BLOG TULISAN Andri1981R


Tanpa sebab kamu pergi saat itu.

Tidak ada kasihan kepadaku sedikit saja.

Lebih berat terhadap cinta barumu lalu kau tinggalkan aku.

Tersakiti sendiri di malam itu.


Kamu pergi saat aku sayang-sayangnya.

Tanpa pamit kamu menjauh begitu saja.

Aku tidak mengerti salahku dan kamu campakkan diriku.

Bersanding dengan kekasih barumu.


Berat ku terima hingga ikhlas pasrah.

Yang ku harap kamu tidak disia-sia.

Biar cukup aku saja korban janji manismu.

Hujan petir yang jadi saksiku.


Kamu pergi saat aku sayang-sayangnya.

Tanpa pamit kamu menjauh begitu saja.

Aku tidak mengerti salahku dan kamu campakkan diriku.

Bersanding dengan kekasih barumu.


Berat ku terima hingga ikhlas pasrah.

Yang ku harap kamu tidak disia-sia.

Biar cukup aku saja korban janji manismu.

Hujan petir yang jadi saksiku.


Berat ku terima hingga ikhlas pasrah.

Yang ku harap kamu tidak disia-sia.

Biar cukup aku saja korban janji manismu.

Hujan petir yang jadi saksiku.

Hujan petir yang jadi saksiku.

Hujan petir yang jadi saksiku.


Terjemahan dari lagu berjudul Korban Janji yang diaransemen dan dipopulerkan oleh Guyon Waton (2018).

Grave of The Fireflies (Hotaru No Haka), Kuburan Kunang-kunang dirilis pada tahun 1988 dan diproduksi oleh Studio Ghibli. Film Grave of The Fireflies ini mengisahkan tentang sebuah perjuangan kakak beradik, Seito dan Setsuko di masa perang Dunia II ketika Jepang terdesak oleh Amerika Serikat.


Setsuko yang pada saat itu masih kecil tidak mengetahui akan kematian ibunya dan Seito memilih untuk tidak memberitahukan hal itu kepada adiknya. Mereka tidak memiliki tempat untuk tinggal sehingga memutuskan untuk pergi keluar kota dan memilih untuk tinggal bersama bibi mereka. Kehidupan mereka semakin hari semakin memburuk karena Bibi mereka mengganggap bahwa Seiko dan Setsuko hanya menjadi parasit di kehidupan keluarganya. Tidak tahan dengan sindiran itu, mereka memutuskan untuk pergi dari rumah bibinya tersebut. Mereka menemukan sebuah tempat perlindungan yang mirip dengan gua di tepi danau kemudian menetap disana.


Semakin lama menetap di gua, persediaan makanan mereka pun kian menghabis, sehingga tidak ada lagi yang bisa dimakan. Kekurangan tersebut membuat Setsuko mengalami kekurangan gizi dan kondisinya semakin hari semakin bertambah lemah. Tidak tega melihat hal itu, Seito pun menghalalkan segala cara sekalipun harus mencuri. Namun sayangnya Seito kurang cepat mengambil langkah, nyawa Setsuko sudah terlanjur terenggut. Melihat hal itu Seito merasa sangat terpukul sekali hingga tak berdaya menahan rasa sedih. Ironisnya, Seito dikisahkan mati karena kelaparan dan kesedihan yang mendalam ketika Jepang menyerah tanpa syarat kepada Amerika dan keadaan sudah kembali damai.


Film Grave of the Fireflies berjalan dengan pace yang begitu pelan dan dialog yang tak terlampau banyak dengan grafis yang memukau pada masanya mengingat keterbatasan teknologi pada saat itu. Komposisi musik yang mengiringinya semakin menambah suasana kelam.


Saya lebih menyukai industri perfilman Jepang dan Amerika karena menawarkan cerita yang variatif dan banyak segi yang bisa diulas mulai dari grafisnya, akting pemerannya, pencahayaan, visual efek dan masih banyak lagi yang bisa dijadikan bahan ulasan. Menyukai keduanya bukan berarti memandang sebelah mata kualitas film dari negara lain, hanya saja saya tidak cukup waktu untuk mencoba menikmati cerita film yang dihadirkan dari negara lain.

Ilmiah, ga blh pake perasaan..
Merelakan dia pergi dengan meninggalkan kisah, karena kutau mencintainya adalah terluka yang kusengaja..
Sering chattingan, tapi gak ada perkembangan..
Ada seekor ikan yang berenang di sungai berkata kepada ayam yang berada di tepian sungai. Ayam, sudah kodratku kalau aku tidak bisa hidup di darat. Ayam hanya diam sambil berpikir sejenak, lalu menengok ke langit dan berkata kepada burung yang sedang terbang. Burung, begitupun aku tidak bisa hidup di udara. Burung lalu berkata kepada ikan, aku tidak bisa hidup di air. Lalu datanglah buaya dengan innocent-nya berkata, aku tidak bisa hidup tanpamu..


Tulisan terpanjang dari orang yang tidak bisa bercerita..

Mungkin aku terlalu tua untuk jadi dewasa..
Modal chat doang sudah kau bilang berjuang..
Jangan biarkan orang lain tau saat kamu tertawa bersama teman, tapi menangis ketika menghadap Tuhan..
Jika nanti aku tak kembali, kau akan menemukanku dalam penyesalanmu..
Pages: 1 2 3 Next
advertisement
Password protected photo
Password protected photo
Password protected photo