Tuntunan dalam mencari jodoh
Pernahkah kalian menyaksiakan sepasang burung merpati berkicau dan bercumbu sambil merangkai sarangnya? Tidakkkah bunga-bunga yng mekar dengan indahnya, merayu burung lebah agar mengantarkan benihnya kek kembang lain untuk dibuahi? Bukan hanya binatang dan tumbuh-tumbuhan, bahkan atom pun yang negatif dan positif elektron dan proton bertemu untuk saling tarik menarik, saling mencari jodohnya demi memelihara eksistensinya.
Demikian nalu makhluk dalam men cari jodoh, masing-masing memiliki pasangan dan berupaya bertemu dengan pasangannya. Agaknya tidak ada atu naluri yang lebih dalam dan kuat dorongannya melebihi naluri dorongan pertemuan dua lawan jenis; pria dan wanita, jantan dan betina, positif fan negatif. Itulah ciptaan dan pengaturan Ilahi.
"Segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu menyadari (kebesaran Allah)" QS. adz-Dzariyat:51.
"(Sungguh!) Mahasuci Allah yang menciptakan semua pasangan, baik dari apa yang tumbuh di bumi, dari jenis mereka (manusia) maupun dari (makhluk-makhluk) yang mereka tidak ketahui" QS. Ya Sin:36.
Inilah yang dinamai "hukum berpasangan", yang diletakkan oleh Maha Pencipta bagi segala sesuatu berpasangan saling ber-jodoh. Dengan demikian perkawinan/ keberjodohan adalah sunatullah, dalam arti "ketetapan tuhan yang diberlakukan nya terhadap semua makhluk.