BLOG TULISAN Tristanto

Terkadang ada diantara kita yg cenderung menyimpulkan kesalahan pada Bunda Siti Hawa, namun kalau mau ditelaah lbh dalam, justru karena beliau merajuk pada Nabi Adam as untuk bersama memakan buah kuldi, kita bisa terlahir di dunia, yg seandainya mereka berdua tidak melakukan kesalahan, justru mereka tidak terbesit memiliki keturunan saat di surga.


Banyak contoh wanita yg bisa dijadikan suri teladan bagi semua, Bunda Khadijah ra, Cut Nya' Din, Nyi Ageng Serang dll. Bahkan saya sendiri kagum dan salut kepada ibuku sendiri, yg telah berjuang keras membesarkanku dng seluruh jiwa dan raga, meski dng memberikan dunia seisinya blm cukup untuk membalas budi baik ibuku.


Jadi bukan masalah gender, namun lbh ke bagaimana kita baik pria maupun wanita, berusaha semampu mungkin untuk tetap semangat melayani sesama kita, entah itu sekedar menyingkirkan duri di jalan, atau sampai berani mengambil resiko berkorban harta dan jiwa demi tertolongnya nyawa sesama. Sungguh salam takdzim saya setinggi tingginya kepada wanita yg berjasa dalam menyalurkan kebaikan dan budi kasih kepada sesamanya.


Meski tak dipungkiri, ada juga yg memiliki perilaku tidak baik, yg itupun juga bisa dilakukan para pria juga.


Yang tentunya saya sangat berharap, dipertemukan olehNya dng wanita yg tegar rasa, yg senantiasa memotivasi suami untuk siap perang melawan kecemasan hadapi masa ke depan, yg senantiasa sabar dan ikhlas menghadapi hari2 bersama suami menghadapi ujian dan cobaan dariNya, dan sungguh darinya, akan terlahir keturunan yg tangguh dan kuat, yg bisa menjadi kebanggaan Tuhan maupun semua ciptaanNya.


Sungguh saya butuh wanita meskipun pasti dng segala kurang lebihnya, karena saya sadar sayapun banyak kekurangannya juga.


Salam buat wanita, ditanganmulah sebenarnya masa depan manusia tetap dalam keberlansungannya di dunia, coba kalo seluruh wanita tidak ada yg mau hamil, gimana kelanjutan umat manusia?


Terima kasih.



Jodoh ibarat wadah yg memperoleh tutup diatasnya, sebab wadah tanpa tutup terlalu riskan untuk menyimpan sesuatu, karena barang yg didalamnya mudah kena debu, kecripatan air kotor, kemasukan hewan dan terpapar panas yg menyengat.


Memang tugas seorang ayah mencarikan jodoh untuk putrinya bila sdh menginjak dewasa, karena selain agar putri kesayangannya memperoleh perlindungan dari segala macam bahaya, juga mewujudkan estafet membimbing putrinya menjadi generasi yg mulia.


Klo ortu sdh wafat terus piye? Tugas beralih ke saudara, klrg besar bahkan siapa saja termasuk "si tumbu itu sendiri", yg bermaksud mulia agar "tumbu" benar benar bermanfaat untuk menyimpan sesuatu dan melindungi pula apa yg didalamnya.


Tidak akan pernah tutup yg baik akan menyakiti maupun merusak wadah yg ditutupinya, juga pastinya "si tutup" tahu, bahwa ia berfungsi melindungi apa yg ada didalam "tumbu", tentunya "tumbu" juga senang bila ia didukung oleh tutup agar barang2 didalamnya lebih awet karena kuman2 tak bisa masuk dan merusaknya.


Tutup tentunya juga yg klop dng tumbunya, sebab kelebaran juga tak bagus dipandang, kekecilan tak bisa menutup total apa yg ada di isi tumbu tsb.


Berfungsilah sesuai dng apa yg telah dianugerahkan pada kita, sebab jika tutup ditaruh bawah dan tumbu diposisikan terbalik, maka segala yg ada di dalam tumbu akan tumpah semua, sehingga fungsi kedua menjadi sia sia belaka.


Selamat mencari tumbu bagi sebuah tutup, selamat mencari tutup bagi sebuah tumbu, keduanya tentunya saling membutuhkan.


Terima kasih.

Sekufu / selevel yang paling utama dalam pemikiran saya adalah sekarakter dalam pemahaman ttg keyakinan beragamanya.


Ketika orang pada mengagumi Bunda Khadijah, benarkah kagum total pada beliau atau hny sepenggal sepenggal ?

Beliau janda kaya raya sebelum menikah dengan Rasululloh bahkan kekayaan dlm riwayat disebutkan menguasai 2/3 perniagaan di Mekkah. Namun betapa harta beliau habis bis untuk menyokong dakwah Rasululloh, bahkan pada saat beliau menjelang wafat, saat dipangkuan Rasululloh, 83 tambalan ada pada baju yg Bunda Khadijah kenakan.

Pesan yang sangat mengharukan pula dari detik detik menjelang Bunda Khadijah wafat, andai Rasululloh butuh alat bantu menyebrangi sungai atau lautan, maka Bunda Khadijah mempersilahkan membongkar makamnya agar jasadnya bisa menjadi tumpuan kaki Rasululloh..


Ya pasti tentunya kita juga tidak sampai segitunya, minimal jika karakter bisa saling cocok, pernikahan bisa langgeng berdua, yang dalam fakta pun Rasululloh tidak menduakan Bunda Khadijah sampai Bunda Khadijah menghadap Yang Kuasa selama lamanya.


Apakah saat itu Rasululloh harus selevel kekayaannya dng Bunda Khadijah?

Apakah Bunda Khadijah menyesal ketika harta beliau habis untuk menyokong dakwah Rasululloh ?

Tentu karena Bunda Khadijah sdh paham ttg karakter Beliau, maka justru Bunda Khadijah lah yg mengutus seseorang untuk "melamar" Rasululloh.


Maka prioritas sepemikiran itulah yg bisa menjadikan klrg bahagia, yg saya yakin sepenuhnya tidak akan mungkin terjadi KDRT, perselingkuhan dan ribut ttg ekonomi, itu disebabkan karena mereka saling memahami bahwa MENJAGA RASA DAN RAGA PASANGAN adalah HAL UTAMA dalam ikatan suami isteri, sehingga terpatri dlm pemikirannya masing2 pasangan, andai menyakiti hati dan raga pasangan, sama halnya menyakiti dirinya sendiri, karena rasa keduanya sudah menyatu dlm suatu ikatan yg suci, sedangkan raga masing2 bertugas sesuai peran masing2 dlm satu keluarga yg utuh.


Betapa bahagia bila kita mendapat jodoh yg sekarakter sebagaimana terurai diatas.


Terima kasih

Besar terlintas di benak, ingin rasanya begitu duduk simpuh dan sujud terakhir hamba lakukan padaMu, segeralah Engkau bawa serta ruh ini menghadapMu dng meninggalkan segala jasad dan dunia yg mengelilingiku, Engkau tempatkan dalam ruangan yang senantiasa hamba bisa mengagungkan segala AsmaMu..


Namun tentunya semua tetap harus berjalan sesuai apa yg menjadi kehendakMu, hamba pun sadar bahwa diri ini hny ibarat setetes air diantara lautan makhluk ciptaanMu, yg tentunya berharap coretan takdirku adalah, hamba menjadi makhluk yg selalu ridho atas segala kehendakMu..

Jika ketenangan hati bisa diperoleh dng hidup kesendirian, maka ayo nikah tidak bakal banyak membernya, yg kita tahu member bukan hanya perjaka atau gadis, namun juga duda maupun janda yg sdh punya anak pula, bahkan ada yg lebih dari 50an tahun usianya.


Setiap manusia yg wajar dan normal tentunya butuh pendamping hidup yg menguatkan mentalnya, menghadapi masalah bersama sama dan tentunya saling melengkapi atas segala kekurangan yg ada, sebab masing2 pastilah diciptakan dng kelebihan sendiri2 sesuai dng fitrahnya baik sebagai pria maupun sebagai wanita.


Saya yakin yg iseng ikutan hny beberapa orang yg tentunya kurang kerjaan dan punya potensi niat yg kurang baik.


Tuhan telah menjelaskan agar sakinah mawaddah warohmah diperlukan pasangan hidup, yg tentunya bukan persoalan kebutuhan biologis semata, namun yg pasti ketenangan batin dng pasangan, saling menjalankan fungsinya masing masing, bersabar menghadapi ujian hidup, saling support saat mental pasangan jatuh, itu hal yg utama dilakukan.


Semoga sebentar lagi tahun baru 2021, semoga baru pula semangat kita, semangat mencari pasangan yg seia sekata, yg siap melanjutkan jalannya bahtera rumah tangga dng aman dan lancar menuju pantai impian, yaitu "pantai" ridho dari Tuhan yg menciptakan pasangan kita. Semoga kita semua mendapat pasangan sesuai dng apa yg diharapkan.


Mohon maaf tidak ada pintu komentar, karena memang materi blog ini hny materi umum, yg tentunya saya tulis hny sebagai ekpresi jiwa yg sedang gelisah karena batin yg resah, disebabkan blm ada ketenangan diri saat hidup sendirian. Memang ada yg support untuk mental saya, namun sebelum ijab kabul dilaksanakan, tentunya ketenangan batin yg saya butuhkan blm mutlak sempurna, meski haturan terima kasih yg sebanyak banyaknya, kepada seseorang atas segala dukungan yg tiada henti hentinya, agar saya tetap kuat mental menghadapi ujian hidup yg saat ini cukup menempa mental spiritual saya.


Masih ada pintu inbox yg bisa digunakan, andai ada yg ingin memberi masukan saran ataupun kritik pada saya.


Profil memang sengaja saya tutup dulu, agar saya ngeblog tidak dipandang untuk cari nama dsb, sebab kehendak saya ngumpul disini adalah untuk saling tukar info, saling tukar pikiran, saling menasehati, yg bila menghendaki pembicaraan secara pribadi, ada disediakan AN berupa pintu komunikasi dng inbox.


Saya juga tidak butuh sanjungan atau pujian, juga tidak butuh bully an atau cacian, yg saya butuh di media ini adalah ekpresi diri sebagai member yg sama2 punya kesempatan menulis kata diri, yg tentunya dibatasi pula oleh norma dan aturan.


Terima kasih.



Sering engkau yg bernama goda, menari dan mengejek di alam pikiranku..


Saling menggenggam tangan dng pasangan saat mau berangkat tidur...

untuk uraian no. 2 dst bisa dibuka di google dng keyword diatas..


Kalo aku sih uuuuingin segera, yg gak pake ribet, namun yg ulet, yg tidak lelet, dan tentunya juga karakter yg sederhana tidak mbulat mbulet, dijamin keluarga jadi awet dan anget ...


Terima kasih.

Kepercayaan menimbulkan ketenangan pada pasangan, kecurigaan menimbulkan kehancuran dlm suatu hubungan.


Hati yg pasrah padaNya, dan menjaga kepercayaan yg telah disematkan bersama, serta menjaga agar pasangan tetap bahagia dan semangat dlm kesehariannya, adalah modal bersama untuk kelanggengan suatu hubungan dalam menuju ke pernikahan untuk hubungan yg terhalang karena jarak dan keadaan..





Sebenarnya hati ini tak ingin bikin blog isinya cuma tanya, tapi melihat intensitas materi ttg nabi Isa a.s, jadinya "terpaksa" ingin bertanya..



Ini blog seputar mengajak nikah, atau blog kutbah, atau blok ngajak congkrah (pecah) sih ?


Setiap orang punya keyakinan sendiri sendiri, bahkan di Islam sendiri ada sedikitnya 4 mahzab untuk pengambilan ilmu fikihnya.


Ada rule of law juga sepertinya di AN ini, yg sebaiknya ditaati oleh para blogger.


Lha coba hubungannya apa, ayo nikah sama Nabi Isa a.s. ?


Menghormati keyakinan orang lain sepanjang keyakinan mereka tidak memburuk burukan keyakinan kita, juga hal yg utama to.

Ketika kita menuding seseorang, sesungguhnya 3 jari kita menuding pada diri sendiri, sudah baikkah kita selama ini?


Di tempat saya, ada sekeluarga ngontrak dari pulau plg timur Indonesia, beda agama dng saya, namun perbuatan baiknya jauh sekali melebihi pengontrak dulu yg menggunakan nama yg sangat Islami.

Kebersihan klrg ini sangat diacungkan jempol drpd joroknya pengontrak dulu yg menggunakan nama yg sangat Islami.


Dari situ saya belajar keragaman, dan dari situ saya belajar bukan label bukan suku yg jadi acuan, namun sopan santun dan saling menghormati menjadi akhlak yg Islami.


Mungkin masih kita ingat bagaimana kita diterima minta suaka ketika terpaksa hijrah saat awal tumbuh Islam, sampai ke negeri Afrika diterima oleh Raja Najasyi yg beragama Nasrani?

Apakah kita tidak hutang budi saat para shahabat dilindungi raja Najasyi, dari para orang kafir yg mengejar untuk ingin membawa balik ke Mekah karena dianggap lari ?


Mari kita introspeksi diri, sejauh mana kita memahami makna Islam sebagai rahmatan lil alamiin..


Terima kasih.



Seandainya yg diinginkan adalah kelanggengan dlm hubungan, carilah yg ingin "saling ingin membahagiakan", karena bila pasangan ingin saling membahagiakan, maka pasti tentunya menjaga perasaan pasangannya agar tidak tersakiti baik jiwa maupun raganya.


Karakter / sifat adalah dasar utama dari jiwa seseorang, sedangkan raga dan dunia yg melekat pada raga (strata, harta, pangkat) adalah takdir kehendak Yang Kuasa, yg jika kita mempermasalahkan raga dan dunia ikutannya, maka seolah kita menyalahkan pada Peniup Ruh sebagai Pemilik Kehendak yang sebenarnya.


Sungguh nikmat ketentraman dan ketenangan dlm berkeluarga hanya bisa diperoleh bila dua insan memiliki dua karakter yang sama yakni dua orang yang saling percaya bahwa raga dan ikutan dunia itu takdir kehendak Yang Kuasa, serta dua orang yang saling ingin membahagiakan pasangannya.

Pages: 1 2 3 4 Next
advertisement
Password protected photo
Password protected photo
Password protected photo