BLOG TULISAN nkholish

Prinsip-prinsip utama menentukan calon suami atau istri sebelum mengarungi bahtera rumah tangga.

Ketika Imam Hasan bin Ali ditanya oleh seseorang, Saya mempunyai seorang anak gadis. Menurut tuan, dengan siapakah sebaiknya ia saya nikahkan?

Nikahkanlah dengan laki-laki yang bertakwa kepada Allah, jawab Imam Hasan. Kalau laki-laki itu mencintai anakmu, ia akan memuliakannya, dan kalau tidak mencintainya, ia tidak akan menganiayanya, imbuh Imam Hasan.

Apa yang dikatakan oleh Imam Hasan itu merupakan pedoman bagi seorang wali dan seorang gadis untuk memilih calon suami yang tepat. Bahwa seorang suami haruslah sosok yang beriman kepada Allah SWT dan berakhlak mulia. Walau ia kaya atau miskin dia akan memenuhi kewajibannya termasuk memberikan nafkah. Ia akan menuntun istri dan keluarga menuju jalan yg diridloi Allah, menuntun jalan kesurga.

Jadi bagi para wanita jangan mencari calon suami karena hartanya, berpatokan gajinya / penghasilannya, Engkau akan kecewa. Kalau hanya berpatokan harta, penghasilan, kedudukan apakah ia akan memuliakanmu sebagai seorang istri?

Dan karena belum tahu hartanya didapat dengan jalan apa, halal ato haram, diridloi Allah atau tidak? Karena rejeki, ajal sdh ditentukan Allah sdh tertulis dilauhul mahfud tidak akan bertambah ataupun berkurang, tdk akan maju ataupun mundur. Jd kita tdk perlu kuatir. Semua mahluk Allah sdh dijamin rizqi dan makanannya. Yg terpenting kita berikhtiar dgn cara yg halal dan sesuai tuntunan Rasulullah. Kita tidak tahu kita sekarang kaya kemudian jadi miskin atau sebaliknya kita sekarang miskin kemudian Allah jadikan kaya. Semua itu adalah titipan yg akan dipertanggungjawabkan kelak. Yg terpenting adalah keberkahan dan ridlo Allah. Dengan rizki yg berkah walaupun sedikit akan terasa cukup, hidup tenang, damai tentram daripada rizki atau harta yg banyak tetapi tdk berkah, merasa sll kurang, hidup tdk tenang, kehidupan rumah tangga kacau, tdk harmonis. Semoga Allah sll memberikan keberkahan kpd kita dan melindungi kita dr semua yg dibenci-Nya. Aamiin..

Untuk kita yg laki-laki mari kita simak sabda Rasulullah

Dari Abi Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Wanita itu dinikahi karena empat hal. Karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamanya. Namun dari empat itu paling utama yang harus jadi perhatian adalah masalah agamanya. Maka perhatikanlah agamanya kamu akan selamat." (HR. Bukhari Muslim).

Menurut Imam al-Nawawi bahwa maksud hadits ini adalah Nabi mengabarkan tentang apa yang menjadi kebiasaan orang-orang yaitu dalam urusan pernikahan, di mana mereka memandang dari empat perkara ini. Dan menjadikan perkara agama sebagai kriteria terakhir. "Oleh karena itu pilihlah wanita karena agama yang baik niscaya akan beruntung,"

kandungan hadits ini sama sekali tidak bermakna bahwa Rasulullah SAW memerintahkan untuk menikahi wanita yang kaya, terpandang dan cantik sehingga menjadikan agama sebagai poin terakhir dalam memilih. Hal ini sejalan dengan hadits yang melarang menikahi seorang perempuan selain karena faktor agamanya.

Nabi Muhammad telah memperingatkan, akan mengalami kerugian jika menikahi wanita karena kecantikan dan kekayaanya. Peringatan ini seperti yang disampaikan dari Abdullah bin Amru, berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Janganlah kalian menikahi wanita karena kecantikannya, bisa jadi kecantikannya itu merusak mereka dan janganlah pula menikahi wanita karena harta-harta mereka, karena bisa jadi hartanya menjadikan mereka sesat. Akan tetapi nikahilah mereka berdasarkan agamanya, seorang wanita budak berkulit hitam yang telinganya sobek tetapi memiliki agama adalah lebih utama dari mereka.” (HR Ibnu Majah).

Sangat manusiawi memang, jika seseorang memilih pasangan melalui fisiknya terlebih dahulu. Karena pada dasarnya manusia menyukai keindahan. Bahkan menurut Imam Al Ghazali, menganjurkan untuk melihat kebaikan fisiknya terlebih dahulu dan sisi ketampanan atau kecantikannya. "Meski demikian, agama dan akhlaknya adalah yg paling utama.

Semoga bermanfaat..

Ketika kita mengejar cintanya, ketika itu juga Allah menjauhkan dia dari kita. Ketika kita mengejar cinta Allah, karena itu juga Allah mendekatkan dia kepada kita.

Semakin kita terlalu berharap selain kepada Allah, maka bersiap-siaplah untuk semakin kecewa.

advertisement
Password protected photo
Password protected photo
Password protected photo