BLOG TULISAN Tristanto

Bagi yang siang, boleh palingkan pandang
Renungan bagi yg sedang terbangun dan melamun..
Semoga lati tak beda dengan hati
Setetes air mengalir saat mlm tlh bergulir
Selamat hari Guru, sehat semangat bahagia selalu buat man teman yg disini berprofesi sebagai guru. Kupersembahkan untaian kata secoret tinta untuk mengenang jasa jasamu..
Maafkan soreku, aku belum bisa memaknaimu..
Ukirlah rasamu, jadikan ia sejarah yg tercatat sepanjang hidup bumi ini, yg kau lalui dengan langkah2 kakimu..
Semoga yg dituju segera ber rasa...


Akhirnya semoga rasa bertemu rasa membentuk asa, bakti bersama pada Yang Maha Esa.

Malam bersama sang bintang


Malam malamku terasa kelam

Mencekik memilu dan mencekam

Para syaiton durjana siap mencengkram

Mengajak membisik tuk masuk ke lembah hitam


Duhai sang bintang

Kapan kiranya kau kan datang

Hilangkan gundah hadirkan senang

Biar para durjana lari terlanggang

Silau cahayamu nan cerah cemerlang


Duhai jiwaku

Inilah harimu yg baru

Bangun dng semangat pada yg dituju

Bersyukurlah kau diberi kesempatan tuk bersimpuh lutut dihadapan Tuhanmu

Dimalam sesenyap ini ni'mat berpadu

Memaknai hidup yg tlah lama kelu

Datang kasihMu, muncullah senyumku


Duhai malam

Sampaikan salam ini pada si manis yang sedang muram

Buang sejarah nan hitam kelam

Mari bersamaku saling menyulam


Terbentuk hamparan permadani nan indah nian

Tempat kita berdua terbang di awan awan

Tiada berisik buly caci dari para pirsawan

Berdua bersama menikmati bulan

Dihiasi bintang tambah syahdu saling berpegang tangan

Oooooh indahnya berdampingan dng bidadari pujaan sepanjang zaman ..


Ditulis oleh someone yg sangat sangat sangat kesepian bertahunan..


KuproX, dini hari. 23n20.029

Nikmat menepi diri..

Mencari menunggui..


Sore tlah mencapai klimak saatnya kini

Hati yg sendiri selalu berharap dan terus mencari

Belahan jiwa nan suci yang mau mampu melebur diri

Dalam bingkai ikatan yg indah berseri

Saling menjaga saling mengasihi

Namun hingga kini belumlah muncul sang pujaan hati


Duhai mentari,

Jangan kau tinggal daku seorang diri

Yg butuh hangat sinar mu butuh penyemangat diri

Andai masuk dlm gelap nya hari

Kutakut tak bisa kutatap wajahmu yg senantiasa cerah berseri


Duhai rembulan

Yg kadang malu muncul berlindung di balik awan

Kenapa hatiku terus bermuram tak riang

Terasa tak lengkap hanya sebuah piring di meja makan

Tanpa ada kekasih yg saling suap menyilang


Duhai sang hujan

Rintikmu jatuh dari nan jauh diatas awan

Kenapa tak kau bawa bidadari sekalian turun dari kahyangan

Menemaniku dalam hari hari yg tak pernah tenang

Tanpa hadirnya pasangan yg saling senyum berpandang

Lengkapi bahagia dlm hidup sehari semalam dibawah bintang nan terang


Disini, aku mencarimu

Disini, aku menungguimu

Disini, aku merenungimu

Disini, aku harus memantas diri untukmu

Dan disini, aku merinduimu

Kau yg sedang malu untuk memulai berucap

Bertutur lah meski hanya sekecap

Biar hilang tirai yg menutupi ruang nan gelap

Cerah bersama senyummu muncullah bintang gemerlap

Bangunkan pulasku dari tidur nan lelap


Spontan, tanpa rekayasa

Kurang sopan nan pantas, mohon maaf dirasa


Kulonprogo, the jewel of Java.

Jelang senja menerpa...

Pages: 1 2 3 4 Next
advertisement
Password protected photo
Password protected photo
Password protected photo