BLOG TULISAN iskandarr

advertisement
Saksikan program-program unggulan kami di bulan oktober, antara lain: oktober baper, oktober drama... terror dan masih banyak lagi yang akan kami hadirkan ke hadapan anda. AN, selalu hadir di hati anda.

Kisah ini terjadi saat aku SMA thn 1990.


Suatu pagi, di jam pelajaran pertama aku meminta izin utk buang air kecil. Akupun segera bergegas menuju kamar kecil.

Di perjalanan aku berjumpa dengan seorang guru yg berjalan tergopoh gopoh, akupun menyapa: "Bapak kenapa Pak?"

Guru itu pun menjawab: "Aku buru-buru mau ke kamar kecil nih" (aku teringat perkataan kawan bhw guru ini bila pagi-pagi minum es maka tak lama kemudian dia akan mencret mencret)

Kukatakan padanya: "Loh... di ruang guru kan ada Pak"

Guru: "Penuh semua"

Akupun lari meninggalkan si guru. Si guru berteriak: "Nak Is kenapa lari?"

Kujawab sambil berlalu: "Mau ke kamar kecil Pak"


Setibanya di WC siswa semua pintu tertutup. Aku tdk pernah buang air kecil selain dlm kamar karena aku suka mengagetkan kawan yg buang air kecil sehingga 'pegangan'nya terlepas dan air kencingnya berhamburan hingga ke baju, aku takut kena karma.

Tak lama kemudian si guru pun tiba di WC. Karena sudah kebelet dia mengetuk salah satu pintu WC, tapi yg didengarnya hanya makian: "Kalo pintunya ditutup berarti ada orangnya GUOBLOG!" Akupun tak sanggup menahan tawa.


Akhirnya di pintu WC paling pojok terdengar suara air disiramkan "cuuuuuurrr...". Akupun segera bergegas menghampiri mendahului si guru, berdiri di depan pintu wc dengan salah satu kaki mengarah ke pintunya,

bahasa tubuh ini jelas mengandung pesan tersirat kepada si guru "Ini WC siswa, dan lu numpang kencing di sini. Gua ga peduli lu guru gua, lagian gua juga duluan nyampe di sini"

Si guru makin panik. Matanya memelototiku seakan berkata "Please nak Is... aku udah kebelet nih..." wajahnya memerah seperti tomat dgn keringat jagung bercucuran di keningnya, tapi aku balik menatapnya seakan berkata "Tidaks"


Ok pak guru. Jika engkau memang sudah tak tahan, lepaskanlah, tapi jangan ke mana-mana ya.


Tak semua pintu hati terbuka untuk kita, dan hanya kitalah yang paling bertanggung jawab atas kebahagiaan masing-masing, maka bersabarlah atau... lupakan.

Dearest friends... Di antara alasan2 ini, tolong pilih satu atau lebih, mengapa engkau ingin bersama dengan dirinya, silakan memilih:


1. Chemistry-nya dapet.


2. Kita merasa nyaman bersama dgnnya.


3. Mungkin chemistry ngga terlalu, tapi nyambung ngobrol dgnnya.


4. Kita masuk dlm kriteria dirinya, misal: usia, fisik, suku, pendidikan, pendapatan atau lainnya.


5. Sebenarnya kita berdua sadar bukanlah org yg cocok, namun kita yakin dgn berpegang pada tuntunan syariah maka jln kita akan diridhai.


6. Alasan lainnya.


So...?

Suatu siang, saat itu aku masih SMA. Pulang sekolah kami ingin menghabiskan wkt. Salah satu teman mengusulkan bermain billiard. Oke, kamipun memuju tempat billiard. Aku belum pernah main billiard, tapi aku suka suasananya.


Teman-teman pun berebutan memilih stick, ada yg "hei... Gua baru mau ngambil yg itu" dibalas dgn "bodo amat! Gua yg megang duluan. Lu lagian... Stick begitu banyak kenapa sih harus sama mulu ama gua!" (mirip di AN yah). Aku mengambil stick yg masih baru "naa.. Ini nih.. Masih mulus.." terus aku mentertawakan temanku "hehe.. Stick udah jelek gitu masih aja lu pake"


Usai beberapa game, temanku yg kukatai karena sengaja mengambil stick jelek itu menghampiriku dan menepuk bahuku dari belakang, dan layaknya seorg abang menuntunku ke sebuah meja kosong dan.. "nih lu liat. Kenapa stick ini jelek? Karena banyak yg pakai, berarti ini enak, coba deh" akupun mencobanya. Lalu diapun melanjutkan "nih liat punya lu. Ngga stabil saat mukul. Kerasa kan?" akupun mengangguk. Aku langsung terdiam lama. Ooo... Begitu rupanya...


Ok. Bersulang utk para jendes AN. Pagi yg cerah ini aku hanya ditemani secangkir teh manis anget dan emping manis (enaknya sih teh manis anget tuh sama cimeng). Mudah2an tak lama lagi kita bisa menikmati pagi bersama.

Senja hampir tiba. Dua orang sahabat berbincang di pinggir sebuah kolam ditemani secangkir kopi dgn latar belakang mentari yg mulai tenggelam. Salah satu dari mereka pun memulai pembicaraan: "Sahabatku, engkau sudah bagaikan adik bagiku. Kita lewatkan susah dan senang bersama. Kadang hubungan kita pun mengalami pasang surut, tapi persahabatan kita tetap dapat mengatasinya. Terus terang aku iri padamu. Engkau tdk lebih baik dariku, tapi aku penasaran mengapa nasib kita berbeda. Sore ini bolehkah kuuji kemampuanmu?" yg satupun menjawab: "Wahai sdr tuaku, sebenarnya kita hanya menjalankan hidup yg sudah digariskan Yang Kuasa pada kita, tapi apapun keinginanmu, akan kuturuti." Kemudian pria pertama mengeluarkan sebuah pancing dgn umpan terbuat dari plastik: "Kuingin kita memancing dgn pancing yg sama, umpan yg sama, juga di tempat yg sama, saling menyaksikan satu sama lain." Pria pertama pun melempar pancing. Tak lama kemudian pancing bergerak gerak. Ketika diangkat, ternyata seekor ikan mujair sebesar telapak tangan. Pria Ke-dua pun tertawa terbahak bahak: "Hahahahahaha." Si ikan dikembalikan ke kolam. Pria pertama pun memberikan pancing ke pria ke-dua: "Giliranmu." rokok yg menyala sebagai batas wkt hampir habis, kopi pun telah habis. Pria ke-dua mulai tegang: "Ayolah... Makan umpanku..." belum selesai bicara pancing pun beegerak gerak, si pria dgn bersemangat segera menarik pancing tsb, namun... Yg didapati hanya ikan mujair yg sama! Akhirnya mereka berdua pun tertawa terbahak bahak. Malam pun tiba, kedua org sahabat pulang. Yang tersisa tinggal ampas kopi, sebatang rokok yang belum habis dihisap dan... Si ikan mujair yg mendongkol: "Sialan!!! Gue kena lagi!!!"
Suatu wkt hiduplah sepasang suami-istri bersama anak2nya dlm sebuah rumah tangga yg bahagia. Sang suami menjalankan kewajibannya mencari nafkah, sementara istri mengurus rumah dan menyiapkan segala keperluannya. Seperti biasanya, tiap malam si istri membukakan pintu, menyambut sang suami yang pulang setelah mencari nafkah. Tak seperti biasanya, kali ini si suami terlihat kusut, dan tanpa senyum langsung berbaring di sofa. "Mah... Tolong dong buatkan aku makanan yg cepat" Kata si suami, si istri pun segera menjawab "ya Pah". Sebenarnya si istri tengah memasak utk makan malam, tapi ia menundanya karena membuatkan mie instan utk si suami. Entah apa yg tengah dipikirkan si istri, ia salah menuang sesendok garam yg seharusnya ke masakan menjadi ke mie instan yg sedang dimasak utk si suami. Kemudian si istri pun menghidangkan mie tersebut kepada si suami. Alangkah terkejutnya si suami ketika mencicipi mie instan tersebut, tapi dgn lemah lembut si suami pun memanggil si istri "Mah... Sepertinya sudah lama deh kita ngga makan berdua. Sini yuk" Mendengar ajakan tersebut si istri dgn senyum seyum menghampiri si suami dan suami pun berkata "nih aku yg suapin ya" Si istri pun menerima suapan pertama dari si suami dan kali ini si istri yg sangat terkejut, tapi si suami tdk marah dgn kejadian tersebut. Akhirnya suami istri ini bersama-sama menyelesaikan masakan yg tengah di masak di dapur. Sungguh indahnya rahmah... Kisah ini diambil dari kehidupan nyata, dan yg coba saya sampaikan kepada semua rekan ladies di AN, terutama yg sebentar lagi akan menempuh hidup baru, janganlah mempraktekkan ini bersama pasangan kalian kelak ☺
advertisement
Password protected photo
Password protected photo
Password protected photo