Panduan mencari calon suami


1. Beragama Islam

Ini adalah kriteria yang sangat penting bagi seorang muslimah dalam memilih calon suami karena Islam adalah satu-satunya agama yang membimbing umatnya selamat dunia dan akhirat. Berikut firman Allah SWT.

"Dan janganlah kamu nikahi perempuan musyrik, sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu nikahkan orang (laki-laki) musyrik (dengan perempuan yang beriman) sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya laki-lai yang beriman lebih baik daripada laki-laki musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. (Allah) menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran" (QS. Al-Baqarah:221 )

2. Berilmu dan Berakhlak Mulia

Masa depan kehidupan suami-istri erat kaitannya dengan memilih suami maka Islam menganjurkan agar memilih yang berakhlak mulia, saleh, dan taat beragama. Islam memiliki pertimbangan dan ukuran tersendiri dengan meletakkannya kepada dasartakwa dan akhlak, serta tidak menjadikan kemiskinan sebagai celaan dan tidak menjadikan kekayaan sebagai pujian. Sebagaimana firman Allah :

"Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan hamba-hamba sahayamu yang peremption. Jika mereka miskin, Allah akan member! kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui." (QS. An-Nuur [24]: 32)

Laki-laki yang memilki keistimewaan adalah laki-laki yang mempunyai ketakwaan dan kemuliaan akhlak. Dia mengetahui hukum-hukum Allah tentang bagaimana memperlakukan istri, berbuat baik kepadanya, dan menjaga kehormatan dirinya, serta agamanya. Dengan demikian, dia akan menjalankan kewajibannya secara sempurna dalam membina keluarga dan menjalankan kewajibannya sebagai suami, mendidikanak-anak, menegakkan kemuliaan, dan menjaminkebutuhan rumah tangga dengan sekuat tenaga dan nafkah yang cukup. Jika dia dapati kekurangan pada istri yang dia tidak sukai maka dia segera mengingat sabda Rasulullah SAW,

"Jangan membenci seorang mukmin (laki-laki) pada mukminat (perempuan), jika dia tidak suka suatu kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang dia sukai.". (HR. Muslim)


Untuk dapat mengetahui agama dan akhlak calon suami, salah satunya mengamati kehidupan calon suami sehari-hari dengan cara bertanya kepada orang terdekat, misalnya tetangga, sahabat, atau saudara dekat.
Calon suami yang mempunyai agama dan akhlak yang baik diharapkan dapat melaksanakan kewajiban secara sempurna dalam membimbing keluarga, menunaikan hak istri, mendidik anak, serta memiliki tanggung jawab dalam menjaga kehormatan keluarga.

Rasulullah SAW bersabda,
"Jika datang melamar kepadamu orang yang engkau rida agama dan akhlaknya maka menikahlah dengannya, jika kamu tidak menerimanya niscaya akan terjadi fitnah di Bumi dan kerusakan yang luas."
(HR. Tirmidzi, hasan)

Seorang laki-laki bertanya kepada Hasan bin Ali, "Aku punya seorang putri, siapakah kiranya yang patut jadi suaminya?" Hasan bin Ali menjawab, "Seorang laki-laki yang bertakwa kepada Allah sebab jika dia senang dia akan menghormatinya, dan jika dia sedang marah, dia tidak suka zalim kepadanya."

3. Memilih calon suami yang bukan dari golongan orang fasik
Rasulullah  bersabda, "Siapa saja yang menikahkan perempuan yang di bawah kekuasaanya dengan laki-laki fasik, berarti memutuskan tali keluarga." (HR. Ibnu Hibban, dalam  Adh-Dhu'afa' & Ibnu Adi

4. Laki-laki yang Bergaul dengan Orang-orang Saleh
Teman bergaul dan lingkungan yang Islami akan sangat mendukung seseorang menjadi lebih baik dan dapat terus istikamah. Contohnya, dahulu dia adalah seorang yang malas, tetapi karena melihat temannya yang rajin beribadah di masjid maka dia pun menjadi rajin ke masjid. Sebelumnya dia tidak pernah menyentuh Al-Qur'an, tetapi karena melihatnya temannya dia pun jadi rajin tilawah Al-Qur'an. Oleh karena itu, hendaknya seorang perempuan memilih suami yang mempunyai teman bergaul yang baik.

5. Laki-laki yang Rajin Bekerja, Berusaha, serta Optimis
Hendaklah seorang perempuan memilih laki-laki yang rajin bekerja dan berusaha, serta optimis karena seorang suami adalah kepala rumah tangga yang berkewajiban menafkahi istri dan anak-anaknya.

6. Laki-laki yang Sehat Jasmani dan Rohani
Hendaklah seorang perempuan mencari calon suami yang sehat jasmani dan rohani karena dia akan menjalankan tugasnya sebagai seorang suami secara maksimal. Bagaimana mungkin dia akan bekerja secara maksimal untuk mencari nafkah, jika dia sakit-sakitan. Bagaimana mungkin dia akan menjadi pelindung bagi istri dan anak-anaknya, jika dia seorang yang sakit jasmani dan rohani. Hal ini tidak akan didapatkan oleh seorang perempuan, jika dia menikahi suami yang sehat jasmani dan rohaninya.

7.   Berusaha untuk Menjadi Suami Ideal
Suami ideal adalah suami yang melapangkan nafkah istri dengan tidak bakhil dan tidak berlebih-lebihan. Suami yang memperlakukan istrinya dengan baik, mesra, lemah-lembut, dan bersenda gurau dengan istri tanpa berlebih-lebihan. Suami yang dapat memaafkan kekurangan istri dan berterimakasih atas kelebihannya, serta meringankan pekerjaan istri dalam tugas-tugas rumah tangga. Suami yang tidak membuka rahasia suami-istri. Suami yang selalu memberi peringatan dan bimbingan yang baik, jika istri lalai dari kewajibannya, lalu dia memerintahkan istri memakai busana muslimah ketika keluar, menemani istri bepergian, tidak membawa istri ke tempat-tempat maksiat, menjaga istri dari segala hal yang dapat menimbulkan fitnah kepadanya, memuliakan dan menghubungkan silaturrahim kepada orang tua dan keluarga istri, memanggil istri dengan panggilan kesukaannya, dan yang terpenting bekerjasama dengan istri dalam taat kepada Allah if.
Demikianajaran Islam dalam memilih calonpasanganhidup.Betapa sempurna Islam dalam menuntun umat di setiap langkah amalannya dengan tuntunan yang baik agar selamat dunia dan akhirat.