Untaian hati penggugah jiwa ditulis oleh ArinGustian

Secerca gambaran dengan hadirnya diri ini di dunia fana ini :

sy terlahir di tengah belantara yg sangatttt luas terbentang sejauh mata memandang tak dijumpai siapa²

sy terlahir sendiri tanpa saudara nan tanpa kedua orang tua, kondisi tubuh tidak berdaya, tergeletak dengan perut kosong lapar dahaga ½ pingsan mendekati sekarat (bahasa masanya) tapi akal nalar fikir masih bisa berfungsi

alhamdulillah .....

jiwa raga hati sanubari ini dikaruniai sehat normal tanpa kurang suatu apa.


Nah bersama keadaan begini muncullah sepasang tanya yg tetiba muncul dan tertuju pada jiwa raga sy sendiri :

1) akankah diri ini merasa kecil hati / ½ putus asa dan berharap kuat dinantinya akan segera muncul seseorang dari arah sejauh mata memandang yg mendekati dan mengambil serta menolong sy?

2) akankah diri ini penuh keyakinan akan kebesaran kemuliaan Alloh swt bahwasannya diri ini nantinya akan tetap bisa tegap berdiri nan teguh kokoh berpijak menyusuri jalan sejauh mata memandang, dimana di balik jauhnya pandangan mata masihlah dijumpai saudara² yg hidup ala kadarnya dan justru sedang sakit yg butuh perawatan nan biaya extra gede.


Entah kenapa serasa bersama sepoi liriiiihhh angin meniup seakan membisikkan kata :

Alloh swt tak pernah tidur

Alloh swt menghadirkan hambanya ke dunia fana ini bukan hanya sekedar hidup saja. Ada yg lebih utama dari dihidupkannnya diri ini ke dunia yakni "bisalah kiranya engkau hidup saling bahu membahu saling tolong menolong, jangan sampai ketika ragamu sehat perutmu telah terisi justru engkau lupa siapa disekelilingmu (yg butuh santunan, yg perlu bantuan, yg hanya bisa teriak dalam hati memohon meminta para insan berhati mulia guna meringankan beban keluh sakit nan deritanya).

Jangan engkau lupa

Jangan engkau terbuai

Jadilah tamu² dambaan di pintu² sekelilingmu yg tak kau dengar jerit rintih sakit duka laranya, mereka..... beliau² tidak pernah menengadah tangan dihadapan orang dan tak mau meminta-minta.


inilah hidup dan kehidupan.

semua ada asal juga usulnya.

semua punya cerita.

semua ada guna makna juga fungsinya.

pribadi yg penuh yakin akan kemaha kuasaan Alloh swt ini tetap teguh dan tegap kokoh,

menetapkan diri pada posisi pertanyaan ke-2 itulah yg utama.

"semoga diri ini diridhoi menjadi tamu² penabur keceriaan, penghangat suasana ditengah sesama ..... aaaamiin ya robbal 'alamiin"


(untaian hati sekian puluh tahun yg silam, selalu tersimpan rapi dibilik hati)


Post Sebelumnya     
     Next post
     Blog Home

Dinding Komentar

Belum ada komentar
You need to sign in to comment
advertisement
Password protected photo
Password protected photo
Password protected photo