BLOG TULISAN gardenia_augusta

advertisement
To the point aja ya.

Istikharah itu kan untuk mengetahui seseorang itu calon yg tepat/tidak untuk kita.

Tidak tepat di sini bisa berarti:

1. Dia sejak awal buruk tetapi kita tidak tahu

2. Dia baik sebenarnya tetapi hanya tidak cocok/belum terasah skill nya

3. Dia tadinya baik tapi setelah nikah dengan kita akan jadi buruk

4. Mungkin lingkungan (keluarga) dia yang tidak baik --->masih dugaanku, termasuk juga apa nggak

5. Dia pura-pura/sesuatu yang berakhir tidak baik--->misalnya mualaf pura-pura hanya untuk menikahi

6. Dia berumur pendek (cepat mati)--> masih dugaanku juga tapi aku sangat meyakininya

7. Akan terjadi sesuatu yang buruk pada kita, dia, atau rumah tangga kita


Di dalam doa Istikharah kan ada kata "dekatkan-jauhkan". Puncak dari Istikharah menurut pengalamanku hasilnya adalah "putus" kalo ga jodoh atau "salah satunya nikah". Kalau tetap memaksa dengan orang tersebut ya akan terjadi keburukan setelah mereka nikah.

Seberapa cepat dan dalam kadar sakit kita tergantung dari seberapa cepat kita bisa membaca tanda2/petunjuknya. Yang intinya tentang dijauhkan, misalnya:

1. Tiba-tiba kita bertengkar dengannya

2. Tiba-tiba dia atau kita jadi males menghubungi

3. Tiba-tiba ga ada sinyal

4. Tiba-tiba dia dipindahkan ke daerah yang susah sinyal

5. Tiba-tiba terjadi masalah dengan ortu kita/ortu dia (yg intinya melarang)

6. Tiba-tiba ada petunjuk melalui mimpi

7. Tiba-tiba kita/dia ga ada rasa/hilang gitu aja

8. Tiba-tiba ada mutual friend nyetatus tentang dia dan calon mantennya

9. Tiba-tiba kita nemu foto dia dan calonnya

10. Tiba-tiba kita mergokin dia di jalan selingkuh

11. Tiba-tiba dia ngaku sendiri kalo dia bukan orang baik

12. Tiba-tiba dia ngaku sendiri kalo dia sudah selingkuh

13. Proses pernikahan kalian tiba-tiba susah dan ruwet

14. Tiba-tiba HP rusak

15. Tiba-tiba kita/dia ragu2

16. Tiba-tiba kita/dia ada orang baru

17. Tiba-tiba biaya untuk nikahnya kepake untuk tujuan lain (mungkin termasuk)

18. Tiba-tiba ada peristiwa yang menyebabkan pernikahan ga jadi pada tanggal tersebut (mungkin termasuk)

19. Tiba-tiba salah satu atau kalian berdua dijodohkan

20. Tiba-tiba kita ditunjukkan bahwa dia bukan orang baik

21. Tiba-tiba ada sesuatu yang kuat di hati yang mengatakan kalau dia bukan calon yang baik

22. Kita/dia semakin sibuk sehingga ga bisa kontak2an/ketemuan

Kurang lebih seperti itu sesuai yang saya alami/pahami.

Setiap kali kita mengabaikan tanda-tanda halusnya, kadarnya akan semakin meningkat sampai akhirnya benar2 putus dan semakin menyakitkan.


Kalau pengalaman kalian gimana teman2?


Jika orang yang kamu pacari/taarufi tiba-tiba mengalami musibah, misalnya:

1. Kecelakaan

2. Kecacatan

3. Kelumpuhan

4. Ditemukan penyakit berat/ganas

5. Ortunya bangkrut sehingga dari kaya jadi miskin

6. Musibah terkait nama dia/ortunya, misal ternyata dia/ortunya korupsi, rame diberitakan di koran dan sedang diproses hukum.


Apakah kamu tetap mau nikah sama dia?



Aku mau coba mendeskripsikan suami idamanku dari aspek non kepribadian. Dengan gaya bahasa present.


Suamiku adalah pria ganteng berkulit putih atau kuning. Tingginya sekitar aku atau lebih sedikit. Maksimal mungkin 170 an. Bodinya ramping nan sehat, seperti bodi pesilat. Matanya teduh dengan bulu mata melengkung ke atas. Boleh berkacamata ataupun tidak. Wajahnya bersih, no kumis dan no jenggot.

Rambutnya hitam dan pendek, belah samping, karena aku kurang suka pria dengan rambut belah tengah. Lebih suka yang lurus mungkin ya. Gaya berpakaiannya cenderung elegan. Suka berkemeja/polo shirt dengan warna cerah atau kalem, hitam is big big no. Tidak suka memakai jeans apalagi yang model sobek. Cenderung modern formal, bukan yang bergaya jadul/tradisional, penyuka wayang/museum dan benda antik, atau sesuatu yang budaya/sejarah banget/jadul banget. Tidak memakai anting/giwang, kalung, ataupun gelang. Khusus cincin hanya untuk cincin pernikahan kami. Sedangkan jam tangan pasti boleh lah, aku suka orang yang menghargai waktu. Ia juga bebas dari tato dan tindik, dan "masa lalu".

Ia penyuka buku sepertiku. Pintar memasak dan elektronik atau desain grafis. Sedangkan untuk olahraga mungkin termasuk orang yang suka jogging, basket, bersepeda, berenang, atau bela diri (yg tidak memakai tenaga dalam, seni pernapasan, atau ritual gaib).

Pekerjaannya tidak mobile dan tidak sering jauh dari istri/beda tempat dari istri. Juga tidak shift. Jam kerjanya normal saja dari pagi sampai sore, malam dan akhir pekan off, buat keluarga.

Ia dan keluarganya tidak termasuk orang2 yg berbicara dengan keras, karena aku penyuka ketenangan. Malahan, aku sangat sensitif dengan suara.

Ia juga tidak suka musik dan lagu. Tetapi suka mendengarkan dan melantunkan ayat2 suci Al Quran. Saat ia mengaji suaranya terdengar sangat indah. Ia rutin mengaji, terutama setelah sholat Subuh dan setelah sholat Asar/Maghrib.

Ia dari manhaj non salaf. Kemungkinan Muhammadiyah, karena aku cenderung Muhammadiyah.



-----------


Sepertinya itu dulu, sementara.

KUN FAYAKUN.








Teman2, yang namanya penolakan atau putus di tengah jalan pasti menyakitkan. Ditolak sesering apapun tidak membuat kebal. Ditolak sehalus apapun rasanya juga tetap menyakitkan. Walau tentu saja lebih sakit kalau ditolak dengan kasar.

Sering juga terjadi kesalahpahaman, kita masih baru mau mengenal sudah dipikir naksir atau yakin padanya. Padahal kita sama2 blank, ga tau satu sama lain, bukan dia aja yg ga tau kita. Kita juga ga tau dia. Masa iya main naksir dan nikah aja?

Begitupun dengan putus di tengah jalan. Menikahi orang yang salah membuat rumah tangga kita lebih berat, hidup lebih susah, mungkin juga bertengkar ga sehat, dll.

Sekali lagi, penolakan dan putus di tengah jalan memang menyakitkan. Tetapi percayalah itu lebih baik daripada digantung tanpa kejelasan, tiba-tiba ditinggal nikah, berlama2 dengan orang yang salah, berumahtangga dengan orang yang salah, dll.

Gpp sedih, menangis, atau kecewa. Tapi segera bangkit ya! Kasian jodohmu yang sebenarnya masih nunggu kamu.

Saya pernah menemukan ada pasutri yang berbagi password medsos, email, atau mengangkat telepon yang ditujukan pada pasangannya. Tetapi untuk posting/membalas izin dulu.

Sementara pasangan yang lain menganggapnya privasi.

Menurutmu (ini tentang apa yang ingin kamu terapkan ya):

1. Perlu ga sih kita saling tau dan saling fren/follow medsos pasangan?

2. Kamu termasuk yg saling terbuka atau yg privasi nih?

3. Keberatan gak kalau saling bisa membuka HP pasangan kapan saja?


Kasih alasan juga ya!

Tengkyu.


Pilihan:

A. Bisa, nego alus (nego kecil/tidak terlalu melenceng)

B. Ga bisa (sudah harga mati)

C. Bisa (kalau fotonya menarik)/pilih2 tergantung fotonya

D. Bisa (kalau profilnya menarik)/pilih2 tergantung profilnya

E. "Kecelakaan" (Ga niat melonggarkan kriteria sendiri tapi setelah interaksi via kopdar/ grup wa/ lainnya yg tanpa melihat kriteria ternyata tertarik)

F. Tergantung, kalo interaksi dengan yang sesuai kriteria ga sesuai harapan (ga ada yg inbox/ga ada yg balas/sepi) ya gpp ga sesuai kriteria

G. Sebagian kriteria harga mati, sebagian tidak

H. Pilih2 (tergantung lokasi)

I. Alasan lain (isi sendiri)


Boleh pilih lebih dari 1 atau isi sendiri!


Di atas ada macam2 bahasa cinta. Biasanya tiap orang punya bahasa cinta dominannya. Bisa dibaca ya penjelasannya di atas.


Nah jika:

1. Words of affirmation

2. Physical touch

3. Receiving gifts

4. Quality time

5. Act of service


Urutkan bahasa cintamu mulai dari yg prioritas tinggi (diberi nomor 1) sampai yang prioritas rendah (diberi nomor 5).


Kalau aku kayaknya: 4-1-5-3-2


Kamu?


Ga usah bahas beda agama deh, kalo seagama tapi beda aliran gimana?

Trus misal mau dengan beda aliran, penerapannya di RT gimana?

Adakah aliran tertentu yang kalian mau walau beda dan yg bener2 ga mau (beda aliran boleh tapi pilih2)?

Untuk kita di sini yang benar2 niat cari jodoh, kita kan ga berniat nyakitin ya. Tapi pasti ada kan orang2 yg tidak sesuai dan harus kita tolak. Dan itu tidak selalu berarti saya/kamu tidak baik. Hanya tentang tidak cocok, atau ada yang mungkin lebih sesuai untuk diri masing2.

Umumnya, setiap penolakan itu menyakitkan. Tapi cara menolak yang bisa diterima mungkin bersifat personal.

Untuk lebih memperhalus cara menolak dan derajat rasa sakit/kecewa, boleh dong tau:

1. Gimana cara menolak yang kalian lakukan?

2. Jika terpaksa seseorang harus menolak kalian, kalian ingin ditolak dengan cara gimana?

3. Adakah sesuatu yang kalian anggap kode/kalian tafsirkan sebagai penolakan?


Sebagai inspirasi, dulu pernah ada di acara "Katakan Cinta" mungkin ya seperti ini: Kalau kamu terima ambil bunga di tangan kanan saya, kalau kamu tolak ambil balon di tangan kiri saya.


Saran:

Gimana kalo di profil kalian masing2 atau ketika kalian inbox diberi keterangan semacam itu.



Setidaknya sampai saat ini impianku kurang lebih seperti ini:


Aku ingin tinggal sendiri dengan keluargaku (suami dan anak, ga ada yg numpang). Lumayan jauh dari keluarga asalku maupun keluarga asal suamiku. Tinggalnya di perumahan di pinggir kota, yang lingkungannya Islami, baik, dan agak sepi (perumahannya, tapi kotanya fasilitasnya sudah baik).

Rumahku nanti luas. Halamannya akan ditutupi rumput hias hijau. Trus ada 3 gundukan tanah bersusun yang ditanami tanaman palem. Di bagian depan itu nanti akan kutanami tanaman2 hias yang indah, termasuk bunga matahari mini (sunflower hopi) kesukaanku. Mungkin aku lebih suka yang berpagar tinggi. Nanti di sana juga ada kursi ayun taman, tempat aku menulis, mencari inspirasi, menyendiri, menghibur diri saat betmut, atau romantis2an dengan suamiku.

Rumahku nanti bentuknya seperti istana. Nggak kaku. Ada runcing2 atau lengkung2nya. Aku ga suka model yg kotak2, banyak seginya, atau abu2. Banyak jendelanya dan bisa dibuka kanan kiri (ala desa/jadul) jadi sirkulasi udara baik. Seger. Di bagian belakang rumah ada kebunnya. Nanti akan kutanami tanaman2 yg tidak indah, seperti sayur2an dan buah2an. Dapurku menghadap ke kebun tersebut melalui krepyak (apa bahasa indonesianya?). Di kebun belakang rumah ada kanopi2an hias, sama buat duduk2 juga.

Jangan lupa, tempat salat wajib ada. Tempat wudu juga khusus dan nyaman. Wastafel juga wajib ada cz kakiku sensitif sabun (dan mudah rangen kalo kebanyakan kena air), kecuali kalo yang nyuci bukan aku ya gpp. Ada ruang baca/perpustakaan pribadi. Dan pengen juga punya ruang bawah tanah atau ruang rahasia kayak di film2 (entah muter guci, ndorong lemari, ndorong 1 bata di tembok atau semacamnya) tempat aku bersembunyi atau menyendiri.

Untuk lantai 2-nya setidaknya mengandung 2, yaitu jendela yang dibuka ke kanan dan kiri (yg aku bisa melihat luar dengan bebas tetapi luar ga bisa melihat aku) dan balkon yang indah (ada tempat duduknya juga).

Kalau mobil, ga tau kenapa sejak dulu aku suka lihat Honda Jazz warna biru muda metalik.

Rumahku tanpa AC dan pasti segar alami.

Mau dikasih kolam2an juga sama jembatan2an tapi kok kayaknya perawatannya susah. Pernah juga ada yang nyuruh hati2 ntar ada ularnya.

Oh ya aku juga ga suka model rumah yang ruangannya tembus/gabung. Misalnya ruang tamu gabung sama ruang makan/ruang keluarga atau terlihat gitu. Ga privasi banget rasanya.



Setidaknya itu aja sementara, ga terlalu detail sih. Cuma memang ada beberapa bagian yang kuinginkan seperti di atas. Impian dan rancanganku sih seperti itu. Ntar bisa disesuaikan lagi kalo ada yg dipengenin/ada perubahan. Namanya cewek kan kadang ikut suami. Kadang suami udah bangun rumah atau beli rumah sebelum nikah dengan kita. Mungkin juga udah punya rumah warisan. Ada juga yg beli rumah baru atau beli rumah punya orang, yang kadang sulit dikondisikan. Atau hal2 lain.

Namun, ini adalah tentang impian pribadi kita. Gpp, tulis aja tanpa ada batasnya. Gitu.


Nah, boleh dong tau tempat tinggal impian kamu seperti apa?



Pages: Previous 1 2 3 Next
advertisement
Password protected photo
Password protected photo
Password protected photo