User blogs

Adil
Oh Tuhan....

Tunjukkanlah aku,

Jalan menuju syurga dunia dan akhirat.

Aamiin....

Adil Jan 18 '20 · Komentar: 3
AryoWibowo
innocent
AryoWibowo Jan 15 '20 · Komentar: 3
Matole0304
iwan fals kembang pete

kuberikan padamu setangkai kembang pete.

tanda cinta abadi namun kere.

buang jauh-jauh impian mulukmu.

sebab kita tidak boleh bikin uang palsu.

klau diantara kita jatuh sakit lebih baik tak usah ke dokter.

sebab ongkos dokter di sini tergantung di awan tinggi.

cinta kita cinta jalanan yang mabuk di persimpangan.

cinta kita cinta jalanan

semoga hidup kita bahagia.

semoga hidup kita sejahtera.


novi rizki cantik itu mahal

Uang bukan segalanya.tapi segalanya pakai uang.

kamu jangan salah faham sayang....

sini-sini biar aku jelaskan.

lipstick sekian ratus ribu yang.

bedak sekian ratus ribu yang.

baju,sepatu,celana semuanya tidak bisa di beli pakai cinta.

aku dandan cantik buat kamu.

aku wangi dan trendy buat kamu.

kalau tidak cantik di tinggalkan.


klau saya memilih cinta yang sesuai dengan kemampuan dan kemauan saling menerima dan melengkapi menyesuaikan dengan kondisi dan keadaan.

jika kita adalah ayam jangan mendekati singa nanti di santap.

apalagi mendekati buaya ngeri.

setidaknya ini gambaran kehidupan.

klau di fb ada portal berita tentang republik ini maka muncul cebong dan kampret.

klau kita menuju Instagram semuanya di upload baik foto,makanan, liburan dll.

kalau kita singgah ke Twitter beragam karakter orang tampil ada yang kritisi,ada yang santai,ada juga yang cabul.semuanya beragam.

klau kita ke A.N mencari kawan, mencari isteri,mencari suami,beragam karakter pun ada.

lalu sebagai umat islam cukup dengan berdoa dan berusaha untuk mendapatkan jodoh terbaik.aamiinn

dan sebagai pedoman

Qs An nur:26

Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki tidak baik.dan laki-laki tidak baik untuk wanita yang tidak baik pula.wanita yang baik untuk lelaki yang baik.dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik.

itu adalah pedoman jodoh kita.

maka dari itu perbaiki hati,sikap,sifat dan kata yang buruk menjadi lebih baik.aamiinn




Matole0304 Jan 14 '20 · Komentar: 3 · Tags: qs an nur:26
Tony_Kohar

Wanita (yang layak sebagai Wanita)


Mereka bertanya padamu tentang PEREMPUAN : katakanlah "perempuan itu adalah jiwa tanpa jasad"


Mereka bertanya kepadaku tentang WANITA Kukatakan dengan ini :


Wanita itu tak ubahnya seperti kopi, jika kau abaikan maka ia akan dingin, tak terkecuali rasanya.


Wanita itu, ketika ia diam di depan orang yang ia cintai, kata-katanya akan datang berderai berbentuk air mata.


Wanita itu, awalnya dia takut-takut mendekatimu, namun pada akhirnya ia akan menangis ketika kau jauh darinya.

Alangkah sedikitnya orang yang memahami wanita.


Wanita itu, tidak menghendaki sesuatu yang tidak mungkin darimu, namun ia hanya menginginkan kamu bisa menjadi seperti seorang pria yang ia harapkan seperti dirimu (bersikap) terhadap saudarimu.


Wanita itu, separuh kecantikannya terdapat di dalam perilakunya (caranya merespon), rona pipinya yang kemerahan, kedua matanya yang berbinar dan saat kehabisan kata, ia menggerakkan kedua tangannya memeluk penuh rasa malu.


Wanita itu, boleh jadi tipuannya besar atau rasa cintanya menggelegar.

Namun dirimulah wahai pria yang menentukan !

Jika kau berbuat muslihat kepadanya, maka ia pun akan membalas muslihatmu.

Namun jika kau mencintainya, maka ia akan membalas lebih cintamu.


Wanita itu, (lazimnya) mencintai bunga mawar yang merah, bawakan padanya secara tiba-tiba (sebagai surprise), maka ia pun akan ridha di kala murka.


Wanita itu, sebanyak ia mencinta sebanyak itu pula ia cemburu.

Karena itulah, setiap wanita yang tertutup akalnya karena terbakar rasa cemburu, sebanyak itu pula ia tertutup akalnya lantaran rasa cinta.


Wanita itu, akan senantiasa mengobati meski demam mendera.

Akan selalu menghibur meski ia berduka.

Akan tetap terjaga meski ia lelah.

bahkan bersedih dengan orang yang tak dikenalnya.

Ia pun menangis di hari “pernikahan”-nya. Maka bersikap lembutlah kepada wanita.


Wanita itu, selalu senang diperlakukan dengan manja seperti anak kecil, walau sedewasa apapun dirinya.


Wanita itu, janganlah sekali-kali kau mengetuk pintu hatinya, sedangkan dirimu tidak membawa cintanya pada Allah


Wanita itu, janganlah sekali-kali kau mengetuk pintu hatinya, sedangkan dirimu tidak membawa “semua tas yang berisi perhatian.”


Wanita itu, ketika dirinya dilanda cemburu, maka lukiskan di atas tangannya sebuah kecupan, biarkan dia merasakan bahwa dirinya adalah karunia terbesar dari Allah untuk dirimu.


Wanita itu, meski ia tampak kalem dan lembut, namun ia lebih sering menyebabkan kegaduhan di hati pria.


Wanita itu, meskipun ia keras (kemauannya), namun hatinya tidak pernah kosong dari kelemahlembutan dan kasih sayang.


Wanita itu, adalah makhluk yang sangat lembut lagi sensitif. Ia khawatir dicela dan tak tahan dicemooh. Karena itu perhatikanlah dirinya wahai orang yang mencintainya.


Wanita itu, takkan ada yang mampu menanggung kegilaan dan kecemburuannya, kecuali seorang pria yang mencintainya dengan tulus (apa adanya).


Wanita itu, bukanlah suatu cela apabila pria mau mempelajari hatinya yang akan menjadikan lebih manusiawi dan berempati hamba Allah.


Wanita itu, takut dikhianati dan khawatir kehilangan dan ditinggalkan. Dia adalah makhluk yang tidak mudah melupakan seseorang yang ia cintai meski telah tiada. Dia akan terus mengawasi dari kejauhan.


Wanita itu, mampu mendidik anak tanpa ayah, namun tidak mudah bagi seorang pria membesarkan anaknya tanpa ibu.


Wanita itu, di sinilah letak keindahannya.


Selama kau masih seorang pria, maka miliki wanita.


Selama kau masih seorang yang jantan, maka miliki perempuan.


Selama kau masih seorang raja, carilah seorang ratu.


Jikalau kau seorang yang kasmaran, pastilah ada wanita yang memikatmu.


Janganlah kau menjadi orang “yang tak punya apa-apa” namun menginginkan wanita yang memiliki “segalanya”.


Ketika ditiupkan ruh ke dalam dirimu, kau pun berada di dalam rahim seorang wanita.


Ketika kau menangis, kau pun berada di dalam pelukan seorang wanita.


Ketika kau merasakan luapan cinta, kau pun berada di dalam hati seorang wanita.


Lembutlah kepadanya.

karena wanita itu adalah amanat.

Dia tidaklah diciptakan untuk direndahkan...


Salam bagimu wahai setiap wanita...

Baik yang telah menikah atau masih perawan, yang telah bercerai ataupun menjanda (yang ditinggal wafat sang suami). rosetulip

Tony_Kohar Jan 13 '20 · Komentar: 3
Matole0304

kabar sdh ketemu jodoh di online?

status janda online,sdh ketemu duda online atau bujangan online?

status duda on-line,sudah ketemu janda online atau gadis online?

Gadis online bgmn sdh ketemu duda atau bujang online?

bujang online bgmn sdh keyemu dengan janda online atau gadis online?



Matole0304 Jan 12 '20 · Komentar: 3 · Tags: ☺️☺️☺️☺️☺️
ritzchip77
Maaf jarang main kesini.... Sering di cuekin aku nya hehe ....ngobrol atuh teteh biar kenal, takut keburu imam Mahdi muncul...di akhir zaman Kan populasi laki laki bakal berkurang drastis didukung juga data sensus tiap negara Dan sabda nabi juga bilang klo nanti Satu laki laki akan diikuti 40 wanita... penyebabnya banyak ..bisa peperangan, bencana Alam (azab) , impoten, di tambah lagi para cwo yang jadi gay...tuh nya ngeri Kan ayo buruan Cari suami sebelum kehabisan ...hehe bcanda ah peace:)
ritzchip77 Dec 19 '19 · Komentar: 3
ArinGustian
Khususnya wanita "adakah yg punya niat selama hidup yg pernah dilalui pengen nantinya membuat pondok untuk menampung anak yatim piatu"

dan

"kehidupan yg telah terlewati suka meringankan beban para fakir miskin"


(umumnya pertanyaan ini buat teman² semua disini. Terimakasih dan mohon maaf bila kurang berkenan)

ArinGustian Dec 16 '19 · Komentar: 3
salehwsiregar

guys and mbak sekalian...

apasudah ada yang berjodoh karena AN ya ?


best regards,

sws

salehwsiregar Dec 15 '19 · Komentar: 3
nkholish
Seorang pria menikahi kekasih hatinya. Acara pernikahan mereka diselenggarakan dengan meriah dan megah. Semua kawan dan keluarga mereka hadir, menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Itu merupakan salah satu acara yang luar biasa mengesankan.

Mempelai wanita begitu anggun dalam balutan gaun putihnya, sedangkan pengantin pria begitu gagah mengenakan tuxedo hitam. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh serasi dan saling mencintai.

Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, "Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan," katanya sambil menyodorkan majalah tersebut.

"Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan berdikusi bagaimana mengubah hal-hal tersebut dan membuat kehidupan pernikahan kita lebih bahagia."

Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal yang tidak mereka sukai dari pasangannya. Mereka pun berjanji tidak akan tersinggung, ketika pasangannya mengungkapkan hal-hal yang kurang baik, demi kebaikan bersama.

Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing.

Keesokan harinya, ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya.

"Aku akan mulai duluan, ya," kata sang istri.

Ia lalu mengeluarkan catatannya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman. Ketika ia mulai membicarakan hal yang tidak disukai dari suaminya, ia melihat mata suaminya berkaca-kaca.

"Maaf, apakah aku harus berhenti?" tanyanya.

"Oh tidak, lanjutkan..." jawab suaminya.

Lalu sang istri melanjutkan membaca, hingga semua daftar catatannya habis. Sang istri pun melipat kertasnya dengan manis di atas meja dan berkata dengan lega, "Sekaranggantian ya, engkau yang membacakan catatanmu."

Perlahan suaminya berkata, "Aku tidak mencatat sesuatu pun di kertasku. Aku berpikir engkau sudah sempurna dan aku tidak ingin mengubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang."

Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Ucapan suaminya itu menunjukkan bahwa ia menerima kondisinya apa adanya. Ia menunduk dan menangis.


Kisah lainnya berikut ini diambil dari page di sajadah cinta, semoga bisa menjadi pelajaran yg bermanfaat bagi kita untuk meneladaninya..


Sore itu, menunggu kedatangan teman yang akan menjemputku di masjid ini seusai ashar.. seorang akhwat datang, tersenyum dan duduk disampingku, mengucapkan salam, sambil berkenalan dan sampai pula pada pertanyaan itu. “anty sudah menikah?”. “Belum mbak”, jawabku. Kemudian akhwat itu .bertanya lagi “kenapa?” hanya bisa ku jawab dengan senyuman.. ingin ku jawab karena masih kuliah, tapi rasanya itu bukan alasan.

“mbak menunggu siapa?” aku mencoba bertanya. “nunggu suami” jawabnya. Aku melihat kesamping kirinya, sebuah tas laptop dan sebuah tas besar lagi yang tak bisa kutebak apa isinya. Dalam hati bertanya- tanya, dari mana mbak ini? Sepertinya wanita karir. Akhirnya kuberanikan juga untuk bertanya “mbak kerja dimana?”, ntahlah keyakinan apa yg meyakiniku bahwa mbak ini seorang pekerja, padahal setahuku, akhwat2 seperti ini kebanyakan hanya mengabdi sebagai ibu rumah tangga.

“Alhamdulillah 2 jam yang lalu saya resmi tidak bekerja lagi” , jawabnya dengan wajah yang aneh menurutku, wajah yang bersinar dengan ketulusan hati.

“kenapa?” tanyaku lagi.

Dia hanya tersenyum dan menjawab “karena inilah cara satu cara yang bisa membuat saya lebih hormat pada suami” jawabnya tegas.

Aku berfikir sejenak, apa hubungannya? Heran. Lagi-lagi dia hanya tersenyum.

Ukhty, boleh saya cerita sedikit? Dan saya berharap ini bisa menjadi pelajaran berharga buat kita para wanita yang Insya Allah akan didatangi oleh ikhwan yang sangat mencintai akhirat.

“saya bekerja di kantor, mungkin tak perlu saya sebutkan nama kantornya. Gaji saya 7juta/bulan. Suami saya bekerja sebagai penjual roti bakar di pagi hari, es cendol di siang hari. Kami menikah baru 3 bulan, dan kemarinlah untuk pertama kalinya saya menangis karena merasa durhaka padanya. Waktu itu jam 7 malam, suami baru menjemput saya dari kantor, hari ini lembur, biasanya sore jam 3 sudah pulang. Saya capek sekali ukhty. Saat itu juga suami masuk angin dan kepalanya pusing. Dan parahnya saya juga lagi pusing. Suami minta diambilkan air minum, tapi saya malah berkata, “abi, umi pusing nih, ambil sendirilah”.

Pusing membuat saya tertidur hingga lupa sholat isya. Jam 23.30 saya terbangun dan cepat-cepat sholat, Alhamdulillah pusing pun telah hilang. Beranjak dari sajadah, saya melihat suami saya tidur dengan pulasnya. Menuju ke dapur, saya liat semua piring sudah bersih tercuci. Siapa lagi yang bukan mencucinya kalo bukan suami saya? Terlihat lagi semua baju kotor telah di cuci. Astagfirullah, kenapa abi mengerjakan semua ini? Bukankah abi juga pusing tadi malam? Saya segera masuk lagi ke kamar, berharap abi sadar dan mau menjelaskannya, tapi rasanya abi terlalu lelah, hingga tak sadar juga. Rasa iba mulai memenuhi jiwa saya, saya pegang wajah suami saya itu, ya Allah panas sekali pipinya, keningnya, Masya Allah, abi deman, tinggi sekali panasnya. Saya teringat atas perkataan terakhir saya pada suami tadi. Hanya disuruh mengambilkan air minum saja, saya membantahnya. Air mata ini menetes, betapa selama ini saya terlalu sibuk diluar rumah, tidak memperhatikan hak suami saya.”

Subhanallah, aku melihat mbak ini cerita dengan semangatnya, membuat hati ini merinding. Dan kulihat juga ada tetesan air mata yg di usapnya.

“anty tau berapa gaji suami saya? Sangat berbeda jauh dengan gaji saya. Sekitar 600-700rb/bulan. 10x lipat dari gaji saya. Dan malam itu saya benar-benar merasa durhaka pada suami saya. Dengan gaji yang saya miliki, saya merasa tak perlu meminta nafkah pada suami, meskipun suami selalu memberikan hasil jualannya itu pada saya, dan setiap kali memberikan hasil jualannya , ia selalu berkata “umi,,ini ada titipan rezeki dari Allah. Di ambil ya. Buat keperluan kita. Dan tidak banyak jumlahnya, mudah2an umi ridho”, begitu katanya.

Kenapa baru sekarang saya merasakan dalamnya kata-kata itu. Betapa harta ini membuat saya sombong pada nafkah yang diberikan suami saya”, lanjutnya

“Alhamdulillah saya sekarang memutuskan untuk berhenti bekerja, mudah-mudahan dengan jalan ini, saya lebih bisa menghargai nafkah yang diberikan suami. Wanita itu begitu susah menjaga harta, dan karena harta juga wanita sering lupa kodratnya, dan gampang menyepelekan suami.” Lanjutnya lagi, tak memberikan kesempatan bagiku untuk berbicara.

“beberapa hari yang lalu, saya berkunjung ke rumah orang tua, dan menceritakan niat saya ini. Saya sedih, karena orang tua dan saudara-saudara saya tidak ada yang mendukung niat saya untuk berhenti berkerja. Malah mereka membanding-bandingkan pekerjaan suami saya dengan orang lain.”

Aku masih terdiam, bisu, mendengar keluh kesahnya. Subhanallah, apa aku bisa seperti dia? Menerima sosok pangeran apa adanya, bahkan rela meninggalkan pekerjaan.

“kak, kita itu harus memikirkan masa depan. Kita kerja juga untuk anak-anak kita kak. Biaya hidup sekarang ini besar. Begitu banyak orang yang butuh pekerjaan. Nah kakak malah pengen berhenti kerja. Suami kakak pun penghasilannya kurang. Mending kalo suami kakak pengusaha kaya, bolehlah kita santai-santai aja di rumah. Salah kakak juga sih, kalo ma jadi ibu rumah tangga, seharusnya nikah sama yang kaya. Sama dokter muda itu yang berniat melamar kakak duluan sebelum sama yang ini. Tapi kakak lebih milih nikah sama orang yang belum jelas pekerjaannya. Dari 4 orang anak bapak, Cuma suami kakak yang tidak punya penghasilan tetap dan yang paling buat kami kesal, sepertinya suami kakak itu lebih suka hidup seperti ini, ditawarin kerja di bank oleh saudara sendiri yang ingin membantupun tak mau, sampai heran aku, apa maunya suami kakak itu”. Ceritanya kembali, menceritakan ucapan adik perempuannya saat dimintai pendapat.

“anty tau, saya hanya bisa nangis saat itu. Saya menangis bukan Karena apa yang dikatakan adik saya itu benar, bukan karena itu. Tapi saya menangis karena imam saya dipandang rendah olehnya. Bagaimana mungkin dia meremehkan setiap tetes keringat suami saya, padahal dengan tetesan keringat itu, Allah memandangnya mulia. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang senantiasa membangunkan saya untuk sujud dimalam hari. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang dengan kata-kata lembutnya selalu menenangkan hati saya. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang berani datang pada orang tua saya untuk melamar saya, padahal saat itu orang tersebut belum mempunyai pekerjaan. Baigaimana mungkin seseorang yang begitu saya muliakan, ternyata begitu rendah dihadapannya hanya karena sebuah pekerjaan.

Saya memutuskan berhenti bekerja, karena tak ingin melihat orang membanding-bandingkan gaji saya dengan gaji suami saya. Saya memutuskan berhenti bekerja juga untuk menghargai nafkah yang diberikan suami saya. Saya juga memutuskan berhenti bekerja untuk memenuhi hak-hak suami saya. Semoga saya tak lagi membantah perintah suami. Semoga saya juga ridho atas besarnya nafkah itu. Saya bangga ukhti dengan pekerjaan suami saya, sangat bangga, bahkan begitu menghormati pekerjaannya, karena tak semua orang punya keberanian dengan pekerjaan itu. Kebanyakan orang lebih memilih jadi pengangguran dari pada melakukan pekerjaan yang seperti itu. Tapi lihatlah suami saya, tak ada rasa malu baginya untuk menafkahi istri dengan nafkah yang halal. Itulah yang membuat saya begitu bangga pada suami saya.

Semoga jika anty mendapatkan suami seperti saya, anty tak perlu malu untuk menceritakannya pekerjaan suami anty pada orang lain. Bukan masalah pekerjaannya ukhty, tapi masalah halalnya, berkahnya, dan kita memohon pada Allah, semoga Allah menjauhkan suami kita dari rizki yang haram”. Ucapnya terakhir, sambil tersenyum manis padaku.

Mengambil tas laptopnya,, bergegas ingin meninggalkanku. Kulihat dari kejauhan seorang ikhwan dengan menggunakan sepeda motor butut mendekat ke arah kami, wajahnya ditutupi kaca helm, meskipun tak ada niatku menatap mukanya. Sambil mengucapkan salam, meninggalkannku. Wajah itu tenang sekali, wajah seorang istri yang begitu ridlo.

nkholish Nov 28 '19 · Komentar: 3
Pages: « Previous ... 167 168 169 170 171 ... Next »
advertisement
Password protected photo
Password protected photo
Password protected photo