Ketika anak dimasa labil. Emosi tinggi, rasa ingin tau, mudah frustasi.
Bapak : nak duduk sini santai, sama bikin minum ya kak.
Kakak ; ya pak....
Ini pak tehnya....
Bapak : makasih ya kak....
Adik sini, minum bareng sama bapak...
Adik : ya pak.....
(Sambil duduk santai tidak lepas tawa humor kecil).
Bapak : usia kakak skrg udah brp tahun?
Kakak : sudah 18th....
Ada apa dng usia kakak pak...?
Bapak : berarti kakak sudah bukan kanak" lagi...bisa jadi contoh adik"nya.
Bapak gak akan melarang rasa penasaran kakak, boleh berteman sama siapa saja. Asalkan ingat!!?? Setelah kakak tau kakak bisa menilai, bapak bimbing dari belakang, jangan sampai rasa kecewa itu terjadi, bapak kasih kebebasan bukan berarti mau menjerumuskan kakak.....supaya kakak tau kehidupan diusia kakak apalagi dimasa skrng....bapak gak suka marah" apalagi memarahi anaknya.
Adik : (menyahut) la itu adik sering dengar temennya adik lagi dimarahin bapaknya bilang" kayak gitu.....
Bapak : hmm.... kalian pernah dengar bapak marah" bilang yg kayak gitu....!!???
Adik, kakak : gak pernah.....
Bapak : andai kalian dengar dan liat bapak bicara dan bertingkah kayak gitu, boleh kalian ikuti, itu teguran buat bapak....
Kakak : siap pak..!!
Bapak : pesen bapak ingat baik" waktu.
Bener kaga sih..? ![]()
Love isn't something you find.
Love is something that finds you.
- Loretta Young -
**nungguin lapak yang kaga bolehin soal palentinan ![]()
Hera mana Heraaaaaa...
Nungguin Hera bagi2 angpao aja dah.
Gw curiga nih Hera udah kawin kaga bagi2 micin, eh undangan donk ![]()
Lapak2 pada standar2 aja nih yak, kaga ada yang bisa dibikin adonan apa yak ![]()
1. Penampilan
2. Kedudukan.
3. Jabatan.
4. Keadaan.
5. Kemewahan.
6. Kesenangan.
Hati terabaikan......
Bila Allah sudah berkehendak.......
1. Kecelakaan yg jadi penampilan cacat.
2. Akibat masalah sosial kedudukan jadi jaminan.
3. Permainan politik bertaruhkan jabatan.
4. Kehilangan anggota kelurga yg sudah ada, karena ego manusia demi keadaan.
5. Kebakaran, banjir, gempa bumi, mampukah???? Manusia menyelamatkan kemewahan.
6. Mengabaikan kenyamanan keluarga demi kesenangan pribadi. Buah hati jadi lepas kendali.
Masihkah menentukan pilihan?????
Hanya pilihan Nya lah yg terbaik untuk umatnya.
Keluarga berawal dari cara kita membangun untu capai amanah.......
Sampai hari ini hatimu masih yang Aku tuju
Perempuan ini masih saja tertidur di atas rerumput
Ia sibuk mencari jejak biru bintang yang pernah singgah
Barangkali masih bisa ia temui kenangan masa kecil dan keceriaan kanak-kanak yang lama tak kunjung ada...
Barangkali takdir masih bisa ia remas
Perempuan ini masih saja membayangkan istana warna-warni
Hatinya bergelut memegang cinta tapi ia juga menangis
Barangkali lelaki di pikirannya telah lupa
Bagaimana saat matahari bertandang ia menggodanya
Aroma dingin sebuah kota
Burung-burung yang murung di hari itu
Dedaun yang layu meski hujan turun muram
Lalu di awal bulan
Lembah mulai lengang
Tidak ada lagi cerita yang menggiring si perempuan kembali ke kota hujan
Perempuan ini ditinggalkan
Dipaksa pergi dari batu-batu tempatnya memuja
Dipaksa menerima nyata
Digiring kakinya kembali ke Jakarta
Api itu sekarang hidup di darahnya
Perempuanmu ini telah begitu percaya
Ia berikan sesaji-sesaji wangi
Apa tuan tidak peduli?
Bandung, 31 Januari 2021