User blogs

Tag search results for: "single"
Dhewi4na VIP

Banyak orang (termasuk aku) mengeluhkan omongan orang lain yang nyinyir atau mencemooh sebab kita belum menikah di usia segini (30 keatas lah, yg dibawah itu jangan ikutan galau). Ketika belum mengerti, bagi aku hal ini merupakan salah satu hal paling menyebalkan dalam hidup.

Sering banget aku dikomentari orang,"Usia segitu belum nikah? Ngejar karir ya Mbak? ngapain aja hidup lu mba? Emang gak ingin punya anak gitu?'" Ya Allaah, karir koq dikejar, kalo aku mah mending ngejar Choi Siwon sekalian.

Lagian ngapain juga ngejar karir sampai gak nikah-nikah? Lah kalo bisa nikah cepet mah aku hepi banget, ga perlu kerja keras, udah ada yang nafkahin. Justru aku kerja keras karena sadar diri aja belum ada yg nafkahiiin, pliss deh!

Aku yakin bukan hanya aku aja yang pernah mengalami, pasti juga orang-orang disini yang seharusnya sudah menikah tapi belum. Ketika aku melihat sekeliling yang telat menikah terutamanya, memang banyak yang setipe dengan ku sih: suka kerja, mandiri dan semacam itu lah. Perempuan yang terlihat tidak butuh laki-laki.

Tapi tahukah kalian, jika kondisi seringkali sebaliknya? Maksudku gini, justru karena kami belum menikah makanya memilih menyibukkan diri dalam pekerjaan,kegiatan sosial dan semacamnya. Mengapa? Bukan pelarian, tapi karena kami wanita-wanita dewasa yang tahu benar letak kebaikan. Bukan karena ga butuh laki-laki lalu ga nikah, justru karena kami belum menikah maka kami melatih diri untuk melakukan segalanya sendiri. Gak sedih kok, bahagia saja, hanya kurang lengkap tentunya. Serius, perempuan semandiri apapun tetap butuh lelaki.


Lalu ada juga yang sering komentar,"Kamu cari yg kayak gimana sih, Dew? Ga ada laki-laki yang sempurna, jangan terlalu pemilih ah jadi cewek, inget umur,"bahkan ibu aku sendiri ngomong kayak gitu, hati sebenere sakit. Nangis nahan perih loh.

Lalu belakangan ketika aku ketemu kumpul bareng teman perempuan yang seusia yang statusnya juga belum menikah, kami malah tertawa bareng, nganggep itu lucu aja. Pemilih itu seakan-akan banyak banget pilihannya, Lha ini satu aja kagak ada.joy


Kata teman aku, kalo dianya ditanya-tanya kapan nikah dan kenapa ga nikah-nikah, jawabnya simple aja,"halaaah, jangan sok tanya-tanya, kayak mau nyumbang paling banyak aja".

Beberapa teman aku belakangan juga sering menebak-nebak aku lagi deket sama siapa, lagi di ta'arufin orang mana, dan kriteria tebakan mereka selalu mirip-mirip; ganteng, tinggi besar, wajah tampan, kaya, pinter dan keren, pokoknya sempurna, high quality gitu. Dan ku ha-ha-ha-ha-in aja,nyicil tertawa.


Bukan berarti seleraku gak keren, no,no. Seleraku keren dengan cara yang berbeda. Ku akui, aku pemilih tapi tidak memilih dengan kriteria seperti yang diduga. Berbeda dengan tebakan klise dan mainstreamnya orang-orang. Dan Aku belum menikah bukan karena pemilih,tapi karena memang belum dipilih T__T.

Tadinya aku mikir, apa cara aku ngomong kelewat tinggi ya makanya sampai orang nganggap aku demikian?

Namun ketika aku lebih humble pun, tetap saja orang menduga demikian. Pernah tuh adikku sendiri mempertanyakan,"kenapa sih Mba gak nikah-nikah? Pemilih banget, blablabla.."

Aku marah karena dia melakukan judge without knowing even a little piece of my stories. Aku diam berusaha menenangkan diri.

Eh ketika adik sepupuku bersilaturahmi ke rumah, dia mempertanyakan hal yang sama yang langsung ke aku juga. Bahkan ditambahi kalimat yang udah sering aku dapatkan juga, " Kalo Mbak Dew mau sih pasti udah nikah dari kemarin-kemarin dulu. Ini pasti mbak Dewinya yang kebanyakan nolak,"

Maaknjleeeeebbb itu omongan....

Tapi justru adik aku yang kedua yang gantian malah marah-marah.


PEMILIH DENGKULMU!


Akunya berusaha nyantei nanggepin. Why?

karena logika aku udah ku manipulasi aja sih untuk hal ini. Mungkin aku dianggap berselera tinggi karena aku berarti dianggap keren sama orang-orang ini. Cieeee...

Meski pendidikan cuma SMK, tapi mayan cerdas meski EQ nya kurang,mandiri, bisa jadi teman curhat yang asik,berani, kalo lagi mood bisa supel dan ramah banget, kalem, bisa masak dan beberes rumah pula. Alhamdulillah,ya secara fisik sih aku gak jelek-jelek amatlah. Aku seksi meski kurang berisi, meski laki-laki lebih suka yang hmm,,,seksi betulan alias semok tapi aku yakin kemenarikan perempuan kurus alias gering kayak aku maupun gemuk punya pasarnya sendiri.

Kalau kami bukan pilihanmu duhai lelaki GA PERLU MENCEMOOH, karena kami juga tidak mencemooh berapa banyak gaji atau hartamu.


Sekarang kalo dianggap pemilih, aku akan jawab," terima kasih ya, kamu ngatain aku pemilih pasti karena kamu menganggap aku pantes jadi pemilih,"

Walaupun ada yang ngejawab," Gak juga sih, biasa aja menurutku kamu tuh, gak usah Ge er!"

Aku sih udah gak peduli.

Karena mikirin orang judging itu bakal capek sendiri.

Dhewi4na Dec 29 '19 · Komentar: 26 · Tags: relationship, single
advertisement
Password protected photo
Password protected photo
Password protected photo