karena semua yang menggerakkan kita itu Tuhan", saya tidak akan mendebatnya karena itu pemahaman komunis butuh waktu dan tempat untuk duduk diskusi bersama.


Jadi Wujudullah itu bukan Tuhan menjelma menjadi diri kita, tapi bersatunya hati dan pikiran kita, sehingga ketika shalat seolah-olah kita berbicara dengan Tuhan, ketika kita kerja seolah-olah hanya Tuhan mengawasi, dan seterusnya.


Maaf Sekali lagi saya hanya meluruskan tentang pemahaman tauhid atau ilmu Ketuhanan.

Ketika merenung di kamar banowati no.7, saya sadar se sadar-sadarnya bahwa saya pribadi masuk AN karena ada bagian dari jiwa ku yang sakit atau belum sempurna sebagai manusia.


Entah saya mau menyangkal atau melakukan pembenaran dengan dalil, argumen atau hadist, tapi ini fakta psikologi bahwa jauh di bawah alam bawah sadar sesungguhnya inilah kebenaran yang hakiki.


Apakah harus masuk KE IGD ( hunting intensif mencari pasangan setiap ada kesempatan) ataukah harus rawat inap ( mencari pasangan sesekali) atau sudah rawat jalan ( sudah dapat tinggal pendekatan) atau kembali ke siklus awal jika gagal.


Bagaimana jika masih di AN lebih dari 2 periodik ? jujur saja jika itu terjadi, maka saya cepat-cepat cari Rujukan tempat lain, kalau ingin sembuh karena kurang mumpuni dengan keinginan kita.


Bagaimana kalau di AN di jadikan tempat ngerumpi, membully, penipuan, pameran dan iseng -iseng berhadiah, maka ibarat kolam renang di pakai untuk nyuci pakaian artikan sendiri,


Maka beruntunglah yang sudah lulus dari AN semoga mawadah wa rahma.




Dari pojok Semarang, berangkat bercengkrama dengan sore di kota lama, menikmati keheningan malam kota di atas jalan jl Jangli-gebeng.

Ku susuri setiap jendela di Lawang Sewu antara pemuda dan Pandanaran, lalu melepas lelah di Gua Kreo Manyaran, kemudian Ziarah di makam masterpiece tokoh Semarang yaitu Ki Ageng Pandanaran di Mugas, atau Mbah Sholeh darat di Borgota.


Dari barutikung Semarang Utara, aku sering sekali menemui temanku yang bekerja sebagai salah satu penjaga dermaga laut Tanjung mas, yang mana kalau ngopi maka gulanya tinggal ambil aja di bak truk yang bongkar muat gula import dari China setiap hari.


Oh ya aku juga ada kenalan baru ibu Dosen Un*** ternyata anggota AN, rumah nya di wilayah Karanganyar Gunung yang mana jalannya bikin ciut nyali yang harus pakai perseneling 1, saking curamnya tanjakan dan tikungan juga sempit.


Dari tempat wisata, jalan besar, Pecinan, kampung jajan, kampung batik kampung oleh-oleh, sampai kampung judi dan prostitusi aku jelajahi, agar memuaskan andrenalin di tubuh di samping harus adil, jangan hanya wilayah putih yang di jelajahi, wilayah hitam dan abu-abu harus tahu juga.


Monggo teman AN yang ingin menjelajah Semarang atas bawah, luar dalam, hitam putih saya siap jadi Guide nya, di jamin gak akan kesasar kok, paling nyasarnya ke ........???? mumpung aku ada di Semarang, next time Demak-Pati.


Juragan Properti kang Choiry, kapan main ke Semarang akan aku sambut dan akan ku sambit, jangan bilang proyek nya sudah di ACC dinas terkait, nanti gak ada waktu buat ngopi bareng.


Jangan pernah mengira bahwa Tuhan tidak pernah bercanda dengan mahluknya,


Pertebal dan perbanyak sudut pandang mu agar jangan sok bela sesuatu tapi mereka sendiri pelaku sebenarnya.

Bagaimana Nabi Muhammad di "candai" Tuhan hingga bolak balik 9x menghadap Tuhan ketika peristiwa Isro mi'raj.

Atau nabi Musa yang harus di "candai" mengelilingi Padang pasir selama 40 tahun untuk meminta hujan.

Atau nabi Ibrahim yang di "candai" untuk menyembelih anaknya, serta banyak kisah lainnya.


Loh kok bercanda ???


Perhatikan !!! bercanda dengan cobaan itu bedanya tipis kaya Alfamart dan Indomart, sama isinya bentuknya, bedanya hanya di nama dan hasil output nya, dan selalu beriringan tapi gak bisa jadi satu.


Mana dalilnya mana datanya?


Gak butuh dalil gak butuh fakta tapi pakai ilmu Malakah maka kalian pasti paham.


Malakah itu ilmu hati/jiwa, tidak di ajarkan di universitas manapun, adanya di pesantren yang bermazhab, bahkan ada yang sombong mengatakan madzhab saya Qur'an dan hadist, lah kelihatan tambah bego.


Perhatikan baik-baik !!!

untuk membedah Qur'an dan hadits harus ada ilmunya untuk exploitasi kandungan yang tersimpan.


Ilmu untuk exploitasi nya apakah bersambung/bersanad ke nabi Muhammad ataukah ke Dukun santet,pelet dan ngepet, atau dari syaitan, iblis, Dajjal, demit, dan se grup chatting nya.


Untuk ilmu yang tersambung dengan Nabi Muhammad, di butuhkan madzhab/pedoman baku yang di bukukan untuk memahaminya atau jangan-jangan pake Qur'an dan hadist terjemahan depag untuk materi dakwah tanpa tahu apa yang tersirat dan tersurat dalam bab yang di sampaikan.


Maka agar kita tahu bahwa Tuhan sedang bercanda atau tidak dengan kita, di butuhkan ilmu Malakah yaitu ilmu hati.


Mari belajar ilmu hati caranya ...

Belajar tentang Hakikat, tentang memahami kebenaran bukan Pembenaran.


#TuhanKu suka bercanda.

Ramadhan bulan penuh hikmah pengampunan dan se-anak cucunya.


Sedikit koreksi saja, Tuhan maha Adil, dan Tuhan menciptakan sesuatu pasti berpasangan.


Pertanyaan ku pada Kalian para ukhti, Akhi, ahli hikmah, kiai, mubaligh dan sebangsanya, " Apa pasangan bulan Ramadhan? atau bulan apakah yang kebalikan Ramadhan ?".


Jangan sok suci, atau pakai dalil Akli dan nakli untuk exploitasi kepintaran kalau belum bisa jawab pertanyaan ku yang sesederhana ini.


Sekali lagi " Apa pasangan dari bulan suci Ramadhan ? ".




#sendiri di sudut Semarang menikmati malam saat hujan.



advertisement
Password protected photo
Password protected photo
Password protected photo