Kata Hati 4 Maret 2021 ditulis oleh DwiKusuma

Banyak lelaki yang hadir dalam hidup sy dari aplikasi ini, tapi selalu tidak pernah bisa berhasil. Kadang sy yang tidak merasa cocok, kadang prianya yg merasa tidak cocok,

Saat ini sy berada di tahap sudah sangat lelah untuk mulai berkenalan, saling faham, untuk mulai mengenal lagi, menyesuaikan diri dengan orang baru lagi. Sangat-sangat melelahkan bagi sy..

Proses awal yang sering dilakukan namun berakhir sia-sia.

Karena ujung-ujungnya tidak pernah ada komunikasi lagi.

Jangankan untuk menjadi sahabat, keluarga baru, untuk menjadi teman pun tidak.

Dari yang tadinya orang asing, singgah hanya utk bertamu, lalu kembali menjadi orang asing.

Jangankan untuk menikah, untuk bertemu pasangan yang cocok sj butuh kerja keras dan perjuangan.
Kata orang "jangan pilih2 pasangan, ada yg mau aja alhamdulillah, tinggal syukuri"

Entah kenapa orang bisa dengan mudah berkata seperti itu,
nyatanya, baik saya atau mereka sendiri pun jika membeli baju pasti pilih-pilih. dari yg 1 brand, 1 model, 1 warna pun dari sekian banyaknya pasti ttp dipilih, memilih ukuran yg pas, jahitan yang rapih, tidak ada cacat atau noda apapun di bajunya.. yg dipilih tentu yg sempurna,
begitu jg dengan pasangan..
Jika ingin rumah tangga baik, berkah, menghasilkan keturunan yg baik dan cerdas semua itu ditentukan pasangan.
Makananpun begitu, jika bahan2nya segar, kualitasnya bagus, maka hasil masakanpun akan lezat.
Berbeda jika bahan2nya layu, bumbu masakannya ada yg kurang, hasilnya tidak akan bs sempurna, jangankan utk mencapai rasa yg lezat bisa untuk dinikmati sj pun sangat diragukan berhasil atau tidak..

"kan semua itu bisa dilalui dengan cinta, dengan keikhlasan, ridho terhadap ketentuan Allah"
ayolah belajar realistis, bukankah kita diajarkan dalam islam harus usaha dulu baru tawakal? usaha dulu semaksimal mungkin, sampai titik darah penghabisan baru bicara seperti itu.


Apalagi di zaman sekarang, hidup di kota, gak punya mental yg kuat dan gak punya mental perang siap-siap tergilas oleh langkah orang lain.

Ini adalah prinsip utk semua hal, semua bidang.

"Lalu bagaimana jika pasanganmu sempurna lantas kau sendiri ternyata tidak sempurna"
yg jelas sy sdh berupaya untuk menjadi sempurna, semaksimal mungkin, berbagai cara, ihtiar, doa dan semua peluang yg memungkinkan sdh dilakukan, kita sdh upayakan utk merubah diri kita supaya Allah meridhoi perubahan kita, (Allah tidak akan merubah suatu kaum jika kaum tsb tidak merubahnya) maka tinggal ikhlas, tapi sy yakin tidak ada usaha yg sia-sia.. semua pasti akan berbuah manis.

"Kamu bisa menemaninya dari 0 jika memiliki prinsip demikian"
Sayangnya waktuku sdh lewat untuk itu semua. Skrg bkn lagi saatnya untuk menemani dari 0, tapi saatnya menemani pasangan dengan apa yg dia miliki lalu menata masa depan dengan lebih baik bersama.
Bukankah akan lebih efisien jika membeli tempat tinggal, yg diatas tanahnya sdh terbangun rumah, maka yg diperlukan hanya renovasi sedikit2 dan dekorasi rumah yg estetik sehingga nyaman untuk ditinggali ketimbang membeli tanah kosong, dimana butuh waktu, tenaga dan fikiran untuk membangun rumah diatasnya.

"Bukankah pemikiran seperti itu terkesan egois"
Itu bukan egois tapi realistis..
Banyak diawal saling mencintai tapi krn masalah ekonomi lalu berpisah begitu sj.
Ini bukan zaman dimana dengan cinta makan sepiring berdua terasa nikmat, romantis, tapi zaman dimana makan sepiring berdua adalah proses penghematan ekonomi yg luar biasa yang bisa diartikan "keadaan ekonomi kalian sdg tidak baik-baik sj"
Dari 10 orang hanya 1 orang yg bertahan dengan pasangan dalam keadaan ekonomi sulit, karena apa? karena mereka tidak punya pilihan lain, karena faktor pendidikan mereka, sehingga mereka terkungkung dalam penjara kehidupan dimana mereka terpaksa menjalaninya. Bahagiakah mereka? tentu mereka akan menjawab bahagia tapi sambil bercucur air mata, akan berbeda rasanya jika mereka menyebutkan bahagia sambil tersenyum. dan ucapan bahagia itu harus diucapkan oleh kedua pasangan bukan sendri-sendiri. Bukankah rumah tangga dijalani berdua? lalu apa artinya jika yg bahagia hanya 1 orang sj?


Post Sebelumnya     
     Blog Home

Dinding Komentar

Juliasmin VIP
Apr 6 '21
Susah juga ya sekarang mencari yg keduanya sama sama mapan...
Juliasmin VIP
Apr 6 '21
Kebanyakan Wanita sekarang yg lebih mapan dari laki laki...
Juliasmin VIP
Apr 6 '21
Walaupun ada laki laki mapan biasanya suami orang....atau pria single mapan...pasti banyak yg keroyok...alias jadi rebutan...laughing
achyee VIP
Apr 6 '21
eeaakkkk pengalaman yak ontiiiii stuck_out_tongue_winking_eye
eferel VIP
Apr 6 '21
mba julia, lebih pilih mana rebutan dg 1 pesaing istri (lakor) atau rebutan byk pesaing (pria single) sweat_smile
Irawan79 VIP
Aug 20 '22
Jikalau benar-benar mapan gak akan memilih dirimu
AryJkt VIP
Oct 29 '22
Laki-laki yang sudah bener-bener mapan tidak akan mencari jodoh melalui aplikasi ini, karena dengan semua yang sudah serba ada untuk jaman sekarang akan banyak cewek yang ngerubutinnya. Saya sendiri juga bukan orang mapan apalagi rumah masih ngontrak walau tinggal sendii tapi nyaman saja.Laki-laki yang sudah bener-bener mapan tidak akan mencari jodoh melalui aplikasi ini, karena dengan semua yang sudah serba ada untuk jaman sekarang akan banyak cewek yang ngerubutinnya. Saya sendiri j...See more
You need to sign in to comment

Kiriman

Oleh DwiKusuma
Ditulis Apr 6 '21

Nilai

Nilai kamu:
Total: (0 penilai)

Arsip

advertisement
Password protected photo
Password protected photo
Password protected photo