Jika Anda lupa nama penguna/katakunci, Anda dapat dengan mudah mengembalikannya di sini. Cukup masukkan alamat email yang Anda gunakan untuk pendaftaran, dan data Anda akan dikirim kepada Anda
Jika Anda lupa nama penguna/katakunci, Anda dapat dengan mudah mengembalikannya di sini. Cukup masukkan alamat email yang Anda gunakan untuk pendaftaran, dan data Anda akan dikirim kepada Anda
SMA, S-1, S-2, S-3, Sarjana Muda, Magister, PhD/ doktor, Sekolah Kehidupan
Penghasilan bulanan
Kurang dari Rp 1 juta, Rp 1 juta - Rp 3 juta, Rp 3 juta - Rp 5 juta, Rp 5 juta - Rp 7 juta, Rp 7 juta - Rp 10 juta , Rp 10 juta - Rp 15 juta, Rp 15 juta - Rp 50 juta , Dia sangat kaya
Merokok
Tidak pernah, Jarang, Hanya jika bergaul, Mencoba Berhenti, Sudah Berhenti
Minum Alkohol
Tidak pernah, Jarang, Hanya jika bergaul, Sudah Berhenti
Pilihan Fisik
Suku
Sunda, Tionghoa, Melayu, Betawi
Tinggi badan yg diinginkan
151-160cm, 161-170cm, 171-180cm
Bentuk tubuh calon jodoh
Rata-rata, Atletis, Montok, Gemuk
Deskripsi
Tentang Saya
saya inggin cepat2x...berumah tangga
Calon jodoh yang aku idamkan
calon yg sya pingin......bsa dampingin sya aja
Tambah komentar
Pengunjung yang belum terdaftar/login tidak diperbolehkan memberi komentar profil. Silahkan Login.
1 Baru menikah hingga Anda berumur 25 tahun atau lebih. Menurut penelitian, pasangan yang menikah setelah umur 25 tahun mempunyai kesempatan untuk bertahan lebih lama dalam pernikahannya. Faktor pengalaman dan kedewasaan yang diperoleh seiring usia tersebut dipercaya membuat sebuah pernikahan bahagia.
2 Penelitian yang dilakukan oleh Jeffrey Dew di Utah State University pada medio 2009 mengungkapkan bahwa alasan utama perceraian terjadi adalah karena uang. Menurut Dew, pasangan yang seminggu sekali bertengkar karena uang mempunyai kemungkinan sebesar 30 persen untuk bercerai dibandingkan dengan mereka yang bertengkar dengan topik sama selama sebulan sekali. Oleh karena itu, mempunyai pekerjaan tetap dan penghasilan stabil sebelum memutuskan menikah sangatlah penting.
3 Bicara soal anak, sangat disarankan untuk memiliki anak ketika sudah siap lahir batin, saling memahami, dan siap menjadi orangtua yang bertanggung jawab mendidik buah hati. Menunggu selama setahun setelah menikah rasanya cukup untuk menyiapkan diri. Ingat, meski anak adalah sumber kebahagiaan, tapi jika Anda berdua belum siap, Anda akan stres dan anak pula yang akan menjadi korban.
4 Pasangan yang menjalankan nilai-nilai dalam agama alias religius cenderung memiliki kemungkinan kecil untuk bercerai. Pasalnya, keyakinan spritual akan membimbing mereka menciptakan pernikahan yang utuh.
5 Pendidikan ternyata memengaruhi risiko perceraian. Dalam bukunya, Charles dan Elizabeth mengungkapkan bahwa pasangan yang terpelajar akan menuntun pasangan untuk lebih saling mengerti, saling melengkapi, dan lebih bertoleransi satu sama lain. Fakta menarik lain juga disampaikan kedua penulis ini. Ternyata wanita berpendidikan cenderung menikahi pria berpendidikan lebih rendah daripada dia. “Tingkat kebahagiaannya juga lebih besar,” ungkap Charles.
6 Pastikan bahwa pasangan Anda adalah sahabat Anda. Sebab saling mencintai tak cukup untuk membuat pernikahan berhasil. Ingat, Anda akan menghabiskan seumur hidup dengannya, lho! Jika ia sahabat Anda, maka setiap hari pun rasanya Anda tak akan bosan bersama dengannya.
7 Tak peduli pernikahan Anda begitu sempurna, setiap pasangan pasti pernah bertengkar. Jika momen ini terjadi, bertengkarlah tanpa adu otot dan saling menyakiti. Hal yang salah pula jika Anda memilih untuk memendam semua kekesalan dan membawanya ke tempat tidur. Sebab ini adalah salah satu pemicu paling kuat menuju gerbang perceraian.
Jika Anda lupa nama penguna/katakunci, Anda dapat dengan mudah mengembalikannya di sini. Cukup masukkan alamat email yang Anda gunakan untuk pendaftaran, dan data Anda akan dikirim kepada Anda
Tambah komentar
Komentar