rayhana71 : sebuah keputusan

sebuah keputusan

11 Jan 2019 at 05:48pm
Banyak wanita yang enggan bercerai dari suaminya. Sekalipun suaminya sudah menyakitinya luar dalam, lahir batin.
Banyak pertimbangan terutama anak anak...

Bukan hal yang aneh dan jarang kita dengar memang ya..
Alasannya terlalu klasik...

Anak..

Dia berpikir anak anak berhak mendapat perhatian ayahnya, apalagi jika si anak sudah dekat dengan ayahnya.
Si istri merasa ridho tersakiti meski kadang tangisan dan penyesalan sering menghiasi hari hari kelabunya.

Dia berpikir, di luar sana mungkin saja Alloh beri takdir pria yang bisa dan mau mencintainya.
Tapi hanya sedikit laki laki yang mau mencintai anak anaknya sebagaimana mencintai anak kandungnya sendiri.

Maka terkadang ia memilih tersakiti dari pada anak anaknya nanti tak dicintai sepenuhnya oleh ayah baru.

Yang mau saya jawab.

Kawan...
Kamu berhak bahagia...

Berlayar dengan nakhoda dzolim sepanjang usia pernikahan bukanlah pilihan bijak, juga bukan pilihan tepat.
Karna Rosululloh pun memerintahkan kita untuk menolong orang yg dzolim dan didzolimi.

Cerai dibolehkan dalam syariat, bukan aib jika memang mudhorot yang terlalu banyak didapat.

Ingat..
Jiwa mu sakit jika mempertahankan penyakit dalam rumah tangga, jiwa mu sakit, jika pendapat "demi anak" dipertahankan, itu was was kawan...

Karna anak anak butuh bimbingan dari kedua belah pihak yang sama sama sehat jiwa dan raganya.
Apalagi jika mereka sering melihat kekerasan yang kau dapat di depan mata mereka, yang ada jiwa mereka akan ikut sakit karna seringnya terpapar kekerasan, jiwa mereka akan ikut kasar dan gersang.

Aku yakin, jika Alloh karuniakan suami baru untukmu, maka Alloh pun akan karuniakan ayah baru bagi mereka.
Meskipun perjuangan dan ujian akan selalu ada dalam tahap adaptasi pada anggota rumah yang baru, itu hal yang bisa dijalani dan biasa terjadi.
Tapi masa depan lebih cerah InsyaaAlloh akan ada di depan mata, apalagi jika memilih imam yang kau kedepankan adalah aqidah dan akhlaknya.

Kau berhak bahagia kawan.
Rizki adalah urusan Alloh, murni datang dari Alloh, bukan dari suami mu...
Bukan..

Tanamkan aqidah yang benar dan lurus...
Bahwa Alloh Pemilik Langit dan Bumi...

Semoga Alloh lembutkan hatimu untuk senantiasa belajar Islam yang Lurus...
Baarokallohufiik...

Wallohu a'lam

Tambah komentar

Pengunjung yang belum terdaftar/login tidak diperbolehkan menambahkan komentar di blog. Silahkan Login.

Komentar

  • 11 Jan 2019 at 08:27pm
    *THUMBS UP*
  • 11 Jan 2019 at 08:19pm
    Amin
  • 11 Jan 2019 at 06:03pm
    Saya adalah produk dari orang tua yg sering bertengkar, dulu ketika ortu sering bertengkar bagi emak anak lah pelampiasannya, dengan bentakan, cacian bahkan cubitan yg sakit hadeh sadis klo inget..

    Tp begitulah, masalalu membentuk pribadi yg kuat tp ada sisi gersang juga, jd sangat pemilih.. Hingga sampai gede pun jika emak tersakiti oleh bully-an tetangga tetep kekerasan verbal yg dipake

    Emang sya gk bisa bela diri, wah walaupun bisa masa pake kekerasan dgn ortu sendiri

    Manusia itu dibentuk dari masalalu..
    Masa depan pun dibentuk dari masa lalu
    Ingin masa depan yg baik
    Pilihlah kriteria yg bener2 baik

    Makanya keturunan itu penting, dari keluarga mana dia berasal, keluarga yg buruk besar kemungkinan perilaku anak juga buruk, tp lingkungan dan pergaulan juga menentukan

    Dan kriteria lainnya yg pasti sudah lebih tahu

    Selamat mencari semoga menemukan dan mendapatkan apa yg dicari*CRAZY*
  • 11 Jan 2019 at 06:02pm
    Aamiin yaa robbal aalamiin...ini ak bgt...sama persis ama kegalauan ak dlu...bertahan sebisa mgkn sampai akhirnya takdir berkata lain. Dan tnyata dg hidup sdiri hati mjd lbh tenang, tentram n bahagia....Alhamdulillah...tinggal lanjut ke step berikutnya...mencari suami yg bs perhatian n sayang jg ke anak2 ak...dan itu tnyata sgt susah...tp tetap smangat...Allah akan memberikan yg terbaik bwt hamba2Nya...keep smile :-)

Tinggalkan Jejak

Tags

......