BLOG TULISAN gardenia_augusta

advertisement
Terutama untuk mas Iskandar yang lagi nyari.


Ini ada acuan soulmate. Sudah ketemu bukunya.



Hai cowok2, boleh tau gak apa rencanamu untuk memenuhi keuangan keluarga?

Pilihan:

1. Cari istri dengan pekerjaan/gaji tertentu.

2. Menyuruh istri bekerja X

3. Menyuruh istri membantu pekerjaan/usaha kalian (bergabung menjalankan bisnis yang sama)

4. Bebas yang penting cari istri bekerja (yg punya penghasilan)

5. Istri tidak perlu bekerja karena saya sudah mampu

6. Istri tidak perlu bekerja karena keyakinan beragama saya berpendapat demikian

7. Memberi modal istri untuk berbisnis, terserah dia mau bisnis apa

8. Terserah istri

9. Saya yg bekerja, istri terserah, tapi sementara tinggal di rumah ortu/mertua dulu

10. Jawaban lain (sebutkan!)


Trus gimana kalo kalian ketemu yg tidak sesuai? Itu harus persis atau gimana?

Seorang pria baru saja memborong barang secara online dari sebuah supermarket. Banyak sekali, untuk persediaan hidupnya selama setahun. Dia sudah memilih lama sekali dan memastikan bahwa itu adalah pilihan yang terbaik.

Tiba-tiba...

PAKEEEEET

Seorang kurir ekspedisi online datang.

"Apa ini? Ini bukan paket saya, Pak!"

Bungkusannya terbuka. Tampaklah apa yang berada di dalamnya.

"Wow, ini benar-benar high quality Mas. Kenapa Mas tidak mau? Sudah ambil saja deh daripada saya kembali lagi."

"TIDAK! Pokoknya saya mau paket saya. Tukarkan dengan pesanan yang sesuai!"


--------


Well, mencari jodoh kurang lebih juga seperti itu. Setiap orang membawa "paket" sendiri, dan mencari "paket" yang cocok untuknya. Kita tidak mencari kesempurnaan tetapi mencari "paket" yang cocok. Kendatipun sebuah paket itu sangat bagus di mata orang lain, kalau itu bukan paket yang kita cari kita tidak akan mau. Itu mungkin terdengar seperti "Itu bagus tetapi saya sudah punya, saya membutuhkan sesuatu yang lain", atau "Itu bagus tetapi saya menginginkan fitur yang lain."


Begitupun tentang keburukan/kekurangan dan kebaikan/kelebihan, ada orang yang lebih bisa menerima/menangani keburukan/kebaikan tertentu dibandingkan dengan orang yang lain. Itu tentang pengasuhan, pendidikan, pengalaman, sifat, ilmu, dll. Masing2 orang memilih hal apa yang bisa ditoleransi oleh dia dan hal apa yang menjadi prioritasnya.


Kita/kriteria kita tidak akan "terlalu" atau "tidak cocok" bagi orang yang tepat.


Misalnya saya. Saya introvert. Saya pendiam dan serius dan kurang suka keramaian. Saya tidak cocok untuk pria yang mencari fitur "rame/bawel/ceria/lucu" karena itu bukan fitur alami saya.


Contoh ya:

Mbak Fajar fiturnya rame dan lucu

Mbak Rina fiturnya alim (banyak ibadah)

Mbak Sonia fiturnya seksi

Dll


Itu fitur mereka, saya punya fitur sendiri. Begitupun orang lainnya lagi, punya fitur mereka sendiri juga.


Jadi ga match kalau dikatakan misalnya "Kok kamu gak lucu sih kayak mbak Fajar?" Ya saya memang ga lucu. Silakan mendekati mbak Fajar atau mbak2 lain yang punya fitur lucu.


Artinya, kamu harus mencari fitur yang sesuai atau menerima fitur yang ada (walaupun tidak sesuai). Ganti orangnya atau ganti responmu atas fitur yang dimiliki oleh orang tersebut.

Itulah kenapa saya hanya (spesial) untuk jodoh saya. Begitupun kamu. Kita ga bisa berjodoh dengan semua (baca: sembarang) orang.


Bagi orang yang tepat kita adalah berkah. Bagi orang yang tidak tepat kita mungkin menjadi (menimbulkan) masalah/musibah. Atau sebaliknya, kita yang akan mendapat masalah/musibah karenanya.


Jadi, saya maupun kamu hanya untuk jodoh kita masing-masing. Kita mencari pasangan yang "merayakan" kehadiran kita, bukan yang "menoleransi".


Kita mencari pasangan yang berkata, "Wow, kamu luar biasa. Kamu benar-benar orang yang kucari", daripada yang berkata, "Adanya 'ini'", "Cuma dia yang mau", atau "Yang penting nikah".


Temukan jodohmu yang sebenarnya. Apakah itu saya? Bisa jadi. Bisa dibaca dulu profil saya dan hubungi saya jika sekiranya cocok. Tak kenal maka tak sayang, bukan?


(Ssst... awas blog ini mengandung promosi wkwkwkk)












To the point aja ya.

Istikharah itu kan untuk mengetahui seseorang itu calon yg tepat/tidak untuk kita.

Tidak tepat di sini bisa berarti:

1. Dia sejak awal buruk tetapi kita tidak tahu

2. Dia baik sebenarnya tetapi hanya tidak cocok/belum terasah skill nya

3. Dia tadinya baik tapi setelah nikah dengan kita akan jadi buruk

4. Mungkin lingkungan (keluarga) dia yang tidak baik --->masih dugaanku, termasuk juga apa nggak

5. Dia pura-pura/sesuatu yang berakhir tidak baik--->misalnya mualaf pura-pura hanya untuk menikahi

6. Dia berumur pendek (cepat mati)--> masih dugaanku juga tapi aku sangat meyakininya

7. Akan terjadi sesuatu yang buruk pada kita, dia, atau rumah tangga kita


Di dalam doa Istikharah kan ada kata "dekatkan-jauhkan". Puncak dari Istikharah menurut pengalamanku hasilnya adalah "putus" kalo ga jodoh atau "salah satunya nikah". Kalau tetap memaksa dengan orang tersebut ya akan terjadi keburukan setelah mereka nikah.

Seberapa cepat dan dalam kadar sakit kita tergantung dari seberapa cepat kita bisa membaca tanda2/petunjuknya. Yang intinya tentang dijauhkan, misalnya:

1. Tiba-tiba kita bertengkar dengannya

2. Tiba-tiba dia atau kita jadi males menghubungi

3. Tiba-tiba ga ada sinyal

4. Tiba-tiba dia dipindahkan ke daerah yang susah sinyal

5. Tiba-tiba terjadi masalah dengan ortu kita/ortu dia (yg intinya melarang)

6. Tiba-tiba ada petunjuk melalui mimpi

7. Tiba-tiba kita/dia ga ada rasa/hilang gitu aja

8. Tiba-tiba ada mutual friend nyetatus tentang dia dan calon mantennya

9. Tiba-tiba kita nemu foto dia dan calonnya

10. Tiba-tiba kita mergokin dia di jalan selingkuh

11. Tiba-tiba dia ngaku sendiri kalo dia bukan orang baik

12. Tiba-tiba dia ngaku sendiri kalo dia sudah selingkuh

13. Proses pernikahan kalian tiba-tiba susah dan ruwet

14. Tiba-tiba HP rusak

15. Tiba-tiba kita/dia ragu2

16. Tiba-tiba kita/dia ada orang baru

17. Tiba-tiba biaya untuk nikahnya kepake untuk tujuan lain (mungkin termasuk)

18. Tiba-tiba ada peristiwa yang menyebabkan pernikahan ga jadi pada tanggal tersebut (mungkin termasuk)

19. Tiba-tiba salah satu atau kalian berdua dijodohkan

20. Tiba-tiba kita ditunjukkan bahwa dia bukan orang baik

21. Tiba-tiba ada sesuatu yang kuat di hati yang mengatakan kalau dia bukan calon yang baik

22. Kita/dia semakin sibuk sehingga ga bisa kontak2an/ketemuan

Kurang lebih seperti itu sesuai yang saya alami/pahami.

Setiap kali kita mengabaikan tanda-tanda halusnya, kadarnya akan semakin meningkat sampai akhirnya benar2 putus dan semakin menyakitkan.


Kalau pengalaman kalian gimana teman2?


Jika orang yang kamu pacari/taarufi tiba-tiba mengalami musibah, misalnya:

1. Kecelakaan

2. Kecacatan

3. Kelumpuhan

4. Ditemukan penyakit berat/ganas

5. Ortunya bangkrut sehingga dari kaya jadi miskin

6. Musibah terkait nama dia/ortunya, misal ternyata dia/ortunya korupsi, rame diberitakan di koran dan sedang diproses hukum.


Apakah kamu tetap mau nikah sama dia?



Aku mau coba mendeskripsikan suami idamanku dari aspek non kepribadian. Dengan gaya bahasa present.


Suamiku adalah pria ganteng berkulit putih atau kuning. Tingginya sekitar aku atau lebih sedikit. Maksimal mungkin 170 an. Bodinya ramping nan sehat, seperti bodi pesilat. Matanya teduh dengan bulu mata melengkung ke atas. Boleh berkacamata ataupun tidak. Wajahnya bersih, no kumis dan no jenggot.

Rambutnya hitam dan pendek, belah samping, karena aku kurang suka pria dengan rambut belah tengah. Lebih suka yang lurus mungkin ya. Gaya berpakaiannya cenderung elegan. Suka berkemeja/polo shirt dengan warna cerah atau kalem, hitam is big big no. Tidak suka memakai jeans apalagi yang model sobek. Cenderung modern formal, bukan yang bergaya jadul/tradisional, penyuka wayang/museum dan benda antik, atau sesuatu yang budaya/sejarah banget/jadul banget. Tidak memakai anting/giwang, kalung, ataupun gelang. Khusus cincin hanya untuk cincin pernikahan kami. Sedangkan jam tangan pasti boleh lah, aku suka orang yang menghargai waktu. Ia juga bebas dari tato dan tindik, dan "masa lalu".

Ia penyuka buku sepertiku. Pintar memasak dan elektronik atau desain grafis. Sedangkan untuk olahraga mungkin termasuk orang yang suka jogging, basket, bersepeda, berenang, atau bela diri (yg tidak memakai tenaga dalam, seni pernapasan, atau ritual gaib).

Pekerjaannya tidak mobile dan tidak sering jauh dari istri/beda tempat dari istri. Juga tidak shift. Jam kerjanya normal saja dari pagi sampai sore, malam dan akhir pekan off, buat keluarga.

Ia dan keluarganya tidak termasuk orang2 yg berbicara dengan keras, karena aku penyuka ketenangan. Malahan, aku sangat sensitif dengan suara.

Ia juga tidak suka musik dan lagu. Tetapi suka mendengarkan dan melantunkan ayat2 suci Al Quran. Saat ia mengaji suaranya terdengar sangat indah. Ia rutin mengaji, terutama setelah sholat Subuh dan setelah sholat Asar/Maghrib.

Ia dari manhaj non salaf. Kemungkinan Muhammadiyah, karena aku cenderung Muhammadiyah.



-----------


Sepertinya itu dulu, sementara.

KUN FAYAKUN.








Teman2, yang namanya penolakan atau putus di tengah jalan pasti menyakitkan. Ditolak sesering apapun tidak membuat kebal. Ditolak sehalus apapun rasanya juga tetap menyakitkan. Walau tentu saja lebih sakit kalau ditolak dengan kasar.

Sering juga terjadi kesalahpahaman, kita masih baru mau mengenal sudah dipikir naksir atau yakin padanya. Padahal kita sama2 blank, ga tau satu sama lain, bukan dia aja yg ga tau kita. Kita juga ga tau dia. Masa iya main naksir dan nikah aja?

Begitupun dengan putus di tengah jalan. Menikahi orang yang salah membuat rumah tangga kita lebih berat, hidup lebih susah, mungkin juga bertengkar ga sehat, dll.

Sekali lagi, penolakan dan putus di tengah jalan memang menyakitkan. Tetapi percayalah itu lebih baik daripada digantung tanpa kejelasan, tiba-tiba ditinggal nikah, berlama2 dengan orang yang salah, berumahtangga dengan orang yang salah, dll.

Gpp sedih, menangis, atau kecewa. Tapi segera bangkit ya! Kasian jodohmu yang sebenarnya masih nunggu kamu.

Saya pernah menemukan ada pasutri yang berbagi password medsos, email, atau mengangkat telepon yang ditujukan pada pasangannya. Tetapi untuk posting/membalas izin dulu.

Sementara pasangan yang lain menganggapnya privasi.

Menurutmu (ini tentang apa yang ingin kamu terapkan ya):

1. Perlu ga sih kita saling tau dan saling fren/follow medsos pasangan?

2. Kamu termasuk yg saling terbuka atau yg privasi nih?

3. Keberatan gak kalau saling bisa membuka HP pasangan kapan saja?


Kasih alasan juga ya!

Tengkyu.


Pilihan:

A. Bisa, nego alus (nego kecil/tidak terlalu melenceng)

B. Ga bisa (sudah harga mati)

C. Bisa (kalau fotonya menarik)/pilih2 tergantung fotonya

D. Bisa (kalau profilnya menarik)/pilih2 tergantung profilnya

E. "Kecelakaan" (Ga niat melonggarkan kriteria sendiri tapi setelah interaksi via kopdar/ grup wa/ lainnya yg tanpa melihat kriteria ternyata tertarik)

F. Tergantung, kalo interaksi dengan yang sesuai kriteria ga sesuai harapan (ga ada yg inbox/ga ada yg balas/sepi) ya gpp ga sesuai kriteria

G. Sebagian kriteria harga mati, sebagian tidak

H. Pilih2 (tergantung lokasi)

I. Alasan lain (isi sendiri)


Boleh pilih lebih dari 1 atau isi sendiri!


Di atas ada macam2 bahasa cinta. Biasanya tiap orang punya bahasa cinta dominannya. Bisa dibaca ya penjelasannya di atas.


Nah jika:

1. Words of affirmation

2. Physical touch

3. Receiving gifts

4. Quality time

5. Act of service


Urutkan bahasa cintamu mulai dari yg prioritas tinggi (diberi nomor 1) sampai yang prioritas rendah (diberi nomor 5).


Kalau aku kayaknya: 4-1-5-3-2


Kamu?


Pages: 1 2 Next
advertisement
Password protected photo
Password protected photo
Password protected photo