BLOG TULISAN gardenia_augusta

Saya pernah menemukan ada pasutri yang berbagi password medsos, email, atau mengangkat telepon yang ditujukan pada pasangannya. Tetapi untuk posting/membalas izin dulu.

Sementara pasangan yang lain menganggapnya privasi.

Menurutmu (ini tentang apa yang ingin kamu terapkan ya):

1. Perlu ga sih kita saling tau dan saling fren/follow medsos pasangan?

2. Kamu termasuk yg saling terbuka atau yg privasi nih?

3. Keberatan gak kalau saling bisa membuka HP pasangan kapan saja?


Kasih alasan juga ya!

Tengkyu.


Pilihan:

A. Bisa, nego alus (nego kecil/tidak terlalu melenceng)

B. Ga bisa (sudah harga mati)

C. Bisa (kalau fotonya menarik)/pilih2 tergantung fotonya

D. Bisa (kalau profilnya menarik)/pilih2 tergantung profilnya

E. "Kecelakaan" (Ga niat melonggarkan kriteria sendiri tapi setelah interaksi via kopdar/ grup wa/ lainnya yg tanpa melihat kriteria ternyata tertarik)

F. Tergantung, kalo interaksi dengan yang sesuai kriteria ga sesuai harapan (ga ada yg inbox/ga ada yg balas/sepi) ya gpp ga sesuai kriteria

G. Sebagian kriteria harga mati, sebagian tidak

H. Pilih2 (tergantung lokasi)

I. Alasan lain (isi sendiri)


Boleh pilih lebih dari 1 atau isi sendiri!


Di atas ada macam2 bahasa cinta. Biasanya tiap orang punya bahasa cinta dominannya. Bisa dibaca ya penjelasannya di atas.


Nah jika:

1. Words of affirmation

2. Physical touch

3. Receiving gifts

4. Quality time

5. Act of service


Urutkan bahasa cintamu mulai dari yg prioritas tinggi (diberi nomor 1) sampai yang prioritas rendah (diberi nomor 5).


Kalau aku kayaknya: 4-1-5-3-2


Kamu?


Ga usah bahas beda agama deh, kalo seagama tapi beda aliran gimana?

Trus misal mau dengan beda aliran, penerapannya di RT gimana?

Adakah aliran tertentu yang kalian mau walau beda dan yg bener2 ga mau (beda aliran boleh tapi pilih2)?

Untuk kita di sini yang benar2 niat cari jodoh, kita kan ga berniat nyakitin ya. Tapi pasti ada kan orang2 yg tidak sesuai dan harus kita tolak. Dan itu tidak selalu berarti saya/kamu tidak baik. Hanya tentang tidak cocok, atau ada yang mungkin lebih sesuai untuk diri masing2.

Umumnya, setiap penolakan itu menyakitkan. Tapi cara menolak yang bisa diterima mungkin bersifat personal.

Untuk lebih memperhalus cara menolak dan derajat rasa sakit/kecewa, boleh dong tau:

1. Gimana cara menolak yang kalian lakukan?

2. Jika terpaksa seseorang harus menolak kalian, kalian ingin ditolak dengan cara gimana?

3. Adakah sesuatu yang kalian anggap kode/kalian tafsirkan sebagai penolakan?


Sebagai inspirasi, dulu pernah ada di acara "Katakan Cinta" mungkin ya seperti ini: Kalau kamu terima ambil bunga di tangan kanan saya, kalau kamu tolak ambil balon di tangan kiri saya.


Saran:

Gimana kalo di profil kalian masing2 atau ketika kalian inbox diberi keterangan semacam itu.



Setidaknya sampai saat ini impianku kurang lebih seperti ini:


Aku ingin tinggal sendiri dengan keluargaku (suami dan anak, ga ada yg numpang). Lumayan jauh dari keluarga asalku maupun keluarga asal suamiku. Tinggalnya di perumahan di pinggir kota, yang lingkungannya Islami, baik, dan agak sepi (perumahannya, tapi kotanya fasilitasnya sudah baik).

Rumahku nanti luas. Halamannya akan ditutupi rumput hias hijau. Trus ada 3 gundukan tanah bersusun yang ditanami tanaman palem. Di bagian depan itu nanti akan kutanami tanaman2 hias yang indah, termasuk bunga matahari mini (sunflower hopi) kesukaanku. Mungkin aku lebih suka yang berpagar tinggi. Nanti di sana juga ada kursi ayun taman, tempat aku menulis, mencari inspirasi, menyendiri, menghibur diri saat betmut, atau romantis2an dengan suamiku.

Rumahku nanti bentuknya seperti istana. Nggak kaku. Ada runcing2 atau lengkung2nya. Aku ga suka model yg kotak2, banyak seginya, atau abu2. Banyak jendelanya dan bisa dibuka kanan kiri (ala desa/jadul) jadi sirkulasi udara baik. Seger. Di bagian belakang rumah ada kebunnya. Nanti akan kutanami tanaman2 yg tidak indah, seperti sayur2an dan buah2an. Dapurku menghadap ke kebun tersebut melalui krepyak (apa bahasa indonesianya?). Di kebun belakang rumah ada kanopi2an hias, sama buat duduk2 juga.

Jangan lupa, tempat salat wajib ada. Tempat wudu juga khusus dan nyaman. Wastafel juga wajib ada cz kakiku sensitif sabun (dan mudah rangen kalo kebanyakan kena air), kecuali kalo yang nyuci bukan aku ya gpp. Ada ruang baca/perpustakaan pribadi. Dan pengen juga punya ruang bawah tanah atau ruang rahasia kayak di film2 (entah muter guci, ndorong lemari, ndorong 1 bata di tembok atau semacamnya) tempat aku bersembunyi atau menyendiri.

Untuk lantai 2-nya setidaknya mengandung 2, yaitu jendela yang dibuka ke kanan dan kiri (yg aku bisa melihat luar dengan bebas tetapi luar ga bisa melihat aku) dan balkon yang indah (ada tempat duduknya juga).

Kalau mobil, ga tau kenapa sejak dulu aku suka lihat Honda Jazz warna biru muda metalik.

Rumahku tanpa AC dan pasti segar alami.

Mau dikasih kolam2an juga sama jembatan2an tapi kok kayaknya perawatannya susah. Pernah juga ada yang nyuruh hati2 ntar ada ularnya.

Oh ya aku juga ga suka model rumah yang ruangannya tembus/gabung. Misalnya ruang tamu gabung sama ruang makan/ruang keluarga atau terlihat gitu. Ga privasi banget rasanya.



Setidaknya itu aja sementara, ga terlalu detail sih. Cuma memang ada beberapa bagian yang kuinginkan seperti di atas. Impian dan rancanganku sih seperti itu. Ntar bisa disesuaikan lagi kalo ada yg dipengenin/ada perubahan. Namanya cewek kan kadang ikut suami. Kadang suami udah bangun rumah atau beli rumah sebelum nikah dengan kita. Mungkin juga udah punya rumah warisan. Ada juga yg beli rumah baru atau beli rumah punya orang, yang kadang sulit dikondisikan. Atau hal2 lain.

Namun, ini adalah tentang impian pribadi kita. Gpp, tulis aja tanpa ada batasnya. Gitu.


Nah, boleh dong tau tempat tinggal impian kamu seperti apa?



Kecewa adalah sebuah niscaya

Tak ada seorang pun dari kita yang tak pernah terluka

Ada barisan para mantan

Ada hasrat yang tak kesampaian

Ada cinta yang tak diharapkan

Ada pula buaya2 darat dan kucing2 garong jalanan

Betapa jiwa akhirnya lelah

Lalu menjadi sedih, marah, atau patah

Namun begitulah hidup, tidak lurus2 saja

Untuk bertemu orang yang tepat, kita akan melalui beberapa orang yang salah

Seringkali itu juga mensyaratkan kita harus berubah

Pencarian ini bukan hanya tentang menikah,

tetapi tentang menemukan pasangan sejiwa

Harus ada 2 kata "iya" agar terbentuk apa yang dinamakan cinta

Penolakan itu biasa, kita bukan jodoh semua orang

Jodoh kita hanya yang "satu"

Hanya orang tertentu

Tak mungkin kita menikahi/dinikahi oleh semuanya

Jika "iya" ku dan "iya" mu tidak bertemu, maka sudahilah, jangan memaksa

Kita mengenal untuk mencari kecocokan, bukan sekadar pernikahan

Sampaikan saja dengan lembut, walau tetap saja rasanya tidak indah

Tak perlu mengubah, tak perlu memaksa

Mungkin dia memang bukan jodohmu

Lanjut saja ke kandidat selanjutnya

Barangkali, apa yang kau sedihkan di hari ini

Akan menjadi hal yang kau syukuri di esok hari

Siapa tahu, bukan?

Tak ada yang mengerti




Belajar itu bisa nyenengin lho. Belajar matematika dan b indo sekaligus. Kagak, kagak bikin pusing kok. Kagak plagiat juga.

Are you ready?

GO....



Satu tambah satu sama dengan dua

Aku tambah kamu sama dengan kita

Perhatian tambah sayang sama dengan cinta

Mau sama mau yuk... ke penghulu aja


Intip sana sini nengok kriteria

Ngobrol yuk berdua, nyambung gak ya?

Pengennya sih kopdar, duh jauhnya...

Mau ganti yang dekat, sudah terlanjur suka

Mau sama yang jauh kantongnya yang gak setuju


Kok pusing ya jadi jomblo

Diundang manten jadi males buwuh

Lebaran di rumah doang berteman kaleng Khong Guan

Itupun isinya cuma rengginang


Udah udah ga usah baper

Dimakan aja deh rengginangnya daripada laper





#just4fun

#ganyambung

#lagimalesserius

#bosen

#antimainstream



Tanya ya teman2, bagaimana cara/rencana kalian dalam mengatasi perbedaan sederhana (baru yang sederhana ya) tapi penting. Kalau ga ditangani dengan baik bisa gawat juga gitu.

1. Perbedaan selera masakan

Misal:

- yang satu suka manis, satunya asin

- Satunya suka masakan bersantan, satunya bening

- Satunya suka pedas, satunya gak


2. Perbedaan suhu ruangan

- Ada yg biasa AC/kipas angin, ada yg tidak

- Sama2 AC an tapi suhunya beda banget


3. Perbedaan penerangan

- Yang satu biasa tidur dengan lampu nyala, satunya lampu mati.


4. Perbedaan kebisingan

Misal:

- Ada yg sensitif banget dengan suara, ada yg suaranya keras banget/biasa membuat suara (nyanyi keras, musik keras, radio/TV keras, atau ngobrol yang suaranya keras)

- Ada yg biasa TV atau game atau kerja di kamar ada yg gak


5. Perbedaan jam tidur

Misal satunya biasa tidur awal satunya begadang.


6. Perbedaan selera/sensitivitas wewangian

misal:

- Tidak saling suka bau parfum satu sama lain

- Yang satu alergi wangi2an


Sementara 6 dulu deh. Kalian memilih solusi yang gimana?

Yuk share di sini!




Nyoba mainan baru nih. Buku mewarnai dewasa. Sudah lama sih dapatnya, hadiah dari lomba menulis Vemale. Kupikir2 ya udah deh dipakai aja. Konon katanya bisa memperbaiki mood. Cooling down.

Kalau dulu mulai SD aku suka nggambar dan bikin puisi. Pas lagi bosen aku biasanya nggambar. Begitu SMP aku nggambar TAZOS, itu loh hadiahnya chiki. Trus aku ngirim ke Majalah Mentari Putera Harapan dan dimuat. Tapi aku ga punya salinannya cz waktu itu pemberitahuan yang kuterima sudah melebihi tanggal ketika karyaku dimuat di sana. Yah, sayang ya.

Menginjak SMA temenku ada yang suka kepo aku nggambar atau nulis apa, sampai ngintip segala. Trus dibaca gitu tulisannya sama dia. Ih, bikin malu deh.

Nah yang paling lucu waktu kuliah. Aku nggambar nyontoh salah satu tokoh komik, Fujiomi kalo ga salah (komik Chizumi dan Fujiomi). Itu kan ganteng banget toh cowoknya eh dipikir nggambar teman kuliahku. Aku bengong. Masa sih? Apa kalo jadi orang beneran kayak dia ya? Kalau inget aku sering ketawa2 sendiri.


Pages: Previous 1 2 3 Next
advertisement
Password protected photo
Password protected photo
Password protected photo